Kabar Situbondo

Kabar Situbondo Mengabarkan Tentang Situbondo

30/04/2026

Ngadu ke mas rio, oknum kades gadaikan mobil warga

warga mengadukan dugaan penyalahgunaan wewenang oleh seorang oknum kepala desa (kades) kepada Mas Rio. Aduan tersebut berkaitan dengan dugaan penggadaian mobil milik warga tanpa persetujuan yang sah.

Peristiwa ini mencuat setelah korban menyadari kendaraan miliknya tidak lagi berada dalam penguasaan pihak yang dipercaya. Berdasarkan keterangan warga, mobil tersebut sebelumnya dipinjam oleh oknum kades dengan alasan keperluan operasional. Namun, belakangan diketahui kendaraan itu justru digadaikan kepada pihak lain.

Polije Siapkan Pembukaan Kampus PSDKU di SitubondoPoliteknik Negeri Jember (Polije) mempercepat langkah pembukaan Progra...
27/04/2026

Polije Siapkan Pembukaan Kampus PSDKU di Situbondo

Politeknik Negeri Jember (Polije) mempercepat langkah pembukaan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) di Kabupaten Situbondo, Kamis, b23 April 2026. Sebagai langkah nyata, tim Polije menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Situbondo untuk mematangkan rencana strategis tersebut.

Wakil Direktur Bidang Kerjasama dan Kehumasan, Agung Wahyono, mengungkapkan bahwa diskusi melibatkan Sekda, Bappeda, Dinas Pendidikan, hingga beberapa OPD setempat. Setelah diskusi berakhir, tim langsung melakukan peninjauan lapangan ke calon lokasi kampus di daerah Kapongan.

“FGD pembukaan PSDKU di Kabupaten Situbondo telah terlaksana dengan melibatkan Sekda, Bappeda, Dinas Pendidikan, dan beberapa OPD setempat,” jelas Agung.

Selanjutnya, Agung menilai calon lokasi kampus yang berjarak 7 km dari alun-alun Situbondo tersebut sangat potensial. Lahan seluas 1,1 hektare ini terpilih karena telah memiliki infrastruktur dasar yang mendukung kegiatan akademik.

“Lahan seluas 1,1 hektare tersebut kami nilai representatif karena sudah memiliki beberapa bangunan dan ruang khusus laboratorium,” ujar Agung.

Lebih lanjut, Agung menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari realisasi kesepakatan formal dengan pimpinan daerah. Langkah ini menjadi tonggak sejarah baru dalam perluasan jangkauan pendidikan tinggi vokasi di wilayah Jawa Timur.

“Kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari MoU antara Polije dan Bupati Situbondo serta menjadi kemajuan penting menuju proses pembukaan kampus PSDKU,” tambah Agung.

Kehadiran kampus PSDKU Situbondo ini diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia unggul yang sesuai dengan potensi lokal daerah. Sinergi antara Polije dan Pemkab Situbondo ini pun menjadi bukti nyata komitmen kedua pihak dalam memajukan kualitas pendidikan masyarakat setempat.

sumber : rri.co.id

Gara-gara Salah Paham, Oknum Polisi di Situbondo Pukul Ojol, Berakhir Damai tetapi Propam Tetap BertindakPolres Situbond...
26/04/2026

Gara-gara Salah Paham, Oknum Polisi di Situbondo Pukul Ojol, Berakhir Damai tetapi Propam Tetap Bertindak

Polres Situbondo memberikan klarifikasi terkait insiden penganiayaan yang melibatkan salah satu anggotanya terhadap seorang pengemudi ojek online (ojol) pada Kamis. Pihak kepolisian menegaskan bahwa meskipun kedua belah pihak telah berdamai secara kekeluargaan, proses internal kepolisian tetap berjalan terhadap oknum tersebut.

