22/08/2026
Tabel Klasifikasi Kesejahteraan DTSEN (Data Terpadu Socio-Ekonomi Nasional) 2026 membagi tingkat kesejahteraan masyarakat ke dalam 10 tingkatan (Desil 1 hingga Desil 10) untuk menentukan ketepatan sasaran penerima program bantuan sosial pemerintah.
Pengelompokan Tingkat Kesejahteraan & Bansos
Desil 1–3 (Penerima Prioritas Utama Bansos)
Kategori: Sangat Miskin, Miskin, dan Hampir Miskin.
Finansial: Pendapatan/pengeluaran keluarga di bawah Rp750.000 per bulan.
Ciri Hunian & Aset: Rumah belum permanen (lantai tanah/bambu/semen kasar, dinding kayu lapuk/tanpa plester), sanitasi di luar, listrik 450VA–900VA, serta kepemilikan aset sangat terbatas (maksimal 1 motor tua).
Status Bansos: Berhak menerima paket bantuan penuh, seperti PKH, BPNT, dan PBI-JK.
Desil 4 (Batas Atas Penerima Bansos)
Kategori: Rentan Miskin.
Finansial: Pendapatan/pengeluaran Rp750.000 – Rp1.100.000 per bulan.
Ciri Hunian & Aset: Rumah layak huni, memiliki barang elektronik dasar (kulkas/mesin cuci), dan motor lebih dari 1 unit.
Status Bansos: Terbatas pada bantuan bersyarat spesifik seperti PBI-JK dan Program Indonesia Pintar (PIP).
Desil 5 (Kelompok Transisi)
Kategori: Menengah Bawah.
Finansial: Pendapatan/pengeluaran Rp1.100.000 – Rp1.800.000 per bulan.
Ciri Hunian & Aset: Fisik rumah baik dan rapi, memiliki tabungan kecil, serta mampu menyekolahkan anak hingga jenjang SMA/SMK.
Status Bansos: Tidak lagi mendapatkan bantuan sosial reguler.
Desil 6–10 (Kelompok Mandiri / Non-Bansos)
Kategori: Menengah, Menengah Atas, Mampu/Kaya, hingga Sangat Kaya.
Finansial: Pendapatan di atas Rp1.800.000 hingga lebih dari Rp12.000.000 per bulan.
Ciri Hunian & Aset: Memiliki pekerjaan tetap/formal, laptop, aset tanah/sawah, kendaraan roda empat (mobil), asuransi mandiri, hingga investasi saham atau bisnis besar.
Status Bansos: Dikategorikan mandiri dan tidak terdaftar sebagai penerima bantuan sosial.
Indikator Penilaian Utama
Estimasi Finansial: Menghitung total gabungan pendapatan bulanan atau rata-rata pengeluaran seluruh anggota keluarga.
Kualitas Fisik Hunian: Dinilai berdasarkan jenis lantai, material dinding, keutuhan plafon, dan kapasitas daya listrik.
Kepemilikan Aset & Kapasitas Sosial: Mengukur ketersediaan kendaraan, barang elektronik, aset properti, akses kesehatan swasta, dan tingkat pendidikan tertinggi di dalam keluarga.