Lukman Fauzi Story

Lukman Fauzi Story Setiap kisah adalah cermin perjalanan โ€” tentang masa lalu yang membentuk hari ini, dan hari ini yang menuntun masa depan. Cerita bangsa, makna kehidupan.
(2)

Melihat masa lalu, memahami hari ini. Selamat datang di "Tahukah Kalian?"! ๐ŸŒŸ
Halaman ini didedikasikan untuk menghormati Jenderal Besar H.M. Soeharto, Presiden ke-2 RI, dan mendukung penuh pengusulannya sebagai Pahlawan Nasional. ๐Ÿ…

Sebagai Bapak Pembangunan, beliau berjasa besar dalam:
๐ŸŒพ Kemajuan pertanian (Revolusi Hijau)
๐Ÿ—๏ธ Pembangunan infrastruktur
๐Ÿ“ˆ Stabilitas ekonomi bangsa

Selain itu, hala

man ini juga menyajikan berbagai konten menarik seputar:
๐Ÿ—ณ๏ธ Kehidupan politik
๐Ÿค Isu sosial
๐ŸŽญ Budaya yang menginspirasi

Mari bersama mengenang dan menghormati dedikasi beliau yang membawa Indonesia menuju kejayaan! ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉโœจ

Setinggi apa pun tanggung jawab yang dipikul, rumah tetap tempat paling menenangkan.Peluk cucu sepulang bekerjaโ€”obat lel...
09/01/2026

Setinggi apa pun tanggung jawab yang dipikul, rumah tetap tempat paling menenangkan.
Peluk cucu sepulang bekerjaโ€”obat lelah paling ampuh yang tak bisa digantikan apa pun.โ€ ๐Ÿค







Di balik kekuasaan yang besar, ada hati seorang kakek yang lembut.Pak Harto mengajarkan satu hal penting: politik boleh ...
09/01/2026

Di balik kekuasaan yang besar, ada hati seorang kakek yang lembut.
Pak Harto mengajarkan satu hal penting: politik boleh keras, tapi jangan pernah diwarisi dengan dendam.
Bangsa besar adalah bangsa yang mampu berdamai dengan sejarahnya.





๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Presiden yang Datang Diam-Diam, Tapi Pulang Membawa Jawaban๐Ÿ“… 6 April 1970Tanpa pengumuman.Tanpa sambutan.Tanpa karpet...
09/01/2026

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Presiden yang Datang Diam-Diam, Tapi Pulang Membawa Jawaban

๐Ÿ“… 6 April 1970
Tanpa pengumuman.
Tanpa sambutan.
Tanpa karpet merah.

Presiden Republik Indonesia H. M. Soeharto berangkat diam-diam dari Jakarta menggunakan Toyota Hi-Ace, dengan pengawalan sangat terbatas. Bahkan kepala daerah pun banyak yang tidak tahu.

Tujuannya bukan pencitraan.
Tujuannya melihat Indonesia yang sesungguhnya.

Ia masuk desa.
Melihat sawah.
Mendengar langsung keluhan petani.
Menginap di rumah rakyat.
Makan nasi dengan sambal teri dan kering tempe.

Inilah blusukan sejati โ€” jauh sebelum istilah itu populer.

Sebagai anak petani, Pak Harto paham betul bahwa laporan sering tak sama dengan kenyataan.
Karena itu ia memilih turun sendiri ke Subang, Indramayu, Tegal, Purwokerto, Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Bandung, Cianjur, hingga Sukabumi.

Tak jarang para pejabat dibuat panik.
Namun rakyat justru melihat presiden yang dekat, sederhana, dan mendengar.

Dari perjalanan sunyi inilah lahir kebijakan besar:
๐ŸŒพ swasembada pangan
๐ŸŽ“ pemerataan pendidikan
๐Ÿฅ perhatian pada kesehatan rakyat
๐Ÿ—๏ธ pembangunan yang tepat sasaran















Dari kanan ke kiriโ€”Pak Harto mengenakan sarung,Ibu Tien memangku mba tutut, saat itu usia sekitar 2 tahun lebih,Eyang pu...
09/01/2026

Dari kanan ke kiriโ€”
Pak Harto mengenakan sarung,
Ibu Tien memangku mba tutut, saat itu usia sekitar 2 tahun lebih,
Eyang putri memangku Mas Sigit.

