27/04/2024
๐๐๐
๐ผ๐๐ผ๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ฟ๐ผ๐๐๐ ๐๐๐ผ๐๐๐๐
Pada tanggal 23 April 1946, Piaggio -yang sebelumnya adalah perusahaan pembuat pesawat- mendapatkan hak paten untuk skuter bermesin yang disebutkan sebagai "sepeda motor dengan kompleksitas rasional dari gabungan organ dan elemen dengan rangka serta pelindung lumpur dan selubung yang menutupi seluruh bagian mekanis."
=======
Sejarah skuter legendaris ini berawal pada tahun 1944, saat dua insinyur Perusahaan Piaggio yang bernama Renzo Spolti dan Vittorio Casini diperintahkan untuk merancang sepeda motor dengan bodywork yang menutupi seluruh bagian kendaraan.
Selain bodywork yang unik, desainnya mencakup tuas kontrol yang semuanya dipasang di stang, pendingin udara tipe forced air cooling, roda berdiameter kecil, dan bagian penutup mesin yang tinggi sehingga pengendaranya harus mengangkang. Desain ini kemudian dibuat prototipe dan dinamai sebagai MP5 (Moto Piaggio nomor 5). Prototipe ini dijuluki "Paperino" yang berarti "Donald Duck" dalam bahasa Italia.
Enrico Piaggio selaku pemilik perusahaan nampak kurang senang dengan MP5-Paperino, terutama bagian tengahnya yang tinggi. Dia kemudian menghubungi insinyur penerbangan kenalannya yang bernama Corradino D'Ascanio untuk mendesain ulang skuter tersebut.
D'Ascanio sebenarnya sangat membenci sepeda motor dan selalu mengatakan bahwa sepeda motor itu gambot, kotor, dan tidak dapat diandalkan. Dia tidak menyukai sepeda motor karena pada bagian rantai selalu mengakibatkan cipratan oli, serta ban terbuka yang selalu menyebabkan cipratan air.
Berangkat dari konsep tersebut, D'Ascanio kemudian mendesain ulang skuter dengan mesin yang terpasang di samping roda belakang. Roda digerakkan langsung dari transmisi, menghilangkan rantai penggerak sehingga tidak akan ada cipratan oli dan kotoran. Dengan mesin terpasang di samping, D'Ascanio juga telah menghilangkan bagian tinggi dari rancangan MP5-Paperino yang tidak disukai Enrico Piaggio.
D'Ascanio juga menyempurnakan rancangan suspensi depan tunggal, roda depan dan belakang kecil yang dapat saling ditukarkan, serta roda cadangan. Sedangkan desain tuas kontrol di stang, rangka baja monokok (monocoque) dan bodywork tertutup dengan pelindung (tebeng) depan yang tinggi MP5-Paperino tetap dipertahankan.
Saat melihat prototipe buatan D'Ascanio untuk pertama kalinya, Enrico Piaggio sangat gembira dan langsung berseru, "Sembra una vespa!" atau "Seperti tawon!"
Enrico โโPiaggio langsung menamai skuter barunya saat itu juga sebagai VESPA karena bentuk bodi skuter tersebut seperti tawon. Bagian belakang lebih besar dihubungkan ke bagian depan dengan pinggang menyempit, dan batang kemudi menyerupai antena tawon.
Setelah mendapatkan paten di tahun 1946, Piaggio segera memproduksi skuter ini. Piaggio menjual sekitar 2.500 Vespa pada tahun 1947, lebih dari 10.000 pada tahun 1948, 20.000 pada tahun 1949, dan lebih dari 60.000 pada tahun 1950.
Enrico secara cerdas memanfaatkan dunia perfilman Holywood untuk promosi Vespa. Pada tahun 1952, di film Roman Holiday, ditampilkan adegan Audrey Hepburn menaiki Vespa melintasi jalanan Kota Roma. Trik promosi ini menghasilkan lebih dari 100.000 penjualan Vespa pada tahun berikutnya.
Klub Vespa bermunculan di seluruh Eropa, dan pada tahun 1952, keanggotaan Klub Vespa di seluruh dunia telah melampaui 50.000. Pada pertengahan tahun 1950-an, Vespa diproduksi dengan lisensi di Jerman, Inggris, Perancis, Belgia dan Spanyol.
Untuk lebih meluaskan jangkauan pemasaran, Piaggio kembali mengulangi trik promosi melalui film pada tahun 1956, yaitu dengan memanfaatkan aktor John Wayne yang beradegan turun dari kudanya dan kemudian menaiki Vespa. Vespa segera mendunia, dan pada tahun 1956 ini juga, satu juta unit vespa telah terjual. Vespa segera mencatat penjualan unit kedua juta pada tahun 1960. Vespa yang awalnya hanya dianggap sebagai kendaraan utilitas kelas rendah berubah menjadi lambang kebebasan dan romantisme.
