Bunda Fatih

Bunda Fatih Lidya

BREAKING: BANJIR BANDANG DAHSYAT SAPU NEPAL - TIBET 😢Rabu 26 Agustus 2026 jam 08.30 pagi, dinding air + lumpur + batu se...
28/08/2026

BREAKING: BANJIR BANDANG DAHSYAT SAPU NEPAL - TIBET 😢

Rabu 26 Agustus 2026 jam 08.30 pagi, dinding air + lumpur + batu setinggi gedung nerjang perbatasan Himalaya (Rasuwa - Bhote Kosi - Trishuli).

Update per hari ini, Kamis 27/8:
🔴 162-165 orang tewas di Nepal, 3 tewas di sisi Tibet
🔴 400+ wisatawan hilang, 341 di antaranya WNA (India, US, UK, Australia, Malaysia dll)
🔴 80 jembatan putus, 40KM jalan hancur, 1 desa pasar hilang total
🔴 83 personel keamanan Nepal masih hilang

Penyebab: Longsor besar bendung sungai + runtuhnya gletser Himalaya, terus jebol. Bukan gempa biasa.

Kabar baik: 45 WNI di Nepal (mayoritas di Kathmandu) dinyatakan AMAN sampai sekarang. KBRI Dhaka & Beijing lagi pantau pendaki.

Doa terbaik buat Nepal & Tibet 🙏

Sumber: Bloomberg Technoz,reuters
Disclaimer: Angka korban & hilang masih sementara dan terus berkembang per 27 Agustus 2026. Video ilustrasi dari foto kejadian nyata

Alhamdulillah setelah hampir sebulanKasus ini terselesaikan juga. 🚨 BREAKING NEWS: PELARIAN PEMBUNUH SATU KELUARGA DI DU...
27/08/2026

Alhamdulillah setelah hampir sebulan
Kasus ini terselesaikan juga.

🚨 BREAKING NEWS: PELARIAN PEMBUNUH SATU KELUARGA DI DUYU BERAKHIR! 🚨

Setelah hampir satu bulan buron dan bersembunyi di dalam hutan Balaroa, Aan Kurniawan alias AK, pelaku pembunuhan sadis satu keluarga di Jalan PDAM Duyu, akhirnya berhasil diringkus oleh Tim Jatanras Satreskrim Polresta Palu pada Rabu sore (26/8/2026) sekitar pukul 15.30 WITA.

Pelaku diketahui keluar dari persembunyiannya karena mengalami kelaparan selama di hutan. Ia berhasil dikepung petugas tanpa perlawanan saat mendatangi rumah kerabatnya di sekitar Jalan Kamboja, Balaroa.

Saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolresta Palu untuk pemeriksaan lebih lanjut mengenai motif keji yang merenggut nyawa tiga korban (Jamil, Rizky, dan Nur Hanissa).

Mari kita kawal kasus ini sampai tuntas agar korban mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya. Al-Fatihah untuk para korban. 🤲🕯️

GEMPAR!!!!....VIDEO DUGAAN ASUSILA OKNUM PEJABAT ASN PEMPROV SUMBAR VIRAL..Jagat maya dihebohkan dengan beredarnya video...
25/08/2026

GEMPAR!!!!....
VIDEO DUGAAN ASUSILA OKNUM PEJABAT ASN PEMPROV SUMBAR VIRAL..
Jagat maya dihebohkan dengan beredarnya video mesra yang melibatkan oknum pejabat Eselon II dan Eselon IV di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Tindakan yang terekam di dalam salah satu ruangan dinas ini memicu perhatian publik karena memperlihatkan keduanya mengenakan pakaian dinas lengkap. Menanggapi kasus ini, Sekda Pemprov Sumbar menyatakan pihak Inspektorat tengah melakukan verifikasi internal dan pengumpulan bukti.Bagaimana tanggapan dunsanak mengenai sanksi disiplin ASN jika dugaan ini terbukti?

Nasabah Ngamuk! Ramai-ramai Serukan Boikot Bank Mandiri Usai Bekukan Rp80,9 Juta Dana Donasi Aktivis Pati!JAKARTA — Pemb...
24/08/2026

Nasabah Ngamuk! Ramai-ramai Serukan Boikot Bank Mandiri Usai Bekukan Rp80,9 Juta Dana Donasi Aktivis Pati!

JAKARTA — Pemblokiran rekening milik aktivis asal Pati, Supriyono alias Botok, tengah menjadi sorotan publik. Rekening Bank Mandiri yang disebut menampung dana donasi logistik aksi sebesar Rp80,9 juta dibekukan menjelang rencana demonstrasi di Jakarta.

