Airin Digimedia

Airin Digimedia Video Shoting

Operating as usual

16/05/2020
18/11/2019

BANYU LANGIT - AMELIA - NBM LIVE PASIRAMAN BRATI

18/11/2019

SATU HATI SAMPAI MATI - HARNAWA - AMELIA - NBM LIVE PASIRAMAN BRATI

18/11/2019

TERHANYUT DALAM KEMESRAAN - HARNAWA - NBM LIVE PASIRAMAN BRATI

18/11/2019

CIDRO - CINDY FARADELA - NBM LIVE PASIRAMAN BRATI

18/11/2019

KARTONYONO - RITA JK - NBM LIVE PASIRAMAN BRATI

18/11/2019

BALUNGAN KERE - DIAN CANTIKA # GOYANG CEDUT CENU - NBM LIVE PASIRAMAN BRATI

18/11/2019

PELUKLAH AKU - NANA KANIA - NBM LIVE PASIRAMAN BRATI

18/11/2019

LIWUNG - RINDI ANTIKA - NBM LIVE PASIRAMAN BRATI

18/11/2019

BADAI - AMELIA - NBM LIVE PASIRAMAN BRATI

18/11/2019

TIKET SUWARGO - NBM LIVE PASIRAMAN BRATI

18/11/2019

DERITA DI BALIK TAWA - DANANG SAMARA - NBM ANTI GALAU

18/11/2019

MEMORY BERKASIH ( KARAOKE ) NBM ANTI GALAU

18/11/2019

PAMER BOJO - DANANG - ( KARAOKE ) NBM ANTI GALAU

18/11/2019

PACAR DUNIA AKHIRAT ( KARAOKE ) NBM ANTI GALAU

18/11/2019

DERITA DI ATAS DERITA ( KARAOKE ) NBM ANTI GALAU

18/11/2019

LANANGE JAGAT - NBM ANTI GALAU - DANGDUTNYA ANAK MUDA

18/11/2019

BANYU LANGIT ( KARAOKE ) - DANANG ASMARA - NBM ANTI GALAU

18/11/2019

Egois - Anijaya Musik

18/11/2019

Cincin Kepalsuan - Anijaya Music

18/11/2019

Tiada Guna - Anijaya Musik

14/10/2019
Cidro

NBM ANTI GALAU Dangdutnya Anak Muda

14/10/2019
LINTANGE ATI

NBM ANTI GALAU Dangdutnya Anak Muda call WA 081 325 004 869

29/03/2019
Airin Digimedia
08/12/2018

Airin Digimedia

06/01/2018
06/01/2018
Airin Digimedia's cover photo
04/11/2014

Airin Digimedia's cover photo

31/07/2013

Ndleming Sore ini..... Orang yg suka njelek2in orang pd akhirnya jelek sendiri, orang yg suka menjatuhkan nama baik seseorang pd akhirnya Jatuh sendiri, & yg terakhir apapun yg anda katakan jika anda melihat sesuatu yg buruk pd orang lain maka jangan sekali2 mencela atau meremehkan, bahkan mengejek . karan jika anda mengejek ,suatu saat anda akan mengalami pula , ini hukum alam sodara2

25/07/2013
ASIO4ALL - Universal ASIO Driver

Selain processor, ram dan harddisk, sound card merupakan elemen yang paling penting pada rekaman berbasis komputer karena kualitas suara yang akan dihasilkan sangat ditentukan oleh sound card ini. Sound card atau biasa juga disebut audio converter terbagi menjadi beberapa bentuk yaitu, onboard, PCI, USB dan firewire. Sound card dengan koneksi USB maupun firewire pada mulanya ditujukan buat para pengguna laptop, tetapi saat ini udah ga dihiraukan lagi mau pake laptop atau komputer dekstop biasa terserah, gak ada masalah, bebas. Hal yang harus diperhatikan dalam memilih sound card yaitu resolusi dan sample rate-nya, misalkan 16bit/44.1KHz, 24bit/96KHz, 24bit/192KHz dll. Apa itu? Saya ga akan membahas lebih jauh disini, singkatnya semakin besar resolusi maupun sample rate-nya kualitas suara yang dihasilkan akan semakin baik walaupun pada akhirnya lagu akan di-burn ke CD yang hanya memiliki resolusi 16bit/44.1KHz. Lalu jumlah input maupun outputnya, semakin banyak jumlah inputnya maka semakin banyak instrumen / sumber suara yang dapat kamu rekam secara bersamaan pada satu waktu, misalkan buat merekam drum dibutuhkan 8 input sehingga snare, tom, floor, kick, crash, chinese, ride, hihat dll dapat direkam secara bersamaan dengan masing-masing track yang terpisah. Tetapi, apabila hanya ingin merekam gitar, bass, vokal atau keyboard secara overdub (satu-persatu / dalam waktu yang ga bersamaan) maka cukup menggunakan sound card yang memiliki 2 input. Selain itu, biasanya sound card juga memiliki fasilitas koneksi yang berbagai macam seperti digital I/O S/PDIF, AES-EBU, MIDI dll. Contoh sound card khusus audio yang biasa dipakai buat keperluan rekaman yaitu ESI, M-Audio, Echo, E-Mu dll.

