viralsejagat

viralsejagat Update informasi yang sedang Viral mau beriklan di sini silahkan hubungi kami

05/06/2026

*Mahasiswa Banten Soroti Temuan BPK Pada Program Bang ANDRA, Desak Evaluasi Menyeluruh Hingga Copot Kepala DPUPR Banten*

SERANG – Kalangan mahasiswa Banten yang tergabung dalam Aliansi Penggerak Mahasiswa Pelajar Banten menyoroti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terkait pelaksanaan Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) yang menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Banten. Temuan tersebut dinilai harus menjadi perhatian serius seluruh pihak, mengingat program ini menggunakan anggaran publik yang bersumber dari uang rakyat.

Wildan Koordinator Aliansi Penggerak Mahasiswa Pelajar Banten menilai bahwa temuan BPK tidak boleh berhenti pada sebatas rekomendasi administratif, melainkan harus ditindaklanjuti secara transparan dan akuntabel untuk memastikan tidak adanya penyimpangan dalam pelaksanaan proyek infrastruktur tersebut.

"Kami meminta Pemerintah Provinsi Banten melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Bang Andra. Setiap paket pekerjaan yang menjadi temuan BPK harus diperiksa secara detail, baik dari sisi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, hingga pertanggungjawaban anggarannya," tegas Wildan perwakilan mahasiswa.

Selain mendesak evaluasi total, mahasiswa juga meminta Gubernur Banten mengevaluasi kinerja Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten. Menurut mereka, apabila ditemukan adanya kelalaian dalam pengawasan yang mengakibatkan munculnya temuan BPK, maka pencopotan pejabat yang bertanggung jawab harus menjadi langkah yang dipertimbangkan.

Mahasiswa juga mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), baik Kepolisian, Kejaksaan, maupun lembaga pengawas lainnya untuk mengusut tuntas seluruh temuan yang berkaitan dengan Program Bang Andra. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan ada atau tidaknya indikasi perbuatan melawan hukum yang berpotensi merugikan keuangan negara.

"Kami meminta APH tidak menutup mata terhadap persoalan ini. Setiap temuan harus didalami secara objektif dan profesional. Jika ditemukan adanya indikasi penyimpangan, mark-up anggaran, pekerjaan fiktif, pengurangan volume pekerjaan, atau perbuatan yang berpotensi merugikan negara, maka pihak yang terlibat harus

01/06/2026

Menakar Eksploitasi Industri di Tanah Kelahiran: Menuntut Tanggung Jawab
PT Dadi Carbontech Indonesia

Oleh: Arif Syarifin (Putra Daerah & Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia)
Bojonegara hari ini tidak sedang baik-baik saja. Sebagai pemuda yang lahir, tumbuh, dan menyaksikan dinamika tanah kelahiran ini, saya merasa ada luka yang kian menganga di tengah gemerlapnya narasi modernisasi industri di Kabupaten Serang. Alih-alih membawa kesejahteraan yang merata, derasnya arus investasi justru menyisakan pilu bagi masyarakat arus bawah. Kasus yang menimpa warga Kampung Solor Lor, Desa Margagiri, akibat operasional PT Dadi Carbontech Indonesia adalah potret buram bagaimana ruang hidup kami sedang dijajah secara perlahan.
Sebagai mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), saya selalu diajarkan untuk melihat permasalahan dengan pisau analisis yang jernih dan berpihak pada kemanusiaan. Ketika mendengar jeritan tetangga dan kerabat di Bojonegara yang mengeluhkan debu hitam pekat masuk ke dapur mereka, serta anak-anak yang mulai menderita gatal-gatal di kulit akibat abu karbon, nurani saya terusik. Ini bukan lagi sekadar masalah dinamika bisnis, ini adalah pelanggaran nyata terhadap hak atas lingkungan hidup yang bersih dan sehat—hak fundamental yang dijamin oleh konstitusi kita.Ironisnya, investigasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang membuka tabir bahwa PT Dadi Carbontech Indonesia beroperasi tanpa mengantongi dokumen lingkungan yang sah. Bagaimana mungkin sebuah korporasi besar apalagi berstatus Penanaman Modal Asing (PMA) bisa dengan jemawa membakar karbon di atas tanah kami tanpa melewati prosedur hukum yang benar di tingkat Provinsi Banten? Ini adalah bentuk pelecehan terhadap kedaulatan hukum daerah dan bukti nyata egoisme korporasi yang mendahulukan profit di atas keselamatan publik.

