21/06/2026
Dunia olahraga internasional mengenal sosok Sonny Bill Williams sebagai legenda hidup rugby asal Selandia Baru yang memiliki kekuatan fisik luar biasa dan karier yang sangat cemerlang. Di puncak popularitasnya, ia berhasil mendapatkan segalanya yang diimpikan banyak orang, mulai dari kontrak bernilai tinggi, mobil mewah, hingga gaya hidup glamor yang dipenuhi pesta. Namun, di balik semua gelimang harta dan kemewahan tersebut, Sonny mengaku hatinya selalu merasa kosong, hampa, dan dilanda kegelisahan batin yang mendalam.
Perubahan besar dalam garis hidupnya terjadi pada tahun 2009 ketika ia sedang bermain rugby profesional di kota Toulon, Prancis. Di sana, ia berkenalan dengan sebuah keluarga imigran asal Tunisia yang hidup dalam segala keterbatasan ekonomi. Keluarga tersebut tinggal di sebuah apartemen kecil yang sangat sempit bersama beberapa orang anak. Meskipun hidup serba kekurangan, Sonny sangat terkejut melihat betapa damai, bahagia, dan penuh kasih sayangnya keluarga muslim tersebut. Mereka selalu menyambut Sonny dengan tangan terbuka dan bersedia berbagi makanan seadanya dengan ketulusan yang belum pernah ia temui sebelumnya.
Melihat pemandangan luar biasa itu, hati sang raksasa rugby seketika runtuh. Ia menyadari bahwa kebahagiaan sejati sama sekali tidak terletak pada tumpukan harta benda atau ketenaran duniawi. Setelah mempelajari ajaran Islam lebih dalam melalui bimbingan keluarga tersebut, Sonny Bill Williams akhirnya memantapkan hati untuk mengucapkan kalimat syahadat pada tahun 2009. Sejak momen sakral itu, ia meninggalkan seluruh masa lalu kelamnya, tumbuh menjadi seorang muslim yang sangat taat, dan aktif menggunakan pengaruh besarnya untuk menyebarkan pesan keindahan Islam ke berbagai penjuru dunia.