09/01/2026
Gunung merapi merapi merupakan gunung berapi aktif yg berada di ketinggian 2986 mdpl . secara administratif Berada di 4 wilayah yg berbeda .yaitu di kabupaten sleman. Kab. Magelang, Kab. Klaten dan Kab. Boyolali.
Menurut ahli vulkanologi gunung merapi ini sudah ada sejak 400 ribu tahun yang lalu.dan tergolong sebagai salah satu gunung paling aktif di dunia. Karna selalu meletus setiap beberapa periode tertentu.letusan dahsyat pertama kali terjadi pada abad ke 10 tepatnya pada tahun 1006. Dan pada tahun 1930 pada masa pemerintahan kolonial Belanda terjadi lagi erupsi dahsyat hingga meluluh lantakkan 14 desa dan menew4skan kurang lebih 1370 korb4n jiwa. Banyaknya korb4n jiwa kala itu di sebabkan oleh muntahan magma yg datang secara tiba2 dan menghantam pemukiman warga.
Selain memuntahkan magma berupa lahar panas gunung merapi mengeluarkan awan panas ( wedus gembel) yg besuhu 700°C ke udara beserta abu vulkanik . Berangkat dari kejadian itu pemerintah Belanda pun mencetuskan sebuah ide pembangunan bunker atau ruang bawah tanah disekitaran lereng gunung merapi .yg nantinya akan digunakan untuk tempat evakuasi sementara apabila gunung merapi kembali erupsi dimasa yg akan datang.
dan akhirnya dibangunlah bunker ini tepatnya di lereng gunung Merapi di desa KinahRejo, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Diperkirakan mampu menampung hingga 100 orang. Dan jadilah bunker ini dan kita kenal dengan sebutan bunker kali adem .
Tapi setelah bangunan ini jadi pemerintah belanda tidak jadi memfungsikan bangunan ini sesuai tujuan awal tanpa sebab yg jelas dan dibiarkan terbengkalai hingga berpuluh-puluh tahun lamanya hingga Indonesia merdeka
Hingga akhirnya ditahun 2001 pemerintah Kab. Sleman
Merenovasi total bangunan ini agar bisa di fungsikan kembali
Seperti fungsi awal yaitu sebagai tempat evakuasi/tempat perlindungan darurat untuk warga sekitar bila Gunung Merapi mengalami aktivitas erupsi berbahaya — terutama dari awan panas (wedhus gembel) yang mengalir cepat dari puncak gunung .
Karna bangunan ini terbengkalai selama berpuluh ouluh tahun pemerintahpun merenofasi total agar bangunan ini lebih layak lagi .
bangunan beton kokoh sepanjang sekitar 7 meter, lebar 2,5 meter, dan tinggi 2,5 meter; dilengkapi pintu besi dan ventilasi untuk udara masuk.
Harapannya, saat letusan terjadi, warga atau tim penanggulangan bencana bisa berlindung sementara di dalam bunker dari ancaman material panas.
Tapi sebuah bangunan kecil yang awalnya diyakini mampu menahan panas ekstrem, abu pekat, dan tekanan awan panas. Keyakinan itu hancur pada erupsi tahun 2006, ketika Merapi mengeluarkan aliran mem4tikan yang jauh lebih besar, lebih panas, dan lebih cepat daripada perkiraan para ahli.
Pada tanggal 14 Juni 2006, Merapi melepaskan awan panas yang meluncur deras, disertai luncuran material vulkanik yang menuruni lereng. Gunung Merapi meletus sangat dahsyat, mengeluarkan serangkaian awan panas (pyroclastic flow) yang memiliki suhu ekstrem (diperkirakan bisa mencapai 700 derajat Celsius) dan bergerak dengan kecepatan tinggi.
Di kawasan Kaliadem, dua relawan yaitu Sarjono dan Sudarwanto ( Kenteng) bertugas memastikan seluruh warga meninggalkan rumah. Mereka menyisir permukiman, mengetuk pintu, dan memastikan tidak ada satu pun penduduk yang tertinggal. Setelah warga bergerak turun menjauhi zona bahaya, dua relawan ini menjadi orang terakhir yang meninggalkan area itu. Namun awan panas sudah terlanjur mendekat dengan kecepatan tinggi, membuat mereka kehilangan waktu untuk menyusul warga
Dalam situasi genting itu, Sarjono dan Sudarwanto (Kenteng) memilih menuju Bunker Kaliadem, satu satunya tempat perlindungan paling dekat. Mereka berharap kotak beton tebal itu cukup kuat untuk menahan suhu ekstrem dan memberi kesempatan untuk selamat.
Namun erupsi hari itu tidak hanya melepaskan awan panas, tetapi juga membawa lahar bersuhu tinggi dan tekanan material yang sangat besar, yang menghantam kawasan Kaliadem, menutup pintu bunker dengan cepat, menyumbat ventilasi, dan menaikkan suhu di dalam ruangan sempit itu hingga mencapai tingkat yang tidak mungkin ditahan oleh siapa pun.
Tim penyelamat baru dapat memasuki lokasi setelah dua hari, ketika suhu mulai mereda, meski tanah di sekitarnya masih cukup panas untuk melelehkan sepatu. Material vulkanik yang mengeras menutup seluruh pintu, sehingga area harus disemprot air terus menerus agar dapat dibuka. Ketika bunker akhirnya berhasil dibuka, kondisi di dalamnya membuat para petugas terpaku. Sarjono ditemukan meringkup dekat pintu, seakan masih berusaha keluar, sedangkan Sudarwanto berada di dalam bak air yang masih panas, menunjukkan upaya terakhir untuk bertahan hidup. Luka bakar yang mereka alami menembus hingga organ dalam, menggambarkan betapa dahsyatnya panas yang terjebak di dalam ruang itu.
Meskipun Bunker Kaliadem dibangun sebagai tempat berlindung, bunker ini tidak dirancang secara teknis untuk tahan terhadap aliran piroklastik bersuhu sangat tinggi, terutama ketika material panas luar biasa masuk ke dalam ruangannya.
Dengan kondisi tersebut, bukannya memberi perlindungan, bunker justru menjadi tempat yang sangat berbahaya saat awan panas besar melintas . sehingga korban yang berlindung di dalamnya justru tertutup panas ekstrem dan kehilangan nyawa.
Setelah tragedi 2006 Bunker Kaliadem tidak lagi digunakan untuk perlindungan darurat.Kini, lokasi ini sering dikunjungi wisatawan sebagai bagian dari lava tour Merapi — sebagai monumen sejarah dan saksi bisu keganasan Gunung Merapi, sekaligus penghormatan atas keberanian relawan yang gugur.
Tragedi ini menjadi pelajaran penting tentang batas kemampuan struktur perlindungan di kawasan gunung berapi. Bunker yang awalnya dianggap aman ternyata tidak dirancang untuk menghadapi kombinasi awan panas, tekanan abu, dan lahar bersuhu ekstrem seperti yang terjadi pada hari itu. Kini Bunker Kaliadem berdiri sebagai lokasi edukasi, mengingatkan bahwa keselamatan di Merapi hanya dapat tercapai melalui evakuasi cepat dan tepat waktu. Warjono dan Sudarwanto dikenang sebagai relawan yang mengorbankan diri karena memilih memastikan warga selamat lebih dulu, sebuah tindakan mulia yang menjadikan kisah mereka terus hidup dalam ingatan banyak orang.