Manggarai Rakat

Manggarai Rakat JANGAN LUPA FOLLOW

mengatasnamakan Rakyat, Rakyat yg mana? Rakyat di jadikan kambing hitam ole para kades" sungguh sangat miris kades Konoh...
14/12/2025

mengatasnamakan Rakyat, Rakyat yg mana?
Rakyat di jadikan kambing hitam ole para kades" sungguh sangat miris kades Konoha😅

14/12/2025

Terima kasih banyak untuk penggemar berat baru saya! Naomi Dodop

07/10/2025

Sumber sejarah pembaptisan 5 orang Manggarai pertama menjadi Katolik dapat ditemukan dalam beberapa dokumen dan catatan sejarah Gereja Katolik. Berikut beberapa sumber yang relevan ¹ ² ³:
- Buku Kenangan Tahbisan Uskup Ruteng Mgr. Hubertus Leteng: Buku ini memuat artikel tentang sejarah Gereja Lokal Keuskupan Ruteng, termasuk pembaptisan 5 orang Manggarai pertama menjadi Katolik pada 17 Mei 1912 oleh RP. Henricus Looijmans, SJ.
- Sejarah Gereja Katolik di Wilayah Keuskupan Ruteng: Dokumen ini mencatat bahwa misi Gereja Katolik di Flores dimulai pada tahun 1860 dan pembaptisan 5 orang Manggarai pertama menjadi Katolik pada 17 Mei 1912 di Jengkalang, Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reok.
- Katedral Ruteng: Situs web Katedral Ruteng juga memuat informasi tentang sejarah Gereja Katolik di Ruteng, termasuk pembaptisan 5 orang Manggarai pertama menjadi Katolik.
- Penelitian Akademik: Penelitian akademik seperti tesis dan disertasi juga dapat menjadi sumber informasi yang relevan tentang sejarah pembaptisan 5 orang Manggarai pertama menjadi Katolik.

Para sejarawan dan peneliti yang telah menulis tentang sejarah Gereja Katolik di Manggarai antara lain ¹ ³:
- Walburgus Abulat: Penulis buku "Mujizat Jengkalang di Keuskupan Ruteng" yang memuat kisah pembaptisan 5 orang Manggarai pertama menjadi Katolik.
- Yakobus Salim dan Ni Putu Yuniarika Parwati: Penulis penelitian tentang peran Wihelmus Van Bekkum sebagai Uskup Pertama dalam menyebarkan Agama Katolik di Keuskupan Ruteng.

Ruteng adalah sebuah kota yang terletak di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan dikenal sebagai "Kota Ser...
07/10/2025

Ruteng adalah sebuah kota yang terletak di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan dikenal sebagai "Kota Seribu Gereja" atau "Kota Seribu Biara" karena banyaknya bangunan gereja dan biara Katolik di kota ini. Kota ini berada di kaki Gunung Anak Ranaka dan memiliki udara sejuk.

Keuskupan Ruteng:

- Keuskupan Ruteng adalah salah satu keuskupan di Indonesia yang menjadi keuskupan sufragan dari provinsi gerejawi yang sama dengan Keuskupan Agung Ende.
- Keuskupan ini mencakup wilayah seluas 3.995 kilometer persegi yang meliputi Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur di Pulau Flores, NTT.
- Jumlah paroki di Keuskupan Ruteng adalah 61 paroki.
- Jumlah umat Katolik di Keuskupan Ruteng mencapai sekitar 900 ribu orang, menjadikan Keuskupan Ruteng sebagai keuskupan dengan jumlah umat Katolik terbesar di Indonesia ¹ ².

Jumlah Gereja di NTT:
- NTT memiliki jumlah gereja Katolik terbanyak di Indonesia, yaitu 3.432 gereja.
- Jumlah ini tersebar di seluruh kabupaten di NTT, termasuk Kabupaten Manggarai yang memiliki kota Ruteng ³.
Ruteng juga memiliki sejarah yang kaya dalam perkembangan agama Katolik di Indonesia, dengan kisah pembaptisan lima orang Manggarai pertama menjadi Katolik pada 17 Mei 1912 di Jengkalang, Reo ².
Kisah pembaptisan 5 orang Manggarai pertama menjadi Katolik terjadi pada 17 Mei 1912 di Jengkalang, Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Mereka yang dibaptis oleh Misionaris Serikat Jesuit asal Belanda, RP. Henricus Looijmans, SJ, adalah ¹:
- Katarina (Arbero)
- Henricus
- Agnes Mina
- Caecelia Weloe
- Helena Loekoe
Momen pembaptisan ini menjadi titik awal bagi perkembangan Gereja Katolik di Manggarai. Setelah pembaptisan ini, misi Katolik di Manggarai terus berkembang dengan bantuan misionaris Serikat Sabda Allah (SVD) dan imam-imam lainnya. Hingga saat ini, Keuskupan Ruteng telah menjadi salah satu keuskupan dengan jumlah umat Katolik terbesar di Indonesia, dengan lebih dari 900 ribu umat Katolik.

Cincin logam raksasa yang jatuh di pedesaan Makueni, Kenya, pada 30 Desember 2024, ternyata adalah bagian dari roket yan...
05/10/2025

Cincin logam raksasa yang jatuh di pedesaan Makueni, Kenya, pada 30 Desember 2024, ternyata adalah bagian dari roket yang terlepas dan gagal terbakar sempurna di atmosfer. Objek logam berbentuk cincin dengan diameter sekitar 2,4 meter dan berat sekitar 500 kilogram ini menimbulkan kekhawatiran akan bahaya sampah antariksa.

Detail Insiden:

- Lokasi: Desa Mukuku, Kabupaten Makueni, Kenya
- Waktu: 30 Desember 2024, sekitar pukul 15.00 waktu setempat
- Berat: Sekitar 500 kilogram
- Diameter: Sekitar 2,4 meter
- Asal: Kemungkinan besar bagian dari roket pengangkut

Penyelidikan:

Badan Antariksa Kenya (Kenya Space Agency, KSA) telah mengambil alih penyelidikan dan mengamankan lokasi kejadian. Mereka bekerja sama dengan lembaga lain untuk menentukan sumber objek tersebut. Meskipun belum ada konfirmasi resmi, beberapa pakar orbital menyebutkan bahwa data lintasan satelit menunjukkan adanya sisa roket yang melintas di atas Afrika Timur pada hari yang sama ¹.

Bahaya Sampah Antariksa:

Insiden ini menyoroti bahaya sampah antariksa yang semakin meningkat. Lebih dari 27.000 objek logam besar mengorbit Bumi, dan jika hanya sebagian kecil dari mereka gagal terbakar sempurna, potensi jatuh ke permukaan bisa membawa bencana bagi penduduk di bawahnya ¹.

Address

Ruteng

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Manggarai Rakat posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share