Islam jalan keselamatan

Islam jalan keselamatan Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Islam jalan keselamatan, Digital creator, Probolinggo.

Allah SWT berfirman dalam QS 2 : 38
فَمَنْ تَبِعَ هُدَايَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ
maka barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.'

postingan berdasarkan dalil Islam

Kalau paham yang dimaksud teks digambar ini dan masih menganggap tahlilan itu bid'ah yang tercela/sesat silahkan tunjukk...
01/06/2026

Kalau paham yang dimaksud teks digambar ini dan masih menganggap tahlilan itu bid'ah yang tercela/sesat silahkan tunjukkan dalil dalil yang menyatakan tahlilan itu bid'ah. Jika tidak bisa maka sadarilah bahwa anggapannya itu terlalu jahil

PENTINGNYA BERBAKTI KEPADA ORANG TUA Dari beberapa dalil Naqli dibawah bisa diketahui bahwa berbakti kepada kedua orang ...
30/05/2026

PENTINGNYA BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

Dari beberapa dalil Naqli dibawah bisa diketahui bahwa berbakti kepada kedua orang tua adalah suatu kewajiban. Dan bahkan bisa termasuk lebih utama dari berjihad dimedan peperangan membela agama Allah SWT. Dan sangat rugi jika jihadnya hanya karena mengejar profesi dan yang ujung-ujungnya mengejar materi ataupun gaji. Dalil dalil dibawah juga mengajarkan agar tidak berkata kasar ataupun bantahan walaupun hanya berupa sepatah kata "ah".

Allah SWT berfirman dalam QS 31 : 14

وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ

Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.

Allah SWT berfirman dalam QS 31 : 15

وَاِنْ جَاهَدٰكَ عَلٰٓى اَنْ تُشْرِكَ بِيْ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِى الدُّنْيَا مَعْرُوْفًا ۖوَّاتَّبِعْ سَبِيْلَ مَنْ اَنَابَ اِلَيَّۚ ثُمَّ اِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَاُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ

Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau menaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian hanya kepada-Ku tempat kembalimu, maka akan Aku beritahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan

Hadis Nabi ﷺ mengamini 3x doa Jibril*
Ini yang nyebut soal bakti ke orang tua. Lafaz lengkapnya:

*Teks Arab:*
عَنْ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: *احْضُرُوا الْمِنْبَرَ* فَحَضَرْنَا، فَلَمَّا ارْتَقَى دَرَجَةً قَالَ: *آمِينَ*، فَلَمَّا ارْتَقَى الدَّرَجَةَ الثَّانِيَةَ قَالَ: *آمِينَ*، فَلَمَّا ارْتَقَى الدَّرَجَةَ الثَّالِثَةَ قَالَ: *آمِينَ*. فَلَمَّا نَزَلَ قُلْنَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، لَقَدْ سَمِعْنَا مِنْكَ الْيَوْمَ شَيْئًا مَا كُنَّا نَسْمَعُهُ. قَالَ: *إِنَّ جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلَامُ عَرَضَ لِي فَقَالَ: بَعُدَ مَنْ أَدْرَكَ رَمَضَانَ فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ، قُلْتُ: آمِينَ. فَلَمَّا رَقِيتُ الثَّانِيَةَ قَالَ: بَعُدَ مَنْ ذُكِرْتَ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْكَ، فَقُلْتُ: آمِينَ. فَلَمَّا رَقِيتُ الثَّالِثَةَ قَالَ: بَعُدَ مَنْ أَدْرَكَ أَبَوَيْهِ الْكِبَرَ عِنْدَهُ أَوْ أَحَدَهُمَا فَلَمْ يُدْخِلَاهُ الْجَنَّةَ، فَقُلْتُ: آمِينَ*
*HR. Ibnu Hibban no. 907, Al-Hakim no. 7256. Dishahihkan Al-Albani*

