Lakon Urip

Lakon Urip "Lakon Urip"
Catatan History
misteri
fakta
sejarah ,motivasi ,
afirmasi posistif
dan kisah kisah hidup yang
Inspiratif &edukatif
semoga bermanfaat🙏

06/10/2026

Alhamdulillah akhirnya Timnas Indonesia Juara... Walaupun Thailand punya Iklas tapi Indonesia Punya Ridho
Kan percuma kalo iklas tapi gk Ridho

KETIKA KEKUASAAN MEMANGGILTahun 1967.Orde Lama telah tumbang. Orde Baru mulai berdiri. Sebagian aktivis mahasiswa yang i...
03/10/2026

KETIKA KEKUASAAN MEMANGGIL

Tahun 1967.

Orde Lama telah tumbang. Orde Baru mulai berdiri. Sebagian aktivis mahasiswa yang ikut mendorong perubahan kemudian mendapat tempat di lingkar kekuasaan.

Sebanyak 14 perwakilan mahasiswa ditempatkan di MPRS/DPR-GR.

Namun ada satu nama yang memilih jalan berbeda:

Soe Hok Gie.

Usianya baru 24 tahun.

Gie menolak gagasan bahwa perjuangan mahasiswa harus dibayar dengan kursi kekuasaan. Baginya, mahasiswa seharusnya menjadi kekuatan moral, bukan berubah menjadi bagian dari kekuasaan politik.

Kritiknya pun tidak disimpan dalam diam.

Melalui Radio Ampera, Gie bersama kakaknya, Soe Hok Djin, melancarkan kritik keras. Salah satu siarannya bahkan diberi judul yang menusuk:

“Awas Penyakit Pahlawan Gadungan.”

Gie mengkritik mahasiswa yang menurut pandangannya mulai menikmati hasil perjuangan dan mengejar posisi setelah perubahan politik terjadi.

Ia tidak berhenti mengkritik.

Ia memilih tetap berada di luar kekuasaan.

Bukan karena tidak punya kesempatan.

Justru karena ia percaya bahwa kekuasaan harus selalu punya orang yang berani mengawasinya.

Dan sejarah kemudian memperlihatkan ironi yang menarik.

2 Oktober 2026.

Hampir enam dekade setelah Gie menolak kursi kekuasaan, Rocky Gerung—figur yang selama bertahun-tahun dikenal publik melalui kritik dan pandangan politiknya—dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden.

Pengangkatannya ditetapkan melalui Keppres Nomor 107/P Tahun 2026.

Kini, Rocky berada di dalam struktur resmi kekuasaan.

Namun menariknya, setelah dilantik, ia justru mengatakan bahwa fungsi Wantimpres adalah tetap “kritis” terhadap kebijakan, bukan sekadar mengkritik.

Di sinilah kisah Gie kembali relevan.

Bukan untuk mengatakan bahwa sejarah harus berulang.

Bukan p**a untuk menghakimi seseorang karena menerima jabatan.

Tetapi untuk mengajukan satu pertanyaan:

Bisakah seseorang tetap menjadi pengkritik kekuasaan setelah dirinya berada di dalam lingkar kekuasaan itu sendiri?

Soe Hok Gie tidak pernah sempat menjawab pertanyaan tersebut.

Pada 16 Desember 1969, sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-27, ia meningg4l di Puncak Mahameru setelah menghirup gas ber4cvn, bersama rekannya, Idhan Lubis.

Ia pergi tanpa pernah menduduki kursi parlemen.

Tanpa jabatan pemerintahan.

Tetapi meninggalkan sesuatu yang jauh lebih sulit diwariskan:

pertanyaan tentang bagaimana seorang intelektual menjaga jarak dari kekuasaan.

Gie bukan manusia tanpa kekurangan.

Ia juga bukan tokoh yang harus ditempatkan di luar kritik.

Namun satu hal tercatat jelas dalam sejarah:

ketika sebagian kawan seperjuangannya masuk ke parlemen, ia memilih tetap menjadi suara yang mengawasi.

