HAI LOTIM

HAI LOTIM Part of
Pertama, terbesar & terpercaya untuk warganet Lotim! Est. 2020
WA Lapor 0812-3956-7640
Iklan 0812-3935-4288

(4)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberi sinyal anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih bisa dipangkas. A...
05/09/2026

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberi sinyal anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih bisa dipangkas. Anggaran yang awalnya ditetapkan Rp330 triliun kini telah turun menjadi sekitar Rp240 triliun.

Purbaya menyebut efisiensi masih dapat dilakukan lebih jauh setelah berdiskusi dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru. Bahkan, anggaran MBG tahun ini dinilai berpeluang ditekan hingga di bawah Rp200 triliun.

Sementara untuk 2027, pemerintah telah menganggarkan sekitar Rp240 triliun untuk MBG. Namun, angka tersebut juga disebut masih bisa ditekan melalui efisiensi dan pemanfaatan teknologi.

Kementerian Keuangan juga akan memperkuat pengawasan dengan menugaskan pegawainya di daerah untuk memantau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara bergilir. Langkah ini dilakukan agar pelaksanaan MBG lebih efisien dan kinerjanya terus diperbaiki.

05/09/2026

RUMAH SUBSIDI, TAPI FEEL-NYA NGGAK SUBSIDI! 🏡

Mau punya rumah modern, nyaman, dan lingkungan yang bikin betah?

Rumahnya nyaman ✅
Desainnya modern ✅
Lingkungannya asri ✅

Jadi tempat pulang yang bikin happy setiap hari 🏡✨
Karena punya rumah bukan cuma soal bangunan,
tapi tentang tempat tumbuh, tempat pulang, dan masa

Yuk, DM sekarang juga untuk lebih lengkapnya atau WA kami di :
📲 081927777008

Tongkang batu bara yang diangkut kapal asal Samarinda terbakar dan terdampar di perairan Lombok Timur pada Jumat (4/9) m...
05/09/2026

Tongkang batu bara yang diangkut kapal asal Samarinda terbakar dan terdampar di perairan Lombok Timur pada Jumat (4/9) malam. Kebakaran tersebut dilaporkan sudah berlangsung selama sekitar tujuh hari sejak berada di perairan selatan Jawa sebelum akhirnya terbawa ombak hingga wilayah Gili Kondo.

Kepala Damkarmat Lombok Timur, Widayat, mengatakan pihaknya menerima laporan dari salah seorang pengelola sekitar pukul 20.10 WITA. Tim Damkar kemudian langsung bergerak ke lokasi dan melakukan upaya pemadaman.

“Selama 15 menit sudah nyampe di sini, karena kita menggunakan UMK Sambelia, lalu dibackup oleh UMK Pringgabaya dan Pringgasela, ujarnya.

Menurut Widayat, proses pemadaman cukup sulit karena api telah masuk hingga ke bagian dasar tumpukan batu bara. Kondisi tersebut diperparah dengan angin yang cukup kencang sehingga api sulit dipadamkan sepenuhnya.

“Sampai saat ini pemadaman terus berlangsung dan sangat sulit dipadamkan karena api sudah berada di dasar batu bara dan didukung oleh angin yang cukup kencang,” tambahnya.

Petugas juga menghadapi kendala pasokan air karena sumber air berada cukup jauh di Labuhan Lombok. Meski begitu, Damkarmat Lombok Timur masih terus melakukan pemadaman dan berharap api dapat segera dikendalikan.

Yang Mulia Putri Mahkota Victoria dari Kerajaan Swedia mencicipi minuman rempah khas Lombok dalam kunjungannya, Sabtu (5...
05/09/2026

Yang Mulia Putri Mahkota Victoria dari Kerajaan Swedia mencicipi minuman rempah khas Lombok dalam kunjungannya, Sabtu (5/9/2026). Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal yang langsung menawarkan minuman itu.