Kasi Propam Polres Situbondo, Iptu I Komang, menjelaskan bahwa insiden pemukulan ini dipicu oleh kesalahpahaman. Anggota polisi berinisial Brigadir DK mengira dirinya sedang dimata-matai oleh korban berinisial NH.
“Penganiayaan terjadi karena pelaku mengira korban sedang memata-matai rumahnya. Ini murni kesalahpahaman,” ungkap Iptu I Komang, Sabtu (25/4/2026).
Kronologi Kejadian di Tengah Malam
Peristiwa tersebut bermula pada Kamis dini hari saat NH mengantarkan seorang penumpang perempuan berinisial A ke rumah Brigadir DK di Kecamatan Mangaran. Tanpa izin, penumpang perempuan tersebut memanjat pagar dan masuk ke dalam rumah melalui pintu dapur, sementara NH menunggu di luar rumah.
Brigadir DK yang sedang tidur terbangun dan terkejut saat mendapati orang asing berada di dalam rumahnya. Ia kemudian mengusir perempuan tersebut hingga terjadi cekcok di luar rumah.
Situasi semakin memanas ketika Brigadir DK mengetahui adanya riwayat pesan singkat yang menunjukkan bahwa NH sempat memotret kondisi rumahnya dan mengirimkannya kepada perempuan tersebut.
Merasa privasinya dilanggar dan mengira rumahnya sengaja dimata-matai, Brigadir DK terpancing emosi dan secara spontan memukul NH dengan tangan kosong.
Mediasi dan Proses Internal Tetap Berjalan
Setelah kejadian, upaya mediasi langsung dilakukan. NH dan Brigadir DK sepakat untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.

Brigadir DK juga telah menyampaikan permintaan maaf secara langsung di hadapan komunitas ojol serta memberikan kompensasi atas kehilangan penghasilan korban selama masa pemulihan.

Meski laporan hukum secara pidana tidak dilanjutkan berdasarkan kesepakatan kedua pihak, Polres Situbondo memastikan bahwa proses internal terhadap anggotanya tetap berjalan.

Sumber : kompas.com

25/04/2026

Penghargaan Lagi! Situbondo Raih National Governance Awards 2026 dari Metro TV

Pemerintah Kabupaten Situbondo kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih National Governance Award 2026 yang diselenggarakan oleh Metro TV. Dalam ajang tersebut, Situbondo berhasil masuk dalam kategori Top Regency in Public Health.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja pemerintah daerah dalam meningkatkan tata kelola pemerintahan serta pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan.

Acara penganugerahan berlangsung pada Jumat, 24 April 2026, di Grand Ballroom The Ritz-Carlton Hotel Mega Kuningan, Jakarta Selatan, dan dihadiri berbagai kepala daerah serta pemangku kebijakan dari seluruh Indonesia.

Keberhasilan ini merupakan hasil dari sinergi antara Pemerintah Kabupaten Situbondo, tenaga kesehatan, dan dukungan masyarakat dalam mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan yang merata dan berkelanjutan.

Penghargaan dari Metro TV ini diharapkan menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Situbondo untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkuat komitmen dalam mewujudkan daerah yang lebih maju dan sejahtera.

Mediasi Buntu, Eks Karyawan PT PMMP Situbondo Tempuh Jalur Hukum ke PHI SurabayaUpaya mediasi antara eks karyawan PT Pan...
24/04/2026

Mediasi Buntu, Eks Karyawan PT PMMP Situbondo Tempuh Jalur Hukum ke PHI Surabaya

Upaya mediasi antara eks karyawan PT Panca Mitra Multiperdana (PMMP) dengan pihak manajemen perusahaan kembali menemui jalan buntu.

Lantaran kesepakatan-kesepakatan sebelumnya tidak berjalan mulus, para mantan pekerja akhirnya memilih untuk membawa sengketa ini ke ranah hukum.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Situbondo, Suriyatno, menyatakan bahwa pihaknya telah berupaya maksimal memfasilitasi pertemuan antara kedua belah pihak.

Namun, ketidakhadiran pimpinan tertinggi perusahaan menjadi salah satu kendala dalam pengambilan keputusan.

“Kami memfasilitasi terkait dengan masalah yang dihadapi oleh eks karyawan PT PMMP dengan perusahaan. Pertemuan ini sebetulnya bukan pertama kali, tetapi sudah beberapa kali diadakan,” ujar Suriyatno, Rabu (23/4/2026).

Menurutnya, rentetan upaya mediasi sebenarnya sudah dilakukan di berbagai tingkat, mulai dari Komisi IV DPRD Situbondo hingga dua kali pertemuan di kantor Disnakertrans.

Sayangnya, poin-poin yang telah disepakati bersama sebelumnya sering kali tidak terealisasi di lapangan.

“Intinya apa yang sudah disepakati bersama antara perusahaan dengan eks karyawan itu banyak yang tidak bisa dijalankan sesuai dengan kesepakatan,” imbuhnya.

