N.B.M Independen Music

N.B.M Independen Music MUSUH ABADI TIRANI!!! OFFICIAL INFO & CATALOG :
https://linkfly.to/nbmindependentmusic

📝 OFFICIAL BLOG :
https://nbmindependentmusic.blogspot.com

30/07/2026

Short Music Video
The Insomnia Decade (Instrumental Therapy)
Remastered 2025
Noer Bin Matt




N.B.M Independent Music (atau N.B.M Independen Music) adalah sebuah kolektif musik independen, produser musik, dan kreat...
26/07/2026

N.B.M Independent Music (atau N.B.M Independen Music) adalah sebuah kolektif musik independen, produser musik, dan kreator konten asal Tangerang Selatan, Indonesia, yang didirikan oleh musisi lokal bernama Noer Bin Matt pada 10 Januari 2016.

N.B.M Independent Music memproduksi berbagai karya musik yang menawarkan suara alternatif yang segar dan autentik bagi mereka yang mencari sesuatu di luar arus utama.
Kolektif ini aktif mendistribusikan karya-karya musik indie lintas genre mulai dari metal, punk, rock, hip-hop, pop, musik religi, instrumental, hingga rekaman langsung.

YouTube Music Playlist :
https://sw.run/independentmusic

Musik & Playlist Lainnya :
https://sw.run/MusicNPlaylist

Info & Catalog :
https://ln.run/NBMMusic


14/07/2026

CRADLE OF FILTH FT. LIV KRISTINE
NYMPHETAMINE (FIX)
SYMPHONY BLACK METAL

LIRIK & TERJEMAHAN :
(Liv Kristine)
Lead to the river
Menuju sungai
Midsummer, I waved
Di pertengahan musim panas, aku melambai
A 'V' of black swans
Seperangkat angsa hitam berbentuk 'V'
On with hope to the grave
Dengan harapan menuju kubur
All through Red September
Sepanjang September Merah
With skies fire-paved
Dengan langit yang berwarna api
I begged you appear
Aku memohon agar kamu muncul
Like a thorn for the holy ones
Seperti duri bagi yang suci

(Dani Filth)
Cold was my soul
Jiwaku terasa dingin
Untold was the pain
Rasa sakit yang tak terungkapkan
I faced when you left me
Yang kuhadapi saat kamu meninggalkanku
A rose in the rain
Seperti mawar di tengah hujan
So I swore to the razor
Jadi aku bersumpah pada pisau cukur
That never, enchained
Bahwa takkan pernah, terbelenggu
Would your dark nails of faith
Akan kuku gelap imanmu
Be pushed through my veins again
Didorong lagi ke dalam nadiku

(Liv Kristine)
Bared on your tomb
Terbuka di atas makammu
I am a prayer for your loneliness
Aku adalah doa untuk kesendirianmu
And would you ever soon
Dan akankah kamu segera
Come above unto me?
Mendekat padaku?
For once upon a time
Karena pernah ada waktu
From the binds of your lowliness
Dari belenggu kerendahanmu
I could always find
Aku selalu bisa menemukan
The right slot for your sacred key
Slot yang tepat untuk kunci sucimu

(Dani Filth)
Six feet deep is the incision
Enam kaki dalam adalah sayatan
In my heart, that barless prison
Di hatiku, penjara tanpa jeruji itu
Discolours all with tunnel vision
Mengubah segalanya dengan pandangan terowongan
Sunsetter
Matahari terbenam
Nymphetamine
Nymphetamine
Sick and weak from my condition
Sakit dan lemah karena kondisiku
This lust, a vampyric addiction
Hasrat ini, kecanduan vampir
To her alone in full submission
Hanya padanya dalam penyerahan penuh
None better
Tak ada yang lebih baik
Nymphetamine
Nymphetamine

Nymphetamine, nymphetamine
Nymphetamine, nymphetamine
Nymphetamine girl
Gadis nymphetamine
Nymphetamine, nymphetamine
Nymphetamine, nymphetamine
My nymphetamine girl
Gadis nymphetamine-ku