Dan mungkin, justru di situlah pelajaran terbesar dari Soe Hok Gie:

perubahan rezim belum tentu mengubah godaan kekuasaan.

Yang berubah bisa saja nama orangnya.

Yang berubah bisa saja zamannya.

Tetapi pertanyaannya tetap sama:

Ketika kekuasaan membuka pintu, apakah idealisme ikut masuk—atau justru tertinggal di luar?

Kuat tanpo sambat
03/10/2026

Kuat tanpo sambat

1 OKTOBER 2022…MALAM YANG AWALNYA HANYA TENTANG SEPAK BOLA, BERUBAH MENJADI SALAH SATU TRAGEDI TERKELAM DALAM SEJARAH OL...
03/10/2026

1 OKTOBER 2022…
MALAM YANG AWALNYA HANYA TENTANG SEPAK BOLA, BERUBAH MENJADI SALAH SATU TRAGEDI TERKELAM DALAM SEJARAH OLAHRAGA INDONESIA

Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, adalah salah satu bencana sepak bola paling mem4tikan dalam sejarah dunia. Peristiwa kelam ini mengakibatkan sedikitnya 135 orang meninggrl dunia dan 583 orang lainnya luk4-luka. Sebagian besar korban jiw4 adalah remaj4, w3nita, hingga an4k-an4k.

Berikut adalah kisah kronologi lengkap detik-detik mencekam malam itu:

1. Jalurnya Pertandingan Tensi Tinggi

Pertandingan pekan ke-11 BRI Liga 1 2022/2023 mempertemukan dua rival abadi Jawa Timur, yaitu Arema FC melawan Persebaya Surabaya. Laga dimulai pukul 20.00 WIB dengan kondisi stadion yang dipenuhi oleh sekitar 42.000 penonton, melebihi kapasitas ideal. Untuk mengantisipasi gesekan antar-suporter, panitia sejak awal telah melarang pendukung Persebaya (Bonek) datang langsung ke Malang, sehingga seluruh stadion diisi oleh suporter Arema (Aremania).

Pertandingan berjalan sangat ketat dan berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Persebaya Surabaya. Kekalahan ini menjadi sejarah buruk bagi tim tuan rumah karena Arema FC tidak pernah kalah dari Persebaya di kandang sendiri selama 23 tahun terakhir.

2. Suporter Turun ke Lapangan

Sesaat setelah wasit meniup peluit panjang sekitar pukul 22.00 WIB, suasana mulai menegang. Awalnya, beberapa orang suporter turun dari tribun menuju ke tengah lapangan untuk menghampiri pemain serta ofisial Arema guna mengekspresikan kekecewaan mereka. Namun, aksi ini memicu gelombang suporter lain dalam jumlah yang lebih besar (sekitar 3.000 orang) untuk ikut mer4ngsek masuk ke lapangan.

3. Temb4kan G4s 4ir Mat4 oleh Aparat

Melihat situasi yang kian tidak terkendali karena beberapa fasilitas stadion mulai dirusak, aparat keamanan dari kepolisian dan TNI mencoba melakukan tindakan penghalauan secara represif. Puncak f4t4litas terjadi ketika aparat keamanan menemb4kkan g4s air mata menggunakan pel0nt4r senj4ta.

Temb4kan g4s air mat4 tersebut tidak hanya diarahkan kepada suporter yang berada di lapangan, tetapi juga diles4tkan secara m4sif ke arah tribun penonton (terutama tribun 10, 11, 12, 13, dan 14) yang saat itu diisi oleh massa yang tertib dan tidak ikut membuat kericuhan.

Penggunaan g4s air mat4 di dalam stadion ini merupakan pelangg4ran f4tal terhadap Kode Keamanan Stadion FIFA (Pasal 19B).

4. Kep4nikan Massal di Pintu Keluar

As4p teb4l g4s air m4ta memicu kepanikan luar biasa di seluruh penjuru stadion. Ribuan orang di tribun langsung mengalami ses4k n4pas, m4t4 perih, dan batuk-batuk secara bersamaan. Secara refleks, ribuan penonton langsung berlari berebut4n menuju lorong-lorong s3mpit untuk keluar dari stadion.

