15/10/2025
Ternyata Kyai yang mereka FRAMING gila harta dan gila hormat itu, bahkan HP saja beliau tidak punya dan tidak pernah memegangnya. Bahkan rumah saja harus berbagi dengan ribuan santri di rumahnya, yang atap rumahnya itu adalah aula dan tempat anak anak belajar.
Beliau harus rela dengan KEBISINGAN santri yang belajar setiap hari di sekelilignya. Bayangkan, di usia senja bersabar dengan keriuhan. Belum waktunya 24 jam memikirkan kemajuan dan kedisiplinan anak anak. Mengimami jamaah shalat Maktubah. Perlu di ketahui beliau terkenal istiqomah.
Beliau juga mengajar lebih dari 8 jam perhari tanpa tendensi pada gaji, beliau masih menemui tamu tamu yang datang untuk meminta doa dan mengeluhkan hidup mereka.
Beliau juga makan makanan yang sederhana, gaya hidup yang sederhana itu juga dicontohkan oleh putra putri beliau yang jauh dari sorot kamera. 🙏🙏😭. Meski memiliki kesempatan yang lebaar untuk jadi orang terkenal dengan kemewahan. (dalam hal ini semisal jadi selebgram pun juga tidak salah kan jika untuk tujuan dakwah?)
Tetapi anak cucu beliau lebih senang kehidupan yang meligi, sederhana, private, fokus dan sibuk dengan dunia pendidikan.
Kamu tahu? Salah satu cucu beliau itu adalah pemuda yang kemaren menjadi juara MQK Internasional di Kalimantan. Itu baru prestasi yang biasa di keluarga itu. Belum saya sebutkan prestasi lainnya yang bejibun.
Salah satu putri beliau pun saya kenal. Putrinya itu; seorang bunyai yang telah menjanda, dan ketika tibalah waktu membagi warisan; beliau membagikan warisan suaminya kepada saudara2nya dalam jumlah yang jauh lebih banyak dari pada harta yang beliau miliki. Bayangkan? Apakah masih banyak sosok seperti itu di jaman sekarang?
Ketika salah satu ahli waris bertanya pada beliau, Apakah pembagian warisan itu tidak berlebihan? Rupanya ia menjawab, itu sudah seharusnya dan sepantasnya, itu bukan dari saya tapi dari suami saya. Padahal bunyai tsb sudah terlahir kaya raya sebelum menikah dengan Kyai yang ia bagikan warisnya tsb. Semua itu beliau lakukan untuk tujuan lebih dari sekedar membagi waris. Saking kehati-hatiannya dengan harta dunia.
Bayangkan! siapa pendidik mental seorang putri yang mulia dan tangguh itu jika bukan ayahnya sendiri yang luar biasa. Ayahnya yang oleh jurnalis Trans7 dikira GILA HARTA.
Lalu bagaimana Soal amplop? Kan divideo Kyai sedang menerima amplop.
Oke, begini jawaba nya= memangnya Kyai pernah meminta? memerintah santri untuk membawakannya? Menganggar diberi uang tiap sebulan? Ah tentu saja tidak pernah!!!
MEMINTA & Mengharap Itu Haram bagi para Kyai luhur seperti beliau yang di dalam ikhya' Ulumuddin karya imam ghazali saja, diterangkan bahwa mengajar demi dunia itu meggugurkan amal dan pahala!
jadi, beliau mengajar 200 Jam perbulan itu TIDAK PERNAH ADA ISTILAH GAJI. Tidak ada!!
200 jam sama dengan = 8 X25= 200.
Ah bisa jadi kyai mengajar jauh lebih lama dari pada itu, ini cuma hitungan minimal.
Giliran santri mencintai guru ingin membalas kebaikannya SETAHUN SEKALI. YANG MUNGKIN ISINYA CUMA 100 / 200 Ribu Sebagai ganti 2000 jam yang guru dedikasikan. Dan Sang guru menerimanya karena menghargai kebaikan santri dan mengharap kebaikan itu jadi wasilah pahala si santri.
