Matamatadotcom

Matamatadotcom Berita Gosip Selebritis dan Hiburan Paling Keren di Indonesia. Selengkapnya di https://matamata.com/

Bukan Sekadar Restu, Amanda Rigby Ternyata Harus Melewati Syarat Khusus Sebelum Menikah dengan Andre TaulanyRencana pern...
15/09/2026

Bukan Sekadar Restu, Amanda Rigby Ternyata Harus Melewati Syarat Khusus Sebelum Menikah dengan Andre Taulany

Rencana pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby mulai membuka satu fakta yang cukup mengejutkan.

Bukan hanya soal surat rekomendasi nikah, status Amanda Rigby sebagai Warga Negara Asing (WNA) membuat ada persyaratan khusus yang wajib dipenuhi sebelum proses pernikahan dapat dilanjutkan.

Andre diketahui telah mengajukan surat rekomendasi nikah dari KUA Ciputat Timur untuk ditujukan ke KUA Kebayoran Baru.

Dalam dokumen tersebut tercantum nama Amanda Lintang Larasati Rigby sebagai calon mempelai wanita.

Namun, prosesnya ternyata belum berjalan mulus. Kepala KUA Kebayoran Baru, Riswanto, menyebut surat tersebut masih berstatus terkirim dan dokumen fisik asli belum diserahkan.

Yang paling menjadi perhatian adalah dokumen khusus bagi Amanda yang disebut berkewarganegaraan Inggris.

Ia harus mengantongi surat keterangan tidak adanya halangan untuk menikah dari Kedutaan Besar Inggris.

Selain itu, Amanda perlu menyiapkan dokumen pendukung seperti paspor, akta kelahiran, serta data kedua orang tua.

Pendaftaran pernikahan idealnya dilakukan sekitar 10 hari kerja sebelum akad. Jika kurang dari batas tersebut, pasangan masih dapat mengurus dispensasi nikah melalui kecamatan.

Kangen Band mendadak disebut bubar, tetapi Andika Mahesa justru bergerak cepat. Setelah mendengar pernyataan Dodhy, Andi...
14/09/2026

Kangen Band mendadak disebut bubar, tetapi Andika Mahesa justru bergerak cepat.

Setelah mendengar pernyataan Dodhy, Andika langsung mengumpulkan dan bertemu beberapa rekannya di Jakarta untuk membongkar apa sebenarnya yang sedang terjadi.

Pertemuan tersebut berlangsung setelah Dodhy menyampaikan pernyataan mengenai bubarnya Kangen Band.

Andika bersama beberapa personel lainnya memilih duduk bersama dan membicarakan persoalan tersebut dari hati ke hati.

Menurut Andika, suasana pertemuan berlangsung kondusif. Tidak ada perselisihan di antara mereka.

Namun, satu hal masih menjadi tanda tanya besar: alasan sebenarnya di balik pernyataan Dodhy.

Andika menegaskan, dirinya belum bisa memberikan kesimp**an sebelum bertemu langsung dengan Dodhy.

Baginya, penjelasan dari Dodhy menjadi kunci untuk memahami persoalan yang membuat nama Kangen Band kembali ramai diperbincangkan.

Pertemuan dengan Dodhy pun diharapkan dapat membuka titik terang mengenai masa depan band tersebut.

Andika berharap semuanya bisa diselesaikan dengan kepala dingin.

Ia bahkan menyatakan siap menerima apa pun keputusan akhirnya, baik Kangen Band kembali berjalan maupun harus berpisah.

Yang terpenting, menurut Andika, semuanya dapat diselesaikan secara baik-baik.

Maudy Ayunda tengah menjadi perbincangan setelah video YouTube miliknya kembali ramai dibahas warganet. Video berjudul M...
14/09/2026

Maudy Ayunda tengah menjadi perbincangan setelah video YouTube miliknya kembali ramai dibahas warganet. Video berjudul Mindfulness in the Age of Bad News tersebut sebenarnya sudah diunggah pada 21 Agustus 2026, tetapi kembali viral dan menuai beragam reaksi beberapa pekan kemudian.

