25/08/2026
Pemerintah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, memastikan 10.000 lembar seng bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk masyarakat terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki telah didistribusikan seluruhnya. Di saat yang sama, Pemkab Sikka masih menunggu realisasi usulan tambahan sebanyak 33.000 lembar seng untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.
Hal itu disampaikan Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka sekaligus Ketua Satgas Penanganan Bencana Kabupaten Sikka, Margaretha Movaldes da Maga Bapa atau Femy Bapa, Selasa, 25 Agustus 2026 pagi.
Menurut Femy, bantuan 10.000 lembar seng merupakan bagian dari penanganan kebutuhan mendesak masyarakat terdampak erupsi, terutama warga yang mengalami kerusakan pada bagian atap rumah.
Femy mengatakan, Pemkab Sikka sebelumnya mengajukan permohonan bantuan sebanyak 33.000 lembar seng kepada BNPB. Jumlah tersebut berdasarkan hasil pendataan terhadap kondisi rumah warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
“Pada saat itu, masyarakat terdampak kebanyakan mengalami kerusakan di bagian atap seng. Kami selalu berkoordinasi dengan BNPB. Pada saat itu kita mengusulkan permohonan untuk bantuan seng sebanyak 33.000 lembar sesuai dengan kondisi yang ada,” kata Femy.
Usulan tersebut kemudian diverifikasi bersama oleh tim BNPB dan Pemkab Sikka. Namun, kebutuhan masyarakat yang mendesak, ditambah kondisi memasuki musim hujan, membuat BNPB terlebih dahulu menyalurkan 10.000 lembar seng yang berasal dari Hunian Sementara (Huntara) Flores Timur.
Femy memastikan, 10.000 lembar seng tersebut telah diterima dan didistribusikan kepada masyarakat terdampak. Seng bantuan itu memiliki spesifikasi BJLS 0,2 dan penggunaannya telah disosialisasikan kepada masyarakat sebelum penyaluran.
Ia membantah adanya seng bantuan BNPB yang masih menumpuk di gudang atau posko Pemerintah Kabupaten Sikka. “Barang yang 10.000 itu langsung didistribusikan, pencatatannya kita lakukan dengan baik dan kita laporkan ke BNPB,” ujarnya.* (AR)