Pada pertemuan terbaru, Suriyatno mengaku telah melayangkan undangan resmi kepada pemilik atau pimpinan (owner) langsung PT PMMP dengan harapan ada keputusan yang konkret.

Namun, pihak owner tetap tidak hadir dan hanya diwakili oleh jajaran manajer.

Ketidakhadiran pimpinan perusahaan dan belum adanya kepastian terkait pemenuhan hak-hak karyawan membuat para eks pekerja mengambil sikap tegas.

Setelah mendapatkan penjelasan dan pemahaman dari pihak Disnakertrans, mereka sepakat untuk membawa masalah ini ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI).

“Dengan penjelasan dan pemahaman yang kita berikan, akhirnya mereka (eks karyawan) memilih untuk menempuh jalur hukum melalui Pengadilan Hubungan Industrial di Surabaya,” pungkasnya.

Sumber : faktualnews.co

Polres Situbondo Amankan Dua Pengamen Meresahkan di Alun-alun, Langsung Ditindak TipiringAparat kepolisian bergerak cepa...
23/04/2026

Polres Situbondo Amankan Dua Pengamen Meresahkan di Alun-alun, Langsung Ditindak Tipiring

Aparat kepolisian bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait adanya oknum pengamen yang meresahkan di kawasan Alun-alun Situbondo, Rabu (22/4/2026) malam. Laporan tersebut langsung direspons oleh jajaran Satuan Samapta Polres Situbondo dengan turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan.

Kasat Samapta Polres Situbondo Iptu H Rachman Fadli Kurniawan bersama sejumlah personel melakukan penyisiran di area alun-alun yang menjadi pusat aktivitas warga, khususnya pada malam hari. Kehadiran aparat ini sebagai bentuk komitmen menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie melalui Kasat Samapta Polres Situbondo Iptu Rachman menyampaikan bahwa pihaknya bergerak setelah menerima aduan dari masyarakat yang merasa terganggu dengan keberadaan oknum pengamen yang diduga melakukan tindakan tidak menyenangkan.

"Kami langsung menindaklanjuti laporan masyarakat dengan turun ke lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan," ujar Rachman saat dikonfirmasi.

Dari hasil penyisiran tersebut, petugas berhasil menemukan dua oknum pengamen yang diduga meresahkan pengunjung alun-alun. Keduanya kemudian langsung diamankan untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut.

"Kami berhasil mengamankan dua orang oknum pengamen yang dilaporkan masyarakat, selanjutnya kami bawa ke Mapolres Situbondo untuk dilakukan penanganan," jelasnya.

Di Mapolres Situbondo, kedua oknum tersebut diberikan pembinaan dan dilakukan penindakan berupa tindak pidana ringan (Tipiring) sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain itu, keduanya juga diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya yang dapat mengganggu ketertiban umum.

"Kami tindak tipiring dan kami minta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya," tegas Rachman.

Ia menambahkan, langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di ruang publik seperti Alun-alun Situbondo.

Sumber : jatimtimes.com

22/04/2026

Dari Anak SD hingga Mbak LC, Semua Turun Tangan Tanam Pohon Bersama Mas Rio

Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo (Mas Rio), menggelar aksi penanaman sekitar 20 ribu pohon di sejumlah wilayah rawan bencana pada Rabu, 22 April 2026. Kegiatan ini bertepatan dengan peringatan Hari Bumi dan dilaksanakan di beberapa kecamatan, seperti Kendit, Mlandingan, Bungatan, Besuki, hingga Jatibanteng.
Yang menarik, aksi ini melibatkan berbagai elemen masyarakat. Mulai dari anak-anak Sekolah Dasar (SD) hingga komunitas Lady Companion (LC), semuanya turut ambil bagian dalam gerakan penghijauan tersebut. Pendekatan ini dinilai sebagai langkah inklusif agar gerakan lingkungan tidak bersifat eksklusif dan dapat diikuti oleh siapa saja.
Keterlibatan lintas usia dan latar belakang ini menjadi pesan kuat bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan upaya penghijauan ini mampu mengurangi risiko bencana sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga alam.

21/04/2026

Bank Jatim Cabang Situbondo, Serahkan Ambulance ke Pemerintah Kabupaten Situbondo

Bank Jatim Cabang Situbondo menyalurkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa satu unit mobil ambulans baru kepada Pemerintah Kabupaten Situbondo, Senin (20/4/2026).