Nahasnya, beberapa gerbang evakuasi utama—terutama Pintu 13 dan Pintu 14—dilaporkan dalam kondisi terkunci atau hanya terbuka sangat sedikit (terbuka sebagian). Akibatnya, terjadi penvmpvkan massa dalam skala masif di lor0ng-l0rong sempit tersebut.

Orang-orang saling berdes4kan, berhimpit4n, terinj4k-inj4k, hingga terjeb4k berj4m-j4m kekurangan oksigen di tengah kepungrn as4p ber4cvn. Lorong-lorong evakuasi tersebut seketika berubah menjadi area pemandangan yang mencek4m dan memiluk4n h4ti.

5. Pasca-Tragedi dan Dampaknya

Proses evakuasi darurat terus berlangsung hingga dini hari. Banyak korban yang meninggal di tempat di dalam area lorong stadion maupun toilet, sementara ratusan lainnya meninggal dalam perjalanan atau saat mendapat perawatan di berbagai rumah sakit di Malang.

Pemerintah membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) untuk mengusut tuntas kasus ini. Sebanyak 6 orang kemudian ditetapkan sebagai ters4ngka, mulai dari jajaran Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB), panitia pelaksana, hingga perwira kepolisian yang menginstruksikan penemb4k4n g4s 4ir mata.

Hingga saat ini, setiap tanggal 1 Oktober, masyarakat dan para keluarga korban terus menyuarakan aksi damai serta doa bersama untuk merawat ingatan sekaligus menuntut keadilan yang seutuhnya bagi 135+ jiwa yang melayang.

Namun angka 135 bukan sekadar angka.

Di baliknya ada nama.

Ada keluarga.

Ada anak-anak.

Ada orang tua.

Ada sahabat.

Ada kehidupan yang seharusnya masih berlanjut.
Empat tahun telah berlalu…
tetapi bagi keluarga yang kehilangan orang tercinta, malam 1 Oktober 2022 bukan sekadar sejarah.
Ia adalah luka yang terus dikenang.

Kanjuruhan mengajarkan satu hal yang tidak boleh dilupakan:
sepak bola boleh menghadirkan kemenangan dan kekalahan…

tetapi tidak boleh mengorb4nkan kesel4m4tan manusia.

Untuk 135 korb4n…

semoga mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.
Untuk keluarganya semoga selalu diberikan kekuatan dan ketabahan.

Dan untuk kita semua…

jangan biarkan waktu menghapus pelajaran dari tragedi Kanjuruhan.

1 Oktober 2022.
Kita mengenang.
Kita mendoakan.
Dan kita belajar.”

1 Oktober 2022.
Kanjuruhan… selamanya menjadi luka dalam ingatan sepak bola Indonesia.”

Rocky Gerung—figur yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai pengkritik keras kekuasaan—kini justru resmi berada di dal...
02/10/2026

Rocky Gerung—figur yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai pengkritik keras kekuasaan—kini justru resmi berada di dalam lingkar pemerintahan.

Jumat, 2 Oktober 2026, Presiden Prabowo Subianto melantik Rocky Gerung sebagai salah satu dari 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden atau Wantimpres di Istana Negara, Jakarta.

Pengangkatan itu berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 107/P Tahun 2026. Dalam susunan baru tersebut, Pratikno menjadi Ketua Wantimpres, Muhammad Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua, dan Muhammad Qodari sebagai Sekretaris.

Yang membuat publik kembali mengingat masa lalu adalah pernyataan Rocky sendiri.

Pada deklarasi alumni pendukung Prabowo-Sandiaga pada 26 Januari 2019, Rocky pernah mengatakan bahwa jika Prabowo menjadi presiden, ia akan tetap mengkritiknya.

Kalimat itu kini kembali beredar dan menjadi bahan perbincangan.

Dulu dari luar mengkritik kekuasaan. Kini dari dalam Istana memberikan pertimbangan kepada Presiden.

