23/05/2025
“Payung di Hari Cerah”
Namanya Lita. Seorang ibu muda yang memutuskan menjadi agen asuransi jiwa setelah anak pertamanya lahir. Bukan karena ia paham dunia keuangan, tapi karena ia sadar: menjadi orang tua berarti siap untuk segala kemungkinan.
Namun, dunia tidak semudah itu. Teman-temannya menjauh. Keluarganya mencibir, “Kerjaan kamu cuma menakut-nakuti orang.” Bahkan suaminya sempat berkata, “Apa kamu yakin ini jalan yang tepat?”
Setiap pagi, Lita bangun sebelum matahari terbit, menyiapkan sarapan anak, lalu berkeliling mengetuk pintu demi pintu. Ia tidak menawarkan polis. Ia menawarkan perlindungan. Tapi tetap, mayoritas menolak.
Sampai suatu hari, seorang klien yang ia bantu dua tahun sebelumnya mengalami kecelakaan dan meninggal dunia. Istri almarhum menangis dalam pelukannya sambil berkata, “Berkat kamu, anak-anak kami masih bisa melanjutkan sekolah.”
Kisah itu menyebar. Persepsi mulai berubah. Orang-orang mulai mendengar, bukan sekadar mendengarkan. Lita pun mulai diminta bicara di komunitas, mengedukasi para ibu rumah tangga tentang perlindungan keluarga.
Ia selalu berkata, “Asuransi itu seperti payung. Kadang kita bawa di hari cerah, dan orang tertawa. Tapi ketika hujan datang, mereka baru sadar nilainya.”
Kini, Lita adalah simbol ketekunan dan keberanian. Ia membuktikan bahwa pekerjaan agen asuransi bukan menjual ketakutan, tapi menyebarkan harapan.
---
Pesan Moral: Jangan malu membawa "payung di hari cerah." Kadang, nilai dari sesuatu baru terlihat saat badai datang. Agen asuransi jiwa adalah penjaga diam-diam masa depan orang lain.