13/06/2026
Sejak kecil aku tumbuh dengan perjalanan yang tidak mudah, menjadikanku cukup mandiri dengan beberapa hal yang mungkin untuk seusiaku belum mendapatkannya kala itu.
Alhamdulillah ternyata semakin dewasa, hingga akhirnya memulai perjalanan pernikahan aku semakin terlatih untuk menjadi lebih mandiri, kupikir ini baik, saya bisa diandalkan dan mampu melakukan banyak hal sendiri, terlebih selalu diberikan ruang untuk menyelesaikan sesuatu dengan memikirkan, memutuskan dan melakukannya semua sendiri oleh orang terdekat.
Kupikir ini baik, ku prioritaskan semuanya lebih dari diriku sendiri, ku usahakan semuanya bukan karena saya ingin terlihat baik, tapi ini benar-benar menjadi salah satu bagian proses yang kupilih untuk sampai di tujuan hidupku.
Ku abaikan hal-hal kecil, bahkan yang sebenarnya besar hanya karena ku anggap semua bukan masalah, saya tidak ingin merepotkan siapapun bahkan pasanganku sendiri yang bahkan saya tau beliau sudah melakukan yang terbaik untuk saya sejak menjadi seorang istri.
Pada akhirnya aku sampai di titik yang melelahkan, ada banyak pilihan yang aku kira itu baik, itu solusi yang lagi-lagi ini kupikirkan dan kuputuskan sendiri, aku usahakan semua yang terbaik hanya karena aku ingin menjalani setiap peran yang kupunya dengan maksimal, aku ingin memberikan yang terbaik tapi kali ini cara dan proses yang kupilih kurang baik.
Dari banyak hal yang kulalui akhirnya aku harus mengeluarkan biaya dan proses belajar yang cukup mahal untuk kembali menemukan banyak makna bahwa apa yang telah aku pilih butuh aku perbaiki agar apapun yang ingin aku berikan untuk orang lain bisa tersampaikan dengan cara yang baik.
Hal yang ku temukan dari dari diri aku yang dulu, aku butuh menjadi perempuan yang punya responsibility, otentik, bertanggung jawab dan terbuka.
Ternyata untuk menemukan itu aku butuh proses belajar yang cukup panjang dan luar biasa beratnya, tapi tidak apa-apa, aku yang dulu memang banyak kesalahan, belum berhasil, tapi hari ini aku sudah menemukan makna apa yang kupelajari dari semua itu, dan aku siap menata semuanya kembali meski harus mulai dari angka (-).
Untuk para perempuan hebat di luar sana, menjadi perempuan mandiri memang penting, tapi kamu butuh tau batasannya, lakukan cara yang tepat dan yang paling penting komunikasi dan keterbukaan yang utama. Dahulukan diri sendiri sebelum orang lain, karena seperti apapun kondisimu satu-satunya yang tidak akan pernah meninggalkanmu adalah dirimu sendiri.
Aku yang dulu memang belum belajar, berkali-kali mencoba untuk memulai semua kembali meski belum berhasil, sampai akhirnya aku paham bahwa semua proses perjalanan yang sudah bahkan sedang kujalani saat ini adalah bagian dari terkabulnya banyak doa yang telah kupanjatkan sejak dulu.
Aku percaya bahwa semua doa yang kupanjatkan akan Allah kabulkan, hanya saja aku masih butuh kuat, menemukan makna dari setiap cara yang Allah pilih untuk aku menerima semua itu dalam hidupku.
Tidak apa-apa, meski begitu aku tetap memilih untuk kembali memulai, memperbaiki dan terus bertumbuh bukan untuk menjadi sempurna tapi agar tetap bisa semakin bermanfaat dan lebih baik setiap harinya.
Semoga dari perjalanan ini, kita sama-sama menemukan makna, menjadi perempuan yang terus bertumbuh dengan tenang, dan tetap bahagia.”