Penyerahan ini menjadi bagian dari komitmen Bank Jatim dalam mendukung layanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Situbondo.

Pimpinan Bank Jatim Cabang Situbondo, Didik Yanuardi, menyatakan bahwa bantuan ini merupakan bentuk nyata kepedulian perbankan terhadap kebutuhan masyarakat luas.

“Ini bentuk kepedulian kami, Bank Jatim, kepada Pemerintah Situbondo. Harapannya, unit ambulans ini dapat digunakan untuk kemaslahatan dan memberikan layanan kesehatan yang lebih cepat bagi masyarakat,” ujar Didik.

Puluhan Calon Karyawan SPPG Besuki Situbondo Terancam Tergusur Pekerja Luar KotaKeresahan mendalam tengah menyelimuti pu...
20/04/2026

Puluhan Calon Karyawan SPPG Besuki Situbondo Terancam Tergusur Pekerja Luar Kota

Keresahan mendalam tengah menyelimuti puluhan warga Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, yang menjadi calon karyawan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG).

Alih-alih mendapatkan kepastian kerja setelah melalui berbagai tahapan resmi. Mereka kini justru dihantui kekhawatiran kehilangan kesempatan kerja, akibat munculnya rekrutmen baru yang dinilai tidak memprioritaskan tenaga kerja lokal

Ironisnya, puluhan warga ini bukan sekadar pendaftar baru. Mereka telah mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) dan menunjukkan dedikasi tinggi dengan bersedia menjadi relawan tanpa upah selama berbulan-bulan

Hal ini dilakukan demi mempersiapkan operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut

“Mulai bulan puasa kami sudah jadi relawan. Membersihkan peralatan, ompreng (wadah makan), dan menyiapkan segala kebutuhan dapur. Kami tidak mengeluh meski tanpa gaji karena berharap bisa langsung bekerja saat dapur resmi dibuka,” ungkap Musrifa, warga Jetis, Kecamatan Besuki, Sabtu (17/4/2026)

Namun, harapan tersebut kini berubah menjadi kekecewaan massal. Pemicunya adalah pemasangan banner pengumuman rekrutmen karyawan baru oleh pihak yayasan pengelola. Padahal, puluhan orang yang sudah lulus seleksi awal dan Bimtek hingga saat ini belum menerima panggilan resmi untuk bekerja.

Situasi kian memanas setelah beredar kabar bahwa posisi di SPPG Besuki justru akan diisi tenaga kerja dari luar daerah, yakni dari wilayah Kraksaan. Alasan yang muncul adalah karena calon pekerja luar kota tersebut telah mengikuti Bimtek di daerah asal mereka.

“Kalau alasannya sudah ikut Bimtek di sana, harusnya mereka bekerja di SPPG Kraksaan. Kami ini asli Besuki, sudah ikut Bimtek dan kerja bakti dari awal. Bagaimana perasaan kami jika akhirnya justru mendatangkan orang dari luar kota?” tegas Musrifa dengan nada kecewa.

Hingga kini, Dapur MBG Besuki memang belum beroperasi secara resmi. Namun, ketiadaan kejelasan status hukum bagi warga lokal yang telah berjuang sejak awal menimbulkan kesan bahwa mereka hanya dimanfaatkan sebagai tenaga kerja sukarela tanpa masa depan yang pasti.

Sumber faktualnews.co

18/04/2026

Bupati Situbondo Raih KWP Awards 2026, Diakui Inovatif dalam Pelayanan Publik Digital

Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menerima penghargaan bergengsi dalam ajang KWP Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Koordinatoriat Wartawan Parlemen.

Penganugerahan tersebut berlangsung di Gedung Nusantara IV, Kamis (14/4/2026). Dalam kesempatan itu, Bupati Rio dianugerahi predikat “Kepala Daerah Inovatif dalam Implementasi Pelayanan Publik secara Digital.”

Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas komitmen Pemerintah Kabupaten Situbondo dalam mendorong inovasi pembangunan, meningkatkan kualitas layanan publik, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui transformasi digital.

Mengusung tema “Mengawal Perjuangan, Mengapresiasi Dedikasi, Bersama Mewujudkan Indonesia Emas”, ajang ini memberikan apresiasi kepada tokoh nasional dan daerah yang dinilai berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa.

