01/02/2026
Dunia makin aneh.
Keadilan terasa jauh.
Fitnah dan kebohongan seperti jadi hal biasa.
Orang baik sering diuji, orang zalim seolah bebas.
Di tengah semua itu, umat Islam punya satu harapan besar yang selalu disebut dari generasi ke generasi: akan datang seorang pemimpin yang adil di akhir zaman.
Imam Al-Mahdi.
Bukan sekadar nama. Bukan sekadar cerita yang lewat begitu saja.
Tapi simbol bahwa Allah tidak pernah membiarkan dunia ini berjalan tanpa arah.
Dikatakan bahwa beliau akan muncul ketika keadaan sudah sangat kacau. Ketika manusia benar-benar merindukan keadilan.
Ketika dunia seperti berada di titik terendahnya.
Dan saat itu terjadi…
arah sejarah akan berubah.
Kebenaran akan berdiri lebih tegas.
Kezaliman akan ditantang.
Umat akan kembali disatukan.
Membayangkannya saja sudah terasa dramatis, ya?
Seperti bab terakhir dari sebuah kisah besar umat manusia.
Tapi yang sering terlupakan adalah ini:
Kedatangannya bukan hanya tentang peristiwa besar di dunia.
Itu juga tentang bagaimana kita menyikapinya.
Karena saat masa itu tiba, yang dibutuhkan bukan sekadar penonton.
Dibutuhkan orang-orang yang siap.
Siap menjaga iman.
Siap berdiri di sisi kebenaran.
Siap tidak ikut arus ketika dunia kembali diuji.
Jadi mungkin, alih-alih sibuk menebak kapan dan di mana,
lebih baik kita mulai dari hal sederhana.
Menjadi pribadi yang lebih jujur.
Lebih sabar.
Lebih kuat imannya.
Karena kalau benar suatu hari seruan itu datang,
kita ingin termasuk orang yang tidak ragu.
Tidak bingung.
Tidak terseret arus.
Dunia memang sedang berisik.
Tapi janji Allah selalu lebih kuat dari kekacauan mana pun.
Bersiaplah.
Bukan dengan ketakutan,
tapi dengan keyakinan.
Wallahu A’lam.