Dalam video itu, Maudy membicarakan pengalamannya menghadapi arus informasi negatif yang datang hampir setiap hari. Ia mencoba membahas bagaimana seseorang tetap bisa mengetahui apa yang terjadi di sekitarnya tanpa membuat kondisi emosional ikut terkuras.

Namun, pesan yang disampaikan Maudy justru mendapatkan kritik dari sebagian warganet. Mereka menilai ada bagian dari pembahasannya yang kurang mempertimbangkan kondisi masyarakat yang menghadapi persoalan secara langsung.

Lantas, apa saja poin yang disampaikan Maudy hingga akhirnya menjadi perdebatan?

1. Maudy mengaku kewalahan menghadapi berita buruk

Maudy mengawali pembahasannya dengan menceritakan bagaimana dirinya merasa terus dibanjiri berbagai informasi negatif. Menurutnya, dalam beberapa bulan bahkan sekitar setahun terakhir, banyak peristiwa dari dalam maupun luar negeri yang membuat publik terus menerima kabar kurang menyenangkan.

Kondisi tersebut ternyata juga memengaruhi dirinya secara emosional. Maudy mengaku sempat merasa kewalahan ketika harus terus memproses berbagai informasi yang muncul setiap hari.

Baginya, mengetahui banyak persoalan yang terjadi di dunia memang penting. Namun, terlalu banyak menerima informasi dalam waktu yang berdekatan juga dapat membuat seseorang merasa kelelahan secara mental.

2. Maudy mengaku sempat merasa tidak berdaya

Dalam video tersebut, Maudy juga terbuka mengenai respons emosional yang muncul ketika dirinya menghadapi terlalu banyak berita buruk.

Ia mengaku pernah berada dalam kondisi emosional hingga menangis dan marah. Perasaan tidak berdaya juga sempat muncul ketika melihat berbagai persoalan yang terjadi tetapi dirinya tidak selalu bisa melakukan sesuatu secara langsung.

Menurut Maudy, perasaan tersebut merupakan hal yang manusiawi. Seseorang bisa saja merasa sedih atau marah setelah melihat sebuah peristiwa, terlebih jika informasi tersebut datang secara terus-menerus.

Karena itu, ia mencoba mencari cara agar tetap mendapatkan informasi tetapi tidak sampai membuat dirinya tenggelam dalam emosi negatif.

3. Maudy menyarankan adanya batas dalam mengonsumsi berita

Poin inilah yang kemudian menjadi bagian paling banyak diperdebatkan warganet.

Maudy menyampaikan bahwa seseorang boleh menentukan batas ketika merasa sudah cukup mendapatkan informasi mengenai sebuah persoalan. Menurutnya, seseorang tidak harus terus membaca berita atau melihat konten yang sama berulang kali hanya karena merasa harus terus mengikuti perkembangan.

Ia memberikan gambaran bahwa setelah memahami sebuah persoalan, seseorang dapat memilih berhenti mengonsumsi informasi untuk sementara waktu dan mengalihkan perhatian kepada hal lain.

Menurut Maudy, langkah tersebut bukan berarti seseorang tidak peduli. Justru, ia melihatnya sebagai salah satu cara untuk menjaga kondisi diri agar tetap mampu menjalani aktivitas sehari-hari.

Namun, sebagian warganet melihat persoalan tersebut dari sudut pandang berbeda.

Mereka menilai kemampuan untuk mengambil jarak dari berita buruk tidak selalu dimiliki semua orang. Ada masyarakat yang justru berhadapan langsung dengan persoalan yang sedang diberitakan, sehingga mengikuti perkembangan informasi bukan sekadar pilihan.

Misalnya, ketika sebuah berita berkaitan dengan kondisi ekonomi, kebijakan, bencana, lingkungan, pekerjaan, atau persoalan sosial tertentu, sebagian orang mungkin tidak bisa begitu saja menutup informasi tersebut karena dampaknya berkaitan langsung dengan kehidupan mereka.

