KORAN SINDO JATIM

KORAN SINDO JATIM KORAN SINDO "PERUBAHAN MELAHIRKAN SEMANGAT BARU"

Semangat Baru Koran Sindo

Address

Jl. Rungkut Industri III No 49
Rungkut
60293

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when KORAN SINDO JATIM posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to KORAN SINDO JATIM:

Videos

Nearby media companies


Other Media/News Companies in Rungkut

Show All

Comments

DPR Baru dan Harapan Baru Penguatan Demokrasi Oleh: Nur Solikin AR Selasa 1 Oktober 575 anggota DPR terpilih hasil Pemilu 2019 resmi dilantik. Publik berharap DPR baru akan banyak memberikan sentuhan perubahan secara siginifikan di masa yang akan datang, terutama dalam peningkatan kinerja dan perbaikan citra. Itu karena pada periode sebelumnya politisi parlemen kerap dikritik karena dinilai tak maksimal dalam menuntaskan semua tugas pokoknya. Komposisi DPR baru relatif berimbang terdiri atas wajah lama dan wajah baru. Kombinasi petahana dan pendatang baru ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan politik yang berdampak positif bagi kinerja anggota dewan. Perpaduan dua unsur yang diharapkan bisa saling melengkapi untuk memenuhi ekspektasi publik terhadap kinerja politik DPR yang makin membaik. Sayangnya, harapan publik dihantui keraguan mendalam efek trauma masa lalu atas kinerja DPR yang jauh panggang dari api. DPR kerap abai terhadap persoalan strategis kebangsaan. Bahkan, lebih sibuk mengurusi persoalan perebutan kekuasaan Dari pesta demokrasi yang sudah dilaksanakan dan akan dilaksanakan, tidak terlepas dari asas dari demokrasi yang kita anut yaitu demokrasi Pancasila, dimana demokrasi tersebut memberikan tempat kepada rakyat untuk menentukan siapa pemimpinnya, mulai dari kepala daerah, kepala negara bahkan menentukan wakil rakyat. Demokrasi Pancasila yang akhir-akhir ini sudah mulai ditinggalkan dalam kehidupan sehari-hari, berharap agar masyarakat bisa menerapkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan bisa berguna untuk pembangunan ke depan. Sejak reformasi 1998, kita cenderung menerapkan demokrasi liberal menuju kebebasan, sedangkan konsep Pancasila sudah mulai dilupakan, dan untuk mengenal kembali demokrasi Pancasila perlu dihidupkan kembali. Untuk diketahui, bahwa Demokrasi Pancasila menyangkut empat pilar yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika yang menjadi tiang berdirinya republik ini. Pancasila adalah dasar negara, artinya semua kebijakan harus berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan wajib dipedomani sebagai pandangan hidup bangsa.Warga negara kemudian tidak hanya sekedar memahami tetapi menghayati dan mengamalkannya. Sebab nilai utama demokrasi Pancasila yakni mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi, kelompok seta golongan dengan tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia. Nilai-nilai demokrasi Pancasila meniscayakan setiap orang memiliki hak yang sama, tidak ada pemaksaan kehendak pada orang lain. Semua keputusan diambil dengan musyawarah mufakat dengan mengedepankan semangat kekeluargaan. Setiap keputusan yang diambil harus pula dapat dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, tentunya dengan menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan Begitu muliandan luhurya nilai-nilai yang terkandung dalam demokrasi Pancasila. Tentu berbeda dengan demokrasi liberal yang cenderung dehumanisasi. Sumber-sumber konflik pemecah persatuan di Indonesia diantaranya adalah faktor kezaliman, kepentingan pribadi diutamakan. Faktor-faktor lain diantarnya, berebut rejeki dan kekuasaan yang membabibuta, menekan yang lemah, provokasi, menyebar kebencian, budaya asing yang negatif, munculnya aliran keagamaan, terorisme, dan lain –lain. Kunci