Wracked with your charm
Terpikat oleh pesonamu
I am circled like prey
Aku dikelilingi seperti mangsa
Back in the forest
Kembali ke hutan
Where whispers persuade
Di mana bisikan membujuk
More sugar trails
Lebih banyak jejak gula
More white lady laid
Lebih banyak wanita putih tergeletak
Than pillars of salt
Dari tiang garam

(Liv Kristine)
Fold to my arms
Rangkul diriku
Hold their mesmeric sway
Peganglah gerakan hipnotis mereka
And dance to the moon
Dan menarilah di bawah bulan
As we did in those golden days
Seperti yang kita lakukan di hari-hari emas itu

(Dani Filth)
Christening stars
Memberi nama bintang
I remember the way
Aku ingat caranya
We were needle and spoon
Kita seperti jarum dan sendok
Mislaid in the burning hay
Tersesat di jerami yang terbakar

(Liv Kristine)
Bared on your tomb
Terbuka di atas makammu
I am a prayer for your loneliness
Aku adalah doa untuk kesendirianmu
And would you ever soon
Dan akankah kamu segera
Come above unto me?
Mendekat padaku?
For once upon a time
Karena pernah ada waktu
From the binds of your lowliness
Dari belenggu kerendahanmu
I could always find
Aku selalu bisa menemukan
The right slot for your sacred key
Slot yang tepat untuk kunci sucimu

(Dani Filth)
Six feet deep is the incision
Enam kaki dalam adalah sayatan
In my heart, that barless prison
Di hatiku, penjara tanpa jeruji itu
Discolours all with tunnel vision
Mengubah segalanya dengan pandangan terowongan
Sunsetter
Matahari terbenam
Nymphetamine
Nymphetamine
Sick and weak from my condition
Sakit dan lemah karena kondisiku
This lust, a vampyric addiction
Hasrat ini, kecanduan vampir
To her alone in full submission
Hanya padanya dalam penyerahan penuh
None better
Tak ada yang lebih baik
Nymphetamine
Nymphetamine

Sunsetter
Matahari terbenam
Nymphetamine
Nymphetamine
None better
Tak ada yang lebih baik
Nymphetamine
Nymphetamine

Nymphetamine, nymphetamine
Nymphetamine, nymphetamine
Nymphetamine girl
Gadis nymphetamine
Nymphetamine, nymphetamine
Nymphetamine, nymphetamine
My nymphetamine girl
Gadis nymphetamine-ku


Lentera Yang Meredup Di Pelukan Kekuasaan:Sebuah Gugatan Cinta Untuk Sang Pewaris NabiDi tengah lautan kebingungan dan g...
26/06/2026

Lentera Yang Meredup Di Pelukan Kekuasaan:
Sebuah Gugatan Cinta Untuk Sang Pewaris Nabi

Di tengah lautan kebingungan dan gelapnya akhir zaman, umat senantiasa mencari ufuk cahaya untuk menuntun mereka p**ang kepada Tuhannya.
Cahaya itu bukanlah gemerlap istana, bukan p**a janji manis para penguasa. Cahaya itu sejatinya ada pada wajah-wajah teduh dan lisan yang teguh dari para ulama.

Mereka adalah pelita di tengah gulita, kompas di tengah badai. Namun, apa jadinya jika pelita itu justru meredup karena dihembus angin kekuasaan? Apa jadinya jika kompas itu kehilangan arah karena ditarik oleh magnet duniawi?

Tulisan ini bukanlah sebuah hujatan, melainkan sebuah tangisan dan kritik yang membangun. Sebuah pengingat bahwa ulama adalah penerang bagi umat, bukan penjilat negara dan pemimpin.