Bank Mandiri kemudian memberikan klarifikasi terkait polemik tersebut. Pihak bank menegaskan bahwa pemblokiran rekening bukan merupakan keputusan sepihak, melainkan dilakukan berdasarkan permintaan resmi dari Aparat Penegak Hukum (APH).

Keterangan tersebut juga diperkuat oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang menyebut adanya perintah dari tim penyidik terkait pemblokiran rekening tersebut.

Meski telah menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan, penjelasan Bank Mandiri belum sepenuhnya meredam kritik.

Sejumlah elemen masyarakat sipil mempertanyakan momentum pemblokiran yang dilakukan ketika dana tersebut disebut akan digunakan untuk mendukung kebutuhan logistik aksi demonstrasi.

Koalisi masyarakat sipil menilai kasus tersebut berpotensi menimbulkan kekhawatiran terhadap ruang kebebasan sipil dan demokrasi, khususnya ketika rekening yang dibekukan berkaitan dengan aktivitas penggalangan dana untuk aksi publik.

Perdebatan pun meluas di media sosial. Sejumlah netizen bahkan menyerukan aksi boikot terhadap Bank Mandiri dengan mengajak masyarakat memindahkan saldo atau menggunakan layanan perbankan lain sebagai bentuk protes.

Di sisi lain, pemblokiran berdasarkan permintaan aparat penegak hukum tentu memiliki dasar dan prosedur hukum yang perlu dihormati. Persoalannya kini adalah sejauh mana proses tersebut dilakukan secara transparan dan proporsional, terutama karena rekening yang diblokir disebut berkaitan dengan dana donasi masyarakat.

Kasus ini pun memunculkan pertanyaan publik: apakah pemblokiran tersebut semata-mata merupakan bagian dari proses penegakan hukum, atau justru berpotensi mengganggu hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi secara damai?

🔥

Ini lah kejadian sebenarnya! Bukan karna perkelahian anak dan orang tuaTapi IPHONE! Tragedi memilukan ini terjadi di Buk...
24/08/2026

Ini lah kejadian sebenarnya!
Bukan karna perkelahian anak dan orang tua
Tapi IPHONE!

Tragedi memilukan ini terjadi di Bukit Khavdya, Tisgaon, distrik Chhatrapati Sambhajinagar, Maharashtra, India. Peristiwa ini bermula dari perselisihan keluarga terkait pembelian atau pembayaran cicilan sebuah iPhone baru untuk anak mereka yang berusia 18 tahun bernama Kunal Chandwade.

Berikut adalah rincian kronologi dari peristiwa tragis tersebut:

📍Kronologi Kejadian

Perselisihan Awal: Pemuda tersebut (Kunal) terlibat cekcok dengan orang tuanya karena ia menuntut dibelikan iPhone baru atau meminta bantuan uang untuk membayar cicilan bulanan ponsel tersebut.

Aksi Nekat: Karena kesal keinginannya tidak dipenuhi, Kunal pergi ke Bukit Khavdya sekitar pukul 10.00 pagi waktu setempat dan berdiri di tepi tebing yang curam sambil mengancam akan melompat.

Upaya Penyelamatan: Orang tua korban, kepolisian, tim pemadam kebakaran, serta warga desa setempat menghabiskan waktu hampir tiga jam untuk membujuk pemuda tersebut agar menjauh dari tepi tebing.

Detik-Detik Jatuh: Sang ayah, Murlidhar Chandwade (48), akhirnya memanjat bukit untuk menarik putranya menjauh secara fisik. Namun, keduanya kehilangan keseimbangan dan jatuh bersamaan ke dalam jurang sedalam ratusan kaki.

Ibu Ikut Terjatuh: Sang ibu, Sangeeta Chandwade (42), yang dilanda kepanikan dan syok luar biasa setelah menyaksikan suami dan anaknya jatuh, ikut tergelincir atau melompat tak lama setelahnya.

Ketiga anggota keluarga tersebut dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka parah dari benturan setelah jatuh dari tebing.

Polres Merauke resmi menetapkan ayah kandung korban berinisial MRP sebagai tersangka utama dalam kasus pembunuhan anak p...
22/08/2026

Polres Merauke resmi menetapkan ayah kandung korban berinisial MRP sebagai tersangka utama dalam kasus pembunuhan anak perempuan penyandang disabilitas berusia 11 tahun bernama Julia Risky Ramadiana.

Kasus tragis yang sempat menyita perhatian publik ini akhirnya menemui titik terang setelah penyelidikan berlarut-larut selama hampir sembilan bulan.

Berikut adalah poin-poin penting terkait perkembangan kasus tersebut:

Penetapan Tersangka: Kapolres Merauke, AKBP Leonardo Yoga, mengonfirmasi status tersangka MRP didasarkan pada minimal dua alat bukti yang cukup. MRP kini telah ditangkap dan ditahan di sel tahanan Polres Merauke.

