Mas sriyono

Mas sriyono cari menu enak hanya disini

04/09/2026

Dasar sok berani lo

Masih ingat jajanan waktu p**ang sekolah dulu? 😍🏫Dulu uang jajan nggak seberapa, tapi rasanya bisa bikin bahagia seharia...
03/09/2026

Masih ingat jajanan waktu p**ang sekolah dulu? 😍🏫
Dulu uang jajan nggak seberapa, tapi rasanya bisa bikin bahagia seharian! ❤️
Mulai dari cilok, telur gulung, tahu gejrot, kue cucur, es mambo, combro, pisang molen sampai jajanan jadul lainnya.
Sekarang, jajanan masa kecil ini bisa kita bikin sendiri di rumah. 🥰
Jajanan dulu memang sederhana, tapi kenangannya luar biasa! 💕
👇 Sobat NusaRasa, jajanan SD mana yang paling bikin kalian kangen?





Sering kali manusia mengira bahwa sesuatu yang belum berhasil dimiliki adalah sesuatu yang sedang dihalangi oleh Tuhan. ...
02/09/2026

Sering kali manusia mengira bahwa sesuatu yang belum berhasil dimiliki adalah sesuatu yang sedang dihalangi oleh Tuhan. Doa yang belum terkabul dianggap sebagai penolakan, jalan yang tertutup dianggap sebagai kegagalan, dan penantian yang panjang dianggap sebagai tanda bahwa harapan harus dilepaskan. Padahal manusia hanya mampu melihat apa yang ada di hadapannya, sementara Allah mengetahui apa yang berada jauh di balik penglihatannya. Bisa jadi sesuatu yang sangat kita inginkan memang belum datang bukan karena tidak layak diberikan, melainkan karena waktu dan keadaan kita belum siap menerimanya.

Tidak semua yang kita inginkan benar-benar baik untuk kehidupan kita. Ada hal-hal yang tampak indah dari kejauhan, tetapi menyimpan luka ketika sudah berada dalam genggaman. Ada kesempatan yang terlihat seperti keberuntungan, tetapi justru membawa kita menjauh dari ketenangan. Ada p**a seseorang yang begitu kita perjuangkan, tetapi ternyata bukan tempat terbaik bagi hati untuk menetap. Karena keterbatasan manusia dalam memahami masa depan, kita sering menilai kebaikan hanya dari apa yang kita sukai, sementara Tuhan melihat keseluruhan perjalanan yang belum mampu kita pahami.

Penantian juga bukan berarti kehidupan sedang berhenti. Sambil menunggu, seseorang sedang dibentuk menjadi lebih matang. Kesabaran sedang dilatih, kemampuan sedang dipersiapkan, dan hati sedang belajar membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Bisa jadi yang perlu berubah bukan takdirnya, melainkan diri kita sendiri. Sebab ketika sesuatu yang kita harapkan akhirnya datang, kita membutuhkan jiwa yang cukup dewasa untuk menjaganya, bukan hanya hati yang pandai memintanya.

Maka tidak semua pintu yang tertutup perlu dipaksa terbuka. Terkadang, melepaskan sesuatu yang kita inginkan adalah bentuk kepercayaan paling tinggi kepada Tuhan. Jika memang sesuatu itu baik dan pantas bagi kehidupan kita, percayalah bahwa Allah mampu membuka jalan dari arah yang tidak pernah kita duga. Tidak ada yang dapat mengambil apa yang memang telah ditetapkan menjadi bagian kita, sebagaimana tidak ada paksaan yang mampu membuat sesuatu menjadi milik kita jika memang bukan jalannya.

Hidup menjadi lebih tenang ketika manusia berhenti memaksa segala sesuatu terjadi sesuai waktunya sendiri. Teruslah berusaha, teruslah berdoa, tetapi jangan biarkan hati tenggelam dalam kecemasan ketika jawaban belum juga datang. Bisa jadi penundaan sedang menyelamatkanmu, bisa jadi kehilangan sedang mengarahkanmu, dan bisa jadi penantian sedang mempersiapkanmu untuk menerima sesuatu yang jauh lebih tepat. Sebab apa yang benar-benar ditakdirkan untukmu tidak akan salah alamat; ia akan menemukan jalannya, pada waktu yang paling tepat menurut Allah.