• Ulama: Sang Pewaris Para Nabi
Dalam tradisi Islam, kedudukan ulama begitu agung. Mereka bukanlah sekadar pembaca teks, melainkan pemegang estafet perjuangan para Rasul.
Rasulullah ﷺ bersabda dengan sangat jelas:
"Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham.
Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu. Barang siapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak."
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, dinilai sahih oleh Al-Albani)

Warisan nabi bukanlah harta, apalagi kedudukan politik.
Warisan nabi adalah keberanian untuk menyuarakan kebenaran (Al-Haqq) walau pahit, membela yang tertindas, dan meluruskan yang bengkok.
Peran ulama adalah untuk mengajarkan serta mengamalkan ilmu yang dianugerahkan oleh Allah, lalu mengajak umat untuk kembali kepada jalan yang benar.

• Negara Bukanlah Tuhan, Presiden Bukanlah Nabi
Kita harus mengembalikan kewarasan teologis umat hari ini, Negara bukanlah Tuhan yang harus disembah tanpa daya kritis, dan Presiden bukanlah Nabi yang maksum (terpelihara dari dosa dan kesalahan).
Ketika seorang tokoh agama membenarkan segala tindakan pemimpin yang zalim, memoles kebijakan yang menyengsarakan rakyat dengan dalil-dalil agama, sesungguhnya ia sedang menggiring umat pada jurang kemusyrikan modern.

Mengikuti atau membenarkan kezaliman secara buta sama halnya dengan menyekutukan Tuhan, karena ia menetapkan ketaatan mutlak kepada makhluk hidup, padahal ketaatan mutlak hanya milik Allah ﷻ.
Hal ini sejalan dengan tafsir para ulama Sunni terhadap firman Allah ﷻ mengenai Bani Israil: "Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah..." (QS. At-Taubah: 31).

Sahabat Nabi, 'Adi bin Hatim (yang sebelumnya beragama Nasrani) kebingungan dan berkata, "Kami tidak menyembah mereka." Rasulullah ﷺ menjawab tegas: "Tidakkah mereka mengharamkan apa yang dihalalkan Allah, lalu kalian mengharamkannya?
Dan mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah, lalu kalian menghalalkannya?"
Itulah bentuk penyembahan kepada mereka.

Allah ﷻ secara spesifik dan tegas mengharamkan kita untuk condong dan mendukung penguasa yang zalim:
"Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan."
(QS. Hud: 113)
Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan makna "jangan condong (tarkanu)" adalah jangan mendukung, jangan membenarkan, dan jangan menjilat mereka dalam kezaliman yang mereka lakukan.
Jika rakyat biasa saja dilarang, lalu bagaimana dengan ulama yang seharusnya menjadi penjaga moral umat?

• Ketaatan Yang Bersyarat, Bukan Ketaatan Buta
Seringkali, oknum tokoh agama menggunakan mimbar dan dalil untuk membius umat.
Ketika negara membuat kesalahan dan pemimpin bertindak zalim, mereka menceramahi umat untuk "bersabar, bersyukur, dan harus mematuhi pemerintah." Mereka berlindung di balik dalil:
"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu..." (QS. An-Nisa: 59)

Benar, menaati pemimpin adalah ajaran syariat. Namun, para mufassir Sunni seperti Imam Ath-Thabari dan Ibnu Taimiyah memberikan catatan yang sangat tajam: Kata "Taatilah (Athi'u)" pada ayat tersebut diulang untuk Allah dan Rasul, tetapi tidak diulang untuk Ulil Amri.
Ini bermakna bahwa ketaatan kepada pemimpin adalah ketaatan yang bersyarat.
Pemimpin hanya ditaati jika ia berada di jalan yang benar dan tidak memerintahkan kemaksiatan apalagi kezaliman.

Rasulullah ﷺ bersabda:
"Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Khaliq (Pencipta)."
(HR. Ahmad, sahih)
Janganlah karena diberi panggung, mendapatkan kepercayaan, gelar kehormatan, dan fasilitas dari masyarakat, para ulama justru melindungi kesalahan negara di balik pujian manis, janji manis, dan pakaian agama demi kepentingan politik serta isi kantong semata.
Itu adalah sebuah penghinaan terhadap agama, bentuk kemunafikan yang nyata, dan kemungkaran yang paling merusak.

