I love ISLAM

I love ISLAM Media tempat mencari Informasi Seputar SMA NEG. 2 Raha dan Berita berita Lainnya ...

14/12/2013

>> SEORANG IBU

14/12/2013

>> BOLEHKAH DALAM ISLAM MENURUTI PERINTAH ORANG YANG KESURUPAN

QAZA' ADALAH HARAM"Sesungguhnya Rasulullah SAW menegah daripada melakukan QAZA' (mencukur sebagian daripada rambut kepal...
17/11/2013

QAZA' ADALAH HARAM

"Sesungguhnya Rasulullah SAW menegah daripada melakukan QAZA' (mencukur sebagian daripada rambut kepala)"
HR. Bukhari dan Muslim

26/10/2013

'Penebusan dosa' dalam ajaran Islam..

Ketika anda melakukan kesalahan yang menyakiti hati orang-tua, maka dikatakan anda telah melakukan dosa. Kepada siapa dosa tersebut anda lakukan..?? tentu saja kepada orang-tua anda. Maka ketika kedua orang-tua memaafkan kesalahan anda tersebut, dosa anda otomatis sudah dihapus dan sudah tidak diperhitungkan lagi sebagai dosa. Orang-tua anda juga tidak lagi akan menjatuhkan hukuman terhadap kesalahan yang sudah mereka ampuni. Bapak dan ibu anda tidak perlu 'mengorbankan diri' supaya dosa anda tersebut bisa dihilangkan.

Disaat anda melakukan kesalahan, katakanlah memukul anak tetangga sehingga membuat matanya lebam dan giginya patah, lalu orang-tuanya balas menyerang bapak dan ibu anda sehingga kedua orang-tua anda harus menanggung kerugian, tersakiti akibat perbuatan anda. Kepada siapa dosa telah anda lakukan..?. Disini ada 2 pihak yang terkena : (1) tetangga anda (2) orang-tua anda. Dosa tersebut tidak bisa begitu saja dihapus dengan permohonan ampun anda kepada bapak/ibu lalu mereka memberikan pengampunan, tapi juga harus ada pemaafan dari pihak tetangga. Bisa jadi tetangga anda lalu memaafkan, bisa p**a mereka menuntut bahwa kesalahan anda tersebut baru bisa diselesaikan kalau anda juga harus menerima akibat yang sama seperti yang dialami anak mereka, mata lebam dan giginya patah, maka ketika mereka balas memukul dan mematahkan gigi anda, artinya dosa anda terhadap mereka sudah dihapus, otomatis dosa anda terhadap kedua orang-tua juga sudah diselesaikan.

Ini adalah cara yang masuk akal dalam penghapusan kesalahan yang dilakukan manusia.

Demikian p**a dengan dosa anda kepada Allah. Ketika anda bersalah, katakanlah telah mengingkari Allah, tidak mematuhi perintah dan melanggar larangan. Kepada siapa dosa tersebut telah anda lakukan..? Tentu saja kepada Allah.. Maka ketika Allah yang Maha Pengampun berkehendak untuk mengampuni dosa anda kepada-Nya, otomatis dosa tersebut sudah dihapus dan tidak dihitung lagi sebagai dosa, dan Allah tidak akan menjatuhkan hukuman terhadap dosa yang sudah diampuni-Nya. Buat apa Tuhan harus mengorbankan diri, menjelma menjadi manusia lalu mati ditiang salib agar dosa anda bisa dihapus..? Dia tinggal mengampuni dosa anda tersebut karena Allah memang berkuasa untuk mengampuni dosa.

Ketika dosa anda tersebut mengakibatkan kerugian terhadap manusia lain maka anda telah melakukan dosa terhadap 2 pihak : (1) kepada si korban (2) kepada Allah. Tidak bisa dosa tersebut dihapus kalau anda hanya memohon ampunan kepada Allah, tapi anda juga harus meminta maaf kepada korban atau keluarganya. Boleh jadi keluarga si korban memaafkan dosa anda, atau mereka menuntut agar anda juga harus menerima akibat yang sama agar mereka mengampuni anda. Maka Allah yang Maha Adil akan menghapus dosa anda berdasarkan pemaafan atau penerimaan hukuman yang telah anda alami.

