04/06/2026
Pernah nggak sih, tanpa sengaja ikut menceritakan kekurangan orang lain?
Saat itu mungkin terasa biasa saja. Sekadar ikut dalam obrolan, menanggapi cerita, atau menambahkan sedikit informasi yang kita anggap tidak penting.
Tapi setelahnya, hati malah tidak tenang.
Terus teringat apa yang sudah diucapkan. Muncul rasa menyesal. Bertanya-tanya, "Harusnya tadi aku diam saja." Atau, "Bagaimana kalau perkataanku sampai ke telinganya?"
Jika kamu pernah merasakan hal seperti itu, mungkin itu pertanda bahwa hatimu masih hidup dan masih memiliki rasa takut untuk menyakiti orang lain.
Karena yang lebih mengkhawatirkan bukanlah ketika kita salah lalu menyesal. Yang lebih mengkhawatirkan adalah ketika kita salah, tetapi tidak lagi merasa bersalah.
Tidak ada manusia yang luput dari khilaf. Kadang lisan lebih cepat daripada pikiran. Kadang kita terbawa suasana tanpa sadar telah membuka aib atau kekurangan seseorang.
Jika sudah terlanjur, jangan berhenti pada penyesalan. Jadikan penyesalan itu sebagai pelajaran. Perbanyak istighfar, minta ampun kepada Allah, dan berusaha menjaga lisan dengan lebih baik di masa depan.
Sebab luka karena ucapan sering kali lebih lama sembuh daripada luka yang terlihat.
Dan hari ini aku belajar, tidak semua hal yang kita ketahui harus kita ceritakan. Tidak semua yang benar harus kita sebarkan. Terkadang diam adalah bentuk penghormatan terbaik kepada orang lain.
Pernahkah kamu merasakan penyesalan setelah mengatakan sesuatu tentang orang lain? Apa yang biasanya kamu lakukan untuk menenangkan hati dan memperbaikinya? 🤍👇