31/07/2026
ISPA Dominasi Tren Penyakit di Kabupaten Pekalongan, Masyarakat Diimbau Tingkatkan PHBS
Kabupaten Pekalongan β Penyakit influenza dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi penyakit dengan jumlah kasus tertinggi di Kabupaten Pekalongan berdasarkan data tren penyakit yang ditampilkan melalui aplikasi BPJS Kesehatan. Kondisi ini menunjukkan bahwa penyakit menular, khususnya yang menyerang saluran pernapasan, masih menjadi tantangan utama bagi kesehatan masyarakat.
Berdasarkan grafik tersebut, influenza dan infeksi pernapasan akut lainnya menempati peringkat pertama dengan jumlah kasus yang jauh melampaui penyakit lainnya. Posisi kedua ditempati penyakit infeksi usus, disusul penyakit virus dengan lesi kulit dan membran mukosa, tuberkulosis (TBC), serta pedikulosis, akariasis, dan infestasi lainnya.
Selain itu, tren penyakit juga menunjukkan masih ditemukannya kasus mikosis (infeksi jamur), penyakit akibat virus arthropod-borne termasuk demam berdarah, penyakit virus lainnya, penyakit bakteri lainnya, hingga infeksi dan parasit khusus pada masa perinatal.
Tingginya angka kasus ISPA diduga dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti perubahan cuaca, mobilitas masyarakat yang tinggi, kualitas udara, serta belum optimalnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Sementara tingginya kasus infeksi usus mengindikasikan masih perlunya perhatian terhadap sanitasi lingkungan, akses air bersih, dan keamanan pangan.
Keberadaan tuberkulosis dalam lima besar penyakit juga menjadi pengingat bahwa upaya eliminasi TBC masih memerlukan penguatan, baik melalui deteksi dini, pengobatan yang tuntas, maupun edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan penularan.
Melihat kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk lebih disiplin menerapkan PHBS, seperti mencuci tangan menggunakan sabun, menggunakan masker saat mengalami gejala flu atau batuk, menjaga kebersihan lingkungan, mengonsumsi makanan yang higienis, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala penyakit menular.
Di sisi lain, pemerintah daerah bersama Dinas Kesehatan, puskesmas, serta seluruh pemangku kepentingan diharapkan terus memperkuat upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan, peningkatan kualitas sanitasi, pemberantasan sarang nyamuk, serta optimalisasi program deteksi dini penyakit menular.
Dengan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan angka kejadian penyakit menular di Kabupaten Pekalongan dapat terus ditekan sehingga kualitas kesehatan masyarakat semakin meningkat.