08/07/2026
"Kisah di balik harumnya aroma nangka dan gula aren di Jatinom, Klaten..."
Ada ketenangan yang berbeda saat kaki ini melangkah memasuki kawasan Makam Kyai Ageng Gribig di Jatinom, Klaten. Bersama rombongan dengan pakaian putih yang senada, suasana khusyuk langsung terasa begitu kami duduk bersama memanjatkan doa di depan gapura makam yang ikonik ini.
Tapi, ada satu hal unik yang langsung menyambut kami begitu sampai di area luar: aroma manis yang harumnya ke mana-mana! Ternyata, di sepanjang jalan banyak sekali penjual kue apem hangat.
Usut punya usut, Kyai Ageng Gribig ini bukan sosok sembarangan. Beliau adalah seorang ulama besar penyebar agama Islam di wilayah Klaten pada abad ke-17, yang juga masih keturunan dari Raja Prabu Brawijaya V dari Majapahit. Beliau dikenal dengan dakwahnya yang sangat santun dan merangkul masyarakat.
Nah, cerita tentang banyaknya penjual apem di sini ternyata ada sejarahnya yang melegenda! Konon, sepulang beliau menunaikan ibadah haji, beliau membawa oleh-oleh makanan dari tanah suci, namun jumlahnya tidak cukup untuk dibagikan ke seluruh murid dan warga Jatinom. Akhirnya, sang istri membuat kue apem tambahan yang kemudian dibagikan sambil meneriakkan kata "Ya Qowiyyu" (Mohon kekuatan kepada Allah). Dari sinilah tradisi sebaran apem *Ya Qowiyyu* lahir setiap bulan Sapar.
Kalau dulu apemnya mungkin hanya rasa original, sekarang kreatif banget! Begitu selesai ziarah, kami langsung menyerbu para penjual apem. Variasi rasanya banyak banget, mulai dari rasa original yang gurih-manis, nangka yang harum, coklat lumer, pandan yang segar, sampai manis legitnya gula aren. Dimakan pas masih hangat setelah berziarah, rasanya benar-benar nikmat dan bikin rindu untuk kembali lagi ke sini.
Ziarah dapat ketenangan spiritualnya, pulang pun bawa berkah dan oleh-oleh untuk keluarga di rumah. Kapan terakhir kali kamu ziarah ke Jatinom?
Yuk, agendakan ziarah sekaligus wisata religi dan kuliner ke Klaten bareng keluarga atau rombonganmu! Coba absen di kolom komentar, siapa yang sudah pernah ke sini? πβ¨