Namun Rocky mengatakan dirinya tetap akan menjalankan peran dengan sikap kritis. Usai pelantikan, ia menyebut tugasnya antara lain memantau situasi politik dan kebudayaan dengan tanggung jawab etik yang independen.

Di sinilah pertanyaan publik muncul:

Apakah seorang pengkritik akan berubah ketika masuk ke dalam lingkar kekuasaan, atau justru kritiknya akan terdengar lebih dekat langsung ke telinga Presiden?

Jawabannya tentu baru bisa dilihat dari sikap dan kerja Rocky setelah menjalankan tugasnya.

Yang juga menarik, Wantimpres kali ini beranggotakan 26 tokoh, jauh lebih banyak dibanding susunan Wantimpres pada periode sebelumnya. Komposisinya mempertemukan tokoh dari beragam latar belakang, termasuk Quraish Shihab, Said Aqil Siradj, Chairul Tanjung, Ignasius Jonan, Anwar Usman, hingga Rocky Gerung.

Maka pelantikan hari ini bukan sekadar tentang seorang Rocky Gerung yang masuk Istana.

Ini juga menjadi babak baru bagi sosok yang selama bertahun-tahun dikenal karena keberaniannya mengkritik kekuasaan.

Kini pertanyaannya bukan lagi, “Apakah Rocky akan mengkritik Prabowo?”

Melainkan:

“Ketika kritik itu disampaikan dari dalam Istana, seberapa tajam suara Rocky Gerung nantinya?”

Publik tinggal menunggu jawabannya melalui tindakan, bukan sekadar kata-kata.

11 TAHUN MERAWAT DENGAN TULUS… TAK DISANGKA, INILAH YANG DITINGGALKAN SANG MAJIKANTerkadang, kebaikan yang kita lakukan ...
02/10/2026

11 TAHUN MERAWAT DENGAN TULUS… TAK DISANGKA, INILAH YANG DITINGGALKAN SANG MAJIKAN

Terkadang, kebaikan yang kita lakukan dengan tulus… tidak langsung mendapatkan balasan.

Tetapi waktu punya cara sendiri untuk menunjukkan bahwa tidak ada kebaikan yang benar-benar sia-sia.

Pada tahun 1991, Daisy Bucad Eng meninggalkan Filipina dan pergi ke Hong Kong untuk bekerja sebagai pekerja rumah tangga.

Ia datang bukan untuk mencari kemewahan.

Ia hanya ingin bekerja… menghidupi keluarga… dan berharap memiliki kehidupan yang lebih baik.

Namun, pengalaman pertamanya sebagai pekerja rumah tangga justru tidak berjalan baik.

Sampai akhirnya Daisy bertemu dengan seorang perempuan lanjut usia asal Portugal bernama Marie Ramchand Ribiero.

Berbeda dari pengalaman sebelumnya, Marie memperlakukan Daisy bukan sekadar sebagai pekerja.

Hubungan mereka perlahan berubah menjadi seperti keluarga.

Selama 11 tahun, Daisy merawat Marie dengan penuh perhatian.

Menemani hari-harinya…

Membantu ketika tubuhnya mulai lemah…

Dan tetap berada di sisinya hingga Marie jatuh sakit.

Namun pada tahun 2002, Marie akhirnya meninggal dunia.

Daisy tentu merasa kehilangan.

Baginya, yang pergi bukan hanya seorang majikan…

Tetapi seseorang yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.

Daisy mungkin mengira kisah mereka telah berakhir.

Tetapi ternyata… masih ada satu kejutan yang belum ia ketahui.

Sebuah surat wasiat mengungkap bahwa nama Daisy tercantum sebagai salah satu penerima warisan Marie.

Pemberitaan mengenai warisan itu menyebut sejumlah aset bernilai puluhan juta peso.

Di antaranya sebuah apartemen dan uang dalam bentuk dolar yang jika dijumlahkan mencapai sedikitnya sekitar 51 juta peso, atau sekitar Rp14 miliar berdasarkan nilai yang diberitakan.

