KacaMata Kritis

KacaMata Kritis � Melihat dengan jernih, berbicara dengan tajam. follow akun tiktok

12/06/2026

Situasi di sekitar lokasi aksi demonstrasi dilaporkan kian memanas malam ini. Berdasarkan pantauan dan laporan warga di media sosial, sejumlah lampu penerangan jalan di sekitar titik aksi dilaporkan mulai dimatikan oleh pihak terkait, memicu kekhawatiran terjadinya gesekan di tengah kegelapan






Negara Diam, Rakyat BergerakApa yang terjadi di Desa Gelanggang hari ini bukan sekadar konflik desa. Ini adalah potret t...
12/06/2026

Negara Diam, Rakyat Bergerak

Apa yang terjadi di Desa Gelanggang hari ini bukan sekadar konflik desa. Ini adalah potret telanjang bagaimana kekuasaan bisa kehilangan arah, dan rakyat dipaksa mengambil alih peran negara.

Kantor desa disegel. Kepala desa menghilang. Pelayanan publik lumpuh. Tapi yang paling mencolok: pemerintah daerah seperti tidak hadir.

Dugaan kerugian negara hampir Rp1 miliar menguap tanpa kepastian. Hasil pemeriksaan ada, laporan sudah diserahkan, tapi tindakan nyata tak kunjung terlihat. Hukum seperti diparkir, keadilan seperti ditunda.

Dua kali warga menyegel kantor desa bukan karena mereka s**a kekacauan. Itu adalah bentuk keputusasaan. Ketika pintu kekuasaan tertutup, rakyat memilih membuka jalannya sendiri.

Lebih mengkhawatirkan, muncul pernyataan yang memicu kontroversi di tengah masyarakat.

"Bupati suruk te segel kantor dese Pak, bahkan surukn sedut berugak endah," ujar salah seorang warga yang ikut dalam penyegelan.

Jika benar ada arahan seperti itu, maka ini bukan sekadar kelalaian ini sinyal berbahaya. Kekuasaan seolah membiarkan, bahkan mendorong, tindakan yang seharusnya diselesaikan lewat mekanisme hukum dan administrasi.

Negara seharusnya hadir saat krisis, bukan bersembunyi di balik diam. Ketika kepala desa menghilang, bupati wajib mengambil alih kendali. Ketika sistem macet, hukum harus bergerak.

Namun yang terjadi hari ini justru sebaliknya: rakyat dibiarkan mengelola kekacauan.

Ini bukan hanya krisis pemerintahan desa. Ini krisis kepercayaan.

Dan jika kepercayaan itu runtuh, yang terbakar nanti bukan hanya berugak tapi wibawa kekuasaan itu sendiri.

Sumber berita: https://www.mediasuararakyatindonesia.id/2026/06/kantor-desa-disegel-kepala-desa.html?m=1













12/06/2026

Orang ini udah muak banget

‎Gedung Dipoles, Jalan Rakyat Berlubang: DPRD Lombok Timur Dituding Salah Prioritas‎‎LOMBOK TIMUR– Di saat ribuan warga ...
11/06/2026

‎Gedung Dipoles, Jalan Rakyat Berlubang: DPRD Lombok Timur Dituding Salah Prioritas

‎LOMBOK TIMUR– Di saat ribuan warga masih berjibaku dengan jalan rusak yang membahayakan keselamatan dan menghambat aktivitas ekonomi, pimpinan DPRD Lombok Timur justru menuai sorotan karena mendorong rencana renovasi interior gedung dewan. Langkah tersebut memicu kritik keras dari DPC HIMMAH NWDI Lombok Timur yang menilai kebijakan itu sebagai bentuk kegagalan membaca kebutuhan rakyat.

‎Kondisi jalan di sejumlah wilayah seperti Wanasaba, Pengadangan, dan beberapa kecamatan lainnya telah lama menjadi keluhan masyarakat. Aspal yang mengelupas, lubang menganga, hingga ruas jalan yang nyaris tak layak dilalui menjadi pemandangan sehari-hari yang belum mendapat penanganan serius.

