Elite Lombok

Call Website Contact the business

Elite Lombok Instagram : .est
Trip Wisata Lombok | Guide | Foto & Video
Gumi Bangse Sasak🌾
Explore alam & cerita lokal
📩 DM for trip & collaboration

Bagi yang mau bergabung hubungi nomor WA yang tertera di halaman Facebook

15/07/2026

Lombok Barat, Minggu (12/7/2026) – Majelis Adat Sasak (MAS) selesai melaksanakan pembukaan Kirab Budaya, Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat pelestarian warisan budaya Sasak.

Pandiq Gegaman dihadiri empu dari beberapa pengrajin keris, di antaranya Tosan Aji Sasaka, Sakre Millenial Bekerisan, serta tetuah adat maupun tokoh lintas agama lainnya. Turut hadir juga TGH Sanusi, selaku tokoh dan Penghulu Majelis Adat Sasak (MAS), serta Pengerakse Agung Majelis Adat Sasak, H. L. Sajim Sastrawan.

H. L. Sajim menyampaikan bahwa, "dimana kita harus meriri atau menjaga diri, membersihkan, memelihara dan mengagungkan gegaman yang kita miliki masing-masing. Maksudnya adalah memberikan isyarat kepada kita bahwa, di samping kita harus membersihkan diri dari noda dan dosa, baik itu kebatilan maupun kebencian."

Ritual mandian keris ini dilakukan pada awal Muharram setiap tahunnya. Pada bulan ini, keris dan benda-benda pusaka lainnya dimandikan di Taman Narmada Ma'ul Hayat. pada tahun ini merupakan pelaksanaan yang ke-6 kalinya. Kegiatan dimulai selepas salat Isya dan berlangsung hingga dini hari. Sesepuh dan para tokoh adat memimpin upacara pemandian keris serta benda-benda pusaka lainnya, seperti tombak dan pedang.

Kirab Budaya Pandiq Gegaman MAS Paer Bat 2026 Perkuat Pelestarian Budaya dan Persatuan Masyarakat SasakLombok Barat, Min...
15/07/2026

Kirab Budaya Pandiq Gegaman MAS Paer Bat 2026 Perkuat Pelestarian Budaya dan Persatuan Masyarakat Sasak

Lombok Barat, Minggu (12/7/2026) – Majelis Adat Sasak (MAS) Kirab Budaya Pandiq Gegaman MAS Paer Bat 2026 Kegiatan budaya ini menjadi momentum untuk memperkuat pelestarian warisan budaya Sasak sekaligus mempererat persatuan masyarakat melalui keterlibatan berbagai unsur adat, pemerintah, tokoh lintas agama, dan masyarakat.

Kirab budaya dihadiri oleh tokoh-tokoh Sasak, di antaranya H. Lalu Serinate, perwakilan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, para pemuka agama lintas agama, Camat Narmada, pemerintah desa beserta kontingen dari sejumlah desa, anggota Pandiq Gegaman, Kemalik Bangse Sasak “Ma’ul Hayat”, serta masyarakat yang turut memeriahkan rangkaian kegiatan.

Ketua Panitia Pandiq Gegaman MAS Paer Bat 2026, Raden Mohammad Rais selaku Wali Paer Bat, melaporkan pelaksanaan kegiatan sekaligus menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tokoh adat, tokoh agama, pemerintah, panitia, serta masyarakat yang telah berpartisipasi sehingga kirab budaya dapat berlangsung dengan lancar dan penuh kebersamaan.

Dalam sambutan Bupati Lombok Barat yang dibacakan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat, pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pelestarian budaya Sasak. Menurut pemerintah, Pandiq Gegaman bukan hanya agenda budaya tahunan, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk menjaga nilai-nilai luhur, memperkuat persatuan, serta merawat identitas budaya masyarakat Sasak.

Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi pengambilan air suci oleh para sesepuh adat sebagai simbol penyucian diri sebelum digunakan dalam ritual Pandiq Gegaman. Taman Narmada dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki nilai sejarah dan spiritual yang mengingatkan pentingnya menjaga warisan budaya sekaligus kelestarian lingkungan.

