Inspirasi Muslim oleh Fathul Mubarok

  • Home
  • Inspirasi Muslim oleh Fathul Mubarok

Inspirasi Muslim oleh Fathul Mubarok Ebook Islami & Konten Dakwah Digital
Untuk perbaikan diri & mendekat kepada Allah
👇 Download sekarang https://lynk.id/fathulmoebarok/28wgoy0yl3rj

03/03/2026

Di episode ini kita mengungkap kisah luar biasa Uwais Al-Qarni, seorang pemuda dari Yaman yang namanya disebut langsung oleh Nabi Muhammad ﷺ, meski ia tidak pernah bertemu beliau. Mengapa sosok yang tidak terkenal di bumi justru begitu dikenal di langit?

Episode 2 membahas perjalanan hidup Uwais setelah wafatnya Rasulullah ﷺ, pertemuannya dengan Umar bin Khattab, serta doa mustajab yang membuat para sahabat mencarinya. Kisah ini bukan hanya sejarah Islam, tetapi pelajaran tentang keikhlasan, bakti kepada orang tua, dan kemuliaan yang tersembunyi dari pandangan manusia.

Temukan bagaimana Uwais Al-Qarni memilih hidup sederhana, menjauhi popularitas, dan tetap istiqamah dalam ibadah hingga akhir hayatnya. Sebuah cerita yang menginspirasi tentang ketulusan, pengorbanan, dan cinta sejati kepada Allah dan Rasul-Nya.

Tonton sampai akhir untuk memahami mengapa doa seorang pemuda tak dikenal bisa begitu bernilai di sisi Allah.

Uwais Al Qarni, kisah Uwais Al Qarni, pemuda yang disebut Nabi, kisah tabiin, cerita islami menyentuh hati, sahabat dan tabiin, sejarah Islam inspiratif, Umar bin Khattab dan Uwais, doa mustajab, bakti kepada ibu dalam Islam.

28/02/2026

Uwais Alqarni ep 1

Ia bukan sahabat.
Ia tidak pernah duduk di majelis Rasulullah ﷺ.
Ia tidak ikut perang, tidak hijrah, dan tidak dikenal manusia.

Namun namanya disebut oleh Rasulullah di hadapan para sahabat.

Episode pertama ini mengajak kita mengenal sosok luar biasa dari Yaman, seorang tabi’in yang hidup sederhana namun memiliki hati yang begitu tulus. Di tengah kerinduannya untuk bertemu Nabi, ia memilih tinggal demi merawat ibunya yang sakit.

Siapakah sebenarnya Uwais Al-Qarni?
Mengapa namanya justru disebut di Madinah?

Kisah ini bukan tentang popularitas, tapi tentang ketulusan.
Bukan tentang dikenal manusia, tapi dikenal oleh Allah.

Ikuti serial lengkapnya hingga Episode 8 untuk memahami rahasia kemuliaan yang tersembunyi.

19/02/2026

Di Madinah, ia menjadi rujukan utama dalam persoalan hukum.
Pendekatannya berpijak pada Al-Qur’an, Sunnah, dan keputusan para Khulafaur Rasyidin.

Pemikirannya kelak memengaruhi madrasah fikih yang dibukukan oleh Imam Malik.
Bahkan Imam al-Shafi'i menilai riwayat mursal Sa'id bin al-Musayyib termasuk yang paling kuat.

Ilmunya tidak hanya hidup di zamannya…
tetapi mengalir dalam kitab-kitab fikih hingga hari ini.

, , , , , , , , ,

19/02/2026

Di halaqah ilmu di Madinah, duduk seorang pemuda yang kelak dikenal sebagai khalifah paling adil dalam sejarah Bani Umayyah.

Ia adalah Umar bin Abdul Aziz.

Dan di hadapannya, sang guru besar tabi’in:
Sa'id bin al-Musayyib.

Ilmu yang ditanam dengan keikhlasan tidak hanya melahirkan murid cerdas,
tetapi pemimpin yang takut kepada Allah.

, , , , , , , , ,

18/02/2026

Setelah dipenjara dan dicambuk karena sikapnya,
Sa'id bin al-Musayyib tidak membalas dengan kemarahan.

Ia tetap mengajar di Masjid Nabawi di Madinah.
Tidak menghasut.
Tidak mencela.

Ia memilih sabar dan menjaga lisannya.
Inilah akhlak ulama sejati — kuat dalam prinsip, lembut dalam sikap.

, , , , , , , , ,

18/02/2026

Di masa pemerintahan Al-Walid bin Abd al-Malik, ia diminta membaiat penerus kekuasaan.

Namun Sa'id bin al-Musayyib memilih diam dan menolak.
Bukan karena ambisi.
Bukan karena pemberontakan.
Tetapi karena prinsip dan kehati-hatian dalam urusan agama.

Akibatnya, ia dipenjara dan dicambuk di Madinah.
Tubuhnya bisa dilukai…
Tapi keteguhannya tidak pernah runtuh.