Kebaikan tidak selalu memiliki wajah yang sama. Ada orang yang menolong tanpa berharap namanya disebut, memberi tanpa me...
02/09/2026

Kebaikan tidak selalu memiliki wajah yang sama. Ada orang yang menolong tanpa berharap namanya disebut, memberi tanpa menghitung kembali, dan hadir ketika dibutuhkan meski tidak mendapatkan keuntungan apa pun. Namun ada p**a yang terlihat begitu baik selama masih memiliki kepentingan. Senyumnya hangat ketika membutuhkan sesuatu, perhatiannya melimpah ketika ada yang ingin didapatkan, tetapi perlahan berubah ketika kepentingannya sudah terpenuhi. Dari sinilah kita belajar bahwa tidak semua kebaikan lahir dari hati yang sama.

Ketulusan biasanya tidak terlalu sibuk mempertontonkan dirinya. Ia hadir dalam tindakan-tindakan kecil yang dilakukan tanpa panggung dan tanpa tuntutan untuk dibalas. Orang yang tulus tidak selalu banyak berbicara tentang kebaikannya, sebab baginya berbuat baik bukan transaksi. Sebaliknya, kebaikan yang dibangun di atas kebutuhan sering memiliki batas waktu. Selama seseorang masih dianggap berguna, ia akan diperlakukan dengan baik. Ketika manfaatnya hilang, perhatian pun ikut menghilang. Perbedaan keduanya baru terlihat ketika keadaan berubah dan tidak lagi menguntungkan.

Namun manusia tidak selalu mudah membaca niat orang lain. Seseorang bisa tampak tulus hari ini dan ternyata memiliki kepentingan yang baru kita pahami kemudian. Karena itu, tidak perlu terburu-buru memberikan kepercayaan hanya karena seseorang bersikap manis. Perhatikan konsistensinya ketika tidak ada yang bisa ia dapatkan darimu. Lihat bagaimana ia memperlakukan orang yang tidak memiliki kuasa, tidak memiliki uang, dan tidak mampu memberikan keuntungan apa pun kepadanya. Di sanalah karakter sering berbicara lebih jujur daripada kata-kata.

Pengalaman semacam itu bukan alasan untuk menjadi curiga kepada semua orang. Dunia tetap membutuhkan manusia yang tulus, dan kebaikan tidak boleh berhenti hanya karena pernah disalahgunakan. Yang perlu berubah adalah cara kita memberikan kepercayaan: tetap baik, tetapi tidak naif; tetap tulus, tetapi tidak kehilangan batas; tetap membantu, tetapi tidak membiarkan diri dimanfaatkan. Kebaikan yang matang bukan kebaikan yang menutup mata terhadap kenyataan, melainkan kebaikan yang disertai kebijaksanaan.

Pada akhirnya, kita tidak perlu terlalu sibuk membongkar kepalsuan setiap orang. Waktu memiliki cara untuk memperlihatkan siapa yang benar-benar hadir karena peduli dan siapa yang hanya datang karena membutuhkan. Tugas kita adalah menjaga hati agar tidak berubah menjadi keras hanya karena pernah dikecewakan, sekaligus menjaga diri agar tidak terus-menerus menjadi tempat orang lain mengambil keuntungan. Sebab ketulusan yang paling indah bukan hanya ketika kita mampu berbuat baik kepada orang lain, tetapi ketika kita tetap memilih menjadi baik tanpa kehilangan kemampuan untuk mengenali siapa yang layak menerima kebaikan itu.

Manusia sering terlalu sibuk mengejar kesempurnaan hingga lupa bahwa hidup memang tidak pernah berjalan tanpa kesalahan....
02/09/2026

Manusia sering terlalu sibuk mengejar kesempurnaan hingga lupa bahwa hidup memang tidak pernah berjalan tanpa kesalahan. Kita pernah mengambil keputusan yang keliru, mengucapkan sesuatu yang seharusnya tidak diucapkan, mempercayai orang yang ternyata salah, atau melewatkan kesempatan yang tidak datang dua kali. Semua itu adalah bagian dari perjalanan menjadi manusia. Kesalahan tidak selalu berarti kita gagal menjalani hidup; terkadang ia hanya menunjukkan bahwa kita sedang belajar memahami diri dan kehidupan dengan cara yang lebih matang. Keinginan untuk selalu sempurna bahkan bisa membuat seseorang takut memulai, karena terus menunggu keadaan yang ideal dan keberanian yang tidak pernah benar-benar datang.

