22/08/2013
Terimakasih atas apa yang telah engkau berikan, kenangan indah dan kenangan pahit bersamamu akan tetap abadi dan akan terkubur selamanya dalam hati, semoga kepergianmu adalah awal kehidupanmu yang abadi dan satu hal yang akan aku ukir dalam hidup ini, bahwa tidak ada sahabat sejati seperti engkau yang telah pergi.”
“Sepenggal kata yang terucap terbang terbawa hampanya udara, tetesan embun pagi menetes basahi bumi dan kesedihan akan sebuah perpisahan ku sadari karena dunia bukanlah tempat yang abadi. Semoga kepergianmu mengantarkanmu kedalam ridlo ilahi robi.”
“Dahulu ketika dunia meninggalkan ku, kau hadir terangi hidupku bagaikan mentari bersinar ketikan hujan telah pergi. Dan kini kau pergi ketikan diri ini ingin berbagi sebuah kesuksesan yang telah ku dapati. Terkadang dunia ini sangatlah kejam, namun tak layak jika diri ini salahkan kehendak ilahi. hanya do’a yang bisa kuberi agar perjalananmu menuju ilahi tanpa meninggalkan beban duniawi.”
“Senyummu, candamu, dan motivasi ketika diri ini dalam sebuah keterpurukan. Kini tidak lagi bisa kudapati karena alam dimana ku berpijak dan alam dimana kamu terdiam sekarang sudah berbeda. Namun kebaikan dan ketulusan-mu akan tetap hidup dalam sebuah kenangan yang tidak bisa ku lupakan.
“Persahabatan adalah sebuah ikatan suci terutama dengan orang yang sangat berarti. Ketika perpisahan datang menghampiri semuanya terlihat seakan sedang bermimpi.”
“Tiada kata yang bisa terucap ketika dirimu pergi karena hanya rasa sesal dan kata maaflah yang hanya bisa terucap. selamat jalan sahabat sejati