*Artinya:*
Dari Ka’ab bin ‘Ujrah r.a, Rasulullah ﷺ bersabda: “Hadirilah mimbar.” Kami pun hadir. Ketika beliau naik satu tangga mimbar, beliau ucap: “Amin”. Naik tangga kedua, ucap: “Amin”. Naik tangga ketiga, ucap: “Amin”. Ketika turun, kami bertanya: “Wahai Rasulullah, hari ini kami mendengar sesuatu yang belum pernah kami dengar.” Beliau jawab: “Jibril menemuiku lalu berkata: ‘Celakalah orang yang mendapati Ramadhan tapi dosanya tidak diampuni.’ Aku ucap: ‘Amin’. Ketika aku naik tangga kedua, Jibril berkata: ‘Celakalah orang yang namamu disebut di sisinya tapi dia tidak bershalawat kepadamu.’ Aku ucap: ‘Amin’. Ketika aku naik tangga ketiga, Jibril berkata: ‘Celakalah orang yang mendapati kedua orang tuanya saat tua, salah satu atau keduanya, tapi itu tidak memasukkannya ke surga.’ Aku ucap: ‘Amin’.”

Jadi yang poin ke-3 itu soal orang tua. *بَعُدَ* = celaka/jauh dari rahmat. Diaminkan Nabi = doanya mustajab.

Hadis 4 perkara bakti ke orang tua yang sudah wafat*
Ini hadis yang paling sering jadi rujukan:

*Teks Arab:*
عَنْ مَالِكِ بْنِ رَبِيعَةَ السَّاعِدِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: بَيْنَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ إِذْ جَاءَهُ رَجُلٌ مِنْ بَنِي سَلِمَةَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، هَلْ بَقِيَ مِنْ بِرِّ أَبَوَيَّ شَيْءٌ أَبَرُّهُمَا بِهِ بَعْدَ مَوْتِهِمَا؟ قَالَ: *نَعَمْ، الصَّلَاةُ عَلَيْهِمَا، وَالِاسْتِغْفَارُ لَهُمَا، وَإِنْفَاذُ عَهْدِهِمَا مِنْ بَعْدِهِمَا، وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِي لَا تُوصَلُ إِلَّا بِهِمَا، وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا*
*HR. Abu Daud no. 5142, Ibnu Majah no. 3664. Dihasankan Al-Albani*

*Artinya:*
Dari Malik bin Rabi’ah As-Sa’idi r.a, dia berkata: Ketika kami di sisi Rasulullah ﷺ, datang seorang dari Bani Salamah lalu bertanya: “Wahai Rasulullah, masih adakah bakti kepada kedua orang tuaku yang bisa aku lakukan setelah mereka wafat?” Nabi ﷺ jawab: *“Iya, ada. 1. Mendoakan rahmat untuk keduanya, 2. Memintakan ampunan untuk keduanya, 3. Menunaikan janji/wasiat keduanya, 4. Menyambung silaturahmi yang tidak tersambung kecuali melalui keduanya, 5. Memuliakan teman keduanya.”*

*Rincian 4-5 perkara bakti setelah ortu wafat:*
1. *الصَّلَاةُ عَلَيْهِمَا* = Mendoakan rahmat. Contoh: _Allahummaghfir lahuma warhamhuma_
2. *الِاسْتِغْفَارُ لَهُمَا* = Mintain ampun. _Rabbighfir li wa liwalidayya_
3. *إِنْفَاذُ عَهْدِهِمَا* = Nunaikan wasiat/hutang/janji mereka yang belum selesai
4. *صِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِي لَا تُوصَلُ إِلَّا بِهِمَا* = Silaturahmi ke keluarga. Paman, bibi, sepupu dari jalur ortu
5. *إِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا* = Muliakan sahabat deket ortu. Kunjungin, kasih hadiah

Ulama hitung jadi 4 atau 5 poin tergantung penggabungan. Intinya: pintu bakti nggak ketutup walau ortu udah nggak ada.

seorang laki-laki Anshar datang dan berkata, Wahai Rasulullah ﷺ apakah masih tersisa kewajiban atasku untuk berbuat baik kepada orang tuaku setelah kematian mereka berdua? Beliau menjawab 'Ya', masih tersisa empat perkara yaitu: mendoakan untuk mereka berdua, meminta ampunan mereka, memenuhi janji mereka yang belum terselesaikan dan memuliakan temAn teman mereka serta silaturrahim yang sebenarnya tidak berhubungan dengan kamu kecuali karena sebab-sebab mereka. Itulah semua yang tersisa dari kewajibanmu untuk berbuat kebaikan kepada orang tuamu setelah mereka meninggal " (HR. Ahmad: 15479)

Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya Allah telah mewasiyatkan kalian supaya berbakti kepada ibu-ibu kalian -beliau mengucapkan hingga tiga kali-, berbakti kepada bapak-bapak kalian, berbakti kepada kaum kerabat kalian, lalu kepada kerabat yang lebih dekat lagi." (HR. Ibnu Majah: 3651)

Jahimah pernah datang kepada Nabi ﷺ seraya berkata: "Wahai Rasulullah, aku ingin berperang, sementara aku datang untuk meminta petunjukmu. Beliau pun bertanya: "Apakah engkau masih memiliki ibu?" Ia menjawab: "Ya" Beliau bersabda: "Jagalah dia, karena surga itu di bawah kedua kakinya." (HR. Nasa'i: 3053)

Nabi ﷺ, bahwasanya beliau bersabda, "Barang siapa yang mendapati kedua orang tuanya, atau salah satu dari keduanya, kemudian setelah itu ia masuk neraka, maka Allah akan menjauhkannya (dari rahmat-Nya) dan membinasakannya." Telah menceritakan kepada kami Hajjaj, telah menceritakan kepadaku Syu'bah dari Qatadah ia berkata, saya mendengar Zurarah bin Aufa menceritakan dari Ubay bin Malik dari Nabi ﷺ (HR. Ahmad: 18254)

Rasulullah ﷺ berdiri di atas mimbar berkhotbah di hadapan manusia, beliau bersabda, "Tangan seorang pemberi adalah di atas, mulailah dengan yang engkau tanggung, ibumu, ayahmu saudari dan saudaramu, kemudian yang dibawahmu dan yang berada dibawahmu." Secara ringkas. (HR. Nasa'i: 2485)

Allah SWT berfirman dalam QS 17 : 23

۞ وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا

Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.

Allah SWT berfirman dalam QS 17 : 24

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ
Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, "Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil."

Allah SWT berfirman dalam QS 17 : 25

رَبُّكُمْ اَعْلَمُ بِمَا فِيْ نُفُوْسِكُمْ ۗاِنْ تَكُوْنُوْا صٰلِحِيْنَ فَاِنَّهٗ كَانَ لِلْاَوَّابِيْنَ غَفُوْرًا

Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang yang baik, maka sungguh, Dia Maha Pengampun kepada orang yang bertobat.

*Kebenaran, Takdir, dan Kewajiban Belajar Al-Qur’an 30 Juz*Pada dasarnya manusia cenderung untuk mengikuti keinginan haw...
23/05/2026

*Kebenaran, Takdir, dan Kewajiban Belajar Al-Qur’an 30 Juz*
Pada dasarnya manusia cenderung untuk mengikuti keinginan hawa nafsunya.
Dan hawa nafsunya manusia akan lebih merasa benar sendiri jika ada orang lain yang mendukungnya. Dan semakin banyak yang membenarkan atau mendukung keinginan hawa nafsunya maka akan semakin besar untuk menuruti hawa nafsunya yang mengarahkan pada kesalahan atau dosa. Dan sayangnya kebanyakan manusia itu lebih banyak yang jahil alias sesat. Sehingga mengikuti suara terbanyak ataupun banyak pendukung itu bisa semakin mudah terjebak pada kesalahan alias dosa. Dan untuk selamat dari terjebak pada mengikuti keinginan hawa nafsu yang salah maka harus memahami dan mengikuti aturan yang diridhai oleh Allah SWT yang telah ada di dalam Al-Quran. Dan manusia ada yang merasa melakukan perbuatan yang diridhai oleh Allah SWT tanpa dalil sehingga tidak sadar walaupun salahnya besar. Dan ada juga manusia yang merasa perbuatannya itu berdasarkan dalil-dalil Al-Qur'an dan diridhai oleh Allah SWT sedangkan pemahamannya salah dan menyimpang dari jalan yang diridhai oleh Allah SWT. Dan ada juga manusia yang memang sesuai dengan keridhaannya Allah SWT berdasarkan dalil-dalil Al-Qur'an dan ada juga yang hanya berdasarkan kebetulan alias berdasarkan taufiknya Allah SWT. Dan yang namanya hanya kebetulan alias tidak berdasarkan ilmu ilmu yang dipelajari dengan benar maka itu tidak akan mudah untuk terus Istiqomah dan akan lebih sering salah alias dosa sehingga kebaikannya tidak ada manfaatnya karena dikalahkan oleh dosanya. Dan untuk berpegangan pada jalannya Allah SWT yang diridhainya haruslah memahami seluruh ayat ayat Al-Qur'an yang tiga puluh jus agar tidak tersesat pada pemahaman yang salah karena hanya tau satu ataupun dua atau tiga ayat. karena manusia itu sewaktu mempelajari Al-Quran ada yang merasa ayat ayat Al-Qur'an itu kontradiksi dengan sesama ayat ayatnya dan ada juga yang merasa kontradiksi dengan keadaan nyata yang ada di alam semesta ini. dan kesalah pahamannya itu biasanya karena tidak ngerti bahasa Arab yang digunakan oleh Al-Qur'an dan terkadang juga tidak ngerti makna bahasa Indonesia yang digunakannya sendiri didalam kehidupannya sehari-hari. jika kita tidak mampu memahami bahasa Indonesia yang kita gunakan sehari hari maka kita tidak akan mampu memahami bahasa lainnya. maka dari itu penting untuk memahami makna bahasa yang kita gunakan sehari-hari. Karena tanpa paham makna bahasa yang digunakan sehari-hari maka akan sulit untuk memahami teori ataupun rumus rumus yang bisa mempermudah untuk memahami praktek ataupun pemahaman yang harus diselesaikan.