• Ancaman Neraka Bagi Ulama Yang Menggadaikan Ilmunya
Bagi mereka yang tahu kebenaran namun diam, atau bahkan memelintir ilmunya demi penguasa, Allah ﷻ dan Rasul-Nya memberikan ancaman yang sangat mengerikan.
Mereka dihukum bukan karena tidak berilmu, melainkan karena ilmunya tidak diamalkan dan dijual demi dunia.

Dalam sebuah hadits sahih riwayat Imam Muslim, Rasulullah ﷺ mengabarkan tentang tiga golongan manusia yang pertama kali dijadikan bahan bakar api neraka pada hari kiamat.
Salah satunya adalah:
"Seorang laki-laki yang menuntut ilmu dan mengajarkannya serta membaca Al-Qur'an. Ia didatangkan, lalu Allah mengingatkannya akan nikmat-nikmat-Nya... Allah bertanya: 'Apa yang engkau lakukan dengan nikmat-nikmat itu?' Ia menjawab: 'Aku menuntut ilmu, mengajarkannya, dan membaca Al-Qur'an demi Engkau.' Allah berfirman: 'Engkau dusta! Engkau menuntut ilmu agar disebut sebagai 'orang alim' (ulama)...' Kemudian diperintahkan agar ia diseret di atas wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka."

Allah ﷻ juga berfirman:
"Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al Kitab, dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api neraka..." (QS. Al-Baqarah: 174)

• Hujjah Imam Al-Ghazali Tentang Ulama Su' (Ulama Buruk)
Imam Al-Ghazali, Hujjatul Islam, dalam karya monumentalnya Ihya Ulumuddin, menorehkan tinta emas yang menampar realitas kita hari ini.
Beliau membagi ulama menjadi dua: Ulama Akhirat (penerang) dan Ulama Su' (ulama dunia/penjilat).

Dalam salah satu filsafat dan tegurannya yang sangat tajam, Imam Al-Ghazali merangkum kehancuran sebuah peradaban:
"Rakyat menjadi rusak karena penguasa yang rusak. Penguasa menjadi rusak karena ulama yang rusak. Dan ulama menjadi rusak karena cinta harta dan kedudukan (hubbud dunya).
Barang siapa yang hatinya telah tertawan oleh cinta dunia, ia tidak akan mampu memberikan peringatan kepada rakyat kecil, lalu bagaimana mungkin ia berani memberikan peringatan kepada para raja dan penguasa?"

Ulama yang merapat ke pintu penguasa hanya untuk mencari validasi dan materi, menurut Al-Ghazali, telah menjatuhkan muruah (kehormatan) ilmu yang dititipkan Allah di dadanya.
Ilmu itu suci, tidak pantas ia tunduk pada kezaliman penguasa yang berlumur dosa.

• Penutup
Wahai para pewaris Nabi, kembalilah menjadi pelita. Umat ini menangis merindukan fatwa-fatwa yang jujur, bukan fatwa pesanan.
Umat ini butuh bimbingan untuk bertakwa, bukan disuruh bungkam saat ditindas.

Penulis membuat tulisan ini sama sekali tidak untuk mendapatkan keuntungan materiel maupun politis dari pihak manapun.
Semuanya murni dedikasi untuk edukasi dan menunaikan kewajiban saling mengingatkan antarsesama muslim demi tegaknya keadilan dan kemuliaan agama ini.

Jika apa yang tertulis di sini benar, maka itu murni datangnya dari Allah ﷻ.
Namun jika terdapat kesalahan dan kekhilafan, itu mutlak datangnya dari kebodohan dan kelemahan diri saya sendiri.
Wallahu a'lam bish-shawab.

Sumber : Official Blog N.B.M Independent Music

Penulis : Noer Bin Matt



Address

Pondok Aren
15223

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when N.B.M Independen Music posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to N.B.M Independen Music:

Shortcuts

Share

Category