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat juga mengapresiasi keterlibatan pelajar, pemuda, komunitas budaya, serta masyarakat lintas agama dalam kirab budaya. Kehadiran berbagai elemen tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dan harmoni sosial yang menjadi kekuatan masyarakat Lombok Barat dalam merawat keberagaman melalui budaya.

Mengakhiri sambutannya, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat yang mewakili Bupati secara resmi melepas Kirab Budaya Pandiq Gegaman MAS Paer Bat 2026. Prosesi tersebut menjadi awal rangkaian kegiatan budaya sebagai bentuk penghormatan kepada warisan leluhur sekaligus ajakan untuk terus melestarikan adat, memperkuat persatuan, dan mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi penerus.

09/07/2026

Di beberapa desa mungkin ada
yang sama dengan tradisi niki?

Peresean sebagai Perwujudan Paripurna Falsafah Wiraga, Wirama, dan Wirasa📝Tradisi Peresean masyarakat Sasak di Pulau Lom...
01/07/2026

Peresean sebagai Perwujudan Paripurna Falsafah Wiraga, Wirama, dan Wirasa📝

Tradisi Peresean masyarakat Sasak di Pulau Lombok, merupakan salah satu warisan budaya yang kaya makna dan tetap relevan di tengah dinamika modernisasi. Lebih dari sekadar pertunjukan seni pertarungan tradisional menggunakan tongkat rotan (penyalin) dan perisai kulit (ende), Peresean merepresentasikan perwujudan yang paripurna dari falsafah Wiraga, Wirama, dan Wirasa. Ketiga pilar tersebut membentuk harmoni utuh antara dimensi jasmani, ritmis, dan spiritual dalam kehidupan manusia.

Wiraga mencerminkan aspek fisik dan ragawi yang menjadi fondasi utama dalam Peresean. Setiap pepadu dituntut memiliki kekuatan, kelincahan, ketahanan, serta penguasaan teknik gerak yang mumpuni. Gerakan menyerang, bertahan, dan menghindar menuntut disiplin jasmani yang tinggi serta postur yang gagah. Dimensi ini tidak hanya menekankan kekuatan fisik semata, melainkan juga tanggung jawab atas tubuh sebagai amanah yang harus dibina dan dikuatkan, sesuai dengan nilai-nilai ketangguhan yang dijunjung tinggi dalam budaya Sasak.

Sementara itu, Wirama menghadirkan prinsip keselarasan ritme dan keseimbangan. Peresean bukanlah pertarungan yang chaos, melainkan seni yang mengikuti irama tertentu, baik dalam pukulan, langkah, respons terhadap lawan, maupun pengawasan wasit (pakembar). Unsur ini mengajarkan pentingnya timing yang tepat, sinkronisasi gerak, serta penyesuaian dengan konteks. Dalam perspektif yang lebih luas, wirama mencerminkan filosofi kehidupan Sasak yang selaras dengan ritme alam, siklus sosial, dan harmoni komunal, sebagaimana tertuang dalam semangat “hidup lurus”.

Puncak keutuhan falsafah tersebut terletak pada Wirasa, yaitu dimensi penghayatan emosional dan kepekaan batin. Di balik setiap benturan, terkandung nilai-nilai luhur seperti sportivitas, keberanian yang terkendali, persaudaraan, serta penghormatan terhadap lawan. Wirasa menjadikan Peresean bukan sekadar kompetisi fisik, melainkan medium pengasuhan jiwa yang mendalam. Tanpa wirasa, tradisi ini kehilangan ruh dan berpotensi tereduksi menjadi kekerasan belaka. Dengan wirasa, Peresean menjadi sarana pendidikan karakter yang menginternalisasi nilai kesederhanaan, kebersihan hati, dan persatuan.

Ketiga unsur Wiraga, Wirama, dan Wirasa bekerja secara integral dan saling melengkapi dalam Peresean, sehingga menjadikannya perwujudan falsafah yang paripurna. Integrasi ini selaras dengan semangat “Lombok Mirah Sasak Adi”, yang menekankan kejujuran sebagai permata utama dalam realitas kehidupan.