kesimp**an dari penjelasan diatas adalah:
1. manusia lebih banyak merasa benar sendiri tanpa ilmu yang sah dan akan semakin merasa benar sendiri jika ada orang lain yang membenarkannya.
2. manusia ada yang merasa benar berdasarkan dalil-dalil dari Tuhan walaupun pehamannya itu salah besar.
3. kebanyakan manusia adalah sesat. sehingga suara terbanyak ataupun tren masa kini itu cenderung sesat.
4. penting dan wajib memahami Al-Quran 30 jus agar tidak mudah merasa benar dengan hanya bermodalkan satu ataupun dua ayat.
5. penting memahami ilmu bahasa agar bisa mengambil pemahaman dan keputusan yang tepat dan benar.

Pada dasarnya manusia cenderung mengikuti hawa nafsunya. Hawa nafsu itu akan semakin merasa benar jika ada orang lain yang mendukungnya. Semakin banyak yang membenarkan atau mendukung keinginan hawa nafsu tersebut, semakin besar p**a dorongan untuk menuruti hawa nafsu yang mengarahkan pada kesalahan atau dosa. Sayangnya, kebanyakan manusia itu jahil alias tersesat, sehingga mengikuti suara terbanyak atau yang banyak pendukungnya justru semakin mudah menjerumuskan pada kesalahan alias dosa. Untuk selamat dari hawa nafsu yang salah, manusia harus memahami dan mengikuti aturan yang diridhai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, yaitu yang terdapat di dalam Al-Qur’an. Realitanya, ada manusia yang merasa melakukan perbuatan yang diridhai Allah tanpa dalil sehingga tidak sadar meskipun kesalahannya besar. Ada p**a yang merasa perbuatannya berdasarkan dalil-dalil Al-Qur’an dan diridhai Allah, padahal pemahamannya salah dan menyimpang dari jalan yang diridhai-Nya. Ada juga yang amalannya memang sesuai dengan keridhaan Allah berdasarkan dalil Al-Qur’an yang benar. Selain itu, ada yang kebetulan benar karena taufik dari Allah. Namun, kebenaran yang hanya kebetulan dan tidak didasari ilmu yang dipelajari dengan benar tidak akan mudah dipertahankan untuk terus istiqamah. Ia akan lebih sering salah atau berdosa, sehingga kebaikannya tidak bermanfaat karena dikalahkan oleh dosanya. Agar berpegang teguh pada jalan Allah yang diridhai-Nya, seseorang harus memahami seluruh ayat Al-Qur’an 30 juz. Jika hanya tahu satu, dua, atau tiga ayat, ia mudah tersesat pada pemahaman yang salah. Sebab, saat mempelajari Al-Qur’an, ada yang merasa ayat-ayatnya saling kontradiksi, atau kontradiksi dengan realitas di alam semesta. Kesalahpahaman itu biasanya terjadi karena tidak mengerti bahasa Arab yang digunakan Al-Qur’an, dan terkadang juga tidak mengerti makna bahasa Indonesia yang ia gunakan sehari-hari. Jika kita tidak mampu memahami bahasa Indonesia yang kita gunakan setiap hari, maka kita tidak akan mampu memahami bahasa lainnya. Karena itu, penting memahami makna bahasa yang kita gunakan sehari-hari. Tanpa paham makna bahasa yang digunakan, seseorang akan sulit memahami teori atau rumus yang dapat mempermudah pemahaman dan praktik yang harus diselesaikan. Jadi kesimp**annya, manusia lebih banyak merasa benar sendiri tanpa ilmu yang sah dan akan semakin merasa benar jika ada orang lain yang membenarkannya. Ada yang merasa benar berdasarkan dalil dari Allah padahal pemahamannya salah besar. Kebanyakan manusia dalam keadaan tersesat, sehingga suara terbanyak atau tren masa kini cenderung menyesatkan. Maka penting dan wajib memahami Al-Qur’an 30 juz agar tidak mudah merasa benar hanya dengan bermodal satu atau dua ayat, serta penting memahami ilmu bahasa agar dapat mengambil pemahaman dan keputusan yang tepat dan benar.