Perdebatan akhirnya berkembang pada persoalan yang lebih luas, yaitu mengenai siapa yang memiliki kesempatan untuk memilih tidak mengikuti berita buruk.

Sebagian warganet kemudian menggunakan istilah tone deaf untuk menggambarkan apa yang mereka anggap sebagai ketidaksesuaian antara pesan dalam video dengan kondisi sosial yang sedang dihadapi sebagian masyarakat.

Meski begitu, kontroversi ini bukan berarti konsep mindfulness atau membatasi konsumsi berita sepenuhnya dianggap keliru.

Mengurangi paparan informasi yang berlebihan memang dapat menjadi salah satu cara seseorang mengatur kondisi mental. Persoalannya adalah bagaimana pesan tersebut disampaikan dan bagaimana mempertimbangkan pengalaman orang yang berbeda-beda.

Seseorang yang merasa terlalu lelah akibat terus mengikuti media sosial mungkin memang membutuhkan jeda. Tetapi bagi orang yang kehidupannya terdampak langsung oleh sebuah persoalan, mengikuti berita bisa menjadi kebutuhan.

Maudy kemudian menyadari adanya sudut pandang yang belum cukup ia masukkan dalam video tersebut. Ia mengakui bahwa kemampuan untuk mengambil jarak dari berita merupakan sebuah privilese karena tidak semua orang memiliki pilihan yang sama.

Ia juga meminta maaf karena bagian tersebut belum cukup ia refleksikan dalam kontennya. Maudy menegaskan bahwa pembahasan mindfulness yang dibuatnya tidak dimaksudkan sebagai alasan untuk tidak peduli terhadap realitas atau persoalan yang terjadi di masyarakat.

Ia justru mengatakan bahwa mindfulness seharusnya membantu seseorang tetap sadar, peduli, dan mampu melihat sebuah persoalan dengan lebih jernih.

Dengan adanya klarifikasi tersebut, kontroversi mengenai video Maudy kemudian berkembang menjadi diskusi yang lebih luas mengenai kesehatan mental, konsumsi informasi, dan kondisi sosial masyarakat.

Pada akhirnya, tidak semua orang memiliki cara yang sama dalam menghadapi berita buruk. Ada yang membutuhkan informasi sebanyak mungkin untuk memahami keadaan, sementara ada p**a yang membutuhkan jeda agar tidak merasa kewalahan.

Karena itu, pesan yang bisa diambil dari polemik ini bukan semata-mata apakah seseorang boleh menjauh dari berita atau tidak. Yang lebih penting adalah bagaimana seseorang dapat menjaga dirinya tanpa kehilangan kepedulian terhadap persoalan di sekitarnya.

Dan bagi Maudy, kritik yang muncul menjadi kesempatan untuk melihat kembali pesannya dari perspektif yang lebih luas sekaligus mengakui adanya bagian penting yang sebelumnya belum ia sampaikan.

Maudy Ayunda akhirnya memberikan penjelasan sekaligus meminta maaf setelah konten yang membahas cara menghadapi banyakny...
14/09/2026

Maudy Ayunda akhirnya memberikan penjelasan sekaligus meminta maaf setelah konten yang membahas cara menghadapi banyaknya berita buruk mendapat sorotan dari warganet. Ia mengakui ada satu sudut pandang penting yang belum cukup ia bahas dalam konten tersebut.

Kontroversi bermula dari video berjudul Mindfulness in the Age of Bad News yang diunggah Maudy pada 21 Agustus 2026. Dalam video itu, Maudy membagikan pengalamannya menghadapi arus informasi negatif yang menurutnya semakin banyak dalam beberapa waktu terakhir.

Maudy bercerita bahwa dirinya pernah merasa kewalahan karena terus menerus terpapar berbagai kabar buruk, baik dari dalam negeri maupun dari berbagai peristiwa internasional. Kondisi tersebut membuatnya mencoba mengatur kembali cara mengonsumsi informasi.

