31/12/2025
Hari ini aku merayakan sesuatu yang benar-benar berharga – sudah satu tahun aku menjalani perjalanan pengobatan ini. Aku mau bilang terima kasih pada diriku sendiri, karena telah mampu berdiri kuat walau jalan yang ditempuh tidak selalu mudah.
Aku masih ingat betul hari pertama aku mulai semua ini. Saat itu, hatiku penuh dengan ketakutan dan kebingungan. Aku tidak tahu bagaimana kelakuan aku akan berjalan, apakah tubuhku akan mampu menyesuaikan diri, dan apakah orang-orang di sekitar aku akan mampu memahami apa yang aku alami. Di awal-awal perjalanan ini, aku masih berharap banyak pada dukungan dari keluarga dan teman – berharap mereka akan selalu ada di sisiku saat aku butuhkan, berharap mereka akan menghubungi aku untuk bertanya kabar, atau sekadar datang menemani aku saat menjalani sesi perawatan.
Namun seiring berjalannya waktu, aku mulai menyadari bahwa tidak semua orang mampu memahami perjuanganku. Ada saat-saat aku mengirim pesan cerita tentang hari ku yang berat, tapi hanya mendapatkan balasan singkat atau bahkan tidak ada balasan sama sekali. Ada saat-saat aku mengharapkan seseorang bisa menemani aku ke rumah sakit, tapi mereka selalu punya alasan untuk tidak bisa datang. Ada juga saat-saat aku melihat orang-orang terdekatku sibuk dengan kehidupannya sendiri, sementara aku berjuang sendirian untuk bangun dari tempat tidur setiap pagi. Kadang aku merasa tersisih, merasa tidak penting, bahkan merasa bahwa aku adalah beban bagi orang lain.
Salah satu momen yang paling aku ingat adalah pada bulan ketiga perjalanan ini. Saat itu, tubuhku merasa sangat lemah – kepalaku terasa berat seperti dibebani batu, badan seluruhnya terasa nyeri, dan bahkan sulit untuk duduk sendiri di tempat tidur. Hingga akhirnya, pada suatu malam yang sunyi, rasa tidak nyaman itu menjadi tidak tertahankan lagi. Tanganku menggenggam selimut dengan erat, mata menatap langit-langit kamar yang gelap, dan aku tahu bahwa harus segera ke rumah sakit.
Aku mencoba menghubungi beberapa orang terdekat melalui telepon. Suara mesin menyala berulang kali di ujung talian, atau ada yang menjawab tapi bilang mereka tidak bisa datang karena sudah malam atau ada urusan penting. Akhirnya, dengan hati