29/04/2023
Dyos Channel - Organisasi adalah sekelompok orang yang bekerjasama, Berkoordinasi untuk mencapai tujuan.
Organisasi berbentuk bermacam-macan dan mempunyai tujuan-tujuan tertentu, Ada Organisasi Pemuda, Organisasi masyarakat, Organisasi dalam bisnis atau perusahaan.
Organisasi mempunyai manfaat, tujuan dan pencapaian akan lebih efektif dan efisien jika dalam organisasi berbeda dengan bekerja sendiri.
sedangkan yang akan dibahas adalah Organisasi adaptif dalam perusahaan Budaya Organisasi adaptif dalam perusahaan adalah Budaya dimana Karyawan menerima perubahan, termasuk penyesuaian organisasi dalam bentuk berkelanjutan dengan lingkungan juga perbaikan yang berkesinambungan. (McShane & Von Glinow, 2010). Budaya adaptif dapat diwujdukan diterapkan baik secara fisik, konten maupun aktivitas yang bertujuan untuk meningkatkan performa perusahaan, termasuk di dalamnya taraf hidup masyarakat sekitar.
Untuk mewujudkan budaya adaptif, maka harus memperhatikan beberapa hal
1. Organisasi perusahaan harus efektif dan efisien
2. Karyawan harus mampu memahami secara benar bagaimana cara berkomunikasi secara efektif dalam organisasi.
3. Komunikasi yang baik dan benar karena komunikasi merupakan salah satu bagian dari manajemen sumber daya manusia agar semua pihak yang ada di dalam organisasi mampu melakukan interaksi, memahami arahan, dan meningkatan efektivitas kerja dalam tim
4. Peranan pimpinan dengan bawahan, Peran pemimpin sampai bawahan dikatakan berhasil dalam sebuah organisasi ketika komunikasi antar karyawan mampu meningkatkan kinerja individu maupun kinerja organisasi (Wiratama & Darsono, 2017).
Di era globalisasi saat ini sangat penting bagi perusahaan memiliki budaya adaptif. Budaya perusahaan yang adaptif dalam meningkatkan kinerja, pola pikir yang maju yang selalu bisa menyesuaikan organisasi dengan lingkungan yang terus menerus berkembang.
Perusahaan dengan Budaya adaptif
Manajer perusahaan yang adaptif lebih memperhatikan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengendalian dengan memperhatikan konstituen terlebih ke pelanggan meski harus menghadapi beberapa resiko, manajer adaptif sering sekali diterapkan oleh orang china yaitu manajernya lebiih memperhatikan pelanggan dan karyawannya bukan pesaingnya apalagi karyawan yang memiliki kualitas yang tinggi maka manajer tersebut sangat menghargai orang yang dapat mengahasilkan perubahan di perusahaannya.
Perusahaan dengan Budaya tidak adaptif
Manajer dalam perusahaan yang tidak adaptif lebih condong tertutup, serta berpikir kolot dan hanya terpaku terhadap perusahaan yang dijalankan tanpa memiliki pemikiran maju dan modern, manajer yang tidak dapat memanfaatkan lingkungan sekitar serta kemajuan zaman untuk melakukan perubahan dalam lingkungan bisnisnya, Manajer lebih memetingkan diri sendiri, Orang terdekat yang dipercayai saja namun Perusahaan dengan budaya tidak adaptif tersebut lebih menghargai proses manajemen yang teratur dan dengan risiko yang berkurang daripada inisiatif kepemimpinan.
Contoh implementasi budaya tidak adaptif dalam perusahaan
Perusahaan besar yang telah menguasai pasar selama puluhan tahun pun bangkrut apabila tidak mengikuti perkembangan teknologi. Contohnya NOKIA
Nokia menjadi primadona dimasa keemasannya, Nokia mampu menguasai 40% pasar.
Nokia terlena sehingga tidak memperhatikan perkembangan zaman dan gagal melakukan inovasi, Nokia lebih mempertahankan operasi Symbian namun OS tersebut kalah canggih dengan android yang lebih prastis dan mudah dalam penggunaanya, android memiliki kelebihan-kelbihan yang mumpuni yang tidak di miliki OS Nokia antara lain, Android memiliki beragam produk, ROM yang di sesuaikan, Open Source, Open Ecosystem, Penyimpanan yang bisa ditingkatkan.
sedangkan OS Nokia bersifat tertutup, OS yang terlihat kuno, berat dan ketinggalan meski sempat melakukan upgrade namun tidak bisa menyesuaikan dengan android, Nokia lebih memperhatikan Handware padahal Software sama penting dengan handware, Terlalu percaya diri dengan nilai merknya terjebak softwarenya tidak mampu bersaing.