Bahkan, masih disebutkan adanya saham di sejumlah perusahaan.

Namun bagi Daisy, warisan itu bukan sekadar angka.

Setelah menerima warisan tersebut, ia kemudian membangun Jewel Igorot Building, sebuah gedung lima lantai di Benguet yang digunakan untuk berbagai usaha dan kegiatan.

Ia juga memiliki rumah dan lahan pertanian.

Dan yang paling menyentuh…

Daisy membuat sebuah memorial untuk mengenang Marie.

Perempuan yang dahulu ia rawat…

Kini justru menjadi seseorang yang meninggalkan perubahan besar dalam hidupnya.

Dari seorang pekerja rumah tangga yang datang ke Hong Kong demi mencari nafkah…

Daisy akhirnya menerima warisan yang nilainya begitu besar.

Tetapi mungkin, warisan terbesar Marie bukanlah apartemen…

Bukan uang…

Bukan p**a saham.

Melainkan kenangan, kasih sayang, dan sebuah hubungan yang dibangun selama 11 tahun dengan ketulusan.

Karena terkadang…

Kita tidak pernah tahu sejauh apa kebaikan yang kita tanam hari ini akan tumbuh di kemudian hari.

Pesan moralnya:

Jangan pernah merasa bahwa kebaikan kita sia-sia hanya karena tidak segera mendapatkan balasan.

Rawatlah orang lain dengan ketulusan, hormati mereka dengan hati, dan berbuat baiklah tanpa menghitung apa yang akan kita terima.

Sebab manusia mungkin bisa melupakan kebaikan kita…

Tetapi waktu tidak pernah benar-benar menghapusnya.

Kebaikan yang dilakukan dengan tulus mungkin tidak selalu kembali dalam bentuk yang kita harapkan… tetapi ia selalu meninggalkan jejak.

FAM TUNTUT PENJELASAN RESMI FIFA SOAL WAKTU TAMBAHAN INDONESIA-BANGLADESHKUALA LUMPUR — Persatuan Bolasepak Malaysia (FA...
02/10/2026

FAM TUNTUT PENJELASAN RESMI FIFA SOAL WAKTU TAMBAHAN INDONESIA-BANGLADESH

KUALA LUMPUR — Persatuan Bolasepak Malaysia (FAM) secara resmi meminta penjelasan dari Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) terkait perubahan waktu tambahan dalam pertandingan Indonesia versus Bangladesh pada Piala ASEAN FIFA 2026 di Stadion Utama Gelora B**g Karno, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

FAM mempersoalkan perubahan waktu tambahan yang pada awalnya ditampilkan selama dua menit, tetapi kemudian berubah menjadi tujuh menit.

Melalui pernyataan resminya, FAM menyatakan akan mengajukan permintaan resmi kepada FIFA untuk mendapatkan penjelasan mengenai dasar, prosedur, serta kondisi yang menyebabkan perubahan waktu tambahan tersebut.

«“FAM memandang serius isu perubahan tempoh masa tambahan yang berlaku ketika perlawanan antara Indonesia dan Bangladesh dalam aksi Piala ASEAN FIFA 2026 di Stadium Gelora B**g Karno, Jakarta, malam tadi.”»

FAM menegaskan bahwa pengelolaan waktu pertandingan merupakan bagian penting dalam memastikan pertandingan berlangsung secara adil, transparan, serta sesuai dengan peraturan kompetisi yang berlaku.

«“Sehubungan itu, FAM akan mengemukakan permohonan rasmi kepada Persekutuan Bolasepak Antarabangsa (FIFA) bagi menjelaskan asas, prosedur dan keadaan yang membawa kepada perubahan tempoh masa tambahan tersebut.”»

Dikaitkan dengan Persaingan Grup A

Permintaan tersebut mendapat perhatian karena pertandingan Indonesia melawan Bangladesh memiliki kaitan langsung dengan persaingan klasemen akhir Grup A.