, , , , , , , , ,

17/02/2026

Tabi’in yang Berfatwa di Hadapan Para Sahabat — Part 3

Di kota ilmu, Madinah, namanya mulai dikenal luas.
Orang-orang datang bertanya hukum agama, sementara sebagian sahabat Nabi ﷺ masih hidup.

Ketelitian, keluasan ilmu, dan kehati-hatiannya dalam berfatwa membuatnya dihormati.
Dialah Sa'id bin al-Musayyib — faqih besar generasi tabi’in yang menjadi rujukan Madinah.

Ilmu bukan tentang siapa yang paling tua,
tapi siapa yang paling menjaga amanahnya.

, , , , , , , , ,

17/02/2026

, , , , , , , , ,

Menantu Sang Perawi Terbanyak — Dialah Sa’id bin al-Musayyib

Ia bukan hanya murid biasa.
Ia adalah menantu dari Abu Hurairah — sahabat Nabi ﷺ yang paling banyak meriwayatkan hadis.

Di rumah sederhana itulah, ia tumbuh menjaga Sunnah dengan ketelitian dan kehati-hatian luar biasa.
Ia belajar langsung, menyerap ilmu tanpa perantara, hingga dikenal sebagai perawi paling memahami hadis-hadis Abu Hurairah.

Dialah Sa'id bin al-Musayyib — ulama besar generasi tabi’in yang menjaga warisan ilmu dengan amanah.

17/02/2026

Di Kota Nabi, Lahir Seorang Penjaga Ilmu

Tahun 15 Hijriah, di kota suci Madinah, lahir seorang anak yang tumbuh di tengah para sahabat Nabi ﷺ.
Ia belajar langsung dari generasi terbaik umat ini.
Belum ada yang tahu… kelak ia akan menjadi rujukan hukum Islam di zamannya.

Siapakah dia?

16/02/2026

Hari itu, kota Basrah berbeda dari biasanya.

Kabar wafatnya Hasan Al-Basri menyebar dengan cepat.
Pasar menjadi sepi.
Majelis ilmu berhenti.
Orang-orang berbondong-bondong ingin mengantar kepergian seorang ulama yang selama hidupnya hanya mengingatkan tentang akhirat.

Diriwayatkan, begitu banyak manusia yang menghadiri pemakamannya hingga sebagian masjid kosong dari jamaah Ashar hari itu.

Seorang lelaki yang sepanjang hidupnya menangis karena takut kepada Allah…
Kini ditangisi oleh ribuan manusia.

Beliau telah pergi.
Namun nasihatnya tetap hidup.

“Dunia hanyalah tiga hari: kemarin yang telah pergi, esok yang belum tentu kau miliki, dan hari ini yang sedang kau jalani.”

📌 Tamat sudah kisah Hasan Al-Basri.
Semoga kita tidak hanya mengenal namanya… tapi juga meneladani hidupnya.

, , , , , , , , ,

16/02/2026

Saat sakitnya semakin parah, para murid berkumpul di sekeliling Hasan Al-Basri.

Mereka tahu… waktu itu semakin dekat.

Dengan suara yang lemah, beliau menyampaikan pesan terakhirnya:

“Ringankan dunia dari hatimu… dan beratkan akhirat dalam pikiranmu.”

Kalimat sederhana, namun begitu dalam maknanya.

Tangis pecah di ruangan itu.
Bukan hanya karena kehilangan seorang ulama besar…
Tetapi karena nasihatnya terasa seperti peringatan terakhir bagi diri mereka.

📌 Ini adalah bagian ke-7 dari Serial Kisah Tabi’in – Hasan Al-Basri.
Bagian terakhir akan menceritakan hari pemakaman yang penuh haru…

, , , , , , , , , ,

15/02/2026

SEORANG LELAKI DATANG MENANGIS… Jawaban Hasan Al-Basri Mengubah Hidupnya | Part 6

Seorang lelaki datang dengan wajah pucat dan hati penuh penyesalan.

Ia berkata kepada Hasan Al-Basri,
“Dosaku terlalu banyak… apakah Allah masih mau mengampuniku?”

Ruangan hening.
Semua menunggu jawaban sang ulama.

Hasan Al-Basri menatapnya dengan lembut dan berkata,
“Perbanyak istighfar… karena Allah Maha Pengampun.”

Satu kalimat sederhana.
Namun kalimat itu mengubah hidup lelaki tersebut selamanya.

📌 Ini adalah bagian ke-6 dari Serial Kisah Tabi’in – Hasan Al-Basri.
Bagian berikutnya akan menceritakan pesan terakhirnya sebelum wafat…

, , , , , , , , , ,

Address

Jalan Sukahening Rajapolah

Telephone

+6285694458764

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Inspirasi Muslim oleh Fathul Mubarok posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Inspirasi Muslim oleh Fathul Mubarok:

Shortcuts

  • Want your business to be the top-listed Media Company?

Share