‎Namun di tengah persoalan infrastruktur yang mendesak itu, publik justru dikejutkan dengan munculnya rencana renovasi interior gedung DPRD Lombok Timur. Rencana tersebut dinilai menunjukkan jurang yang semakin lebar antara kepentingan rakyat dan prioritas para wakil rakyat.

‎Ketua DPC HIMMAH NWDI Lombok Timur, Muzan, menilai langkah tersebut sebagai bentuk salah prioritas yang sulit diterima akal sehat.

‎“Ketika jalan-jalan di daerah pemilihan mereka sendiri masih berlubang dan aspirasi masyarakat terkait infrastruktur terus menumpuk tanpa tindak lanjut, tetapi yang diprioritaskan justru mempercantik gedung dewan, maka publik berhak bertanya: siapa sebenarnya yang mereka wakili?” tegas Muzan.

‎Jalan Rusak Menahun, Respons Minim

‎Kerusakan jalan di berbagai wilayah Lombok Timur bukan persoalan baru. Warga mengaku telah bertahun-tahun menyampaikan keluhan, namun belum melihat langkah konkret yang signifikan.

‎Di Kecamatan Wanasaba, sejumlah ruas jalan utama dilaporkan mengalami kerusakan parah dengan lubang yang cukup dalam dan berisiko menyebabkan kecelakaan. Kondisi serupa juga ditemukan di wilayah Pengadangan, Kecamatan Pringgasela, di mana akses jalan antar-desa mengalami kerusakan yang menghambat mobilitas warga.

‎Bagi masyarakat, jalan bukan sekadar fasilitas umum. Jalan merupakan urat nadi ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan. Ketika akses jalan rusak, aktivitas masyarakat ikut terganggu dan biaya sosial yang harus ditanggung semakin besar.

‎Ironisnya, sebagian besar anggota DPRD yang saat ini duduk di parlemen daerah merupakan wakil dari wilayah-wilayah yang mengalami kerusakan infrastruktur tersebut. Namun hingga kini, perbaikan jalan belum terlihat menjadi agenda yang benar-benar mendesak dalam pembahasan publik.

‎DPC HIMMAH NWDI Lombok Timur menegaskan bahwa persoalan ini tidak dapat dipandang sebagai perbedaan pilihan kebijakan semata. Organisasi tersebut menilai keputusan yang mendahulukan renovasi interior gedung dewan di tengah krisis infrastruktur mencerminkan menurunnya sensitivitas terhadap persoalan rakyat.

‎“Kami mengecam keras kebijakan yang menempatkan kenyamanan gedung di atas penderitaan masyarakat. Jalan yang rusak menghambat akses pendidikan, ekonomi, hingga kesehatan warga. Ini bukan sekadar salah prioritas. Ini bentuk pengabaian terhadap kebutuhan paling mendasar masyarakat,” ujar Muzan.

‎Atas dasar itu, DPC HIMMAH NWDI Lombok Timur mendesak Ketua DPRD Lombok Timur untuk menghentikan rencana renovasi interior gedung dan mengalihkan fokus kebijakan serta perhatian lembaga legislatif pada percepatan perbaikan jalan yang selama ini menjadi keluhan warga.

‎kami juga meminta seluruh fraksi di DPRD Lombok Timur menunjukkan keberpihakan yang jelas dengan menjadikan pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan sebagai prioritas utama dalam pembahasan anggaran daerah, tegas muzan

‎Polemik ini pada akhirnya bukan hanya berbicara soal renovasi gedung atau alokasi anggaran. Yang dipertanyakan publik adalah sejauh mana para wakil rakyat masih peka terhadap realitas yang dihadapi masyarakat setiap hari.

‎Ketika warga harus mempertaruhkan keselamatan saat melintasi jalan berlubang untuk bekerja, bersekolah, atau mengakses layanan kesehatan, sementara perhatian elite politik tersedot pada penataan ruang kerja dan estetika gedung, maka publik wajar mempertanyakan arah keberpihakan para pemegang mandat rakyat.