Yang lebih penting daripada menjadi sempurna adalah memiliki keberanian untuk mengakui kekurangan dan memperbaiki kesalahan. Tidak semua luka bisa dihapus, tidak semua keputusan dapat diulang, dan tidak semua masa lalu bisa dikembalikan seperti semula. Namun manusia selalu memiliki kesempatan untuk menentukan apa yang akan dilakukan setelahnya. Meminta maaf ketika salah, belajar mengendalikan emosi, memperbaiki cara memperlakukan orang lain, dan berhenti mengulangi kesalahan yang sama adalah bentuk-bentuk perubahan yang jauh lebih berarti daripada sekadar terlihat sempurna di mata manusia. Masa lalu memang tidak bisa diubah, tetapi sikap kita terhadap masa lalu selalu bisa diperbaiki.

Kesempurnaan mungkin tidak pernah menjadi milik manusia, tetapi kesempatan untuk bertumbuh selalu terbuka selama kehidupan masih berjalan. Kesalahan boleh menjadi bagian dari cerita, tetapi tidak harus menjadi identitas. Kegagalan boleh meninggalkan luka, tetapi tidak harus menentukan seluruh masa depan. Selama masih memiliki kesadaran untuk belajar dan keberanian untuk berubah, seseorang belum pernah benar-benar terlambat memperbaiki hidupnya. Sebab manusia tidak dinilai hanya dari berapa banyak kekeliruan yang pernah dilakukan, melainkan dari kesediaannya untuk bangkit, belajar, dan kembali memilih jalan yang lebih baik.

Sejak kecil, manusia sering tumbuh dengan berbagai harapan yang diletakkan di pundaknya. Menjadi anak yang membanggakan,...
01/09/2026

Sejak kecil, manusia sering tumbuh dengan berbagai harapan yang diletakkan di pundaknya. Menjadi anak yang membanggakan, menjadi pasangan yang sempurna, menjadi seseorang yang dianggap berhasil oleh keluarga dan lingkungan. Perlahan, keinginan untuk memenuhi harapan orang lain dapat menjadi begitu kuat hingga kita tidak lagi bertanya kepada diri sendiri: sebenarnya kehidupan seperti apa yang ingin kita jalani? Kita sibuk mengejar standar yang dibuat orang lain, sementara suara hati sendiri semakin lama semakin pelan.

Keinginan untuk diterima memang manusiawi. Tidak ada yang ingin dianggap gagal, mengecewakan, atau berbeda dari lingkungan tempatnya berada. Namun ketika seluruh keputusan hidup hanya dibuat demi mendapatkan pengakuan, kita perlahan kehilangan kebebasan. Memilih pekerjaan bukan karena yang kita cintai, tetapi karena dianggap bergengsi. Menjalani hubungan bukan karena bahagia, tetapi karena takut mengecewakan. Bahkan tersenyum pun kadang hanya untuk meyakinkan orang lain bahwa kita baik-baik saja. Hidup akhirnya tampak sempurna dari luar, tetapi terasa asing ketika dijalani dari dalam.

Menjadi diri sendiri bukan berarti mengabaikan nasihat, menolak tanggung jawab, atau hidup semaunya. Ada perbedaan antara mendengarkan orang lain dan menyerahkan kendali hidup kepada penilaian mereka. Kita boleh menerima masukan, tetapi tetap harus memiliki keberanian untuk menentukan jalan sendiri. Sebab orang lain hanya melihat sebagian kecil dari perjalanan kita; mereka tidak sepenuhnya merasakan ketakutan, luka, impian, dan pergulatan yang kita bawa setiap hari. Tidak adil jika seluruh hidup kita harus dibentuk berdasarkan apa yang mereka pikirkan tentang kita.

Waktu yang kita miliki terlalu berharga untuk dihabiskan hanya demi membuktikan bahwa kita mampu memenuhi ekspektasi semua orang. Akan selalu ada yang kecewa ketika kita memilih jalan berbeda, akan selalu ada yang menganggap keputusan kita salah, dan akan selalu ada suara yang mengatakan bahwa kita seharusnya menjadi sesuatu yang lain. Namun hidup bukan perlombaan untuk mendapatkan persetujuan semua manusia. Pada satu titik, kita harus berani bertanya apakah kehidupan yang sedang dijalani benar-benar mencerminkan diri kita, atau hanya menjadi hasil dari terlalu banyak keinginan orang lain.