Latar Belakang Kasus: Korban Julia Risky Ramadiana awalnya dilaporkan hilang dari rumahnya di Kelurahan Seringgu Jaya pada 27 Oktober 2025. Setelah pencarian oleh warga, jasad bocah disabilitas tersebut ditemukan di area semak-semak sekitar 100 meter dari rumahnya dengan sejumlah luka.

Aksi "Prank" Pelaku: Penetapan ini mengejutkan publik karena sehari setelah kejadian pada tahun 2025, pelaku sempat ikut serta dalam aksi penggalangan dukungan massal di Lapangan Kapsul Waktu Merauke bersama ribuan warga dan Wakil Bupati Merauke. Di depan media dan masyarakat, MRP berakting menunjukkan kesedihan mendalam dan mendesak polisi untuk segera menangkap pembunuh anaknya.

Temuan Lain di TKP: Selama proses penggeledahan dan penyidikan di rumah pelaku, polisi juga menemukan adanya tempat produksi minuman keras lokal jenis sopi. Rumah tersangka kini telah dipasangi garis polisi untuk pengamanan dan penggeledahan lebih lanjut.

Pihak kepolisian menegaskan akan menyelesaikan kasus dugaan pembunuhan berencana ini secara profesional, transparan, dan akuntabel. Saat ini penyidik masih merampungkan konstruksi perkara, pemeriksaan forensik, kronologi utuh, serta motif mendasar dari pelaku

Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pengendara motor dengan mobil Daihatsu Luxio yang ditumpangi konten kreator Payak...
13/08/2026

Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pengendara motor dengan mobil Daihatsu Luxio yang ditumpangi konten kreator Payakumbuh Uni Angel () di Aia Putiah, Nagari Sarilamak, Kabupaten Lima Puluh, menewaskan seorang mahasiswa Universitas Andalas Padang (UNAND), Rabu (12/08/2026) siang.

Korban diketahui bernama Abdul Latif (21) mahasiswa teknik mesin angkatan 2024. Kabar duka ini turut disampaikan oleh akun Instagram resmi :

"TURUT BERDUKA CITA

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

Keluarga besar BEM KM Universitas Andalas turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya saudara kita, Abdul Latif (Mahasiswa Teknik Mesin Angkatan 2024).

Semoga Allah SWT melapangkan kuburnya, mengampuni segala khilafnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi kehilangan ini.

Kepergian ini menjadi duka bagi kita semua. Namun, doa dan kenangan baik akan selalu menyertai"

Dilansir dari , kecelakaan berawal saat pengendara Beat melaju dari arah Kelok 9 menuju Payakumbuh. Sesampainya di TKP motor Beat yang dikendarai korban hendak mendahului kendaraan yang ada didepannya yang tidak diketahui identitasnya.

"Saat mendahului kendaraan yang ada didepannya, sepeda motor yang dikendarai korban kehilangan kendali sehingga terjatuh dan menabrak bagian depan bawah sebelah kanan mobil Daihatsu Luxio nomor polisi BA 1209 OM yang datang dari arah Payakumbuh," ujar Kasatlantas Polres 50 Kota, Zarwiko Irzal.

Mobil Daihatsu Luxio tersebut diketahui dikemudikan oleh Wahyu Dinillah Ridwan dan ditumpangi dua penumpang yang salah satunya konten kreator Payakumbuh.

Pasca kejadian, pengendara sepeda motor Beat langsung dilarikan ke rumah sakit Adnaan WD Payakumbuh untuk mendapatkan perawatan, namun nyawanya dilaporkan tidak tertolong dan meninggal dunia.

"MENYERAMKAN DAN MENYEDihkan! 😡 Istri Baru 4 Hari Melahirkan Dianiaya Suami Gara-Gara Tolak Hubungan Intim! Netizen Murk...
13/08/2026

"MENYERAMKAN DAN MENYEDihkan! 😡 Istri Baru 4 Hari Melahirkan Dianiaya Suami Gara-Gara Tolak Hubungan Intim! Netizen Murka: 'Ini Bukan Emosi, Tapi Kejahatan Terhadap Kemanusiaan!'"

Kasus Arni Samudra dan Anis Purwani benar-benar membuka mata kita tentang sisi gelap KDRT yang sering terjadi di balik pintu tertutup. 💔 Bayangkan, seorang ibu yang baru saja melewati proses persalinan yang melelahkan dan berdarah-darah, masih dalam masa nifas, justru mendapat kekerasan fisik hingga tewas hanya karena menolak ajakan suami dengan alasan kesehatan.

