03/08/2024
Beban Seorang Ibu Yang Menumpuk Terkadang Bikin Cepat Marah Dan Ngomel
ibu dianggap galak dan bawel daripada ayah sehingga lebih sering marah-marah kepada anak. Sebetulnya, ada alasan di balik kenapa ibu sering marah pada anak. Hal tersebut dapat berkaitan dengan peran ibu dalam keluarga yang harus mengurus banyak hal sehingga terkadang membuatnya stres dan kerepotan.
Drama yang sering terjadi pada ibu-ibu ;
"Kakaaak.. cepet mandinya, jangan main air!"
"Ya Allah..adek.. nasi,air di tumpahin.. gak tau mamak capek?"
"Astaga.. kapan selesainya… Pake bedak melamun, pake sepatu melamun"
"Bisa gak kamu cepetan dikit? Emang turunan bapakmu itu lelet semua!"
Seorang ibu, yang bertaruh nyawa melahirkan tidak ada yang berencana "setelah anakku lahir maka aku akan memarahi dan mencubitnya"
Jadi, apa yang membuat ibu gampang marah?
Beban yang menumpuk bertahun-tahun. Beban kebutuhan hidup, di abaikan, di khianati, dikasari, di bully, di musuhi mertua, ipar, tetangga, tuntunan pekerjaan yang membuat anak menjadi samsak.
Ibu tidak mampu mengendalikan emosi negatif seperti kesal, sedih, kecewa, putus asa dan tidak mengenali diri kapan pencetus emosi negatif apakah ngantuk, lelah atau lapar.
Ketika belajar menahan marah, ibu butuh didukung, di do'akan, di motivasi, dan ketika gagal ibu tidak butuh ceramah dan nasehat.
Hanya empati dan pelukan itu saja, jangan memberi stigma ibu kasar, ibu jahil, ia hanya belum faham bagaimana keluar dari rantai trauma. Ia hanya korban, yang kemudian menjadi pelaku.
Disini orang yang dibutuhkan untuk memahami adalah suami atau Ayah, yang menginginkan anaknya di rawat dan dididik dengan ibu yang bahagia jiwanya. Dampingi di kala jatuh dan bantu dikala susah, motivasi di saat lemah, hibur saat di Sudutkan.
Percayalah, Seorang ibu tidak s**a membentak anaknya karena di dalam hatinya hal tersebut ia lakukan buka hanya karena emosi semata, tetapi dicampur dengan perhatian dan juga rasa sayangnya pada sang anak agar menjadi orang yang sukses kedepannya.
Maka dari itu, jangan berburuk sangka dulu ketika ibu memarahi anaknya karena setelah selesai memarahi biasanya ia akan memelukmu dengan erat dan berbisik, “semuanya akan baik-baik saja sambil meminta maaf” untuk menenangkan hati anaknya.