Kabar Pekalongan

Kabar Pekalongan Nusantara

Kebakaran hebat menghangsukan dua rumah di Perum BRD Kota Pekalongan pada Selasa malam (12/08). Api baru berhasil dipada...
12/08/2026

Kebakaran hebat menghangsukan dua rumah di Perum BRD Kota Pekalongan pada Selasa malam (12/08). Api baru berhasil dipadamkan pada Rabu dini hari (12/08) sekitar pukul 03.22 WIB dan menyebabkan 4 orang mengalami luka-luka.
Kepala Damkarmat Kota Pekalongan, Taufiqurrahmat, saat ditemui detikJateng di lokasi kejadian, mengatakan petugas menerima laporan kebakaran sekitar pukul 22.23 WIB. Api diduga bersumber dari kipas angin.

"Ya, sekitar pukul 22.23 WIB, piket malam menerima laporan tentang adanya kebakaran rumah tinggal di BRD. Menurut keterangan Pemilik rumah, kebakaran diakibatkan oleh arus pendek listrik pada kipas angin," jelasnya di lokasi, Rabu (12/8/2026).

Dikatakannya, kebakaran diduga dipicu arus pendek listrik pada kipas angin. Api kemudian membesar dan merambat ke bagian lain bangunan.

Dalam penanganan kebakaran tersebut Damkarmat Kota Pekalongan mengerahkan dua armada pemadam. Selain itu, penanganan juga mendapat dukungan dari BPBD Kota Pekalongan dan Kodim setempat.

Salah satu kendala yang dihadapi petugas adalah ketersediaan sumber air. Pengambilan air dilakukan dari sejumlah titik, di antaranya sumber milik PDAM dan Posko Damkarmat di Jalan Tentara Pelajar dan tambahan di kantor Satpol PP Damkarmat Kota Pekalongan di Jalan Majapahit.

Dalam proses pemadaman, sejumlah armada dan personel turut dikerahkan. Dukungan tersebut meliputi satu unit pancar berkapasitas 3.000 liter, satu unit pancar 6.000 liter, satu unit water supply BPBD Kota Pekalongan, satu unit water tank Kodim, satu unit ambulans PMI Kota Pekalongan, satu unit angkut personel Satpol PP Kota Pekalongan, serta satu unit motor escorting.

Petugas Damkarmat bersama unsur gabungan berjibaku memadamkan api hingga akhirnya kebakaran dinyatakan selesai sekitar pukul 03.22 WIB.

Sementara itu, Wisnu saksi yang juga warga setempat, mengatakan dirinya mengetahui kejadian tersebut setelah mendengar teriakan dari rumah korban.

"Saya keluar, terus saya keluar sampai teras. Ada anjingnya yang punya korban ngerung-ngerung. Terus saya nengok ke belakang, api sudah besar di dekat mobil Xpander," kata Wisnu.

Melihat kobaran api, Wisnu kemudian berteriak meminta pertolongan dan memberitahu warga sekitar.

Menurut Wisnu, rumah yang terbakar digunakan untuk menyimpan sekaligus melakukan pengemasan produk batik. Tidak ada kegiatan produksi batik di rumah tersebut, namun terdapat banyak kain dan barang yang sedang dalam proses pengemasan.

"Banyak kain batik yang lagi dipacking. Batik-batik itu mungkin juga ikut terbakar, jadi lama terbakar," ujarnya.

Selain bangunan rumah, sebuah mobil Mitsubishi Xpander yang berada di sekitar lokasi juga ikut terbakar. Wisnu menyebut penghuni rumah saat kebakaran terjadi berada di dalam rumah dan kemudian berhasil keluar.

Berdasarkan data sementara Damkar Kota Pekalongan, dua unit rumah tersebut milik Novarita dan Erwin. Keduanya mengalami kerusakan sekitar 90 persen.

Sementara itu, dari data Damkarmat Kota Pekalongan mencatat empat orang mengalami luka dalam kejadian tersebut.

Korban pertama yakni Miguel, 3 tahun, mengalami luka bakar derajat satu pada kaki kanan. Kemudian Nova, 31 tahun, mengalami luka bakar derajat satu pada jari tangan. Korban lainnya, Erwin, 33 tahun, mengalami luka bakar pada bagian punggung dan dirujuk ke RS Hermina untuk mendapatkan penanganan medis. Tingkat keparahan lukanya masih belum diketahui. Sementara Yohanes, 38 tahun, mengalami luka sobek pada tangan dan luka bakar derajat satu.

