Lensa Pangandaran

06/09/2026

Kebakaran kembali terjadi di kawasan perkebunan Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Minggu (6/9/2026) siang.
Kali ini, kobaran api membakar lahan perkebunan di wilayah Blok Bedahan, Dusun Pasar, Desa Ciganjeng.
Luas lahan terdampak diperkirakan mencapai 10 hektare.
Saat kebakaran terjadi, warga bersama beberapa perangkat Desa berjibaku melakukan pemadaman secara manual dengan peralatan seadanya.
Upaya itu dilakukan untuk mencegah api terus menjalar ke area perkebunan lainnya.
Kepala Dusun Pasar, Adang Misbah, mengatakan kebakaran mulai diketahui sekitar pukul 11.30 WIB.
Sebelumnya, sekitar pukul 11.00 WIB, dirinya masih melintas di lokasi dan belum melihat adanya kobaran api.***

06/09/2026
04/09/2026
Bupati Pangandaran menerima kunjungan Plt. Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta–Jawa Barat ...
04/09/2026

Bupati Pangandaran menerima kunjungan Plt. Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta–Jawa Barat beserta Kepala Bidang Preservasi Wilayah II BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat, Kementerian Pekerjaan Umum.

04/09/2026

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, menuai keluhan dari petani dan pengelola ekonomi desa.

Pasalnya, hingga kini petani dan BUMDes setempat mengaku belum dilibatkan sebagai pemasok bahan baku untuk kebutuhan program MBG.

Satu petani melon Desa Sindangwangi, Iwan, mengatakan belum pernah dihubungi pihak SPPG Sindangwangi untuk memasok hasil panennya.

"Untuk sementara belum ada pihak yang menghubungi. Walaupun kita di awal tanam kemarin sudah menghubungi Karang Taruna. Bagaimana pemasaran kita kan harus dipikirkan juga," ungkapnya di kebun melon miliknya, Rabu (2/9/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut membuat petani khawatir hasil panen tidak terserap pasar. Untuk menyiasatinya, Iwan membuka wisata petik melon agar sebagian hasil panen dapat langsung dipasarkan kepada masyarakat.

"Ya ada sedikit ketakutan begitu, takut tidak bisa dipasarkan. Makanya saya buka untuk wisata melon biar panenan kita terserap," ucapnya.

Saat ini, terdapat sekitar 1.500 tanaman melon yang telah berusia 62 hari dan memasuki masa panen. Setiap buah memiliki bobot rata-rata lebih dari 2 kilogram.

"Estimasi kita ambil di angka 1,5 paling enggak ya 3,5 ton," ungkap Iwan

03/09/2026

Nasib memilukan dialami satu keluarga di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Selama lebih dari setahun, 4 jiwa terpaksa bertahan hidup di sebuah gubuk kayu berukuran hanya 2x3 meter setelah rumah mereka roboh diterjang cuaca ekstrem.

Mereka adalah pasangan suami istri bernama Endan Suwandi (44) dan Asri Sri Rahayu (37), warga RT 01/RW 06, Dusun Empangsari, Desa Kalipucang, Kecamatan Kalipucan

Pantauan Minggu (30/8/2026), di gubuk kecil yang dibangun bersama warga itu, Endan dan Asri tinggal bersama dua putra kembar mereka.

Gubuk kecil itu menjadi tempat tidur sekaligus tempat berlindung bagi keluarga mereka. Tepat di sampingnya terdapat dapur sederhana dengan tungku kayu yang digunakan untuk memasak sehari-hari.

Kondisi itu terpaksa mereka jalani setelah rumah yang sebelumnya menjadi tempat tinggal seketika ambruk pada Juli 2025.

Saat itu, hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Kalipucang selama lebih dari sepekan dan disertai angin kencang.

Kondisi cuaca ekstrem membuat bangunan rumah Endan tidak mampu bertahan hingga akhirnya roboh dan rata dengan tanah. ***

.pangandaran DEDI MULYADI

02/09/2026

Fakta anjloknya jembatan pongpet Desa Margacinta

Menaggapi video viral terkait anjloknya jembatan gantung pongpet desa margacinta, kec. Cijulang, Kab. Pangandaran Yang beredar di media sosial.
Kepala Desa Margacinta memberikan klarifikasi resmi dan menyatakan bahwa amblasnya jembatan gantung pongpet merupakan murni dikarenakan over kapasitas orang yang naik kejembatan, hal ini di karenakan antusias warga yang membeludak saat peresmian jembatan sehingga membuat tali seling lepas dan jembatan miring.
Tidak ada korban dalam kejadian ini dan hanya mengalami luka-luka ringan.


02/09/2026

Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengungkap detik-detik Jembatan Gantung Pongpet di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, anjlok saat acara peresmian, Minggu (30/8/2026) sore.

Citra mengatakan, dirinya hadir dalam peresmian tersebut atas undangan Dandim 0625/Pangandaran. Acara berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB hingga 16.30 WIB.

Setelah prosesi gunting pita, Citra bersama rombongan mulai berjalan melintasi jembatan. Namun, ketika berada di bagian tengah jembatan, ia mulai merasakan jembatan bergoyang dan tidak stabil.

"Pas jalan, di agak tengah itu sudah mulai goyang. Saya sudah ngomong ke belakang. Karena merasa sudah tidak stabil, saya nengok ke belakang untuk mundur," ungkap Citra, Selasa (1/9/2026).

Citra mengaku sempat memberikan instruksi kepada rombongan untuk mundur. Namun, tak lama kemudian sling jembatan patah.