Software-software musik memerlukan driver sound card tertentu agar dapat berfungsi secara optimal. Beberapa macam driver tersebut yaitu:

a. ASIO (dipakai pada Tracktion, Cubase, Nuendo, Logic, Guitar Rig dll), 2. MME (Cooledit, Cakewalk, Cegas, Winamp, dll),

b. WDM (Sonar, Power DVD, dll)

c. GSIF (Gigastudio 2.42 atau diatasnya)

ASIO merupakan driver yang dikembangkan oleh Steinberg dan paling banyak dipakai oleh software-software populer saat ini. Pada sound card onboard, SB Live dan sound card sejenisnya ga memiliki driver ASIO sehingga akan menghasilkan “latency” yang sangat tinggi pada saat melakukan perekaman. Latency adalah jeda atau keterlambatan sinyal yang terdengar (output) pada saat perekaman (input) dilakukan, biasanya dalam satuan milidetik. Jadi misalkan kamu teriak “Aaa” sekarang, maka beberapa milidetik kemudian baru terdengar “Aaa” di speaker / headphone kamu. Kalo hanya 1 hingga 5 milidetik sih ga masalah, tapi kalo 400 sampai 1000 milidetik apakah dibilang ga bermasalah?!! Tapi jangan khawatir, saat ini udah ada driver ASIO yang dapat dipakai pada sound card biasa tersebut, namanya ASIO4ALL. Driver ini dapat didownload secara cuma-cuma di www.Asio4All.com.

Komputer

1 unit komputer minimal Pentium III atau AMD Duron 1,2GHz, Ram 256 MB, Harddisk dan CDRW. Sebenarnya spesifikasi di atas lebih baik disesuaikan dengan kebutuhan dari software perekaman yang akan dipakai karena tiap-tiap software membutuhkan spesifikasi minimal yang berbeda-beda.

Microphone

Microphone dipakai buat merekam vokal maupun instrumen yang menggunakan teknik miking (teknik miking biasa disebut dengan teknik todong). Contohnya miking speaker ampli gitar atau bass, miking gitar akustik dll. Pada Sound card onboard biasanya udah tersedia mic input.

Software

Software perekaman terbagi menjadi dua jenis yaitu software original edition dan pirated edition, eits.. maksud saya multitracking dan mastering software. Software multitrack adalah program yang dapat merekam dan menjalankan beberapa track sekaligus maupun merekam sumber suara secara overdub (satu-persatu) buat disusun menjadi satu komposisi lagu. Pada software ini jugalah pekerjaan editing, mixing mupun penambahan efek dilakukan. Contoh software jenis ini yaitu Cubase, Tracktion, Cool Edit, Cakewalk dll. Kalo belum bersedia beli versi original dan ga ingin membeli yang bajakan maka program-program seperti Audacity, Kristal, Luna Free dll dapat di-download dari internet dengan free. Selain itu, kalo kamu membeli sound card yang khusus audio biasanya udah disertakan sotware multitrack yang cukup bagus dan udah sangat memadai buat melakukan proses perekaman. Oh iya… efek-efek plugins DirectX maupun VST saat ini udah banyak tersedia secara free di internet.

Software mastering adalah program yang dipakai buat memproses hasil mixing stereo (2 track L/R) sehingga lagu menjadi layak dengar dan memiliki kualitas maupun kekerasan suara yang setara secara komersil. Lagu hasil mastering inilah yang biasa kamu dengar pada kaset maupun cd komersil dan disebarluaskan. Contoh software tersebut adalah WaveLab dan Sound Forge kalo yang freeware-nya Wavosour, Soundengine dll.

