03/06/2026
Nostalgia Kuliner Jadul Ponorogo yang Sempat Hilang, Kini Ketemu Lagi!
Bagi warga Ponorogo angkatan lama, pasti masih ingat sosok bapak penjual petulo tradisional yang dulu berkeliling kota dengan gerobak kayuh khasnya. Aroma santan, gula jawa, dan hangatnya kuah petulo seolah menjadi bagian dari kenangan masa lalu banyak orang.
Sayangnya, setelah beliau tidak lagi berjualan, kuliner legendaris itu sempat menghilang dan tidak diteruskan oleh keluarganya. Banyak yang mungkin mengira rasa khas itu tinggal cerita dan kenangan.
Namun kemarin, rasa rindu itu seperti terbayar. Saya tidak sengaja menemukan Tahwa Mas Giwin. Tempat ini bisa dibilang spesialis minuman dan jajanan jadul yang dibuat fresh menggunakan bahan-bahan alami tanpa pengawet buatan.
Yang paling langsung membangkitkan memori tentu saja Petulo Kuahnya. Untaian petulo yang kenyal dipadukan kuah santan gula jawa hangat dengan aroma pandan yang khas. Rasanya sederhana, tetapi justru itu yang membuat ingatan seperti ditarik kembali ke masa kecil.
Selain petulo, ada juga beberapa menu yang tidak kalah menggoda:
Tahwa (Kembang Tahu) — lembut, lumer di mulut, dipadukan kuah jahe manis hangat yang cocok dinikmati saat udara dingin.
Wedang Ronde — bola ketan isi kacang dengan kuah jahe yang memberi sensasi hangat sampai ke badan.
Di tengah menjamurnya makanan modern, menemukan cita rasa lama seperti ini rasanya bukan sekadar soal makanan. Kadang yang dicari bukan hanya rasa, tetapi juga kenangan yang ikut tersaji dalam satu mangkuk.
Ada yang dulu juga pernah berburu petulo keliling di Ponorogo?