18/01/2026
ABU Ibrahim Woyla berasal dari Pasi Aceh, Woyla Aceh Barat. Beliau diperkirakan lahir tahun 1919. Dalam pengembaraan kesufiannya, Ia mengawali masa belajarnya kepada salah seorang ulama besar Blangpidie yang berasal dari Lhoknga yaitu Abu Syech T. Mahmud bin T. Ahmad Lhoknga atau yang dikenal dengan Abu Syech Mud Blangpidie.
Kepada Abu Syech Mud, Abu Ibrahim Woyla belajar lebih kurang dua belas tahun. Selain Abu Ibrahim Woyla, murid Abu Syech Mud lainnya seperti Abuya Syekh Muda Waly al-Khalidy, Abu Calang Muhammad Arsyad, Abu Adnan Mahmud Bakongan, Abuya Jailani Kota Fajar, Syekh Muhammad Bilal Yatim, Abu Jakfar Lailon, Abu Imam Syamsuddin, Abu Ghafar Lhoknga dan para ulama lainnya. Abu Syech Mud sendiri, selain dikenal dengan kealimannya, beliau juga seorang ulama yang memaknai kehidupannya dengan pengamalan ilmu tasauf.
Setelah menyelesaikan pengajian kepada Abu Syech Mud, Abu Ibrahim Woyla juga pernah belajar kepada beberapa ulama lainnya seperti kepada Abu Muhammad Arsyad yang dikenal dengan Abu Calang murid dari Abu Kruengkalee dan Abu Syech Mud. Sedangkan ilmu Tarekat, Abu Ibrahim Woyla memperdalam kepada Abuya Syekh Muda Waly al-Khalidy setelah pulang beliau belajar dari Padang pada era empat puluhan. Setelah belajar kepada beberapa ulama, Abu Ibrahim kemudian mendalami kajian tasauf secara mendalam.
Setelah menjadi seorang yang alim, beliau diberikan anugerah kewalian. Tidak terhitung cerita-cerita yang beredar di masyarakat tentang kelebihan dari ulama sufi Abu Ibrahim Woyla.
Berjalan sederhana, berbicara menyejukkan,
Abu Ibrahim Woyla mengajarkan bahwa kemuliaan tidak lahir dari kemewahan, tetapi dari hati yang ikhlas dan amal yang istiqamah.
Kini beliau telah wafat, namun kesederhanaannya tetap hidup sebagai pelita bagi generasi setelahnya. Al-Fatihah ๐คฒ
*Abu Ibrahim Woyla; Ulama Sufi Aceh dan Sanad Keilmuannya*
Wallahu a'lam