‎“Pertanyaan mendasarnya bukan lagi soal berapa anggaran yang akan digunakan. Yang harus dijawab adalah seberapa besar kepedulian para wakil rakyat benar-benar dialirkan untuk kepentingan masyarakat yang memilih mereka,” kata Muzan.

‎Jika rencana renovasi tetap dijalankan sementara jalan-jalan rusak di berbagai wilayah masih dibiarkan tanpa solusi yang jelas maka, DPC HIMMAH NWDI Lombok Timur dipastikan akan turun kejalan membawa masa aksi untuk mendesak Ketua DPRD Lombok Timur agar membatalkan rencana renovasi interior gedung DPRD Lombok Timur.














Adapun kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada:Hari/Tanggal : Senin, 15 Juni 2026Waktu : 10.00 WITA – SelesaiTitik Kump...
11/06/2026

Adapun kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal : Senin, 15 Juni 2026
Waktu : 10.00 WITA – Selesai
Titik Kumpul : Islamic Center
Rute Aksi : Kantor Wilayah Departemen Agama NTB
Masa Aksi : 150

BARISAN ASPIRASI RAKYAT NUSA TENGGARA BARAT
(BARA NTB)

Koordinator Lapangan 1 & 2 (Ramskey) (Dika)
Penanggung Jawab

Cordum : Pandi Ahmad Ketua Umum BARA NTB














Warung remang remang Desa Ketapang Raya
11/06/2026

Warung remang remang Desa Ketapang Raya



Warung Remang-Remang di Ketapang Raya Kian Meresahkan, Warga Desak Tindakan Tegas Aparat

11/06/2026

Saat mendengar cerita dari ibunya Niken saya ikut sedih dan berduka atas apa yang dialami almarhumah Niken…
Cerita dari seorang ibu yang kehilangan anaknya bukan hanya menyayat hati, tapi juga meninggalkan banyak pertanyaan.
Semoga almarhumah tenang di sisi-Nya, dan keluarga diberi kekuatan serta keadilan yang layak.

INI BUKAN SEKADAR REVISI UNDANG-UNDANG INI ADALAH PENGHIANATAN TERHADAP KONSTITUSI!DPR RI hari ini tidak sedang membuat ...
09/06/2026

INI BUKAN SEKADAR REVISI UNDANG-UNDANG INI ADALAH PENGHIANATAN TERHADAP KONSTITUSI!

DPR RI hari ini tidak sedang membuat sejarah, tapi sedang menggali kubur demokrasi secara perlahan. Ketika Mahkamah Konstitusi sudah dengan tegas melalui Putusan No. 114/PUU-XXIII/2025 menyatakan bahwa polisi aktif WAJIB mundur jika ingin menduduki jabatan sipil, kalian justru datang dengan keberanian yang mencurigakan: MENABRAK PUTUSAN MK SECARA TERBUKA.

Ini bukan lagi soal perbedaan tafsir hukum.
Ini adalah pembangkangan konstitusi.

Kalian membuka kembali pintu "dwifungsi" yang dulu kita kubur dengan darah, air mata, dan reformasi. Apa kalian lupa? Atau memang sengaja ingin menghidupkan kembali bayang-bayang kekuasaan berseragam di ruang sipil?

Ketika aparat penegak hukum masuk ke jabatan sipil TANPA melepaskan seragamnya, maka
Hukum tidak lagi netral.
Kekuasaan menjadi bersenjata.
Dan rakyat hanya tinggal objek yang diawasi, bukan dilayani.

Lebih parahnya lagi partisipasi publik hanya dijadikan formalitas kosong.
Surat, kajian, suara rakyat?
DIBUANG KE TEMPAT SAMPAH DEMOKRASI.

Kalian telah merampas tiga hak paling mendasar
1. Hak untuk didengar - kalian abaikan.
2. Hak untuk dipertimbangkan - kalian injak.
3. Hak untuk dijelaskan - kalian bungkam.