Modus Baru Penimbun BBM Bersubsidi di Situbondo Terungkap, Gunakan Mobil Sedan ModifikasiTim Opsnal Satreskrim Polres Si...
16/04/2026

Modus Baru Penimbun BBM Bersubsidi di Situbondo Terungkap, Gunakan Mobil Sedan Modifikasi

Tim Opsnal Satreskrim Polres Situbondo membongkar modus penimbunan BBM bersubsidi jenis pertalite dengan menggunakan mobil sedan modifikasi dan menangkap pelaku berinisial JN (42), di Kecamatan Kapongan, Rabu 15 April 2026.

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan adanya aktivitas mencurigakan di salah satu SPBU di Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo.

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan adanya aktivitas mencurigakan di salah satu SPBU di Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo.

Modus Baru Penimbun BBM Bersubsidi di Situbondo Terungkap, Gunakan Mobil Sedan Modifikasi

Selain menangkap JN (42), asal Desa Landangan, Kecamatan Kapongan, petugas juga menyita barang bukti mobil sedan nopol P 1019 DO dengan kondisi jok tengah sudah dibuka.

Petugas juga mengamankan enam jerigen berisi BBM bersubsidi jenis pertalite dengan total sekitar 250 liter.

Selanjutnya, untuk pengembangan kasus, JN dan sejumlah barang bukti digelandang ke Mapolres Situbondo.

"Sekitar 03.00 WIB petugas menangkap JN di rumahnya. Sebetulnya banyak pengepul yang membeli BBM di SPBU, namun baru JN yang ditangkap di salah satu SPBU di Kapongan," kata Antok, salah seorang warga setempat.

Kasi Pidsus Satreskrim Polres Situbondo, Ipda Dhika membenarkan penangkapan pengepul BBM bersubsidi jenis pertalite tersebut.

"Untuk pengembangan kasusnya, saat ini terduga JN masih diminta keterangannya oleh penyidik," ujar Ipda Dhika.

sumber: memorandum.co.id

Walisongo Situbondo Menguat Jadi Kandidat Tuan Rumah Muktamar ke-35 NUPesantren Walisongo Situbondo menguat sebagai sala...
12/04/2026

Walisongo Situbondo Menguat Jadi Kandidat Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU

Pesantren Walisongo Situbondo menguat sebagai salah satu kandidat lokasi penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang direncanakan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026.

Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH, Miftahul Achyar, menyatakan bahwa waktu pelaksanaan muktamar telah mengacu pada siklus lima tahunan organisasi, sementara penentuan lokasi masih dalam tahap pembahasan.

Menurut dia, pelaksanaan muktamar di lingkungan pesantren menjadi salah satu opsi utama, mengingat posisi strategis pesantren dalam sejarah dan perkembangan NU. Dalam konteks tersebut, Pesantren Walisongo Situbondo dinilai memiliki kesiapan infrastruktur dan pengalaman dalam menyelenggarakan kegiatan berskala besar.

“Bisa juga dilaksanakan di pesantren, apakah di Walisongo yang all in, atau di daerah lain,” kata Miftahul saat Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) PWNU Jawa Timur.

Pesantren Walisongo Situbondo yang diasuh KH Raden Kholil As’ad dikenal sebagai salah satu pesantren besar di Jawa Timur dengan jumlah santri yang signifikan serta fasilitas yang terus berkembang. Hal ini menjadi salah satu faktor yang mendorong munculnya nama Walisongo sebagai kandidat kuat tuan rumah muktamar.

Selain Situbondo, sejumlah daerah lain juga masuk dalam bursa calon lokasi. Beberapa di antaranya adalah provinsi Nusa Tenggara Barat dan Sumatera Barat, serta kota-kota besar seperti Surabaya dan Jakarta. PBNU disebut masih mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kesiapan teknis, aksesibilitas, hingga dukungan pemerintah daerah.

Di sisi lain, Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jawa Timur menyatakan kesiapan untuk mendukung penuh pelaksanaan Muktamar ke-35 NU, termasuk jika provinsi tersebut kembali dipercaya menjadi tuan rumah. Namun demikian, keputusan akhir tetap berada di tangan PBNU.

Muktamar ke-35 NU dipandang sebagai momentum strategis bagi organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut, terutama dalam menyongsong abad kedua NU. Forum ini tidak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi, tetapi juga ruang untuk merumuskan arah kebijakan ke depan, termasuk penguatan peran pesantren, kemandirian ekonomi warga

Address

Situbondo

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kabar Situbondo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share