Manusia adalah makhluk yang saling berinteraksi satu sama lain, artinya selain melakukan kebaikan, mereka juga saling berbuat dosa. Anda menyakiti si A, si A menyakiti si B, si B menyakiti anda. Untuk dosa yang tidak sempat dimaafkan dan dibawa mati, telah ada mekanisme qishash di akhirat, setiap dosa dan pahala akan ditimbang, dosa ditimbang dengan dosa, pahala menghapus dosa, dosa menghilangkan pahala. Semua perbuatan anda sekecil apapun tidak ada yang luput dari penghitungan Allah. Untuk itulah Islam mengajarkan bahwa manusia yang telah bertaubat agar selalu mengisi waktunya untuk beramal saleh sebagai bekal nanti dalam masa pengadilan akhirat.

Bagi anda yang keluar dari 'sidang pengadilan' dengan surplus pahala ditangan, maka anda silahkan masuk surga, sebaliknya anda yang ternyata banyak melakukan kedzaliman dan menyakiti orang lain sehingga amal kebaikan anda tidak sanggup menutupi dosa tersebut, anda dipersilahkan masuk neraka untuk 'mencuci dosa' sehingga ketika anda kelak masuk ke surga, dosa tersebut sudah diselesaikan di neraka, dengan syarat : anda mati dalam keadaan beriman kepada Allah.

Apakah mekanisme penebusan dosa menurut Islam ini tidak masuk akal anda..? Konsep tersebut menghasilkan pengaruh positif dalam kehidupan di dunia :

1. Setiap Muslim menjadi berhati-hati dalam berbuat, selalu memperbanyak ibadah penyembahan kepada Allah, memperbanyak perbuatan baik dan menjaga diri dari dosa sekecil apapun karena akan berpengaruh terhadap keselamatan.

2. Setiap waktu meminta ampun kepada Allah (dalam Al-Qur'an ada panduan cara-cara meminta ampun dan kata-kata yang harus diucapkan) karena kodrat manusia, selalu tergelincir dalam kesalahan. Sekarang bertaubat dan beriman (sesuai istilah anda artinya percaya dan diikuti perbuatan baik) besok lupa lagi dan tergelincir lagi, dan kita tidak tahu kapan kita mati, sehingga mendorong Muslim setiap waktu meminta ampun kepada Allah.

3. Berhati-hati dalam berbuat terutama terhadap orang-orang yang ada disekeliling, orang-tua, istri/suami, anak, saudara, tetangga dan lingkungan karena kezaliman kita terhadap mereka akan sangat berpengaruh terhadap keselamatan kita.

4. Mempunyai sikap yang tegas terhadap kecenderungan penyakit masyarakat yang mengarah kepada kehancuran, prostitusi, homoseksual. dll dan bersikap tegas terhadap orang-orang yang MEMULAI menyerang ajaran Islam.

5. Berhati-hati dalam mengelola lingkungan karena berbuat kerusakan terhadap lingkungan merupakan dosa yang besar akibat menyengsarakan banyak orang, berhati-hati menjadi pemimpin, karena pemimpin yang zalim juga akan menyengsarakan banyak orang (anda bisa bayangkan ratusan juta orang yang disengsarakan nantinya akan balik menuntut, amal saleh yang anda kumpulkan di dunia bakal tidak ada artinya)

Semuanya karena penebusan dosa dalam ajaran Islam dilihat dari ‘proses’ bukan dari ‘hasil’. Tidak bisa dosa anda dicuci hanya karena anda mulai beriman atau percaya, lalu digembar-gemborkan ‘terlahir baru’. Ketika anda menclaim diri anda sudah beriman atau terlahir baru maka bukan otomatis anda terlepas dari ‘kuasa/potensi dosa’, karena potensi tersebut masih melekat selama anda masih menjalani kehidupan dan besok lusa ketika keimanan anda ‘turun’, anda bisa kembali berbuat dosa. Proses penebusan dosa dalam ajaran Islam terjadi setiap waktu, setiap hari, setiap detik kehidupan anda tergantung dari kesadaran anda yang dekat dengan Tuhan.