Satu teguk, Yang Mulia Putri Mahkota Victoria langsung mengagumi rasa minuman rempah khas Lombok yang disebutnya sangat enak.

Lombok memang punya tradisi panjang meracik rempah. Dalam budaya Sasak dikenal ragi genep, racikan yang terdiri dari 14 jenis rempah, mulai dari jintan, ketumbar, kayu manis, pala, kapulaga, cengkeh hingga lada. Tak cuma untuk masakan, rempah juga diracik menjadi minuman seperti serbat jahe merah gula aren, teh pala gula aren, kopi gula aren, hingga jamu tradisional seperti seruang.

Pertamina Patra Niaga membatalkan rencana pembelian BBM subsidi dengan menunjukkan STNK. Mekanisme tersebut sebelumnya h...
05/09/2026

Pertamina Patra Niaga membatalkan rencana pembelian BBM subsidi dengan menunjukkan STNK. Mekanisme tersebut sebelumnya hanya merupakan rencana pengawasan lokal di wilayah Sumatera Selatan, bukan kebijakan nasional.

Pembatalan dilakukan setelah informasi tersebut ramai dibahas dan menimbulkan keresahan di masyarakat. Pertamina menegaskan setiap kebijakan terkait penyaluran BBM akan terlebih dahulu dikoordinasikan dengan regulator dan pemerintah daerah.

Untuk memastikan BBM subsidi tepat sasaran, Pertamina tetap memperkuat pengawasan di SPBU serta penggunaan QR Code Subsidi Tepat melalui MyPertamina.

Potensi lobster di Lombok Timur terbilang besar, namun geliat budidayanya masih menghadapi persoalan mendasar. Di tengah...
05/09/2026

Potensi lobster di Lombok Timur terbilang besar, namun geliat budidayanya masih menghadapi persoalan mendasar. Di tengah peluang menjadikan Indonesia sebagai produsen lobster budidaya dunia, sebagian pembudidaya di Lombok Timur masih mengandalkan keramba jaring apung (KJA) sederhana.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin saat menerima kunjungan kerja spesifik Komisi IV DPR RI di Instalasi Telong-Elong, Balai Perikanan Budidaya Laut Lombok, Kamis (3/9/2026).

Menurut Haerul Warisin, keterbatasan sarana menjadi salah satu hambatan utama yang membuat potensi budidaya lobster di Lombok Timur belum berkembang maksimal.

Bukan hanya KJA yang masih sederhana, pembudidaya juga kesulitan menyediakan fasilitas penyimpanan pakan, termasuk freezer. Persoalan tersebut disebut telah berulang dari tahun ke tahun.

“Selain KJA yang masih sederhana, mereka juga sangat kekurangan freezer untuk menyimpan makanan lobster. Hampir tidak ada yang punya. Ini persoalan yang selalu dihadapi dari tahun ke tahun,” kata Haerul.

Persoalan lainnya adalah keterbatasan benih dan pakan. Kondisi itu membuat rantai budidaya lobster belum terbentuk secara kuat dari hulu hingga hilir.

Padahal, menurut Haerul, sektor perikanan khususnya lobster dapat menjadi salah satu pintu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah selatan Lombok Timur. Ia menyebut nelayan dan buruh tani masih menjadi kelompok masyarakat yang menghadapi persoalan kemiskinan.

Karena itu, kunjungan Komisi IV DPR RI dinilai menjadi momentum penting untuk mencari jalan keluar atas berbagai persoalan yang selama ini dihadapi nelayan dan pembudidaya lobster.

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk menyerap langsung aspirasi nelayan penangkap Benih Bening Lobster (BBL), pembudidaya, pelaku usaha, pemerintah daerah hingga pemangku kepentingan lainnya.