Hidup ini memang milik kita sendiri. Kita yang akan menjalani konsekuensi dari setiap keputusan, menanggung luka dari setiap pilihan, dan merasakan kebahagiaan dari setiap langkah yang kita ambil. Selama pilihan itu tidak merugikan dan tetap berpijak pada nilai yang baik, tidak ada kewajiban untuk membuat seluruh dunia memahami jalan yang kita pilih. Sebab kedewasaan bukan tentang berhasil menjadi manusia yang diinginkan semua orang, melainkan keberanian untuk menjadi diri sendiri tanpa kehilangan kebaikan. Dan barangkali, salah satu bentuk kebebasan paling indah adalah ketika kita akhirnya berhenti hidup demi memenuhi ekspektasi orang lain, lalu mulai menjalani hidup yang benar-benar terasa sebagai milik kita.

Tidak semua perjuangan langsung menghasilkan sesuatu yang bisa dilihat. Ada hari-hari ketika seseorang telah bekerja ker...
01/09/2026

Tidak semua perjuangan langsung menghasilkan sesuatu yang bisa dilihat. Ada hari-hari ketika seseorang telah bekerja keras, tetapi hasilnya masih jauh dari harapan. Usaha terasa seperti berjalan di tempat, sementara orang lain tampak melaju lebih cepat. Dalam keadaan seperti itu, mudah sekali muncul pertanyaan: untuk apa semua ini jika hasilnya belum juga terlihat? Padahal perubahan terbesar dari sebuah perjuangan sering kali tidak terjadi di luar diri, melainkan diam-diam berlangsung di dalamnya.

Setiap kali seseorang memilih bangun meski sedang lelah, menyelesaikan sesuatu meski ingin menyerah, dan kembali mencoba setelah mengalami kegagalan, ia sedang membentuk karakternya sendiri. Kerja keras mengajarkan disiplin ketika motivasi tidak lagi datang. Kegagalan mengajarkan ketahanan ketika hasil tidak sesuai harapan. Penantian mengajarkan kesabaran ketika segala sesuatu belum berjalan sesuai keinginan. Semua proses itu mungkin tidak langsung menambah uang, jabatan, atau pencapaian, tetapi perlahan menambah kualitas diri yang jauh lebih penting untuk menghadapi kehidupan.

Manusia sering terlalu terpaku pada hasil sampai lupa menghargai proses yang membentuknya. Padahal keberhasilan yang datang terlalu cepat tanpa kematangan diri bisa dengan mudah hilang. Seseorang mungkin memperoleh kesempatan besar, tetapi tanpa disiplin ia tidak mampu mempertahankannya. Ia mungkin mendapatkan kekayaan, tetapi tanpa kedewasaan ia bisa menggunakannya dengan buruk. Ia mungkin mencapai posisi tinggi, tetapi tanpa karakter ia mudah runtuh ketika menghadapi tekanan. Perjalanan panjang justru mempersiapkan seseorang agar ketika kesempatan datang, ia telah menjadi pribadi yang cukup kuat untuk menerimanya.

Tidak semua usaha akan membawa kita tepat pada tujuan yang semula dibayangkan. Terkadang kerja keras membawa kita ke arah yang berbeda, mempertemukan kita dengan orang-orang baru, atau membuka kemampuan yang sebelumnya tidak pernah kita sadari. Bahkan kegagalan yang terasa sia-sia bisa menjadi bagian penting dari proses menemukan jalan yang lebih tepat. Selama seseorang terus belajar dari apa yang dijalaninya, tidak ada perjuangan yang benar-benar terbuang. Setiap langkah meninggalkan sesuatu di dalam diri: keberanian, pengalaman, ketahanan, pengetahuan, atau sekadar keyakinan bahwa kita ternyata mampu melewati sesuatu yang dulu kita kira tidak sanggup.

Hasil mungkin datang terlambat, tetapi perubahan dalam diri dimulai sejak seseorang memilih untuk tidak menyerah. Suatu hari nanti, ketika melihat ke belakang, mungkin yang paling membanggakan bukanlah seberapa cepat hidup berubah, melainkan betapa jauh diri kita telah bertumbuh selama berusaha mengubahnya. Sebab kerja keras tidak selalu langsung mengubah keadaan, tetapi hampir selalu mengubah manusia yang menjalaninya. Dan sering kali, perubahan terbesar dalam hidup dimulai dari seseorang yang terus berjalan meski belum tahu kapan hasilnya akan tiba.