Muslim Menjawab Tantangan

admin M.A

06/10/2013

Satu ke Seratus

Dari Kitab Riyadhus Sholihiin tentang Rahmat Allah:

Dari Abu Hurairah r.a., katanya:

"Saya mendengar Rasulullah - shollollohu 'alaihi wasallam - bersabda:

"Allah menjadikan kerahmatan itu sebanyak seratus (100) bagian, olehNya ditahanlah yang sembilan puluh sembilan (99) dan diturunkanlah ke bumi yang satu (1) bagian saja.

Maka dari kerahmatan yang satu (1) bagian itu sekalian makhluk dapat saling sayang-menyayangi, sehingga seekor binatangpun pasti mengangkat kakinya dari anaknya karena takut kalau akan mengenai - menginjak - anaknya itu."

Dalam riwayat lain disebutkan:

"Sesungguhnya Allah Ta'aala memiliki sebanyak seratus (100) kerahmatan dan olehNya diturunkanlah satu (1) bagian dari seratus (100) kerahmatan itu untuk diberikan kepada golongan jin, manusia, binatang dan segala yang merayap.

Maka dengan satu (1) kerahmatan itu mereka dapat saling kasih mengasihi, dengannya p**a dapat sayang menyayangi, bahkan dengannya p**a binatang buas itu menaruh iba hati kepada anaknya.

Allah mengakhirkan yang sembilan puluh sembilan (99) kerahmatan itu yang dengannya Allah akan merahmati hamba-hambaNya pada hari kiamat."

(Hadits Muttafaq 'alaih)

Juga diriwayatkan Hadis seperti itu dari riwayat Salman al-Farisi r.a., katanya: "Rasulullah - shollollohu 'alaihi wasallam - bersabda:

"Sesungguhnya Allah itu memiliki seratus (100) kerahmatan, maka di antara seratus itu ada satu (1) bagian kerahmatan yang dengannya sekalian makhluk dapat saling kasih-mengasihi antara sesamanya, sedang yang sembilan puluh sembilan (99) untuk hari kiamat nanti."

Dalam riwayat lain disebutkan:

"Sesungguhnya Allah itu di waktu menciptakan semua langit dan bumi, diciptakan p**a olehNya seratus (100) kerahmatan, setiap -satu (1) - kerahmatan itu dapat merupakan tutup yang memenuhi alam diantara langit dan bumi.

Kemudian dari seratus (100) tadi yang satu (1) kerahmatan dijadikan untuk diletakkan di bumi, maka dengan satu (1) kerahmatan inilah seorang ibu dapat mengasihi anaknya, binatang buas dan burung, sebagian kepada setengah yang lainnya.

Selanjutnya apabila telah tiba hari kiamat, Allah akan menyempurnakan dengan kerahmatan ini - yakni dilengkapkan menjadi seratus (100) penuh."

15/09/2013

assalamualaikum
kali ini admin akan membahas tentang ..

Kecepatan Terbang Malaikat
Jibril

Ahli Fisika dari Mesir bernama DR. Mansour
Hassab El Naby berhasil membuktikan
berdasarkan petunjuk Al Qur"an (QS As
Sajdah:5) kecepatan cahaya dapat dihitung
dengan tepat sama dengan hasil pengukuran
secara ilmu fisika modern (A New Astronomical
Quranic Method for The Determination of The
Greatest Speed C .

Ilustrasi I

Berdasarkan QS As Sajdah ayat 5 :
"Dia mengatur urusan dari langit ke bumi,
kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam
satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun
menurut perhitunganmu
"

Secara jelas ayat tersebut memakai
perbandingan bahwa satu hari sama dengan
1.000 tahun, dihitung dengan cermat ternyata
sama dengan kecepatan cahaya. Pertanyaannya
kemudian, petunjuk ayat ini apakah sebagai
penjelas atas petunjuk ayat dalam Al Qur"an
yang lain?