Selengkapnya di insidelombok.id

05/09/2026

Operasi mata gratis 11-13 September di Lotim, mari batur yang punya keluarga atau tetangga yang dirasa layak dapat untuk segera didaftarkan di Puskesmas terdekat

04/09/2026

Sederhane, laguk ndekman selapuk t sempet🥺

Loc. Kedai Sawah Sembalun


Indonesia memiliki sumber daya Benih Bening Lobster (BBL) yang melimpah, tetapi nilai ekonominya belum sepenuhnya dinikm...
04/09/2026

Indonesia memiliki sumber daya Benih Bening Lobster (BBL) yang melimpah, tetapi nilai ekonominya belum sepenuhnya dinikmati di dalam negeri. Persoalan inilah yang menjadi perhatian Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto saat turun langsung ke Lombok Timur.

Titiek bersama rombongan melakukan kunjungan kerja spesifik ke Instalasi Telong-Elong, Balai Perikanan Budidaya Laut Lombok, Kamis (3/9/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Komisi IV DPR RI menggali langsung persoalan di lapangan sekaligus menyusun arah kebijakan pengelolaan BBL dan pengembangan budidaya lobster nasional.

Di hadapan nelayan, pembudidaya, pemerintah daerah dan sejumlah pejabat kementerian, Titiek menyoroti ironi yang masih terjadi dalam bisnis lobster Indonesia. Di satu sisi Indonesia memiliki potensi BBL bernilai ekonomi tinggi, namun di sisi lain kemampuan membesarkan lobster hingga ukuran konsumsi masih menghadapi banyak keterbatasan.

Kondisi itu diperparah dengan masih maraknya penyelundupan BBL. Perbedaan harga benih di pasar luar negeri dengan harga di dalam negeri menjadi salah satu faktor yang mendorong praktik tersebut.

Titiek menilai Indonesia tidak boleh selamanya hanya menjadi tempat mengambil benih, sementara keuntungan terbesar justru dinikmati setelah lobster dibesarkan di negara lain.

“Kita tidak ingin Indonesia hanya menjadi sumber BBL. Kita ingin Indonesia menjadi produsen utama lobster budidaya dunia,” tegas Titiek.

Untuk mewujudkan ambisi tersebut, menurutnya, pemerintah harus membangun ekosistem budidaya lobster secara utuh. Persoalan lobster tidak cukup diselesaikan hanya dengan mengatur benih.

Rantai produksinya harus dibangun sejak awal, mulai dari ketersediaan BBL, teknologi pendederan, pembesaran, pakan, keramba jaring apung, akses permodalan, kelembagaan pembudidaya hingga kepastian pasar.

“Percepatan budidaya lobster tidak bisa dilakukan setengah-setengah,” ujarnya.

Selengkapnya di insidelombok.id

Kalau badan aja butuh istirahat, masa hati enggak? 😊Setelah sukses Menata puluhan ribu Hati di Jakarta, Bandung, dan Mak...
04/09/2026

Kalau badan aja butuh istirahat, masa hati enggak? 😊

Setelah sukses Menata puluhan ribu Hati di Jakarta, Bandung, dan Makassar akhirnya MENATA HATI with Aa Hilman Fauzi hadir lagAa Hilman FauziYuk! Dzikir, Doa dan Muhasabah di event MENATA HATI with Aa Hilman Fauzi bareng Aa Hilman Fauzi!

MENATA HAAa Hilman FauziPAGI
“RAAa Hilman FauziN HATI”
🗓️ : Ahad, 20 September 2026
⏰ : Pukul 09.00 - 11.00 WITA
📍 : Prime Park Hotel & Convention
Jl. Udayana No.16, Monjok Barat, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat

MENATA HATI LOMBOK SESI SIANG
“KETIKA HATI TERSAKITI”
🗓️ : Ahad, 20 September 2026
⏰ : Pukul 13.00 - 15.00 WITA
📍 : Prime Park Hotel & Convention
Jl. Udayana No.16, Monjok Barat, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat

Klik link = www.menatahati.id
Atau WhatsApp = 0852-0000-0301

Address

Selong

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when HAI LOTIM posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to HAI LOTIM:

Shortcuts

Share