12/05/2026
SOLOK SELATAN, FAKTA1.COM – Di saat hiruk-pikuk pembangunan terus digelorakan, di sebuah sudut sunyi Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, sebuah potret kemiskinan ekstrem dan keterbatasan fisik terpampang nyata. Rusdi Asmi (28), seorang pemuda yang seharusnya berada di puncak produktivitas, kini hanya bisa menatap langit-langit rumahnya dengan pasrah. Lahir sebagai penyandang disabilitas, Rusdi kini terjebak dalam pusaran nasib yang kian menghimpit.
Sebatang Kara di Tengah Keterbatasan
Nasib malang seolah tak mau beranjak dari gubuk Rusdi. Pemuda ini telah lama kehilangan sosok ayah. Satu-satunya pelita yang tersisa dalam hidupnya adalah sang ibu. Namun, pelita itu kini kian meredup. Sang ibu, yang bertahun-tahun memeras keringat sebagai buruh tani serabutan di sawah orang lain, kini telah tumbang. Usia senja dan serangan berbagai penyakit membuatnya tak lagi mampu berdiri tegak, apalagi mencari sesuap nasi untuk anak tercintanya._ Baca Berita Selengkapnya di Fakta1.com