14/08/2026
PERNYATAAN SIKAP
MENOLAK INTIMIDASI, MENJAGA MARTABAT HUKUM DAN PERSAUDARAAN SASAK–BALI
Kacamata Kritis menyatakan keprihatinan terhadap pemberitaan mengenai dugaan sikap intimidatif dan provokatif dalam proses mediasi yang melibatkan Senator Arya Wedakarma.
Kami memandang bahwa ruang mediasi seharusnya menjadi tempat mencari solusi, bukan arena tekanan, apalagi ruang untuk mempertontonkan kekuasaan.
SIKAP KACAMATA KRITIS
1. Hukum harus menjadi panglima.
Siapa pun yang terlibat dalam persoalan wajib menghormati proses hukum dan mekanisme mediasi. Jabatan maupun pengaruh tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan prinsip keadilan.
2. Intimidasi dan provokasi harus ditolak.
Kacamata Kritis menolak segala bentuk tekanan, ancaman, maupun provokasi dari pihak mana pun yang dapat memperkeruh persoalan.
3. Klarifikasi harus diutamakan.
Setiap dugaan pelanggaran atau tindakan yang menimbulkan polemik harus dibuktikan melalui fakta dan proses yang objektif. Jangan sampai opini publik berubah menjadi penghakiman tanpa dasar.
4. Jangan jadikan identitas sebagai bahan bakar konflik.
Persoalan personal maupun hukum tidak boleh digiring menjadi konflik Sasak versus Bali. Perbedaan identitas tidak boleh dijadikan senjata untuk memecah persaudaraan masyarakat.
5. Pejabat publik wajib memberi teladan.
Setiap pemegang jabatan publik memiliki tanggung jawab moral untuk menunjukkan sikap dewasa, etis, dan menghormati hukum. Kekuasaan seharusnya menghadirkan ketenangan, bukan ketakutan.
KACAMATA KRITIS MENEGASKAN
Kami berpihak kepada kebenaran, bukan kepada golongan.
Kami berpihak kepada keadilan, bukan kepada kekuasaan.
Kami berpihak kepada fakta, bukan kepada provokasi.
Jika benar terdapat intimidasi, maka harus diproses secara objektif. Jika terdapat tuduhan yang tidak benar, maka harus diklarifikasi secara terbuka. Tidak boleh ada yang kebal terhadap kritik, tetapi tidak boleh p**a ada yang dihukum oleh opini sebelum fakta dibuktikan.
Jangan biarkan persoalan satu atau dua pihak berubah menjadi luka bagi masyarakat Sasak dan Bali.
Kepala boleh panas, tetapi hukum harus tetap dingin.
Kritik boleh tajam, tetapi persaudaraan jangan sampai tumbang.
KACAMATA KRITIS
Mengawasi. Mengkritisi. Mengawal Kebenaran.