Tidak semua orang mampu menghargai sesuatu yang masih berada dalam proses. Ketika hasil belum terlihat, perjuangan serin...
01/09/2026

Tidak semua orang mampu menghargai sesuatu yang masih berada dalam proses. Ketika hasil belum terlihat, perjuangan sering dianggap berlebihan, kegagalan dianggap bukti ketidakmampuan, dan usaha yang dilakukan diam-diam mudah diremehkan. Orang hanya melihat apa yang tampak hari ini, tanpa mengetahui berapa banyak malam yang telah dilewati dengan kegagalan, keraguan, dan kelelahan. Mereka melihat hasil yang belum ada, tetapi tidak pernah melihat harga yang sedang dibayar untuk menciptakannya. Dunia memang sering lebih cepat menghakimi proses daripada menghargai perjalanan panjang yang melahirkan keberhasilan.

Tetaplah bekerja meskipun belum dipuji, tetaplah belajar meskipun belum dianggap hebat, dan tetaplah melangkah meskipun belum banyak orang percaya. Tidak semua perjuangan harus dijelaskan, karena waktu memiliki cara sendiri untuk membuktikan sesuatu yang tidak mampu dijelaskan oleh kata-kata. Mereka mungkin melihatmu jatuh berkali-kali, tetapi tidak melihat bagaimana setiap kegagalan sedang membentuk ketahananmu. Mereka mungkin menertawakan langkah kecilmu hari ini, tetapi tidak tahu ke mana langkah-langkah kecil itu akan membawamu beberapa tahun kemudian. Jangan biarkan penilaian orang lain membuatmu berhenti hanya karena hasilmu belum terlihat.

Ketika hasil akhirnya mulai berbicara, orang-orang yang dahulu meragukan mungkin datang dengan pertanyaan yang berbeda: bagaimana kamu melakukannya? Saat itu, kamu tidak perlu sibuk mengingat siapa yang pernah meremehkanmu. Perjalananmu sejak awal bukan untuk membungkam mereka, melainkan untuk membuktikan kepada dirimu sendiri bahwa ketekunan mampu membawa seseorang jauh melampaui batas yang pernah ia bayangkan. Sebab keberhasilan yang paling bernilai bukanlah yang membuat orang lain terdiam, melainkan yang membuatmu menoleh ke belakang dan menyadari bahwa semua lelah, hinaan, kegagalan, dan kesabaran itu ternyata tidak pernah sia-sia.

Kesempurnaan sering kali menjadi jebakan yang membuat manusia sulit berdamai dengan kehidupannya sendiri. Kita ingin sem...
01/09/2026

Kesempurnaan sering kali menjadi jebakan yang membuat manusia sulit berdamai dengan kehidupannya sendiri. Kita ingin semuanya berjalan sesuai rencana, hubungan selalu baik, pekerjaan selalu berhasil, dan diri sendiri tidak pernah melakukan kesalahan. Ketika kenyataan tidak sesuai harapan, kita merasa gagal seolah hidup telah kehilangan arahnya. Padahal kehidupan memang tidak pernah dirancang untuk selalu berjalan mulus. Ada rencana yang berubah, orang yang pergi, kesalahan yang disesali, dan kenyataan yang harus diterima meski tidak pernah kita inginkan.

Menerima bukan berarti menyerah pada keadaan. Menerima adalah keberanian untuk mengakui bahwa tidak semua hal dapat kita kendalikan. Ada masa lalu yang tidak bisa diubah, keputusan yang tidak bisa diulang, dan kehilangan yang tidak bisa dipaksa kembali. Selama manusia terus melawan kenyataan yang sudah terjadi, hatinya akan terus berada dalam peperangan. Penerimaan membuat kita berhenti bertanya mengapa semuanya tidak sesuai keinginan, lalu mulai bertanya apa yang bisa dipelajari dari semua yang telah terjadi.

Memaafkan juga merupakan bagian dari perjalanan menuju kedewasaan. Bukan karena orang lain selalu pantas dimaafkan, melainkan karena hati kita tidak layak dijadikan penjara bagi kesalahan masa lalu. Memaafkan tidak berarti membenarkan perbuatan yang menyakitkan atau harus kembali mempercayai orang yang sama. Terkadang memaafkan hanya berarti melepaskan keinginan untuk terus membawa kemarahan ke dalam hari-hari berikutnya. Kita boleh mengingat pelajarannya tanpa harus terus hidup di dalam lukanya.