Pada dasarnya manusia cenderung mengikuti hawa nafsunya. Hawa nafsu itu akan semakin merasa benar jika ada orang lain yang mendukungnya. Semakin banyak yang membenarkan atau mendukung keinginan hawa nafsu tersebut, semakin besar p**a dorongan untuk menuruti hawa nafsu yang mengarahkan pada kesalahan atau dosa. Sayangnya, kebanyakan manusia itu jahil alias tersesat. Akibatnya, mengikuti suara terbanyak atau yang banyak pendukungnya justru semakin mudah menjerumuskan pada kesalahan alias dosa.

Untuk selamat dari hawa nafsu yang salah, manusia harus memahami dan mengikuti aturan yang diridhai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, yaitu yang terdapat di dalam Al-Qur’an.

Realitanya, ada manusia yang merasa melakukan perbuatan yang diridhai Allah tanpa dalil, sehingga tidak sadar meskipun kesalahannya besar. Ada p**a yang merasa perbuatannya berdasarkan dalil-dalil Al-Qur’an dan diridhai Allah, padahal pemahamannya salah dan menyimpang dari jalan yang diridhai-Nya. Ada juga yang amalannya memang sesuai dengan keridhaan Allah berdasarkan dalil Al-Qur’an yang benar. Selain itu, ada yang kebetulan benar karena taufik dari Allah.

Namun, kebenaran yang hanya kebetulan dan tidak didasari ilmu yang dipelajari dengan benar tidak akan mudah dipertahankan untuk terus istiqamah. Ia akan lebih sering salah atau berdosa, sehingga kebaikannya tidak bermanfaat karena dikalahkan oleh dosanya.

Agar berpegang teguh pada jalan Allah yang diridhai-Nya, seseorang harus memahami seluruh ayat Al-Qur’an 30 juz. Jika hanya tahu satu, dua, atau tiga ayat, ia mudah tersesat pada pemahaman yang salah. Sebab, saat mempelajari Al-Qur’an, ada yang merasa ayat-ayatnya saling kontradiksi, atau kontradiksi dengan realitas di alam semesta. Kesalahpahaman itu biasanya terjadi karena tidak mengerti bahasa Arab yang digunakan Al-Qur’an, dan terkadang juga tidak mengerti makna bahasa Indonesia yang ia gunakan sehari-hari.

Jika kita tidak mampu memahami bahasa Indonesia yang kita gunakan setiap hari, maka kita tidak akan mampu memahami bahasa lainnya. Karena itu, penting memahami makna bahasa yang kita gunakan sehari-hari. Tanpa paham makna bahasa yang digunakan, seseorang akan sulit memahami teori atau rumus yang dapat mempermudah pemahaman dan praktik yang harus diselesaikan.