Indonesia akhirnya menang 9-2 atas Bangladesh. Dalam periode akhir pertandingan, Indonesia mencetak dua gol tambahan setelah waktu tambahan berubah menjadi tujuh menit. Hasil tersebut membuat Indonesia mengungguli Malaysia dalam persaingan menuju final berdasarkan jumlah gol yang dicetak.

FAM mengatakan situasi tersebut layak mendapatkan penjelasan karena pertandingan Indonesia-Bangladesh turut menentukan posisi akhir Grup A dan tim yang lolos ke final.

«“FAM turut berpandangan bahawa perkara ini wajar diberikan perhatian sewajarnya memandangkan perlawanan tersebut melibatkan persaingan untuk menentukan kedudukan akhir Kump**an A, sekali gus memberi kesan kepada penentuan pasukan yang layak ke final.”»

Karena itu, FAM meminta FIFA melakukan penelaahan terhadap insiden tersebut dan memberikan penjelasan mengenai keputusan yang dibuat oleh perangkat pertandingan, termasuk apakah perubahan waktu tambahan telah dilakukan sesuai prosedur dan regulasi yang berlaku.

FAM Tegaskan Bukan Mempermasalahkan Hasil Pertandingan

Meski meminta penjelasan FIFA, FAM menegaskan bahwa langkah tersebut bukan dimaksudkan untuk mempersoalkan hasil pertandingan ataupun mempertanyakan pencapaian salah satu tim.

«“Pada masa sama, FAM ingin menegaskan bahawa permohonan ini bukan bertujuan untuk mempersoalkan keputusan perlawanan atau mempertikaikan pencapaian mana-mana pasukan, sebaliknya bagi mendapatkan penjelasan rasmi mengenai proses dan prosedur pengadilan bagi mengelakkan kekeliruan yang timbul.”»

Dengan demikian, fokus permintaan FAM adalah meminta kejelasan mengenai proses pengelolaan waktu tambahan dan keputusan perangkat pertandingan, bukan secara langsung mengajukan keberatan terhadap kemenangan Indonesia.

Hingga berita ini disusun, permintaan FAM tersebut merupakan sikap resmi federasi sepak bola Malaysia yang meminta FIFA memberikan penjelasan mengenai perubahan waktu tambahan dari dua menjadi tujuh menit.

Kalau ukuran keberhasilan seorang anak presiden adalah seberapa banyak harta, jabatan, atau proyek yang berhasil dikumpu...
01/10/2026

Kalau ukuran keberhasilan seorang anak presiden adalah seberapa banyak harta, jabatan, atau proyek yang berhasil dikumpulkan, mungkin Guruh Soekarnoputra akan terlihat seperti orang yang salah memilih jalan.

Bayangkan…

Ia adalah putra bungsu Presiden Soekarno. Sejak lahir, ia sudah berada di lingkungan pusat kekuasaan Republik Indonesia.

Namun ketika dewasa, Guruh justru memilih dunia yang bagi sebagian orang mungkin terlihat “tidak menghasilkan banyak uang”.

Ia memilih tari, musik, kain tradisional, seni pertunjukan, dan kebudayaan Indonesia.

Bukan tambang.

Bukan bisnis kekuasaan.

Bukan mengejar kemewahan.

Melainkan seni.

Dan justru di situlah sisi lain Guruh yang sering luput dilihat.

Guruh memang lahir sebagai anak presiden. Tetapi dari kesaksiannya sendiri, kehidupan di Istana Merdeka tidak membuatnya merasa sebagai “anak raja”.

Saat masih kecil, taman kanak-kanaknya bahkan berada di sebuah gazebo di kawasan Istana. Teman-temannya bukan hanya anak pejabat, menteri, atau diplomat.

Ia bermain bersama anak tukang kebun, anak koki, anak pelayan Istana, pegawai sekretariat negara, hingga anak para pejabat.

Bagi Guruh kecil, mereka bukan bagian dari kelas sosial yang berbeda.

Mereka adalah teman.

Ia pernah menggambarkan kehidupannya di Istana sebagai sesuatu yang biasa-biasa saja dan mengatakan bahwa kedua orang tuanya mendidiknya agar tetap dekat dengan rakyat.

