14/09/2026
Kadang, kita terlalu sibuk memastikan semua orang baik-baik saja… sampai lupa bertanya: “Aku sendiri bagaimana?”
kita sering merasa harus kuat.
Harus sabar.
Harus mengerti.
Harus mendahulukan anak, pasangan, keluarga, bahkan perasaan orang lain.
Sampai tanpa sadar, kita terbiasa mengabaikan kebutuhan diri sendiri.
Takut mengecewakan.
Takut ditolak.
Takut dianggap egois.
Takut kalau kita berkata “tidak”, orang lain akan pergi.
Padahal mungkin, itu bukan karena kita terlalu lemah.
Bisa jadi ada luka lama yang membuat kita belajar bahwa untuk dicintai, kita harus selalu menyenangkan orang lain.
Pelan-pelan, yuk belajar kembali mencintai diri sendiri. 🤍
Bukan dengan menjadi egois.
Tapi dengan berani berkata:
“Aku juga penting.”
“Perasaanku juga valid.”
“Aku boleh lelah.”
“Aku boleh punya batas.”
“Aku tidak harus selalu menjadi versi diriku yang menyenangkan semua orang.”
Karena anak-anak kita tidak hanya membutuhkan Ibu yang selalu kuat.
Mereka juga membutuhkan mama yang tahu bagaimana merawat dirinya sendiri.
Jadi hari ini, sudahkah Mama bertanya pada diri sendiri:
“Apa yang sebenarnya aku butuhkan?”
Mungkin mencintai diri sendiri bukan tentang melakukan sesuatu yang besar.
Kadang, sesederhana berhenti memaksa diri untuk selalu baik-baik saja. 🫂
Hei kamu 🥰 jangan tunggu sampai benar-benar kehilangan diri sendiri untuk mulai menyayangi diri sendiri. ❤️