Pada tahun 1964 D'Ascanio yang sudah jenuh dengan dunia skuter meninggalkan Piaggio untuk bergabung dengan Grup Agusta Cascina Costa, salah satu produsen helikopter terbesar di Italia. D'Ascanio tetap akan dikenal sebagai bapak skuter Vespa, meskipun ia memiliki puluhan penemuan dan paten lainnya di dunia penerbangan.
Setahun kemudian, pada bulan Oktober 1965 saat terjadi pemogokan kerja di pabrik Vespa, Enrico Piaggio tiba-tiba jatuh sakit. Ambulans yang membawanya ke rumah sakit harus melewati kerumunan pemogok. Piaggio dirawat beberapa hari namun memilih untuk pulang dan kemudian meninggal dunia pada 16 Oktober 1965 di usia 60 tahun. Ribuan pelayat berbaris di jalan-jalan saat pemakamannya, termasuk para karyawannya yang mogok kerja.
Kematian Enrico Piaggio tidak menyurutkan Vespa. Karena pada tahun 1970 Vespa sudah terjual empat juta unit, dan kemudian sepuluh juta pada akhir tahun 1980an. Vespa terus berkembang pesat hingga tahun 1992 ketika Giovanni Alberto Agnelli, putra dari Antonella Bechi Piaggio dan Umberto Agnelli (Pemilik FIAT), menjadi CEO.
Agnelli sangat sukses dalam memperluas produksi dan memodernisasi pabrik. Namun sayang, dia meninggal mendadak karena kanker pada tahun 1997, dalam usia 33 tahun. Pada tahun 1999 Perusahaan Piaggio dijual kepada Morgan Grenfell Private Equity, tetapi pada akhir tahun 2002, perusahaan justru kolaps dan merugi sebesar 129 juta Euro. Kekacauan ini menyebabkan banyak operasi produksi dan pemasaran Vespa di berbagai negara terganggu.
Pada tahun 2003 Perusahaan Piaggio (Piaggio & C. SpA) diakuisisi oleh IMMSI dan dijadikan perusahaan induk untuk merk Vespa, Aprilia, Gilera, Moto Guzzi, dan Derbi.
=======
VESPA DI INDONESIA
1) Selain diimpor secara CBU, Vespa di Indonesia juga diproduksi oleh Dan Motor Vespa Indonesia (DMVI). Perusahaan ini merupakan perusahaan patungan antara Indonesia dan East Asiatic Company yang berpusat di Denmark. Perusahaan ini membangun pabrik Vespa di Pulo Gadung, Jakarta.
2) DMVI hanya memproduksi Vespa model 90 dan 150cc di bawah lisensi Piaggio untuk pasar Indonesia. Pada tahun 1976 sekitar 40.000 unit diproduksi di Indonesia sehingga menjadikan DMVI/Vespa sebagai produsen/merek sepeda motor terbesar ketiga di tanah air.
3) DMVI mengekspor Vespa ke Thailand dengan fasilitas insentif pajak, sehingga tetap kompetitif secara ekonomi di Thailand. Pabrik ini diperluas secara besar-besaran pada tahun 1977 untuk memproduksi sub-komponen, menyusul keputusan pemerintah yang mengharuskan penggunaan sub-komponen dalam jumlah yang lebih besar. Sub-komponen juga dibeli dari pabrikan Indonesia lainnya setelah kualitasnya disetujui oleh Piaggio.
4) Produksi Vespa di Indonesia berhenti pada tahun 2001.
=======
SEKILAS SEJARAH PIAGGIO
1) Perusahaan Piaggio didirikan oleh Rinaldo Piaggio pada tahun 1884, awalnya memproduksi lokomotif dan gerbong kereta api yang berbasis di Kota Pontedera, Italia.
2) Pada tahun 1917, menjelang akhir Perang Dunia I, Rinaldo Piaggio beralih ke sektor militer dan mulai memproduksi perahu motor anti- kapal selam, pesawat terbang, dan pesawat amfibi MAS di bawah lisensi Ansaldo, Macchi, Caproni, dan Dornier. Salah satu pesawat buatan Piaggio adalah Bomber Piaggio P108.
3) Rinaldo meninggal pada tahun 1938, saat itu Piaggio dimiliki oleh banyak pemegang saham dalam keluarganya, bersama dengan pengusaha Attilio Odero. Manajemen perusahaan diserahkan kepada putranya Enrico dan Armando Piaggio.
4) Pada Perang Dunia II, pabrik Pontedera hancur akibat pengeboman Sekutu dan aktivitas produksi dipindahkan ke kawasan Biella. Karena Italia kalah dalam PD II dan mendapatkan sanksi pembatasan militer, maka Piaggio tidak dapat melanjutkan usaha pembuatan pesawat dan kendaraan militer.
5) Sebelumnya, Enrico Piaggio juga telah memutuskan untuk beralih memproduksi moda transportasi modern dan terjangkau untuk masyarakat Italia, dan Vespa adalah produk pertamanya.
Sumber:
1) Corradino D'Ascanio: An Outstanding Engineer and Inventor, yang dimuat dalam Majalah Wide - Piaggio Group Magazine.