Bersyukur membuat manusia mampu melihat sesuatu yang sering luput ketika pikirannya sibuk mengejar apa yang belum dimiliki. Masih ada kehidupan yang bisa dijalani, orang-orang yang bisa dicintai, kesempatan untuk memperbaiki diri, dan hari baru yang memberi ruang untuk memulai kembali. Bersyukur bukan berarti menganggap hidup selalu baik-baik saja. Justru rasa syukur membuat seseorang mampu menemukan cahaya meski sedang berada dalam masa yang gelap. Dari sana, seseorang belajar bahwa kebahagiaan tidak selalu menunggu keadaan menjadi sempurna.

Pertumbuhan adalah keberanian untuk menjadi sedikit lebih baik setelah melewati semua yang pernah terjadi. Kesalahan menjadi pelajaran, kehilangan menjadi kedewasaan, luka menjadi keteguhan, dan kegagalan menjadi arah baru. Kita tidak harus menjadi manusia yang sempurna untuk menjalani hidup dengan baik. Cukup menjadi manusia yang mau menerima kenyataan, belajar memaafkan, menghargai apa yang dimiliki, dan terus bertumbuh meski perlahan. Sebab hidup yang bermakna bukan tentang menjadi tanpa cela, melainkan tentang terus menemukan diri yang lebih bijaksana setelah melewati setiap musim kehidupan.

Tidak semua masa gelap datang untuk menghancurkan. Ada kesedihan yang justru membawa manusia lebih dekat kepada dirinya ...
01/09/2026

Tidak semua masa gelap datang untuk menghancurkan. Ada kesedihan yang justru membawa manusia lebih dekat kepada dirinya sendiri, ada kegagalan yang memaksanya menemukan jalan baru, dan ada kehilangan yang perlahan mengajarkan bahwa hidup tidak pernah benar-benar berhenti pada satu peristiwa. Ketika semuanya terasa buntu, manusia sering mengira bahwa harapan telah selesai. Padahal, seperti langit yang menggelap sebelum hujan turun, kehidupan pun terkadang sedang mempersiapkan sesuatu yang belum mampu kita lihat.

Putus asa membuat pandangan manusia menyempit. Ia hanya melihat apa yang hilang, apa yang gagal, dan apa yang tidak sesuai dengan keinginannya. Dalam keadaan seperti itu, masa depan tampak seperti lorong panjang tanpa cahaya. Namun manusia tidak pernah benar-benar mengetahui apa yang sedang menunggu di balik hari ini. Jalan yang sekarang terasa berat bisa saja membawa seseorang menuju tempat yang lebih baik. Pintu yang tertutup mungkin sedang mengarahkannya kepada pintu lain yang selama ini tidak pernah ia perhatikan.

Harapan sering kali datang dalam bentuk yang tidak kita duga. Ia bisa berupa seseorang yang hadir pada waktu yang tepat, kesempatan kecil yang membuka jalan besar, atau kekuatan baru yang tiba-tiba tumbuh setelah kita merasa tidak sanggup lagi. Tuhan tidak selalu mengubah keadaan seketika, tetapi Dia dapat mengubah hati manusia agar cukup kuat untuk melewati keadaan tersebut. Dari sanalah seseorang belajar bahwa pertolongan tidak selalu berbentuk hilangnya masalah; terkadang pertolongan hadir sebagai keteguhan untuk tetap berjalan ketika masalah belum selesai.

Hujan mengajarkan sesuatu yang sederhana: langit tidak harus cerah untuk membawa kehidupan. Justru dari awan yang gelap, tanah mendapatkan air, tumbuhan memperoleh kesempatan untuk tumbuh, dan kehidupan kembali menemukan kesegarannya. Begitu p**a kesedihan. Ia mungkin membuat hati basah oleh air mata, tetapi bukan berarti setelahnya tidak akan tumbuh sesuatu yang indah. Ada ketabahan yang lahir dari kehilangan, ada kedewasaan yang tumbuh dari kegagalan, dan ada rasa syukur yang baru terasa setelah seseorang melewati masa sulit.

Maka ketika hidup sedang gelap, jangan buru-buru menganggap semuanya telah berakhir. Bisa jadi, apa yang sedang kamu alami bukan akhir dari harapan, melainkan langit yang sedang menampung hujan sebelum menurunkannya ke bumi. Tetaplah berjalan, tetaplah berdoa, dan beri waktu kepada Tuhan untuk menyusun sesuatu yang belum mampu dipahami oleh pikiranmu hari ini. Sebab terkadang, harapan tidak datang setelah badai berlalu; ia justru turun bersama hujan, tepat ketika kita sedang berdiri di bawah langit yang paling gelap.

Address

Pekanbaru

Opening Hours

09:00 - 17:00

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Mas sriyono posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share