Status perusahaan yang menyewa fasilitas milik PT Inasa Wahana Lestari tidak boleh dijadikan tameng untuk melempar tanggung jawab. Kami, pemuda Bojonegara, tidak anti-investasi. Kami memahami bahwa industri adalah motor penggerak ekonomi. Namun, jika industri tersebut dibangun di atas penderitaan fisik, kepulan polusi udara, dan ancaman ISPA bagi gen

Dugaan Pengeroyokan Mahasiswa UNIBA​1. Inti Kejadian​Seorang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bina Bangsa (UNIBA) be...
31/05/2026

Dugaan Pengeroyokan Mahasiswa UNIBA

​1. Inti Kejadian

​Seorang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bina Bangsa (UNIBA) bernama Ian Caesar Fransisco Sinaga diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah mahasiswa. Insiden ini terjadi saat acara musik RILAYA yang digelar oleh BEM UNIBA di lingkungan kampus FKIP pada Sabtu (30/5/2026) malam sekitar pukul 21.30 WIB.

​2. Kronologi & Penyebab

​Senggolan di Konser: Keributan bermula saat korban sedang berjoget dan bersenggolan dengan mahasiswa berinisial B yang diduga di bawah pengaruh alkohol.

​Pengeroyokan: Korban kemudian diajak berkelahi lalu dipukuli oleh sekelompok orang. Korban mengenali tiga terduga pelaku berinisial B, K, dan E.

​Gagal Dilerai: Panitia acara sempat mencoba melerai, namun situasi tidak terkendali karena banyaknya jumlah pelaku. Saksi mata menduga pelaku juga menggunakan benda keras.

​3. Dampak & Tindakan Korban

​Luka-Luka: Korban mengalami luka robek di kepala, lebam di wajah, serta memar di tubuh dan langsung mendapat penanganan medis.

​Jalur Hukum: Korban telah melakukan visum dan resmi melaporkan kejadian ini ke Polresta Serang Kota agar diusut tuntas.

​4. Sorotan & Evaluasi Kampus

​Insiden ini memicu kritik dari kalangan mahasiswa terkait lemahnya sistem pengamanan dan mitigasi risiko dalam acara besar yang diselenggarakan oleh BEM. Kejadian ini dinilai mencederai nilai akademik dan ruang aman di lingkungan kampus.

​Hingga berita diturunkan, pihak-pihak terduga pelaku belum memberikan klarifikasi resmi, dan kasus ini masih dalam tahap dugaan serta penyelidikan pihak kepolisian.


24/02/2026

Program Makan Bergizi Gratis di Palu Menuai Kritik: Guru Keluhkan Porsi Tak Seimbang dan Kualitas Rendah

‎PALU – Pelaksanaan uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Palu mulai mendapat sorotan tajam. Meski bertujuan meningkatkan nutrisi siswa, sejumlah tenaga pendidik justru melayangkan keluhan terkait kualitas makanan yang dinilai jauh dari standar yang diharapkan.

‎Kualitas dan Porsi Jadi Sorotan
‎Beberapa guru di sekolah penerima manfaat mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap paket makanan yang dibagikan. Masalah utama yang muncul ke permukaan adalah ketidakseimbangan porsi serta kualitas bahan pangan yang dianggap buruk.

11/02/2026
27/12/2025

Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil! 🌱

Tutup tahun 2025 dengan aksi nyata, bukan cuma wacana! Mari bergabung dalam gerakan Gedebag Gedebug Akhir Tahun 2025 bersama komunitas Bebersih Sekabeh Serang. Kita tidak hanya sekadar memungut sampah, tapi juga belajar bersama tentang edukasi lingkungan.

Yuk, jadikan momen akhir tahun ini lebih bermakna demi mewujudkan Serang Bersih 2026! ✨

🗓 Minggu, 28 Desember 2025

⏰ 06.30 - 10.30 WIB

📍 CFD Alun-alun Kota Serang

Jangan biarkan semangat kita terkubur tumpukan sampah. Daftar sekarang di:

🔗 https://bit.ly/RegistrasiGedebagGedebug2025

VolunteerSerang

Address

Jalan Raya Tambak Pamarayan Km 7 Sukaraja Blokang Serang
Serang
42176

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when viralsejagat posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to viralsejagat:

Shortcuts

Share