Apakah salah? 😭😭😭😭😭😭 apakah salah? 😭😭😭🙏🙏🙏 apakah salah?
Dan lagi, ketika uang itu sudah diterima sang guru? Kemana larinya uang itu jika bukan untuk kemaslahatan santri umat? Lagi lagi.🙏😭. Bukan untuk membeli villa, lamborgini atau Liburan ke eropa.
Lalu bagaimana dengan kyai yang dituduh gila hormat?
Dengar ya, Dalam ihya ulumuddin yang beliau baca ; GILA HORMAT ITU bahkan lebih bahaya dari gila harta. Sehingga para guru ini berusaha untuk menghindari hal tsb agar selamat mendapat ridho allah dalam mendidik.
Ada satu cerita ketika acara Muktamar di Surabaya, Mbah Kyai Anwar ini berjalan kaki demi menuju ke stadion/ mimbar utama yang crowded sekali. Melihat itu, Warga NU terbelah menjadi dua; yang satu menghujat panitia acara kok bisa bisanya simbah Kyai sepuh yang terhormat tidak diutamakan malah jalan kaki jauh menuju Stadion. Sementara ada pejabat yang dijemput menggunakan helikopter.
Kedua, panitia muktamar yang lain berdalih saking crowdid nya area muktamar sehingga pelayanan untuk beliau tidak dapat terealisasi dengan baik. Ramai sekali waktu itu dua kubu saling menyalahkan. Sebab memang Simbah Kyai anwar manshur seharusnya adalah ulama yang diutamakan. Wong panitia acara itu kan murid2 beliau semua lah kasarannya.
Lalu foto beliau pun tersebar ke seantero warga NU dalam keadaan tengah berjalan kaki di jalan raya yang panas dan lumayan jauh dari stadion. Tanpa pengawalan ketat.
Saat para alumni kroscek kepada putra beliau Gus Adib, apa jawabannya? Beliau membantah dengan bantahan yang sungguh2 BAHWA ITU BUKAN SIMBAH KYAI. ITU BISA JADI MIRIP BELIAU, TAPI BUKAN BELIAU. BUKAN BELIAU!
akhirnya, Warga NU yang ini pun berkurang tegangan perseturuannya. Ternyata sosok yang mereka hormati bukan ada yang di dalam foto.
Padahal kawan kawan, tahukah anda? Yang di dalam foto berjalan kaki itu ya memang beliau dengan 'Samparan' Rentanya. Siapa lagi? Memang simbab kyai anwar manshur kok. Keluarga mbah Kyai yang tidak gila hormat ini memang tidak mau saja menjadi alasan warga NU berdebat. 🙏🙏😭
PLISSS PARA NETIZEN yang budiman, jika kalian kok menemukan Gus / Ning/ Kyai yang kurang pantas menjadi teladan, kurang pantas menjadi panutan.
JANGAN kok kalian OVERGENERALIS lah, lalu dianggap oh begitu to standar Kyai / panutan di dalam pesantren.
Enggak ya! Nggak begitu konsepnya.
Dimana mana oknum itu akan tetap ada! Bukan cuma di dalam pesantren saja.
Dan peru diketahui, kyai dengan modelan karakter seperti itu TIDAK MUNGKIN MENJADIKAN MURIDNYA SAYANG DAN PENUH PENGHORMATAN. Yang ada justru kyai tidak pantas jadi panutan pondoknya lama lama redup dan santrinya habis. Kalau kok memang ada yang masih nyantri disana ya biasanya nanti santri lapor keluhan ini dan itu.
Tapi sekali lagi, KYAI OKNUM YANG TIDAK PANTAS JADI TELADAN itu jangan dikira kami tunduk pada mereka. Enggak ya, kami santri NU hormat pada kyai kami karena ahlak dan kekhlasan beliau 🙏🙏🙏