Apakah kecepatan cahaya merupakan yang
paling cepat di jagad raya ini seperti dugaan
manusia sekarang berdasarkan ilmu fisika
modern? Dari beberapa ayat di dalam Al Qur"an
disebutan bahwa malaikat mempunyai
kecepatan terbang yang sangat cepat.

Seperti dalam QS An Naazi=C2=B4aat ayat 3-4

1. Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk
membawa kebaikan

2. Dan (malaikat-malaikat) yang terbang
dengan kencangnya [1537]

3. Dan (malaikat-malaikat) yang turun dari
langit dengan cepat4. Dan (malaikat-malaikat)
yang mendahului dengan kencang

Juga pada QS Al Mursalat ayat 1-2 dijelaskan
bahwa malaikat terbang dengan kencang atau
cepat:
"Bagaimana malaikat terbang? Malaikat dapat
terbang karena memiliki sayap, ada yang
mempunyai 2, 3 atau 4 sayap.
"

Disebutkan pada QS Faathir ayat 1 :
"Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi,
Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-
utusan (untuk mengurus berbagai macam
urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing
(ada yang) dua, tiga dan empat. Allah
menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang
dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha
Kuasa atas segala sesuatu.
"

Dari penjelasan tersebut dapat lebih jelas
bahwa yang mampu terbang dengan kecepatan
tinggi adalah malaikat. Seberapa cepat
terbangnya?

Petunjuk dalam ayat tersebut sangat jelas
bahwa perbandingan kecepatan terbang
malaikat adalah dalam sehari kadarnya 50.000
tahun. Berdasarkan metode penghitungan yang
dilakukan DR. Mansour Hassab El Naby seperti
dalam tulisannya bahwa untuk satu hari yang
berkadar 1.000 tahun sama dengan kecepatan
cahaya (299.792,4989 km/detik). Berdasar
rumus-rumus dan cara yang sama untuk
perbandingan sehari sama dengan 50.000
tahun dapat diperoleh hasil perhitungan sama
dengan 50 kali kecepatan cahaya
(14.989.624,9442 km/detik). Kesimp**annya
adalah berdasarkan informasi dari Al Qur"an
dapat dihitung kecepatan terbang malaikat dan
Jibril yaitu 50 kali kecepatan cahaya! Masya
Allah!

Ilustrasi 2

Sampai saat ini pengetahuan manusia belum
menemukan sesuatu pun yang mempunyai
kecepatan melebihi kecepatan cahaya.
Berdasarkan petunjuk Al Qur"an sangat jelas
disebutkan bahwa malaikat dan Jibril
mempunyai kemampuan terbang 50 kali
kecepatan cahaya. Hal tersebut bisa dimaklumi
karena penciptaan malaikat berasal dari unsur
cahaya (nuur). Suatu saat diharapkan ilmuwan
muslim dapat meneliti petunjuk tersebut dan
menjadi penemu yang selangkah lebih maju
karena berdasarkan Al Qur"an, kitab suci yang
merupakan satu-satunya kitab yang eksak,
berisi kepastian karena merupakan Firman Allah
SWT.
Wallahu'alam

10/09/2013

*Hadits Harian*

”shalatkan jenazahnya, mohon ampunan untuknya, penuhi janjinya stlh tiada, sambungkn tali silaturrahmi & meluliakan temannya” (H.Abu Dawud)

10/09/2013

”shalatkan jenazahnya, mohon ampunan untuknya, penuhi janjinya stlh tiada, sambungkn tali silaturrahmi & meluliakan temannya” (H.Abu Dawud)

08/09/2013

Bagi yang Sedang Terkena Musibah, Bacalah Ini!

Dari Mush'ab bin Sa'id -seorang tabi'in- dari ayahnya, ia berkata,
“Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling berat ujiannya?” Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, “Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka semakin berat p**a ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa.” (HR. Tirmidzi no. 2398, Ibnu Majah no. 4024, Ad Darimi no. 2783, Ahmad (1/185). Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 3402 mengatakan shahih.)