Di situlah mungkin fondasi karakter Guruh mulai terbentuk.

Ia hidup di dalam istana, tetapi tidak dibesarkan untuk merasa lebih tinggi daripada orang lain.

Bahkan pendidikan agama yang ia ceritakan dari masa kecil pun tidak datang melalui les khusus yang mewah.

Guruh mengisahkan bahwa ketika duduk di kelas satu SD, justru B**g Karno sendiri yang pertama kali mengajaknya salat Jumat ke masjid.

Bukan sekadar teori.

Tetapi contoh langsung dari seorang ayah kepada anaknya.

Lalu ada dunia yang akhirnya menjadi jalan hidup Guruh:

SENI.

Sejak kecil ia sudah menaruh perhatian pada tari, musik, dan sastra. Arsip Nasional mencatat bahwa Guruh mulai belajar berbagai tari tradisional sejak usia sekitar lima tahun, memainkan piano, hingga membentuk kelompok musik ketika remaja.

Dan ketika masuk ke dunia musik, ia tidak sekadar mengikuti arus.

Pada dekade 1970-an, lahirlah proyek Guruh Gipsy.

Guruh berkolaborasi dengan kelompok Gipsy—yang antara lain beranggotakan Keenan Nasution, Chrisye, Roni Harahap, Oding Nasution, dan Abadi Soesman—memadukan musik rock progresif dengan gamelan Bali.

Hasilnya adalah sebuah eksperimen musik yang pada zamannya terbilang berani.

Bukan meninggalkan budaya Indonesia demi modernitas.

Justru sebaliknya:

budaya Indonesia dibawa masuk ke ruang musik modern.

Album Guruh Gipsy mulai digarap pada 1975, direkam hingga 1976, dan dirilis pada 20 Maret 1977.

Tetapi Guruh tidak berhenti sebagai pencipta.

Ia juga menjadi guru.

Salah satu murid tarinya adalah Asri Welas.

Asri mengenang Guruh sebagai guru yang “gokil”. Latihan yang ia jalani bahkan pernah mencapai 12 jam sehari: enam jam setelah p**ang sekolah, kemudian dilanjutkan kembali hingga sekitar pukul dua dini hari.

Namun di balik latihan keras itu, Asri mengatakan Guruh justru menumbuhkan kecintaannya terhadap budaya Indonesia—mulai dari tari, kain, hingga sanggul.

Jadi mungkin kita bisa melihat Guruh dari sudut yang berbeda.

Ia tidak sedang membuang waktunya dengan seni.

Ia sedang membangun sesuatu yang tidak bisa dihitung hanya dengan uang.

Dan ada satu hal lain yang menarik.

Guruh pernah membicarakan gagasan Persada Soekarno, sebuah museum atau perpustakaan yang direncanakan menyimpan benda-benda seni milik B**g Karno.

Menurut Guruh, benda-benda tersebut bukan sekadar koleksi keluarga.

Ia menyampaikan bahwa B**g Karno pernah berwasiat agar benda-benda itu dipersembahkan untuk rakyat Indonesia.

Di titik inilah kita mungkin perlu mengubah cara melihat Guruh.

Tidak tepat jika mengatakan ia hidup miskin atau tidak menikmati fasilitas sebagai anak presiden.

Ia tetap lahir dari keluarga yang sangat istimewa.

Tetapi ukuran keberhasilannya memang berbeda.

Ia tidak menjadikan nama besar ayahnya semata-mata sebagai tiket untuk mengejar kemewahan.

Ia justru menggunakan dunia yang ia cintai untuk meninggalkan karya.

Tari.

Musik.

Kain.

Pertunjukan.

Dan kebudayaan.

Mungkin bagi sebagian orang, pilihan seperti itu terlihat aneh.

Bahkan bisa dianggap “bodoh” karena tidak memaksimalkan privilese yang dimilikinya.

Tetapi sejarah kadang punya ukuran yang berbeda dari rekening bank.

Tambang bisa habis.

Bangunan bisa runtuh.

Kekuasaan bisa berganti.