Di bagian bawah foto, tampak Ibu Brisโ€”adik paling bungsu Pak Hartoโ€”memakai kalung.

Foto ini diambil di rumah Yogyakarta, sekitar tahun 1951.
Sederhana, penuh kehangatan, dan menjadi saksi masa-masa awal sebuah keluarga yang kelak menjadi bagian penting dalam sejarah bangsa.
Potret kecil dari perjalanan panjang kehidupan.

Dari sebuah hobi sederhana, lahir warisan besar untuk negeri ๐ŸŒฑ๐ŸŠIbu Tien Soeharto dikenal mencintai berkebun buah-buahan....
09/01/2026

Dari sebuah hobi sederhana, lahir warisan besar untuk negeri ๐ŸŒฑ๐ŸŠ
Ibu Tien Soeharto dikenal mencintai berkebun buah-buahan. Namun kecintaan itu tidak berhenti sebagai kegemaran pribadi. Ia menjelma menjadi visi kebangsaanโ€”bagaimana alam dirawat, ilmu dikembangkan, dan masa depan pertanian Indonesia dijaga.
Atas prakarsa beliau, berdirilah Taman Buah Mekarsari yang diresmikan pada tahun 1995. Bukan sekadar taman wisata, Mekarsari menjadi etalase megah kekayaan buah Nusantara: pusat konservasi plasma nutfah, laboratorium hidup penelitian hortikultura, ruang edukasi generasi muda, sekaligus destinasi agrowisata keluarga.
Di sanalah nilai berpadu: pelestarian alam, kemajuan ilmu pertanian, dan rekreasi yang mendidik. Melalui Mekarsari, Ibu Tien Soeharto meninggalkan jejak abadiโ€”ruang hijau produktif yang menumbuhkan kesadaran bangsa akan pentingnya keanekaragaman hayati dan kemandirian pertanian.
Warisan ini terus berbuah, hari ini dan untuk generasi Indonesia esok hari. ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐ŸŒฟ







09/01/2026

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Setelah swasembada beras diakui dunia oleh FAO, Indonesia di era Presiden Soeharto tidak berhenti.
Target berikutnya jauh lebih berani: swasembada peternakan, khususnya sapi perah ๐Ÿ„๐Ÿฅ›

Melalui Inpres No. 2 Tahun 1985, Pak Harto membuktikan bahwa pembangunan bukan sekadar slogan.
Balai Inseminasi Buatan dibangun di Singosari dan Lembang, pembibitan dan pakan dikembangkan di Baturadenโ€“Purwokerto, pembibitan sapi perah diperkuat di Bogor, hingga lahir Kawasan Usaha Peternakan Sapi Perah Cibungbulang.

๐ŸŽ“ Prof. Dr. Epi Taufik, Pakar Ilmu dan Teknologi Susu IPB, menegaskan:
melalui Inpres ini seluruh elemen negara digerakkan serentak โ€” dari Menteri Pertanian, koperasi, industri, hingga gubernur dan bupati โ€” semua diperintahkan langsung untuk satu tujuan: kemandirian pangan dan gizi bangsa.

๐Ÿ“Œ Ini bukan nostalgia. Ini fakta sejarah.
Pertanyaannya sekarang:
๐Ÿ‘‰ Apakah visi besar seperti ini masih kita miliki hari ini?
Tulis pendapatmu di kolom komentar โฌ‡๏ธ













Senyum, lambaian tangan, dan sorak stadion yang membahana.Sebuah potret bersejarah ketika Presiden bersama Eyang Tien me...
08/01/2026

Senyum, lambaian tangan, dan sorak stadion yang membahana.
Sebuah potret bersejarah ketika Presiden bersama Eyang Tien menghadiri Peringatan Hari Olahraga Nasional di Stadion Utama Senayan, 1984.

Di masa itu, olahraga bukan sekadar kompetisiโ€”
ia adalah simbol persatuan, disiplin, dan harga diri bangsa.
Stadion menjadi saksi semangat Indonesia yang terus bergerak, berlari, dan berprestasi.

Dari Senayan, harapan disuarakan:
bangsa yang kuat lahir dari tubuh yang sehat dan jiwa yang tangguh.