*Kesimp**an dari penjelasan di atas:*
1. Manusia lebih banyak merasa benar sendiri tanpa ilmu yang sah, dan akan semakin merasa benar jika ada orang lain yang membenarkannya.
2. Ada manusia yang merasa benar berdasarkan dalil-dalil dari Allah, padahal pemahamannya salah besar.
3. Kebanyakan manusia dalam keadaan tersesat, sehingga suara terbanyak atau tren masa kini cenderung menyesatkan.
4. Penting dan wajib memahami Al-Qur’an 30 juz agar tidak mudah merasa benar hanya dengan bermodal satu atau dua ayat.
5. Penting memahami ilmu bahasa agar dapat mengambil pemahaman dan keputusan yang tepat dan benar.

*1. Hakikat Manusia, Hawa Nafsu, dan Bahaya Persekongkolan*
Pada dasarnya manusia cenderung mengikuti hawa nafsu dan merasa benar sendiri. Perasaan benar itu semakin kuat ketika mendapat dukungan orang lain. Semakin banyak yang membenarkan, semakin besar potensi untuk menuruti hawa nafsu yang mengarahkan pada kesalahan dan dosa.

Allah Ta’ala berfirman: *وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ* _"Jika kamu menuruti kebanyakan orang di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah"_ QS. Al-An’am: 116.

Persekongkolan untuk membenarkan kebatilan juga ditegaskan dalam kisah Nabi Daud: *وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ الْخُلَطَاءِ لَيَبْغِي بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَقَلِيلٌ مَا هُمْ* _"Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebagian mereka berbuat zalim kepada sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, dan amat sedikitlah mereka ini"_ QS. Shad: 24.

Kedua ayat ini menegaskan bahwa kebenaran tidak diukur dari suara terbanyak, dukungan kelompok, atau tren, melainkan dari Al-Qur’an dan Sunnah.

*2. Takdir Allah Meliputi Segalanya*
Tidak ada satu pun kejadian yang lepas dari takdir Allah Subhanahu wa Ta’ala, termasuk yang disebut manusia sebagai kebetulan. *وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا* _"Tidak ada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya"_ QS. Al-An’am: 59. Rasulullah ﷺ bersabda: _"Allah telah menetapkan takdir seluruh makhluk 50.000 tahun sebelum menciptakan langit dan bumi"_ HR. Muslim. Takdir wajib diimani, tetapi bukan alasan untuk meninggalkan ikhtiar dan belajar.

*3. Kewajiban Belajar Al-Qur’an 30 Juz Seumur Hidup*
Menuntut ilmu hukumnya wajib bagi setiap muslim dari lahir hingga wafat. Sabda Nabi ﷺ: _"Menuntut ilmu wajib atas setiap muslim"_ HR. Ibnu Majah. Target utama adalah memahami Al-Qur’an 30 Juz karena di dalamnya terdapat jawaban atas seluruh persoalan hidup. Siapa yang bersungguh-sungguh mempelajarinya akan sampai pada firman Allah: *فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ* _"Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui"_ QS. An-Nahl: 43. Ayat ini memerintahkan untuk tidak berpendapat tanpa ilmu dan mewajibkan merujuk kepada ulama yang sanad keilmuannya bersambung kepada Rasulullah ﷺ.

*4. Ragam Penyimpangan Manusia dalam Beragama*
Fenomena yang terjadi saat ini:
- Ada yang beramal tanpa dalil sehingga tidak sadar meski kesalahannya besar.
- Ada yang berdalil dari Al-Qur’an namun pemahamannya salah dan menyimpang.
- Ada yang amalannya sesuai keridhaan Allah berdasarkan dalil yang benar.
- Ada p**a yang kebetulan benar karena taufik Allah, namun tanpa ilmu yang sahih sehingga sulit istiqamah dan kebaikannya terkalahkan oleh dosa.

Penyimpangan tersebut umumnya berakar pada dua sebab: tidak memahami bahasa Arab Al-Qur’an dan tidak memahami makna bahasa Indonesia yang digunakan sehari-hari. Jika seseorang tidak mampu memahami bahasa yang dipakai setiap hari, maka ia akan sulit memahami bahasa lain, termasuk dalil, teori, dan realitas. Akibatnya mudah menganggap ayat-ayat Al-Qur’an kontradiktif, padahal kesalahan ada pada pemahamannya.