Lalu kalian masih berani menyebut diri sebagai "wakil rakyat"?

Tidak.
Hari ini kalian terlihat lebih seperti wakil kepentingan kekuasaan.

Jika aturan ini terus dipaksakan, maka yang lahir bukan negara hukum
melainkan negara kekuasaan yang dibungkus legalitas.

Dan ingat satu hal
Sejarah tidak pernah lupa siapa yang mengkhianati konstitusi.

Perjuangan ini mungkin kalian anggap sia-sia.
Tapi justru dari pengkhianatan seperti inilah,
perlawanan akan lahir lebih besar, lebih marah, dan lebih berani.

Rakyat mungkin diam hari ini.
Tapi bukan berarti mereka tidak melihat.







NYAWA MELAYANG, SIAPA BERTANGGUNG JAWAB?Kasus meninggalnya seorang guru usai operasi sesar di RSUD Patuh Karya Keruak ki...
09/06/2026

NYAWA MELAYANG, SIAPA BERTANGGUNG JAWAB?

Kasus meninggalnya seorang guru usai operasi sesar di RSUD Patuh Karya Keruak kini memasuki babak baru. Perhimpunan Pemuda Sasak (PPS) resmi akan melapor ke Polda NTB.

Ini bukan sekadar tragedi. Ini alarm keras bagi sistem pelayanan kesehatan kita.

Jika benar ada kelalaian, maka ini bukan hanya soal medis ini soal kemanusiaan yang diabaikan.

PPS mendesak
1. Direktur RSUD Patuh Karya diperiksa
2. Kadis Kesehatan Lombok Timur dipanggil
3. Evaluasi total manajemen kesehatan daerah

Jangan sampai nyawa rakyat hanya jadi angka statistik.

Keadilan harus ditegakkan. Transparansi harus dibuka. Dan jika ada yang bersalah harus bertanggung jawab!

UTANG RI NAIK, RAKYAT YANG DICEKIK!Negara sedang tidak baik-baik saja. Ketika utang terus membengkak, solusi yang dipili...
09/06/2026

UTANG RI NAIK, RAKYAT YANG DICEKIK!

Negara sedang tidak baik-baik saja. Ketika utang terus membengkak, solusi yang dipilih justru bukan efisiensi, bukan memangkas kebocoran, bukan memburu koruptor kelas kakap tapi MENEKAN RAKYAT dengan pajak yang makin brutal!

Target pajak Rp2.357,7 triliun di tahun 2026 bukan angka biasa. Ini sinyal bahwa pemerintah kehabisan napas, dan rakyat dijadikan oksigen terakhir untuk menjaga agar APBN tetap hidup. DPR bukannya jadi pelindung rakyat, malah ikut mendorong kebijakan yang berpotensi mencekik masyarakat kecil.

Coretax? Digitalisasi? Perluasan objek pajak? Kedengarannya canggih. Tapi di lapangan, ini bisa berubah jadi alat pengawasan masif yang memburu rakyat sampai ke celah terkecil. UMKM, pekerja informal, hingga masyarakat kelas menengah semua akan jadi target.

Ironisnya, di saat rakyat diminta patuh dan diperas, kita masih sering melihat:

1. Kebocoran anggaran yang tak tersentuh
2. Proyek gagal yang terus dibiayai
3. Elite yang hidup nyaman tanpa rasa bersalah

Defisit memang masih diklaim "terkendali". Tapi pertanyaannya: terkendali untuk siapa? Untuk negara, atau hanya untuk menjaga citra kekuasaan?

Kalau utang terus naik, pajak terus digenjot, tapi kesejahteraan tidak ikut naik maka ini bukan lagi kebijakan fiskal. Ini adalah alarm keras bahwa sistem sedang bermasalah.

Rakyat bukan mesin ATM negara!















Address

Jalan Selong
Selong
83672

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when KacaMata Kritis posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share