Preamp

Preamp dipakai buat memperkuat sinyal, baik sinyal yang datang dari microphone ataupun dari instrument. Gitar maupun bass listrik ga dapat direkam secara langsung (direct) karena instrument tersebut memiliki impendansi yang ga sesuai pada sound card. Sinyal yang didapat akan terkesan kurus dan pecah. Caranya yaitu output gitar masuk ke input preamp lalu output preamp ke input sound card. Mixer juga memiliki fungsi sebagai preamp selain itu DI Box juga dapat dipakai sebagai pengganti preamp.

Speaker dan Headphone

Speaker dipakai buat mendengar proses dan hasil rekaman. Monitor speaker yang baik harusnya speaker yang memang didesain khusus buat keperluan recording dan memiliki karakter yang relatif flat (contoh: Genelec, M-Audio, ESI, dll). Perbedaannya dengan speaker biasa yaitu respon frekuensinya yang merata dari 50 Hz – 20 KHz. Speaker biasa umumnya melebih-lebihkan frekuensi-frekunsi tertentu sehingga suara yang dihasilkan terkesan lebih bagus dari suara aslinya, sehingga apabila suara yang dihasilkan udah terdengar baik pada speaker tersebut belum tentu baik bila didengarkan pada speaker yang lain.

Headphone dipakai pada saat merekam vokal maupun instrumen musik yang menggunakan teknik miking agar suara dari speaker utama ga ikut terekam apabila tempat merekam dan alat perekam (komputer) berada pada satu ruangan. Selain itu, headphone juga sangat membantu dalam melakukan proses mixing terutama buat mendengar hiss, nafas sang vokalis buat di-edit lebih lanjut.

Kabel Jack

Sepertinya gak perlu dijelaskan fungsi dari kabel ini, yang jelas usahakan mendapatkan kabel kualitas terbaik karena kualitas sinyal ditentukan oleh kualitas kabel ini.

Getting Started with Onboard Sound card

OK! Saya anggap kamu udah punya atau pinjam semua peralatan yang dibutuhkan mulai dari komputer hingga perkabelan lalu software yang terpilihpun udah terinstall di komputer. Disini akan dibahas sedikit bagaimana cara setting semua peralatannya hingga kamu dapat langsung rekaman di rumah... di rumah!

Gambar di atas merupakan skema perekaman berbasis komputer yang paling sederhana. Sebagai contoh, kamu gunakan sound card onboard yang biasanya terdapat tiga colokan yaitu mic input (mono), Line input (stereo) dan Speaker output (stereo) semua berukuran 1/8”. Karena kabel jack instrumen standar ukurannya ¼”, maka kamu harus memiliki koverter ¼” ke 1/8”, harganya murah palingan 3500 perak! Udah punya? Ok kamu lanjut..

Pertama-tama colokkan kabel stereo dari output sound card ke speaker… sepertinya udah. Lalu colokkan kabel mic ke input preamp atau dapat langsung ke mic input sound card kalo kamu belum memiliki preamp. Coba di test dengan berbicara bebas di mic. Kalo belum ada suara yang terdengar dari speaker, setting dulu di control panel windows-nya yaitu pada start menu windows klik control panel, pilih “Sounds and Audio Devices” pada “sound playback” dan “voice playback”setting default-nya ke output sound card, pada “sound recording” dan “voice recording” setting default-nya ke input sound card. Harusnya ada suara, kalo belum periksa perkabelan dan pastinyakan ga ada input maupun output sound card yang di-mute!

Gitar atau Bass di colokkan ke input preamp / mixer lalu dari outputnya colok ke mic input sound card. Kalo ga memiliki preamp / mixer, dapat juga menggunakan efek gitar dekstop seperti behringer v-amp, line 6 POD dll atau DI box yang dihubungkan ke line input sound card. Kalo belom punya juga maka ga ada cara lain selain menodong speaker ampli gitar / bass dengan menggunakan mic. Caranya sederhana, kamu tinggal dekatkan ujung mic ke permukaan speaker ampli gitar / bass (ga sampai menyentuh) dan cari suara terbaiknya dengan cara mengatur posisi penempatan mic, dapat tepat ditengah-tengah, miring beberapa derajat, dijauh-dekatkan dari permukaan speaker ampli tersebut, terserah pokoknya cari posisi terbaik, lalu atur volume mic input, atur juga volume ampli gitar dan usahakan mic tersebut ga bergerak. Stereo output keyboard dapat langsung dicolokkan ke line input sound card, kalo keyboard sih jangan di todong pake mic!