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ”ฅ







08/01/2026

Megawati mempertanyakan gelar pahlawan pembangunan.
Katanya, pembangunan yang penting bagi bangsa adalah pembangunan mental, bukan sekadar fisik.

Tapi kalau kita lihat realitas hari iniโ€”
bangunan fisik banyak yang stagnan, mental bangsa juga belum benar-benar pulih.

Menariknya, di era Pak Harto, pembangunan fisik berjalan masif,
sementara disiplin, etos kerja, dan rasa malu masih dijaga ketat.
Fisik dibangun, mental pun dibentuk.

Jadi pertanyaannya:
apakah kita benar-benar gagal belajar dari sejarah?
Atau justru sekarang kita hanya pandai bicara soal mental, tapi lupa cara membangunnya?

Menurut kalian?

Di balik sosok pemimpin negara, ada seorang ayah yang penuh kasih โค๏ธPotret Bapak Soeharto bersama tiga putri tercintanya...
08/01/2026

Di balik sosok pemimpin negara, ada seorang ayah yang penuh kasih โค๏ธ
Potret Bapak Soeharto bersama tiga putri tercintanya: Tutut, Titiek, dan Mamiek.
Momen sederhana, sarat makna tentang keluarga, kebersamaan, dan kenangan masa lalu. ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Sejarah bukan hanya tentang kekuasaan, tapi juga tentang manusia di dalamnya.









๐ŸŒธ Di balik pemimpin besar, ada keluarga yang hangat ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉPelukan seorang ibu kepada putrinya.Sederhana, tulus, dan penuh ci...
08/01/2026

๐ŸŒธ Di balik pemimpin besar, ada keluarga yang hangat ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Pelukan seorang ibu kepada putrinya.
Sederhana, tulus, dan penuh cinta.

Ibu Tien Soeharto bukan hanya Ibu Negara,
tapi juga seorang ibu yang hadir di momen-momen penting anaknya.
Dari keluarga inilah lahir keteguhan,
yang kemudian tercermin dalam kepemimpinan Pak Harto membangun negeri.

Bangsa yang kuat berawal dari keluarga yang kuat.
Dan sejarah besar sering tumbuh dari kasih yang sederhana.









๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ ๐˜ฟ๐™–๐™ง๐™ž ๐™Ž๐™–๐™ฉ๐™ช ๐™‹๐™ค๐™๐™ค๐™ฃ, ๐™†๐™ž๐™ฉ๐™– ๐˜ฝ๐™š๐™ก๐™–๐™Ÿ๐™–๐™ง ๐™๐™š๐™ฃ๐™ฉ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™‹๐™–๐™  ๐™ƒ๐™–๐™ง๐™ฉ๐™ค ๐ŸŒดPohon kelapa ini ditanam puluhan tahun lalu,saat Pak Harto memimpin ...
08/01/2026

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ ๐˜ฟ๐™–๐™ง๐™ž ๐™Ž๐™–๐™ฉ๐™ช ๐™‹๐™ค๐™๐™ค๐™ฃ, ๐™†๐™ž๐™ฉ๐™– ๐˜ฝ๐™š๐™ก๐™–๐™Ÿ๐™–๐™ง ๐™๐™š๐™ฃ๐™ฉ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™‹๐™–๐™  ๐™ƒ๐™–๐™ง๐™ฉ๐™ค ๐ŸŒด

Pohon kelapa ini ditanam puluhan tahun lalu,saat Pak Harto memimpin negeri ini.
Lewat program Kelapa Hibrida,bibit dibagikan sampai ke desa-desa kecil,agar rakyat bisa lebih cepat panen, lebih cepat sejahtera.
Hari ini, pohonnya memang sudah tinggi menjulang,tapi masih berbuahโ€ฆseperti hasil kerja panjang yang tak instan.
Dulu mungkin banyak yang tak sadar,tapi kebijakan itu nyata menyentuh rakyat kecil.Bukan sekadar rencana di kertas,melainkan pohon yang tumbuh di halaman rumah kami.
Bangga?Iya.Karena dari tanah desa ini,kita melihat pembangunan yang benar-benar sampai ke rakyat.
Pak Harto boleh telah tiada,tapi jejak kebijakannya masih hidup,berbuah,dan memberi manfaat sampai hari ini.










๐ŸŒด

Address

Slawi

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Lukman Fauzi Story posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Lukman Fauzi Story:

Share