Ketahuilah bahwa Allah tidak menjadikan langit itu selalu biru, bunga selalu mekar, dan mentari selalu bersinar.
Tetapi ingatlah bahwa Dia selalu memberi pelangi di setiap badai, senyum di setiap air mata, jawaban di setiap doa, berkah di setiap musibah, dan jalan keluar dari setiap masalah.

Ummu Salamah salah satu istri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam- berkata bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
“Siapa saja dari hamba yang tertimpa suatu musibah lalu ia mengucapkan: “Inna lillahi wa inna ilaihi rooji'un. Allahumma'jurnii fii mushibatii wa akhlif lii khoiron minhaa [Segala sesuatu adalah milik Allah dan akan kembali pada-Nya. Ya Allah, berilah ganjaran terhadap musibah yang menimpaku dan berilah ganti dengan yang lebih baik]”, maka Allah akan memberinya ganjaran dalam musibahnya dan menggantinya dengan yang lebih baik.” Ketika, Abu Salamah (suamiku) wafat, aku pun menyebut do'a sebagaimana yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam perintahkan padaku. Allah pun memberiku suami yang lebih baik dari suamiku yang dulu yaitu Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam." (HR. Muslim no. 918)
===[SUBHANAALLAH]===

08/09/2013

Ilmu apa saja yang dibutuhkan?

Banyak jenis ilmu yang dibutuhkan orangtua dalam mendidik anaknya. Mulai dari ilmu agama dengan berbagai variasinya, hingga ilmu cara berkomunikasi dengan anak.

Jenis ilmu agama pertama dan utama yang harus dipelajari orangtua adalah akidah. Sehingga ia bisa menanamkan akidah yang lurus dan keimanan yang kuat dalam jiwa anaknya. Nabi shallallahu’alaihiwasallam mencontohkan bagaimana membangun pondasi tersebut dalam jiwa anak, dalam salah satu sabdanya untuk Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma,

إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلْ اللَّهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّه

“Jika engkau memohon, mohonlah kepada Allah. Dan jika engkau meminta pertolongan, mintalah kepada Allah”.
HR. Tirmidzi dan beliau berkomentar, “Hasan sahih”.

Selanjutnya ilmu tentang cara ibadah, terutama shalat dan cara bersuci. Demi merealisasikan wasiat Nabi shallallahu’alaihiwasallam untuk para orangtua,

مُرُوا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ، وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ

عَشْر

“Perintahkanlah anak-anak kalian untuk shalat saat berumur tujuh tahun, dan pukullah jika enggan saat mereka berumur sepuluh tahun”. HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh Syaikh al-Albany.

Bagaimana mungkin orangtua akan memerintahkan shalat pada anaknya, jikalau ia tidak mengerti tatacara shalat yang benar. Mampukah orang yang tidak mempunyai sesuatu, untuk memberikan sesuatu kepada orang lain?

Berikutnya ilmu tentang akhlak, mulai adab terhadap orangtua, tetangga, teman, tidak lupa adab keseharian si anak. Bagaimana cara makan, minum, tidur, masuk rumah, kamar mandi, bertamu dan lain-lain.

Dalam hal ini Nabi shallallahu’alaihiwasallam mempraktekkannya sendiri, antara lain ketika beliau bersabda menasehati seorang anak kecil,

“يَا غُلَامُ سَمِّ اللَّهَ وَكُلْ بِيَمِينِكَ”.

“Nak, ucapkanlah bismillah (sebelum engkau makan) dan gunakanlah tangan kananmu”.
HR. Bukhari dan Muslim dari Umar bin Abi Salamah.

Yang tidak kalah pentingnya adalah: ilmu seni berinteraksi dan berkomunikasi dengan anak. Bagaimana kita menghadapi anak yang hiperaktif atau sebaliknya pendiam. Bagaimana membangun rasa percaya diri dalam diri anak. Bagaimana memotivasi mereka untuk gemar belajar. Bagaimana menumbuhkan bakat yang ada dalam diri anak kita. Dan berbagai konsep-konsep dasar pendidikan anak lainnya.

