26/10/2013
'Penebusan dosa' dalam ajaran Islam..
Ketika anda melakukan kesalahan yang menyakiti hati orang-tua, maka dikatakan anda telah melakukan dosa. Kepada siapa dosa tersebut anda lakukan..?? tentu saja kepada orang-tua anda. Maka ketika kedua orang-tua memaafkan kesalahan anda tersebut, dosa anda otomatis sudah dihapus dan sudah tidak diperhitungkan lagi sebagai dosa. Orang-tua anda juga tidak lagi akan menjatuhkan hukuman terhadap kesalahan yang sudah mereka ampuni. Bapak dan ibu anda tidak perlu 'mengorbankan diri' supaya dosa anda tersebut bisa dihilangkan.
Disaat anda melakukan kesalahan, katakanlah memukul anak tetangga sehingga membuat matanya lebam dan giginya patah, lalu orang-tuanya balas menyerang bapak dan ibu anda sehingga kedua orang-tua anda harus menanggung kerugian, tersakiti akibat perbuatan anda. Kepada siapa dosa telah anda lakukan..?. Disini ada 2 pihak yang terkena : (1) tetangga anda (2) orang-tua anda. Dosa tersebut tidak bisa begitu saja dihapus dengan permohonan ampun anda kepada bapak/ibu lalu mereka memberikan pengampunan, tapi juga harus ada pemaafan dari pihak tetangga. Bisa jadi tetangga anda lalu memaafkan, bisa p**a mereka menuntut bahwa kesalahan anda tersebut baru bisa diselesaikan kalau anda juga harus menerima akibat yang sama seperti yang dialami anak mereka, mata lebam dan giginya patah, maka ketika mereka balas memukul dan mematahkan gigi anda, artinya dosa anda terhadap mereka sudah dihapus, otomatis dosa anda terhadap kedua orang-tua juga sudah diselesaikan.
Ini adalah cara yang masuk akal dalam penghapusan kesalahan yang dilakukan manusia.
Demikian p**a dengan dosa anda kepada Allah. Ketika anda bersalah, katakanlah telah mengingkari Allah, tidak mematuhi perintah dan melanggar larangan. Kepada siapa dosa tersebut telah anda lakukan..? Tentu saja kepada Allah.. Maka ketika Allah yang Maha Pengampun berkehendak untuk mengampuni dosa anda kepada-Nya, otomatis dosa tersebut sudah dihapus dan tidak dihitung lagi sebagai dosa, dan Allah tidak akan menjatuhkan hukuman terhadap dosa yang sudah diampuni-Nya. Buat apa Tuhan harus mengorbankan diri, menjelma menjadi manusia lalu mati ditiang salib agar dosa anda bisa dihapus..? Dia tinggal mengampuni dosa anda tersebut karena Allah memang berkuasa untuk mengampuni dosa.
Ketika dosa anda tersebut mengakibatkan kerugian terhadap manusia lain maka anda telah melakukan dosa terhadap 2 pihak : (1) kepada si korban (2) kepada Allah. Tidak bisa dosa tersebut dihapus kalau anda hanya memohon ampunan kepada Allah, tapi anda juga harus meminta maaf kepada korban atau keluarganya. Boleh jadi keluarga si korban memaafkan dosa anda, atau mereka menuntut agar anda juga harus menerima akibat yang sama agar mereka mengampuni anda. Maka Allah yang Maha Adil akan menghapus dosa anda berdasarkan pemaafan atau penerimaan hukuman yang telah anda alami.
Manusia adalah makhluk yang saling berinteraksi satu sama lain, artinya selain melakukan kebaikan, mereka juga saling berbuat dosa. Anda menyakiti si A, si A menyakiti si B, si B menyakiti anda. Untuk dosa yang tidak sempat dimaafkan dan dibawa mati, telah ada mekanisme qishash di akhirat, setiap dosa dan pahala akan ditimbang, dosa ditimbang dengan dosa, pahala menghapus dosa, dosa menghilangkan pahala. Semua perbuatan anda sekecil apapun tidak ada yang luput dari penghitungan Allah. Untuk itulah Islam mengajarkan bahwa manusia yang telah bertaubat agar selalu mengisi waktunya untuk beramal saleh sebagai bekal nanti dalam masa pengadilan akhirat.
Bagi anda yang keluar dari 'sidang pengadilan' dengan surplus pahala ditangan, maka anda silahkan masuk surga, sebaliknya anda yang ternyata banyak melakukan kedzaliman dan menyakiti orang lain sehingga amal kebaikan anda tidak sanggup menutupi dosa tersebut, anda dipersilahkan masuk neraka untuk 'mencuci dosa' sehingga ketika anda kelak masuk ke surga, dosa tersebut sudah diselesaikan di neraka, dengan syarat : anda mati dalam keadaan beriman kepada Allah.
Apakah mekanisme penebusan dosa menurut Islam ini tidak masuk akal anda..? Konsep tersebut menghasilkan pengaruh positif dalam kehidupan di dunia :
1. Setiap Muslim menjadi berhati-hati dalam berbuat, selalu memperbanyak ibadah penyembahan kepada Allah, memperbanyak perbuatan baik dan menjaga diri dari dosa sekecil apapun karena akan berpengaruh terhadap keselamatan.
2. Setiap waktu meminta ampun kepada Allah (dalam Al-Qur'an ada panduan cara-cara meminta ampun dan kata-kata yang harus diucapkan) karena kodrat manusia, selalu tergelincir dalam kesalahan. Sekarang bertaubat dan beriman (sesuai istilah anda artinya percaya dan diikuti perbuatan baik) besok lupa lagi dan tergelincir lagi, dan kita tidak tahu kapan kita mati, sehingga mendorong Muslim setiap waktu meminta ampun kepada Allah.
3. Berhati-hati dalam berbuat terutama terhadap orang-orang yang ada disekeliling, orang-tua, istri/suami, anak, saudara, tetangga dan lingkungan karena kezaliman kita terhadap mereka akan sangat berpengaruh terhadap keselamatan kita.
4. Mempunyai sikap yang tegas terhadap kecenderungan penyakit masyarakat yang mengarah kepada kehancuran, prostitusi, homoseksual. dll dan bersikap tegas terhadap orang-orang yang MEMULAI menyerang ajaran Islam.
5. Berhati-hati dalam mengelola lingkungan karena berbuat kerusakan terhadap lingkungan merupakan dosa yang besar akibat menyengsarakan banyak orang, berhati-hati menjadi pemimpin, karena pemimpin yang zalim juga akan menyengsarakan banyak orang (anda bisa bayangkan ratusan juta orang yang disengsarakan nantinya akan balik menuntut, amal saleh yang anda kumpulkan di dunia bakal tidak ada artinya)
Semuanya karena penebusan dosa dalam ajaran Islam dilihat dari ‘proses’ bukan dari ‘hasil’. Tidak bisa dosa anda dicuci hanya karena anda mulai beriman atau percaya, lalu digembar-gemborkan ‘terlahir baru’. Ketika anda menclaim diri anda sudah beriman atau terlahir baru maka bukan otomatis anda terlepas dari ‘kuasa/potensi dosa’, karena potensi tersebut masih melekat selama anda masih menjalani kehidupan dan besok lusa ketika keimanan anda ‘turun’, anda bisa kembali berbuat dosa. Proses penebusan dosa dalam ajaran Islam terjadi setiap waktu, setiap hari, setiap detik kehidupan anda tergantung dari kesadaran anda yang dekat dengan Tuhan.
Muslim Menjawab Tantangan
admin M.A