12/05/2026
JAKARTA, CNBC INDONESIA — Penyakit hantavirus kembali menjadi perhatian setelah Kementerian Kesehatan mencatat 23 kasus positif di Indonesia sejak 2024 hingga minggu ke-16 tahun 2026. Dari jumlah tersebut, 20 pasien sembuh dan 3 meninggal dunia. Total terdapat 251 kasus suspek, dengan sebagian besar dinyatakan negatif.
Kasus terbanyak terjadi pada tahun 2025 sebanyak 17 kasus. Penyebarannya tercatat di beberapa daerah seperti Jakarta, Yogyakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, Sumatra Barat, NTT, Sulawesi Utara, dan Kalimantan Barat.
Hantavirus ditularkan melalui tikus dan hewan pengerat lainnya. Di Indonesia, kasus yang ditemukan merupakan tipe HFRS (Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome) yang disebabkan varian Seoul Virus. Gejalanya meliputi demam, sakit kepala, nyeri badan, lemas, hingga tubuh menguning, dengan tingkat kematian sekitar 5–15%.
Sementara itu, jenis lain yaitu HPS (Hantavirus Pulmonary Syndrome) lebih berbahaya karena menyerang paru-paru. Gejalanya berupa demam, batuk, nyeri badan, dan sesak napas, dengan tingkat kematian mencapai 60%.
Kemenkes menyebut faktor risiko utama penularan adalah kontak dengan tikus, celurut, atau paparan kotoran dan cairan tubuh hewan tersebut. WHO juga mengingatkan pentingnya pengendalian kesehatan masyarakat untuk mencegah peningkatan kasus.
source:
cnbcindonesia.com