Ayo belajar

Semoga pemaparan singkat di atas bisa menggambarkan pada kita urgensi ilmu dalam mendidik anak. Sehingga diharapkan bisa mendorong kita untuk terus mengembangkan diri, meningkatkan pengetahuan kita, menghadiri majlis taklim, membaca buku-buku panduan pendidikan. Agar kita betul-betul menjadi orangtua yang sebenarnya, bukan sekedar orang yang lebih tua dari anaknya...



gabung juga di .or.id

06/09/2013

Dihari Jum'at, Para Malaikat Duduk di Depan Pintu Masjid

Dari Abu Said Al-Khudri radhiallahu ‘anhu; Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Apabila hari Jumat datang, para malaikat duduk di depan pintu masjid-masjid. Mereka mencatat setiap orang yang datang sesuai dengan waktu kedatangan mereka. Ada orang yang seperti berkurban unta, ada yang seperti berkurban sapi, ada yang seperti berkurban kambing, ada yang seperti berkurban ayam, ada yang seperti berkurban burung, dan ada yang seperti berkurban telur. Ketika muazin melakukan azan dan imam sudah duduk di mimbar maka buku catatan ditutup dan mereka masuk masjid, mendengarkan khotbah.” (H.r. Ahmad; sanadnya hasan oleh Syu’aib Al-Arnauth)

05/09/2013

"David Villa kena adzab Allah setelah Menghina Agama ISLAM

Nasib kurang baik sedang menimpa David Villa yang mengalami masalah pada batu ginjalnya. Alhasil penyerang
Barcelona itu langsung dilarikan
ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

Seperti dilansir situs resmi klub Catalan itu, Villa didapati mengalami infeksi pada ginjalnya dan langsung akan menjalani terapi penyembuhan batu ginjal dalam beberapa jam ke depan.

Tidak diketahui apa penyebab awal hingga Villa mendapat
masalah di ginjalnya. Penyakit batu ginjal ini kian menambah
masalah Villa musim ini setelah ia jarang dimainkan sebagai starter pasca cedera patah kaki musim
lalu. Pemain 31 tahun itu baru bermain 23 kali di seluruh kompetisi dan membuat 11 gol.

Mungkin itu balasan bagi orang yang telah menghina Islam seperti yang pernah kita ketahui perselisihan yang terjadi antara mezut ozil dan david villa pada laga el clasico beberapa waktu
yang lampau..

Kaká: “Saya adalah seorang Kristiani, namun saya sangat
senang ketika mendengar kedua
sahabat (Benzema dan Özil) saya
membacakan Al-Qur’an karena
menurut saya Al- Qur’an adalah
Mukjizat yg hebat.”

C. Ronaldo: “Hati Saya terasa damai ketika mendengar 2 teman
Saya (Özil & Benzema) membaca Al-Qur’an sebelum bertanding.”

David Villa: “Fu** Muslim...!!!” (saat memaki Özil) Ini lah pengakuan Özil setelah insiden tersebut:
“Saya Berang, karena Villa Menghina Agama Saya.”
“Saya hendak memukul Villa karena telah menghina agama saya, penghinaannya itu membuat saya tidak bisa memaafkannya.
Seumur hidup saya, baru kali ini saya menunjukkan kemarahan, itu
juga karena agama saya dihina,
saya hanya merasa perlu bertindak terhadap ucapan yang
tidak seorangpun mau
menerimanya.”
“Saya selalu melakukan itu
(mengaji) sebelum memasuki lapangan. Saya berdo’a dan rekan-rekan setim saya tahu mereka tak
bisa berbicara pada saya dalam jangka waktu tersebut, tetapi apa salah agama saya terhadap pemain Barcelona?” ujar Özil pada harian Jerman, Der Tagesspiegel.

Address

Raha
KODEPOS

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when I love ISLAM posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to I love ISLAM:

Share