Tetapi sebuah karya seni bisa terus dimainkan.

Sebuah tarian bisa terus diwariskan.

Sebuah musik bisa kembali didengar puluhan tahun kemudian.

Dan sebuah kebudayaan bisa menjadi identitas sebuah bangsa.

Itulah sisi lain Guruh Soekarnoputra.

Ia lahir di tengah pusat kekuasaan Indonesia.

Tetapi hidupnya justru banyak dihabiskan untuk sesuatu yang tidak bisa diwariskan dalam bentuk harta:

kecintaan terhadap Indonesia.

Mungkin itulah warisan Guruh yang sesungguhnya.

Bukan tentang seberapa besar kekayaan yang berhasil dikumpulkan dari nama besar keluarganya.

Tetapi tentang seberapa banyak orang yang akhirnya mencintai budaya bangsanya karena pernah disentuh oleh karya-karyanya.

Dan mungkin, pada akhirnya, sejarah tidak akan bertanya:

“Berapa banyak yang berhasil ia miliki?”

Tetapi:

“Apa yang ia tinggalkan setelah ia pergi?”

Finalll 🔥🔥🔥 Panas dingin di penghujung laga.Sebuah malam yang dipenuhi keajaiban, air mata haru, dan gairah yang membaka...
01/10/2026

Finalll 🔥🔥🔥

Panas dingin di penghujung laga.
Sebuah malam yang dipenuhi keajaiban, air mata haru, dan gairah yang membakar seluruh pelosok Nusantara kini telah resmi tercatat sebagai salah satu lembaran paling gemilang dalam sejarah sepak bola Indonesia, di mana Tim Nasional Indonesia berhasil memastikan diri melangkah ke babak final FIFA ASEAN Cup 2026.
setelah melewati sebuah pertempuran semifinal yang tidak akan pernah dilupakan oleh generasi mana pun, sebuah laga penuh drama yang mempertemukan dua kekuatan tradisional Asia Tenggara dalam tajuk Derbi Nusantara yang legendaris, sebuah pertandingan yang menguras emosi dan menguji ketahanan mental jutaan pasang mata ketika Skuad Garuda terlibat dalam aksi kejar-kejaran gol yang sangat menegangkan.

menegakkan bulu kuduk, dan membuat jantung berdegup kencang, sebelum akhirnya kejeniusan taktik, determinasi tanpa batas, serta semangat spartan para pemain berhasil menyudahi perlawanan rival abadi Malaysia dengan skor telak yang luar biasa dan mencengangkan yaitu sembilan gol berbanding dua.

Kemenangan mutlak sembilan dua di penyisihan turnamen resmi sebesar FIFA ASEAN Cup ini bukan lagi sekadar angka statistik di atas kertas atau papan skor elektronik, melainkan sebuah proklamasi kekuatan, sebuah pernyataan dominasi mutlak yang mempertegas bahwa peta kekuatan sepak bola Asia Tenggara kini telah sepenuhnya bergeser ke arah kiblat baru yang dipimpin oleh kepakan sayap Garuda yang terbang semakin tinggi, kokoh, dan tak terhentikan oleh benteng pertahanan mana pun.

Kami, bersama dengan seluruh rakyat Indonesia yang tersebar dari ujung barat Sabang hingga ujung timur Merauke, dari p**au-p**au terluar hingga pusat-pusat kota yang gegap gempita, menyatukan suara, melipat tangan dalam rasa syukur yang tak terhingga, dan dengan penuh kebanggaan mengucapkan selamat yang setinggi-tingginya, sehormat-hormatnya kepada seluruh punggawa Tim Nasional Indonesia, jajaran pelatih kepala yang visioner, staf ofisial yang bekerja keras di balik layar, serta seluruh komponen tim yang telah menumpahkan keringat, dar4h, dan air mata di atas lapangan hijau demi menjaga kehormatan merah putih di kancah internasional.

🔥🇮🇩🇮🇩🦅🦅🦅

01/10/2026

7 pahlawan revolusi

Address

Serang

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Lakon Urip posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share