03/06/2026
Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) memastikan kebakaran hutan yang terjadi di kawasan Savana Propok, Resor Aikmel, berhasil dipadamkan sepenuhnya pada Rabu (3/6/2026). Kebakaran yang menghanguskan sekitar 98,28 hektare hamparan savana itu ditangani oleh tim gabungan lintas instansi dan masyarakat.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha (KSBTU) TNGR, Astekita Ardiaristo, menjelaskan bahwa proses penanganan kebakaran dilakukan sejak pagi hari dengan melibatkan personel BTNGR, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Jabalnusra Mataram, TNI-Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), Masyarakat Mitra Polhut (MMP), serta pengelola Savana Propok.
“Kebakaran berhasil ditangani melalui kerja sama berbagai pihak yang bergerak cepat melakukan pemadaman dan pengamanan kawasan sehingga api tidak meluas ke area yang lebih besar,” ujar Astekita.
Pemadaman dilakukan dengan menggunakan alat seperti jet shooter dan gepyok. Sesampainya di lokasi, personel dibagi menjadi dua kelompok. Tim pertama melakukan pengecekan dan pemadaman di area terdampak, sementara tim kedua bertugas menjaga pintu masuk Savana Propok serta mengimbau pengunjung untuk tidak memasuki area kebakaran demi alasan keselamatan.
Pada pukul 10.15 WITA, tim gabungan tiba di titik kebakaran dan melakukan pemantauan menyeluruh. Dari hasil pengecekan, tidak ditemukan lagi titik panas (hotspot) maupun api aktif. Tim kemudian melaksanakan proses mop up untuk memastikan tidak ada bara api yang masih tersisa dan berpotensi memicu kebakaran kembali.
Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, kebakaran dinyatakan padam total pada pukul 12.40 WITA. Area yang terbakar didominasi vegetasi savana dengan karakteristik kebakaran permukaan (surface fire).
“Untuk penyebab kebakarannya belum pasti, masih kita terus lakukan pemantauan,” katanya.
Setelah seluruh lokasi dipastikan aman, personel kembali ke Pos Registrasi Savana Propok dan melaksanakan evaluasi serta penyusunan laporan di Pos Pesugulan Resor Aikmel.
BTNGR menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses pemadaman. Mulai dari petugas pemadam, aparat TNI-Polri, masyarakat, hingga para relawan.
Selengkapnya di insidelombok.id