Yang lebih memilukan, bayi mereka yang tak berdosa juga menjadi korban keganasan sang ayah. Alasan "emosi karena terus ditolak" sama sekali tidak bisa membenarkan tindakan biadab ini. Perempuan bukan objek pemuas nafsu, tapi manusia yang butuh pemulihan dan rasa aman, terutama pasca melahirkan.

Menurut kalian, apakah hukuman maksimal seharusnya diterapkan untuk pelaku KDRT yang menyebabkan kematian istri dan anak? Atau sistem hukum kita masih terlalu lunak? Share pendapatmu di kolom komentar! 👇

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau menggeledah Toko Emas Syafira yang berada di Pasar Syariah...
11/08/2026

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau menggeledah Toko Emas Syafira yang berada di Pasar Syariah Ulul Albab, Jalan Pasir Putih, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Selasa (11/8/2026).

Dirkrimsus Polda Riau Kombes Ade Kuncoro mengatakan penggeledahan dilakukan oleh Tim Subdit IV Tipidter.

“Penggeledahan ini merupakan pengembangan perkara dugaan tindak pidana di bidang pertambangan mineral dan batubara atau PETI yang kami lakukan di Sengingi Hilir ” kata Kombes Ade.

Sebelumnya Tim Subdit IV melakukan penindakan terhadap aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Sungai Paku, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau.

Dalam penggeledahan tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa perhiasan ratusan gram emas dengan berbagai model serta peralatan yang diduga digunakan untuk melebur atau membakar emas.

Tak hanya emas, petugas juga mengamankan uang tunai puluhan juta, alat p***a bakar emas dan alat pengaduk emas atau tembikar.

Polisi turut membawa satu buku tabungan Bank BRI, serta satu buku pencatatan penjualan tahun 2025 hingga 2026.

Penggeledahan dilakukan setelah tim mendapat surat penggeledahan dari Ketua Pengadilan Negeri Bangkinang.

“Barang bukti yang diamankan selanjutnya akan menjadi bagian dari proses penyidikan untuk mengungkap keterkaitan antara aktivitas pertambangan ilegal dengan aliran barang maupun transaksi emas yang ditemukan di Toko Emas Syafira,” tuturnya.

Demi Menyelamatkan Anak, Hasna Kembali ke Rumah yang Dilalap Api dan Gugur Bersama 4 Buah Hatinya 😢BOMBANA, SULTRA – T4n...
11/08/2026

Demi Menyelamatkan Anak, Hasna Kembali ke Rumah yang Dilalap Api dan Gugur Bersama 4 Buah Hatinya 😢

BOMBANA, SULTRA – T4ngis duka menyelimuti Dusun Tondopi, Desa Tongkoseng, Kecamatan Tontonunu, Kabupaten Bombana, setelah keb4karan hebat terjadi pada Kamis dini hari, 6 Agustus 2026 sekitar pukul 03.00 WITA.
Dalam tr4gedi tersebut, 5 orang men1nggal dunia, yakni Hasna (38) bersama empat anaknya: Hasriani (12), Karina (9), Nur Aisyah (6), dan Wardah (2).
Sementara itu, suami Hasna, Murdasing (61), serta dua anaknya, Sindi (24) dan Arfan (30) berhasil menyelamatkan diri.
Kembali Masuk Demi Anak
Menurut cerita keluarga, saat api mulai membesar, Hasna sebenarnya sudah berusaha keluar dari rumah bersama suaminya.
Namun, ketika mendengar salah satu anaknya berteriak meminta pertolongan dari dalam rumah, Hasna memilih kembali masuk.
“Menurut cerita suaminya, saat mereka berusaha menyelamatkan diri, almarhumah mendengar anaknya berteriak minta tolong. Yang tadinya hendak keluar, dia langsung kembali mencari anaknya,” tutur kerabat korban, Ida.
Murdasing berhasil keluar setelah menjebol dinding rumah yang sudah dikepung kobaran api. Namun, ia tidak mampu kembali menolong keluarganya karena kondisi rumah sudah terbakar hebat.
Hasna kemudian diduga menuju kamar belakang, tempat anak-anaknya berada. Namun, api yang semakin membesar membuatnya bersama keempat anaknya tidak berhasil keluar.
Jasad Hasna ditemukan berdekatan dengan dua anaknya yang masih kecil. Posisi tersebut membuat keluarga menduga bahwa hingga akhir hayatnya, Hasna tetap berusaha berada di dekat anak-anaknya.
Sebuah tragedi yg menyisakan luka mendalam. Seorang ibu pergi bersama empat buah hatinya, setelah berusaha menyelamatkan mereka dari kobaran api.

Selamat jalan Hasna dan keempat buah hati. Semoga Allah mengampuni segala dosa, menerima amal ibadah, dan menempatkan mereka di tempat terbaik di sisi-Nya.

Address

Jalan Sudirman
Pekanbaru
28153

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bunda Fatih posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share