04/09/2026
Ancaman gangguan kesehatan mulai membayangi Kalimantan Timur di tengah kemarau dan meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) kembali meningkat, sementara kualitas udara di Kutai Barat sempat masuk kategori berbahaya.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, dr. Jaya Mualimin, mengatakan peningkatan kasus ISPA terpantau hingga minggu epidemiologi ke-34 atau awal September. Meski mengalami kenaikan, jumlah kasus disebut belum menunjukkan lonjakan signifikan.
“Memang ada peningkatan kasus, tetapi dibandingkan Januari, Februari, dan Maret peningkatannya kecil. Masih sekitar 9.400 kasus,” ujar Jaya.
Menurutnya, kasus ISPA sempat menurun pada pertengahan tahun. Namun, jumlahnya kembali bergerak naik seiring munculnya titik-titik kebakaran lahan dan kondisi kemarau yang berlangsung tanpa hujan dalam beberapa waktu terakhir.
Asap dari kebakaran di wilayah Kaltim juga diperparah potensi asap kiriman dari Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Kondisi paling mengkhawatirkan sempat terjadi di Kutai Barat. Berdasarkan pemantauan kualitas udara, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) beberapa hari lalu mencapai angka 318 dan masuk kategori berbahaya.
Angka tersebut kemudian turun menjadi sekitar 280, namun kualitas udara masih berada dalam kategori sangat tidak sehat.
“Seharusnya kondisi udara sehat berada di bawah angka 55. Karena itu, hari ini tim krisis dari Kementerian Kesehatan bersama tim dari Kaltim kembali ke Kutai Barat untuk memantau kondisi di sana,” katanya.