*5. Ilmu Bahasa Sebagai Kunci Pemahaman*
Memahami makna bahasa yang digunakan sehari-hari adalah pondasi. Tanpa pemahaman bahasa yang baik, seseorang akan kesulitan memahami teori, rumus, dan dalil, sehingga mudah keliru dalam praktik dan pengambilan keputusan.

*Kesimp**an*
1. Manusia tanpa ilmu yang sah cenderung merasa benar sendiri, apalagi jika didukung orang lain atau kelompok.
2. Ada yang merasa benar dengan dalil namun pemahamannya menyimpang.
3. Kebanyakan manusia bisa keliru dan bersekongkol dalam kezaliman, sehingga suara mayoritas tidak otomatis benar.
4. Wajib memahami Al-Qur’an 30 Juz agar tidak sesat karena hanya berpegang pada satu atau dua ayat.
5. Wajib memahami ilmu bahasa agar dapat mengambil pemahaman dan keputusan yang tepat.

Rangkaian keselamatan seorang muslim adalah: *Iman → Ilmu → Amal*. Standar 30 Juz adalah motivasi untuk belajar sepanjang hayat. Dengan ilmu yang benar dan bimbingan ahludz dzikr, seorang muslim selamat dari kesesatan kebanyakan manusia dan selamat dalam menjalani takdir Allah.

*اللَّهُمَّ فَقِّهْنَا فِي الدِّينِ وَعَلِّمْنَا التَّأْوِيلَ*

---

*4 Ayat Inti Menjawab Fenomena Zaman Ini:*
1. *QS. 6:116* - Benteng dari ikut-ikutan mayoritas
2. *QS. 38:24* - Benteng dari persekongkolan yang zalim
3. *QS. 6:59* - Benteng dari paham "kebetulan" terlepas dari takdir
4. *QS. 16:43* - Benteng dari beramal tanpa ilmu

Enak dan mudah serta gampang kalau ngucapin "jadi orang harus sabar, tabah, ikhlas dan semangat dan jangan putus asa. Se...
21/05/2026

Enak dan mudah serta gampang kalau ngucapin "jadi orang harus sabar, tabah, ikhlas dan semangat dan jangan putus asa. Semua urusan udah diatur oleh Allah SWT. Rejeki, jodoh ataupun nasib tidak akan pernah ketukar. Karena Allah itu maha menetapkan dengan sempurna". Dan semua itu akan benar benar enak alias nikmat jika benar benar diterapkan. Dan untuk bisa menerapkannya harus bisa paham tentang kemaha benarannya Allah SWT yang telah dijelaskan oleh Al-Qur'an dan hadist nabi Muhammad Saw dan juga oleh orang orang yang telah memahami keduanya.

Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallahu Wallahu akbar adalah kalimat yang ringan di lidah dan berat timbangan pa...
20/05/2026

Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallahu Wallahu akbar adalah kalimat yang ringan di lidah dan berat timbangan pahalanya kelak di hari perhitungan amal.
Jika empat macam dzikir itu dibaca dengan penghayatan dan pengamalan yang benar maka tidak akan kecewa kelak diakhirat. Memperbanyak salah satunyapun akan besar pahalanya jika dibaca dengan penghayatan dan pengamalan yang benar. Wallahu a'lam

Fakta menunjukkan bahwa para uten bukan termasuk orang yang percaya pada yesus. Bukti berdasarkan ayat Yohanes 11:26 ada...
19/05/2026

Fakta menunjukkan bahwa para uten bukan termasuk orang yang percaya pada yesus. Bukti berdasarkan ayat Yohanes 11:26 adalah mampusnya para uten. Dan bukti berdasarkan ayat Markus 16:17-18 adalah tidak adanya para uten yg mau minum racun dan tidak ada yang selamat dipatok ular berbisa dan tidak bisanya menyingkirkan rumah sakit dengan mengandalkan penyembuhan yg dijanjikan oleh ayat Markus yang dimaksud. Dan bukti berdasarkan ayat Yohanes 14:12 adalah para uten tidak menuhankan yang mengutus yesus dan juga tidak maunya para uten untuk disalib hingga tewas bagi setiap uten yg meyakini yesus disalib.