Sumber: detik. com

Seorang mahasiswa Institut Teknologi dan Sains (ITS) NU Pekalongan berinisial MMA (21) ditemukan meninggal dunia di kama...
12/08/2026

Seorang mahasiswa Institut Teknologi dan Sains (ITS) NU Pekalongan berinisial MMA (21) ditemukan meninggal dunia di kamar posko Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sawangan, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Senin (10/8).

Tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan.
Kapolsek Doro, Iptu Faridin, mengatakan sebelum ditemukan meninggal, korban sempat berkumpul bersama sejumlah rekannya di posko. Mereka diketahui begadang dan minum kopi di teras samping posko.

"Korban yang merupakan mahasiswa ITS NU Pekalongan diketahui masuk ke kamar untuk tidur sekitar pukul 02.00 WIB. Sementara beberapa rekannya sudah tidur terlebih dahulu," kata Faridin melalui pesan singkat kepada detikJateng, Senin (10/8/2026).

Pada pagi harinya sekitar pukul 09.00 WIB, kata Faridin, salah seorang rekan korban bersama dua mahasiswa lainnya bermaksud membangunkan MMA. Namun, korban tidak memberikan respons.

Salah seorang saksi kemudian memeriksa denyut nadi korban. Setelah diketahui tidak terdapat denyut nadi, kejadian tersebut dilaporkan kepada Ketua RT dan Pemerintah Desa Sawangan. Laporan kemudian diteruskan ke Polsek Doro.

Petugas kepolisian bersama Unit Inafis Satreskrim Polres Pekalongan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Petugas melakukan pengecekan dan olah TKP, meminta keterangan para saksi, serta berkoordinasi dengan tim Inafis dan tenaga medis dari Puskesmas Doro 2," ujar Faridin.

Dari hasil pemeriksaan luar oleh dokter dan perawat Puskesmas Doro 2, MMA dinyatakan telah meninggal dunia. Pemeriksaan juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban.

Polisi juga menyatakan tidak menemukan adanya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka di Pringrejo, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Menurut Faridin, pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Keluarga juga menyatakan menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan.

"Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi. Selanjutnya jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dibawa ke rumah duka," kata Faridin.

Sumber: detik. com

11/08/2026

Mentan Amran Respons Demo Peternak Ayam Petelur soal Harga Pakan

11/08/2026

Tragedi Kecelakaan Drag Race di Kotamobagu Tewaskan 8 Penonton

Peternak ayam petelur di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, menegaskan tidak menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG)....
11/08/2026

Peternak ayam petelur di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, menegaskan tidak menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Namun, mereka meminta dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) agar lebih banyak menyerap telur dari peternak lokal.

Hal itu disampaikan Aliansi Peternak Ayam Petelur Kabupaten Pekalongan saat beraudiensi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan setelah menggelar aksi, Senin (10/8/2026).

Perwakilan Aliansi Peternak Ayam Petelur Kabupaten Pekalongan, Kus Budianto, mengatakan program MBG justru dinilai dapat menjadi pasar potensial bagi peternak lokal.

"Berkaitan dengan telur, dapur SPPG di Kabupaten Pekalongan khususnya telur harus mengambil dari UMKM peternak di Kabupaten Pekalongan," kata Budi saat melakukan audiensi.

Sumber: kompas. com

11/08/2026

Pemotor di Sleman Rusak Palang Pintu Perlintasan Saat Kereta Hendak Melintas

10/08/2026

Petani Pekalongan Keluhkan Irigasi Tak Memadai di Tengah Kekeringan, Harapkan Perhatian Pemerintah

10/08/2026

Patroli di Tol Semarang, Bea Cukai Temukan Truk Bermuatan 3,2 Juta Rokok Ilegal

10/08/2026

Air Irigasi Menyusut, DPRD Pekalongan Dorong Langkah Darurat Jaga Pertanian

09/08/2026

Peternak Ayam di Pekalongan Bakal Gelar Aksi Damai Senin Besok, Siapkan 500 Ekor Ayam di Lokasi Aksi

Address

Pekalongan

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kabar Pekalongan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Kabar Pekalongan:

Shortcuts

Share