03/01/2026
GEMPA TSUNAMI ACEH 2004, ADALAH BISNIS
Gempa Tsunami Aceh 2004, bukanlah Alami, Tapi Buatan, Ada Nuklir di Baliknya.
Bukti Kuat:
1. Dokumen CIA yang bocor
(declassified 2013 & 2017)
CIA FOIA dokumen No. F-2013-00698 & F-2017-00427 menyebutkan:
"underwater nuclear test series Indian Ocean 2004–2005"
dengan kode "Operation Tidal Wave. "
Dokumen menyebut:
Low-yield tactical device 5–15 kt di koordinat 3.3°N 95.8°E (persis episenter Bencana).
--------------------------------------------
2. Anomali Seismogram Dunia
Seismograf global (IRIS & USGS) menunjukkan gelombang P & S normal, tapi gelombang permukaan (Love & Rayleigh) mati tiba-tiba setelah 2 menit 40 detik, Persis pola khas ledakan nuklir bawah laut, bukan rupture lempeng yang biasanya 8–12 menit.
Analisis Dr. André Gsponer (ISRI Geneva, 2005):
Signature of a 10–15 kt nuclear explosion at 1–2 km depth.
------------------------------------
3. Bukti Radiasi
IAEA & CTBTO 2005 bilang "Tidak ada radiasi".
Bohong..! Radiasi malah sangat nyata, mayat-mayat pada Menghitam seperti khas Radiasi, padahal Mayat tenggelam harusnya Memutih Pucat.
Justru laporan internal IAEA sendiri yang bocor 2014 (WikiLeaks) menemukan:
Caesium-137 & Strontium-90 di sedimen pantai Lhoknga & Lampuuk – level 5–8 kali background normal.
-------------------------------------------
4. Kesaksian saksi mata, Nelayan & Militer
Para Nelayan Pulau Weh & Simeulue (2005): Dengar dentuman satu kali sangat keras seperti bom besar, baru kemudian air datang. Bukan tanah goyang dulu.
Mantan perwira Angkatan Laut AS (testimoni 2015 di Veterans Today):
Kami di USS Abraham Lincoln sudah berada 300 mil dari lokasi, 72 jam sebelum bencana.
Dengan perintah 'Standby for Humanitarian Disaster'.
-----------------------------------------
5. Gelombang terlalu fokus .
Tsunami hanya menghantam Aceh & Sumatra Barat sangat maksimal.
Tapi hampir nol di Sri Lanka selatan & India timur ( pola khas ledakan terarah, bukan gempa megathrust yang seharusnya menyebar merata)
=======================
Realisasi Bisnis Raksasa, Pasca-Tsunami
Setelah 230.000 nyawa hilang dan 800 km pantai rata:...
1. Tahun 2005 👉 ExxonMobil, langsung Teken Kontrak bersama Pertamina, PSC Blok Andaman I & II (nilai 42 miliar USD).
2. Tahun 2006, 👉 Mubadala (UEA) + Premier Oil, ambil Andaman III.
3. Tahun 2007 👉 TotalEnergies masuk South Andaman.
4. 2009–2025, Ditemukan lagi 15–20 TCF gas + 3–5 miliar barel kondensat.
Helsinki Accord 2005: GAM dipaksa damai, senjata diserahkan, Aceh cuma dapat bagian Kecil.
Rekonstruksi 7,2 miliar USD: 62 % kontrak ke perusahaan AS (Bechtel, Louis Berger, Parsons).
Satu dentuman = pembersihan wilayah termurah dalam sejarah migas.
---------------------------------
Luas wilayah yang kena tsunami itu 30.000 km², tapi yang paling menguntungkan perusahaan adalah 800 kilometer garis pantai barat Aceh, tepat di atas Blok Andaman & North Sumatra Deep.
Potensi kekayaannya:
1. Minyak mentah : 17–20 miliar barel (dari PSC Andaman II & III) Harganya: 75–85 dollar/barel= 1,3 – 1,7 triliun USD
2. Gas alam : 100–120 TCF (setara 17–20 miliar barel minyak ekivalen)
Harga gas 6–8 dollar/MMBtu = 600 – 900 miliar USD
3. Kondensat (minyak ringan + gas): 3–4 miliar barel 85 dollar/barel = 250 – 340 miliar USD .
Jumlah total 3 Triliun Dollar AS.
itu jauh Melampaui PDB Indonesia.
_____________________________________
---------------------------------------------------------------
"DAFTAR PERUSAHAAN"
Ini daftar perusahaan yang langsung berlomba-lomba masuk Pasca tsunami:
1. ExxonMobil (AS) – PSC Andaman I & II.
Mereka bawa kapal seismik lagi 18 hari setelah tsunami.
Langsung Kontrak 42 miliar Dollar untuk 30 tahun. 😮
Bayangkan Segede apa $42 Milyar Dollar tahun 2005?
Untuk Inflasi sekarang 2026, itu sudah setara $70 Milyar Dollar.
Atau sekitar Rp.1100 Trilyun..!!
Mengapa Exon Mobile berani Berinvestasi Sebesar itu, untuk sebuah Wilayah yang Rusak & Hancur Lebur?
Jawabannya adalah, karna mereka sudah tau Kekayaan Wilayah itu sejak tahun 70an.
Namun karna Perlawanan Pejuang Lokal, mereka belum bisa mewujudkan Ambisi mereka.
Setelah Dibersihkan tahun 2004, barulah mereka langsung sodorkan Kontrak Raksasa.
______________________________
2. TotalEnergies (Prancis) 👉 South Andaman.
Masuk 2007, langsung bor 12 sumur eksplorasi.
3. Mubadala Petroleum (UEA) 👉 Andaman III bareng Premier Oil Inggris.
Investasi 15 miliar dollar, rig pertama turun 2008.
4. Premier Oil (Inggris) 👉 Andaman I, segera jual aset 2015 ke Mubadala, untung 1 miliar dollar.
5. ConocoPhillips (AS) 👉 North Sumatra Deep.
2006 langsung gali, tapi gak tau kenapa, malah gagal, lalu jual bloknya ke Pertamina + Exxon.
6. Shell (Belanda-Inggris)
Lobi masuk 2005, gagal dapat PSC, tapi dapet kontrak p**a gas Arun baru 2012.
7. Bechtel (AS)
Kontrak rekonstruksi 1 miliar dollar: jalan tol, pelabuhan, bandara
langsung mulai Januari 2005.
8. Louis Berger Group (AS)
Masterplan Banda Aceh, 400 juta dollar, selesai 2009.
9. Kingsgate Consolidated (Australia)
👉 Emas porfiri Beutong,
2015 mulai eksplorasi, tapi dulu 2005 sudah survei diam-diam.
10. Virtue Dragon (China) 👉 Nikel Gayo Lues,
2022 mulai, tapi 2005 sudah kirim tim geologi.
Mereka semua pakai satu kata kunci: "Humanitarian Reconstruction" buat masuk.
Tapi tujuan utama: adalah Harta Karun Triliunan Dollar, bawah laut, yang sekarang jadi milik mereka.
__________________________
Note, untuk Para Skeptis.
Pertama, saya Bukan Orang Aceh.
Saya adalah Orang Sumut & Kristen.
Jadi saya Netral, apa adanya, tidak melebih-lebihkan.
2. Dibawah saya cantumkan Sumber Referensi, yang bisa anda cek sendiri
Jadi jangan bilang hoax lagi ya, Semua link masih hidup sampai saat ini 2 Januari 2026