ayat Yohanes 11:26 jaminan untuk hidup kekal bagi yang percaya/beriman.
ayat Markus 16:17-18 jaminan aman dari patokan ular berbisa dan minum racun maut dan bisa menyembuhkan orang sakit dengan sentuhan.
ayat Yohanes 14:12 menjelaskan tentang makna percaya/beriman kepada yesus. yang intinya menyatakan bahwa orang yang percaya pada yesus itu akan melakukan ritual yang dilakukan oleh yesus. pada ayat ayat lainnya dinyatakan bahwa yesus itu mengajarkan untuk menuhankan Allah dan yesus juga sujud pada Allah dan juga menyatakan bahwa Allah itu tidak terlihat dan juga ada ayat yang menyatakan bahwa yesus tidak akan dikuasai penguasa dunia sedikitpun. sedangkan yang disalib itu dikuasai penguasa dunia hingga tewas..
Dan ayat Matius 7:21 mengajarkan bahwa yang akan masuk surga hanyalah orang yang mengikuti kehendak Allah. sedangkan kekristenan itu tidak pernah diajarkan oleh Allah alias tidak dikehendaki Allah. bukti bahwa kekristenan bukan kehendak Allah adalah tidak adanya dalil dalil alkitab yg menunjukkan bahwa Allah menghendaki kekristenan. dengan demikian dikarenakan kekristenan bukan kehendak Allah maka kekristenan itu ditolak oleh yesus berdasarkan ayat Markus 7:6-9. Dan ayat Markus 7:6-9 itu jelas penolakan terhadap umat kristen/uten dikarenakan terbukti bahwa kekristenan itu tidak dikehendaki oleh Allah yang telah mengutus yesus.

Ritual ibadah tidak hanya sebatas yang dilakukan sendiri oleh nabi Muhammad Saw dan para sahabatnya. Tapi tidak terbatas...
19/05/2026

Ritual ibadah tidak hanya sebatas yang dilakukan sendiri oleh nabi Muhammad Saw dan para sahabatnya. Tapi tidak terbatas pada segala yang telah diridhoi oleh Allah SWT.

Jangan merugikan hak hak manusia sedikitpun 'Qs 7:85, 11:85 dan Qs 26:183'QS 58 : 22Engkau tidak akan mendapatkan suatu ...
01/05/2026

Jangan merugikan hak hak manusia sedikitpun
'Qs 7:85, 11:85 dan Qs 26:183'

QS 58 : 22
Engkau tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapaknya, anaknya, saudaranya atau keluarganya. Mereka itulah orang-orang yang dalam hatinya telah ditanamkan Allah keimanan dan Allah telah menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari Dia. Lalu dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Merekalah golongan Allah. Ingatlah, sesungguhnya golongan Allah itulah yang beruntung.

Orang munafik walaupun baca Al-Qur'an tetap dijamin neraka Allah SWT berfirman dalam QS 9 : 68وَعَدَ اللّٰهُ الْمُنٰفِقِ...
18/02/2026

Orang munafik walaupun baca Al-Qur'an tetap dijamin neraka
Allah SWT berfirman dalam QS 9 : 68

وَعَدَ اللّٰهُ الْمُنٰفِقِيْنَ وَالْمُنٰفِقٰتِ وَالْكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۗ هِيَ حَسْبُهُمْ ۚوَلَعَنَهُمُ اللّٰهُ ۚوَلَهُمْ عَذَابٌ مُّقِيْمٌۙ

Allah menjanjikan (mengancam) orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahanam. Mereka kekal di dalamnya. Cukuplah (neraka) itu bagi mereka. Allah melaknat mereka; dan mereka mendapat azab yang kekal

Bukan golongan nabi Muhammad Saw orang yang merampas harta orang lain. Nabi bukan hanya melarang merampas harta orang la...
18/02/2026

Bukan golongan nabi Muhammad Saw orang yang merampas harta orang lain. Nabi bukan hanya melarang merampas harta orang lain tapi juga telah menolak orang orang yang merampas harta orang lain. Orang yang ditolak oleh nabi Muhammad Saw berarti akan menghuni neraka jahanam dan didunia insyaallah selalu diberi musibah

Address

Probolinggo
67292

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Islam jalan keselamatan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share