Yah semua udah beres, sekarang tinggal coba rekaman pake software multitrack yang terpilih. Sebelumnya sesuaikan dulu input maupun output sound cardnya pada preference atau option software tersebut. Sediakan juga space harddisk sebanyak mungkin karena pekerjaan ini akan memakai banyak memori. Saya harap semua udah bekerja dengan baik. Fyuh.. selesai, selamat belajar rekaman…

Truss…. bagaimana dengan drum!? Hah drum! Hmmm… oh iya drum! Ruangan ga memungkinkan buat merekam drum atau malah ga dapat maen drum, yeah sebenernya ini yang paling menyenangkan. Software-software seperti FruityLoops, BFD maupun Reason dapat membantu kamu dalam pembuatan drum virtual. Kalo gak punya kedua software mahal tersebut dan gak mau pake bajakan, cari di internet banyak software-software yang dapat membuat drum virtual, dapat di download dan lagi-lagi free! Yup.. drum virtual, sangat mudah dan dalam sekejap kamu akan menjadi drummer paling jago di dunia! Caranya tinggal buat pattern drum pada software tersebut dan export dalam bentuk WAV lalu import ke track pada software multitrack kamu, so… kamu udah punya track drum, tinggal isi track bass, gitar dan instrumen lainnya hingga ke track vokal. Beres!

habis membaca tulisan ini dan jadi tertarik merekam di rumah muncul sebuah pertanyaan!? Kira-kira berapa budget yang harus disediain ya? OK mari kamu bahas. Komputer berharga Rp 2juta – Rp 10juta, sound card Rp 0 (onboard) – Rp 8juta, software Rp 0 – Rp 6juta, microphone Rp 10ribu – 4juta, speaker / headphone Rp 50ribu – 10juta, Preamp / mixer Rp 500ribu – 5juta dan Kabel Rp 20ribu – Rp 500ribu. Hmmm… harga-harga maksimal diatas hanya saya tulis hingga peralatan kelas menengah lho! Ga kebayang harga kelas atasnya berapa!? Karena tujuannya saat ini baru coba-coba jadi kamu hitung semua harga minimalnya. Rp 2juta + Rp 0 + Rp 0 + Rp 10ribu + Rp 50ribu + Rp 500ribu + 20ribu = 2,58juta. Kalo udah punya komputer, belum niat pake preamp dan speaker juga udah ada, paling butuh duit buat beli kabel doang, alat-alat band dapat minjem! Harga-harga diatas ga menentukan kualitas dari rekaman kamu yang penting niat dan kesabaran!
. Recheck pengaturan Sound and Audio Device.
Caranya:

* Klik ganda ikon Sound and Audio Device (gambar speaker) yang ada pada taskbar di sudut kanan bawah tampilan windows atau Klik Start – Accessories – Entertainment – Volume Controll sehingga tampil jendela volume control seperti di bawah. volume controll

* Pastikan pengaturan pada microphone volume pada posisi penuh dan panel Mute tidak terseleksi/terpilih
* Klik menu Option (kiri atas), kemudian klik Properties sehingga tampil seperti gambar di bawah dan pastikan Microphone terseleksi/terpilih kemudian klik OK.

volume controll properties

* Siapkan microphone/headset berkwalitas bagus (dapat dibeli toko computer/elektronika). Sambungkan jack mic/headset ke lobang (CPU bagian belakang) yang berwarna merah.

