07/10/2026
Tiga Dekade Berkarya, Widi Widiana Tetap Jadi Ikon Musik Pop Bali
Nama I Ketut Widiana, atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Widi Widiana, tentu tidak asing bagi pencinta musik Bali. Penyanyi kelahiran 1974 ini menjadi salah satu figur penting dalam perjalanan musik pop Bali dan telah menunjukkan eksistensinya selama lebih dari tiga dekade.
Perjalanan panjang Widi Widiana di dunia musik tidak terlepas dari lingkungan keluarga yang lekat dengan kesenian. Ayahnya, I Wayan Diana, dikenal sebagai guru kidung sekaligus penari, sedangkan ibunya, Ni Made Kibik, juga merupakan seorang penari. Lingkungan tersebut turut membentuk kecintaan Widi terhadap seni sejak usia muda.
Sebelum dikenal sebagai penyanyi solo, Widi bersama saudara-saudaranya membentuk kelompok musik Diana Band pada 1991. Kelompok tersebut menjalani berbagai panggung pertunjukan, mulai dari kegiatan di banjar hingga tampil di sejumlah hotel. Dari pengalaman inilah, kemampuan dan jam terbang Widi sebagai seorang musisi terus terasah.
Karier rekamannya mulai berkembang pada 1993. Widi tercatat mulai merilis karya bersama adiknya, Sri Dianawati, melalui Maharani Record. Setahun kemudian, ia mulai merintis perjalanan sebagai penyanyi solo melalui album kompilasi Tunangan Tiang.
Nama Widi Widiana kemudian semakin dikenal setelah merilis album solo Sesapi Putih pada 1996. Album tersebut mendapat sambutan luas dari masyarakat dan menjadi salah satu tonggak penting yang mengantarkan Widi sebagai salah satu penyanyi pop Bali yang diperhitungkan.
Seiring perjalanan kariernya, Widi melahirkan sejumlah lagu yang kemudian dikenal luas oleh masyarakat Bali. Di antaranya Sesapi Putih, Kasmaran, Sampek Ing Tay, Formalin S*k Luh, Gek Cantik, Kupu-kupu Nakal, hingga Somahe Jegeg.
Tidak hanya mengandalkan perjalanan solo, Widi juga dikenal melalui sejumlah kolaborasi. Salah satu yang cukup mendapat perhatian adalah duetnya bersama Dek Ulik. Keduanya mulai berkolaborasi melalui lagu Kudian Jani pada 2018 dan kemudian dikenal memiliki karakter vokal yang saling melengkapi.
Memasuki perkembangan industri musik yang semakin dinamis, Widi juga tidak berhenti beradaptasi. Penyanyi yang pernah meraih penghargaan Best Male Singer dalam ajang Bali Music Award I tahun 2005 tersebut turut menjajal warna musik pop koplo.
Eksistensinya di industri musik Bali terus berlanjut. Salah satu karya yang menandai perjalanan terbarunya adalah video musik Rejuna Ngaba Pipis yang dirilis pada 2024. Karya tersebut menunjukkan bahwa Widi masih memiliki energi untuk terus berkarya di tengah perubahan selera dan tren musik.
Di luar panggung, kehidupan Widi juga menjadi bagian dari perjalanan panjangnya sebagai seniman. Ia pernah menikah dengan Wenna dan dikaruniai dua orang anak, yakni Putu Agra dan Madé Lintang Anindya Widiana.
Dengan perjalanan karier lebih dari 30 tahun, Widi Widiana bukan sekadar penyanyi yang pernah populer pada masanya. Ia menjadi bagian dari sejarah perkembangan musik pop Bali, khususnya pada masa ketika lagu-lagu berbahasa Bali mulai semakin mendapat tempat di tengah masyarakat.
Konsistensinya dalam berkarya, kemampuannya mengikuti perkembangan musik, serta sederet lagu yang telah melekat di ingatan pendengar membuat nama Widi Widiana tetap memiliki tempat tersendiri dalam blantika musik Bali. Perjalanan panjang tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa sebuah karya yang lahir dari kecintaan terhadap seni dapat bertahan melampaui perubahan zaman.