untuk menghindari sumber konflik pemecah persatuan seperti ini adalah keselarasan, keserasian, dan keseimbangan di tengah kehidupan bermasayarakat sehingga menciptakan keharmonisan dan sikap saling menghormati serta menghargai. Ibarat planet-planet di jagat raya, apabila antara planet yang satu dengan yang lain berbenturan maka yang terjadi adalah kehancuran. Namun karena planet-planet tersebut berada dalam satu irama bekerja sesuai dengan koridornya, semua berjalan dengan baik sebagaimana mestinya, dan kehancuran dapat dihindari. Selain itu, juga diperlukan kekompakkan di tengah masyarakat dengan menerima perbedaan sebagai sesuatu yang lumrah dan keindahan. Perbedaan tidak harus dipertentangkan. Nilai-nilai Pancasila sangat menjujung tinggi hal ini dengan mengedepankan nilai kebenaran, berkeadilan sosial, kemanusiaan, beradab, rasa persatuan, musyawarah, dan nilai-nilai kebersamaan saling menerima apapun suku, agama dan ras. seharusnya semua lapisan masyarakat harus berkomitmen untuk mengedepankan sikap demokrasi Pancasila dan musyawarah mufakat dalam menyelesaikan masalah yang ada, serta jangan mudah terprovokasi dan terpancing dengan isu-isu yang belum jelas apalagi hoak yang dapat memeceh belah persatuan dan kesatuan. Dalam hal ini tentunya dibutuhkan peran serta tokoh masyarakat, agamawan, aparat pemerintah untuk bisa menciptakan situasi yang kondusif, aman dan tertib dengan bersama-sama menjaga suasana yang sudah terbentuk di masyarakat selama ini. Tentunya itu semua dalam koridor pemerintahan yang bersih dan berwibawa bebas dari KKN serta terwujudnya partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan strategis. Untuk itulah dalam hal pemberantasan korupsi dan meningkatkan kebebasan sipil, kita perlu memfungsikan rule of law dan good governance. Seperti kata Lubis (2018), negara tidak mungkin bisa memberantas korupsi kalau rule of law tidak jalan. Jika rule of law "macet", maka good governance juga tak akan berfungsi. Apabila kedua hal tersebut tidak berfungsi, maka kita membutuhkan pemimpin yang kuat: the rule of man. Seperti kata Machiavelli, pemimpin kuat adalah seseorang yang mampu melampaui antara virtù dan fortuna. Seorang pemimpin yang berani mengambil keputusan tidak populer tanpa intervensi pihak mana pun. Ringkasnya, ke depannya kita membutuhkan pemimpin dengan peran lengkap: the rule of law dan the rule of man secara sekaligus. Demokrasi bukanlah sistem yang ideal, tapi sementara ini merupakan yang terbaik. Seburuk-buruknya demokrasi, ia mempunyai mekanisme untuk memperbaiki diri. Terlepas dari banyaknya tantangan dan kendala yang dihadapi, masih ada harapan dan peluang untuk memperbaiki kondisi demokrasi kita. Kuncinya: kita tidak boleh pesimis dan putus asa. Seperti kata sastrawan Afganistan: "Para perompak bisa merusak dan membakar kebun bunga, tapi ia tidak bisa mencegah datangnya musim semi."Jadi, tidak ada kata terlambat bagi kita untuk ikut merawat dan menanamkan bunga-bunga baru sampai musim semi itu tiba. Hanya dengan cara ini demokrasi bisa menjadi lebih beradab. Selain itu DPR yang baru ini diharapakan menjadi motor penggerak dan teladan praktek berdemokrasi yang baik sesuai nilai luhur bangsa dan bukan malah menjadi serta merawat oligarki politik kekuasaan belaka. Semoga ! Dr. Nur Solikin AR., S.Ag., MH adalah Dosen Pascasarjana IAIN Jember, Dewan Ahli ISNU Jawa Timur serta Direktur Intelectual Movement Community
GABUNG YA
Para pekerja di surabaya jln kayon sudah seperti gelandangan pas di jm istirahat. Dikarnakan tidak diperbolehkan istirahat di gudang masing" pekerja.
Para pekerja di surabaya jln kayon sudah seperti gelandangan pas di jm istirahat. Dikarnakan tidak diperbolehkan istirahat di gudang masing" pekerja.