2. Aktifkan Software Aplikasi Perekam (Mulai Merekam)
Ada banyak software aplikasi perekam suara. Windows juga memberi fasilitas untuk ini dengan programnya SOUND RECORDER. Merekam suara dengan hanya mengandalkan SOUND RECOREDER-nya windows terlalu banyak kelemahan. Diantara kelemahan tersebut adalah bahwa Sound Recorder pada windows hanya untuk durasi pendek (60 detik), fasilitas editingnya pun sangat terbnatas, dan file audio hasil rekaman berformat WAV. Oleh karena itu jarang-jarang orang yang menggunakan fasilitas Windows ini. Mereka lebih suka menggunakan Cool Edit Pro yang memang sepengetahuan saya merupakan Sound Recorder dan Sound Editor dengan fasilitas yang sangat lengkap dan mudah dioperasikan. Meski demikian, tidak ada salahnya jika pada kesempatan ini diulas keduannya.
Merekam suara menggunakan Windows Sound Recorder, caranya:

* Klik Start – Accessories – Entertainment – Sound Recorder

* windows sound recorderKlik tombol Record (gambar bulatan kecil di kanan bawah) untuk mulai dan klik tombol stop untuk mengakhiri. Untuk memperoleh preview hasil rekaman, klik tombol play.

* Untuk Menyimpan hasil rekaman, klik File – Save as – Ketik nama file pada kotak File Name.
* Selesai

Merekam suara menggunakan Cool Edit Pro.

* Pastikan computer telah terinstall Cool Edit Pro.
* Pastikan microphone sudah terhubung pada computer dengan benar.
* Jalankan/aktifkan program CoolEditPro tersebut. Di bawah adalah gambar tampilan Cool Edit Pro 2.0

* cool edit proKlik tombol Record (bulatan merah di kiri bawah) untuk memulai perekaman – akan tampil jendela pengaturan seperti di bawah.
* cep2Atur Rate, Channels, dan Resolution-nya atau biarkan pengaturan sesuai defaultnya. Klik OK dan perekaman dimulai.
* Klik tombol Record untuk menghentikan/mengakhiri perekaman.
* Klik tombol Play untuk mendengarkan preview hasil perekaman.
* Jika perlu, tambahkan effect dengan cara klik menu/tombol Effect (kiri atas), pilih effect yang dikehendaki (misal Reverb) seperti gambar di bawah.cep3

* Pilih effect yang tersedia dan klik Preview untuk mendengarkan preview-nya. Jika effect sudah sesuai seperti yang dikehendaki, klik OK.
* Untuk menyimpan hasil rekaman, klik File – Save As (Pastikan pada kotak pilihan Save as type, terpilih mp3) ketik nama file pada kotak File Name – Save (Secara default file akan tersimpan pada directory My Document, jika dikehendaki bisa diarahkan ke directory yang lain).
* Selesai.

Catatan:

* Untuk memperoleh hasil rekaman suara yang ideal sangat dipengaruhi oleh software dan kwalitas hardware computer (mainboard dan soundcard) serta kwalitas Microphone yang digunakan.
* Merekam suara juga dapat dilakukan dengan menggunakan Video Editing Software yang dilengkapi dengan fasilitas rendering sebagai file audio berformat WAV, seperti Ulead Video Editor.
* Audio berformat WAV, ukuran filenya sangat besar. File audio berformat WAV dapat dikonversi ke MP3 dengan menggunakan Audio Converter, misal: Audio Grabber.

29/06/2013
Mario Teguh

Mario Teguh

Sahabat saya yang baik hatinya,

Semua orang muda yang direncanakan Tuhan untuk menjadi seorang yang berjaya dalam kehidupannya, selalu diganggu dengan kegalauan tanpa sebab, keberanian yang ceroboh, dan lebih tertarik kepada yang yang tidak penting daripada kepada hal-hal yang akan menghebatkannya.

Sehingga hampir aman untuk disimpulkan, bahwa orang muda yang tanpa masalah justru harus merasa paling khawatir mengenai masa depannya.

Bagi orang muda, masalah adalah tangga naik menuju kejayaan hidup.

Maka janganlah terlalu merisaukan masalah Anda. Berfokuslah pada kebaikan yang bisa Anda lakukan, dalam sekacau-kacaunya perasaan.

Anda andalah putra dan putri kehidupan ini, sehingga dengannya adalah hak Anda untuk menjadi sejaya-jayanya pribadi dalam kehidupan ini.

Tegaplah dalam sikap dan indahlah dalam membawa diri, karena Anda bukan jiwa biasa.

Mario Teguh - Loving you all as always

Address

Purwodadi
58171

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Airin Digimedia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Airin Digimedia:

Videos

Nearby media companies


Other Purwodadi media companies

Show All

Comments

Bagus sempurna slmt beractifitas
Nama panggungku taufik kelana setatus duren mau menikah sama airin atau temannya tapi yg cucok buat aku