16/03/2026
Tidak semua orang menyambut Lebaran dengan perasaan yang sama, ada yang menunggu Lebaran dengan penuh rindu, membayangkan rumah yang ramai, masakan ibu di dapur, suara ayah yang sedang menimang cucunya, dan tawa saudara yang sedang berkumpul setelah lama tidak bertemu.
Bagi mereka, Lebaran adalah momen pulang, pulang ke keluarga, pulang ke kehangatan yang selama ini dirindukan.
Tapi ada juga yang menyambut Lebaran dengan perasaan yang sunyi, bukan karena tidak bersyukur, tapi karena hidup telah mengubah banyak hal.
Ada yang tahun ini Lebaran tanpa orang tua yang dulu selalu menunggu di rumah, ada yang harus tetap bekerja ketika orang lain berkumpul dengan keluarga, ada yang hatinya sedang lelah oleh masalah hidup yang belum selesai. bahkanada yang Lebaran setelah rumah tangganya tidak lagi utuh.
Bagi sebagian orang, Lebaran justru menjadi pengingat bahwa waktu telah mengambil banyak hal dari hidup kita, ada kursi yang dulu selalu terisi, sekarang kosong. Ada suara yang dulu selalu terdengar, sekarang tinggal kenangan.
Karena itu, jika tahun ini kamu tidak terlalu bersemangat menyambut Lebaran, tak apa-apa. Hidup memang kadang mengajarkan kita merayakan hari besar dengan cara yang berbeda. Yang penting bukan seberapa meriah Lebaran kita, tapi seberapa kuat kita tetap berjalan, meskipun hidup tidak selalu berjalan seperti yang kita harapkan.
Karena pada akhirnya, Lebaran bukan hanya tentang berkumpul, tapi tentang belajar menerima, memaafkan, dan menguatkan hati.