Dalam konteks kontemporer, di mana generasi muda sering terpapar disintegrasi antara tubuh, ritme, dan jiwa akibat pengaruh teknologi dan gaya hidup modern, Peresean menawarkan model pendidikan holistik yang berharga. Pelestarian tradisi ini bukan semata upaya menjaga atraksi budaya atau pariwisata, melainkan komitmen mempertahankan warisan filosofis yang membentuk manusia utuh, tangguh, harmonis, dan berempati. Oleh karena itu, berbagai pihak pemerintah, tokoh adat, akademisi, serta generasi muda—perlu bersinergi untuk terus mendalami, mengembangkan, dan mewariskan nilai-nilai luhur Peresean.

Peresean bukanlah relik masa lalu semata. Ia merupakan guru kehidupan yang abadi, di mana falsafah Wiraga, Wirama, dan Wirasa menyatu secara sempurna. Melalui pemahaman dan penghayatan yang mendalam, tradisi ini diharapkan terus berkontribusi bagi pembentukan karakter bangsa yang berakar kuat pada kearifan lokal Nusantara.

Oleh: Mastur Sonsaka (Penulis Buku Pepadu
Sasak Perspektif Etnopsikologi)

HADIRI DAN MERIAHKAN KIRAB BUDAYA🌿Dalam Rangka Pandiq Gegaman Majelis Adat Sasak 2026📍 Lokasi: Taman Narmada🛤 Rute: Gedu...
28/06/2026

HADIRI DAN MERIAHKAN KIRAB BUDAYA🌿

Dalam Rangka Pandiq Gegaman Majelis Adat Sasak 2026

📍 Lokasi: Taman Narmada
🛤 Rute: Gedung Budaya Narmada – Kemaliq Taman Narmada
🗓 Hari/Tanggal: Minggu, 12 Juli 2026 / 27 Muharram 1448 H
🕒 Waktu: Pukul 15.00 WITA – selesai

Pendaftaran:

Lukman Hakim, S.E. – 081 836 5325 (Ketua Panitia)

Lalu Riki Wijaya, S.H., M.H. – 081 939 201 308 (Sekretaris)

✨ Terbuka untuk seluruh masyarakat Sasak.

Mari bersama melestarikan, menghidupkan, dan memuliakan warisan budaya Sasak melalui Kirab Budaya Pandiq Gegaman 2026.

22/06/2026

Terkait penolakan sebagian masyarakat terhadap rencana Agam Rinjani dan Panji Petualang membuat video satu tahun tragedi Juliana Marins, sejumlah pihak menilai persoalan ini kemungkinan berkaitan dengan polemik pengelolaan donasi dan bentuk penghargaan terhadap seluruh anggota tim evakuasi.

Hal tersebut tercermin dari pernyataan tokoh pemuda Sembalun, Royal Sembalun, yang pada 18 Juni 2026 menulis, “Tepati dulu janjimu untuk tim dan penghijauan Rinjani. Jangan lagi jadikan Rinjani untuk keuntungan pribadi. Ingat, masih ada hak orang lain dan tanggung jawab yang harus diselesaikan.”

Royal juga menegaskan bahwa seluruh anggota tim memiliki kontribusi penting dalam proses evakuasi dan layak mendapatkan apresiasi yang sama.

Senada dengan itu, DPD Gerakan Advokasi Nusantara (GANAS) Lombok Timur bersama sejumlah tokoh pemuda Sembalun menilai bahwa proses evakuasi Juliana merupakan hasil kerja kolektif tim, sehingga tidak seharusnya hanya menonjolkan satu individu tertentu.

Apa pun akar permasalahannya, semoga persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik dan membawa manfaat bagi semua pihak, termasuk bagi pelestarian Gunung Rinjani ke depan.

21/05/2026

🌺Lombok, Indonesia - 2002

Address

Jln. Pariwisata Selong Belanak
Praya
83572

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Elite Lombok posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Elite Lombok:

Shortcuts

Share