"Saya sudah kasih instruksi mundur, mundur. Tidak lama dari kejadian itu langsung patah slingnya," jelasnya.

Saat sling patah, posisi Citra berada di sisi kiri jembatan, sementara sling yang patah berada di sisi kanan. Kondisi tersebut membuat badan jembatan miring dan sejumlah orang terpental, termasuk dirinya.

Citra mengaku tidak sepenuhnya mengingat apa yang terjadi sesaat setelah jembatan anjlok. Ia hanya mengingat tubuhnya sempat terjatuh dan kemudian tersadar dalam posisi setengah tengkurap.

"Saya tidak tahu posisi saya. Saya ingatnya gerubuk-gerubuk gitu, sudah tidak sadar. Saya sadar posisi saya sudah setengah tengkurap," ungkap Citra. ***

.pangandaran Pitriyami

31/08/2026

Jembatan Gantung Pongpet di Dusun Margajaya, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, yang anjlok saat peresmian ternyata merupakan bagian dari program pembangunan jembatan nasional yang diinisiasi Presiden RI Prabowo Subianto dan dikawal TNI.
Jembatan tersebut mengalami anjlok saat dilintasi rombongan pejabat daerah pada Minggu (30/8/2026) sore.
Insiden terjadi ketika rombongan baru saja melintasi jembatan setelah mengikuti prosesi penyambutan Forkopimda dan Bupati Pangandaran.
Dandim 0625/Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan mengatakan, bagian jembatan yang mengalami kerusakan bukan rangka bawah, melainkan tali sling di sisi kanan yang terlepas bersama blok angkurnya.
"Jadi pada saat setelah disambut Forkopimda kemudian dengan Bupati, saya dan Dandim 0625 Pangandaran melintasi jembatan tersebut. Kemudian tali sling yang di sebelah kanan terjadi lepas," ungkapnya di Mako Kodim Pangandaran, Senin (31/8/2026).
Menurutnya, rangka bawah jembatan masih dalam kondisi utuh. Sling di sisi kiri juga masih terpasang.
"Untuk konstruksi bawahnya itu masih utuh. Dapat dilihat mungkin di video yang beredar itu, rangka bawah masih tetap utuh dengan sling sebagian sebelah kirinya," kata Citra.
Citra secara terbuka mengakui insiden tersebut terjadi akibat kelalaian pihaknya dalam mengendalikan jumlah orang yang melintasi jembatan saat peresmian.
"Untuk penyebabnya itu memang kesalahan kami dari Kodim. Pada saat pelaksanaan peresmian kami tidak mengontrol kapasitas yang melewati jembatan tersebut," jelasnya
Citra menyebut suasana peresmian yang diwarnai antusiasme masyarakat menjadi salah satu faktor.
Saat itu, pihak Kodim dan masyarakat tengah larut dalam euforia karena akses menuju salah satu destinasi wisata di Pangandaran kembali terbuka. Padahal, jembatan tersebut sudah memiliki batas kapasitas penggunaan.
Ia menyebut, jembatan gantung itu memiliki kemampuan beban maksimal sekitar 2 ton. Namun, penggunaan saat kondisi normal dibatasi sekitar 60 persen dari kapasitas maksimal tersebut.
"Untuk beban maksimal itu di 2 ton. Jembatan tersebut telah kami hitung, kemudian dia di 60 persennya untuk maksimum digunakan oleh jembatan tersebut," paparnya.
Bahkan, lanjut ia, pembatasan jumlah pengguna sudah dipasang di kedua sisi jembatan. Untuk pejalan kaki, maksimal hanya lima orang yang diperbolehkan berada di atas jembatan dari sisi tepi dekat maupun tepi jauh.
Sementara sepeda motor hanya diperbolehkan melintas satu unit secara bergantian. Namun, aturan tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya saat prosesi peresmian.
Setelah sling terlepas dan jembatan mengalami anjlok, Kodim 0625/Pangandaran bersama pemerintah daerah dan masyarakat langsung melakukan evakuasi.
Citra menyampaikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, sejumlah orang mengalami luka akibat insiden itu.
"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa yang terdampak atas kejadian tersebut,. Setelah itu kami dari Kodim 0625 Pangandaran melaksanakan evakuasi korban terhadap musibah tersebut. Ada beberapa dari pihak kami Kodim, kemudian dari Pemda serta masyarakat yang terluka akibat kejadian tersebut," ungkap Citra.
Jembatan Gantung Pongpet dibangun melalui sistem padat karya yang melibatkan Kodim 0625/Pangandaran bersama masyarakat.Citra menyampaikan, dukungan pembangunan berasal dari pemerintah pusat dalam bentuk kebutuhan material dan peralatan. Dalam pelaksanaannya, Kodim bersama masyarakat turut mengerjakan pembangunan jembatan tersebut.
Kebetulan untuk anggaran dari pusat sistem padat karya. Kami padat karya bersama masyarakat. Kodim 0625 bersama masyarakat mengajukan kebutuhan peralatan kemudian material yang dibutuhkan, kemudian membangun bersama masyarakat," jelasnya.

Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut ditujukan untuk membuka dan memperkuat akses masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan, pertanian, perekonomian, serta pariwisata. ***


less
See translat

31/08/2026

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Pangandaran, Tarsuli, Menegaskan Target 2029 "Pecah Telor".

Address

Padaherangwa Barat

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Lensa Pangandaran posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Lensa Pangandaran:

Shortcuts

Share