21/09/2025
Aisyah radhiyallahu 'anha pernah bercerita,
"Aku minum dari gelas, lalu Rasulullah mengambilnya dan meletakkan mulutnya persis di tempat mulutku menyentuh gelas itu, lalu beliau minum. Aku juga pernah makan daging, lalu beliau mengambil daging itu dan meletakkan mulutnya persis di tempat aku menggigitnya."
(HR. Muslim)
Di saat waktu luang, Rasulullah dan Aisyah s**a bercerita, bercanda, bahkan saling memercikkan air saat mandi bersama. Tak ada jarak antara Nabi yang agung dengan istrinya yang penuh rasa cemburu. Cinta mereka hidup dalam kesederhanaan.
Tak hanya itu, Rasulullah sering memanggil Aisyah dengan panggilan sayang:
Ya Humaira" Wahai yang pipinya kemerahan.
" Itu panggilan mesra yang membuat Aisyah merasa istimewa.
Dalam banyak riwayat, Rasulullah pun selalu berusaha menjaga perasaan Aisyah. Pernah saat para istri beliau berkumpul, beliau menunjukkan kasih khususnya pada Aisyah. Ketika ditanya siapa orang yang paling beliau cintai, Rasulullah menjawab, "Aisyah." Para sahabat bertanya lagi, "Kami maksudnya dari kalangan laki-laki."
Beliau pun menjawab, "Ayahnya," (HR. Bukhari) mengisyaratkan cinta yang berlanjut pada keluarga Aisyah.
Dan jangan lupakan kisah mereka lomba lari: Di waktu Aisyah masih ramping, ia menang lomba lari dengan Rasulullah. Beberapa waktu kemudian, tubuh Aisyah mulai berisi. Rasulullah kembali menantangnya lomba. Kali ini Rasulullah yang menang, lalu berkata dengan senyum penuh cinta, "Ini untuk membalas kekalahan waktu itu." (HR. Abu Dawud)
Aisyah juga menjadi sandaran hati Rasulullah. Ketika beliau merasa sedih, Aisyahlah yang menjadi teman bicara. Ketika Rasulullah sakit menjelang wafatnya, beliau meminta izin agar bisa dirawat di rumah Aisyah. Dan di pangkuan Aisyah-lah, Rasulullah mengembuskan napas terakhirnya.