Menurut Maudy, seseorang tidak harus terus mengikuti setiap pemberitaan yang muncul. Ia menganggap memberikan batas terhadap konsumsi berita juga bisa menjadi salah satu cara untuk menjaga kondisi diri agar tidak terus-menerus berada dalam tekanan emosional.

Namun, pesan tersebut kemudian mendapat tanggapan beragam. Sebagian warganet menilai pandangan tersebut belum sepenuhnya mempertimbangkan kondisi orang-orang yang justru mengalami langsung dampak dari berbagai persoalan yang diberitakan.

Bagi masyarakat yang terdampak bencana, persoalan ekonomi, kebijakan, atau masalah sosial tertentu, berita bukan sekadar informasi yang bisa ditutup ketika terasa melelahkan. Apa yang diberitakan bisa berkaitan langsung dengan kehidupan mereka, keluarga, pekerjaan, maupun lingkungan sekitar.

Kritik tersebut kemudian membuat Maudy kembali merefleksikan isi videonya. Ia menyadari bahwa kemampuan untuk mengambil jarak dari pemberitaan ternyata juga berkaitan dengan sebuah privilese, karena tidak semua orang mempunyai pilihan yang sama.

Maudy kemudian menyampaikan permintaan maaf karena perspektif tersebut belum cukup ia masukkan dalam kontennya. Ia mengakui bahwa bagi seseorang yang terdampak langsung oleh sebuah persoalan, menjauh dari berita bukan selalu pilihan yang mudah.

Ia juga menegaskan bahwa pembahasan mengenai mindfulness yang disampaikannya tidak pernah dimaksudkan sebagai ajakan untuk bersikap tidak peduli terhadap keadaan sekitar.

Maudy justru mengatakan bahwa mindfulness seharusnya membantu seseorang melihat sebuah persoalan dengan lebih jernih, memahami apa yang sedang terjadi, sekaligus tetap memiliki kepedulian terhadap orang-orang yang terdampak.

Dengan kata lain, Maudy ingin menjelaskan bahwa menjaga kondisi diri dan tetap peduli terhadap lingkungan bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan.

Menurutnya, seseorang tetap bisa mengetahui persoalan yang sedang terjadi tanpa harus terus menerus mengonsumsi setiap informasi yang beredar sepanjang hari.

Maudy juga mengapresiasi orang-orang yang memberikan kritik terhadap kontennya. Ia menganggap berbagai tanggapan tersebut sebagai masukan yang membuat dirinya melihat persoalan dari sudut pandang yang lebih luas.

Permintaan maaf tersebut sekaligus menjadi bagian dari klarifikasi Maudy terhadap maksud awal videonya. Ia tidak ingin pembahasan mengenai mindfulness justru dipahami sebagai alasan untuk mengabaikan berbagai persoalan yang sedang terjadi di tengah masyarakat.

Kontroversi ini pun memperlihatkan bahwa satu pesan yang dianggap relevan bagi seseorang belum tentu memiliki makna yang sama bagi orang lain. Kondisi setiap orang ketika menerima berita buruk tentu berbeda-beda.

Bagi seseorang yang merasa kewalahan karena terlalu banyak membaca berita, mengambil jeda mungkin bisa membantu. Namun bagi orang yang keluarganya, pekerjaan, atau lingkungan tempat tinggalnya terdampak langsung, mengikuti perkembangan informasi justru bisa menjadi kebutuhan.

Karena itu, pernyataan Maudy mengenai adanya privilese dalam mengambil jarak dari berita menjadi bagian penting dari klarifikasinya.

Pada akhirnya, Maudy memilih untuk menerima kritik tersebut sebagai bahan evaluasi. Ia menyampaikan bahwa dirinya mendengarkan masukan yang diberikan dan masih terus belajar memahami persoalan dari perspektif yang lebih luas.

Sikap tersebut membuat polemik mengenai konten mindfulness Maudy kini tidak hanya berbicara soal benar atau salah. Perdebatan tersebut juga membuka pembicaraan mengenai bagaimana seseorang menjaga kesehatan diri tanpa kehilangan kepedulian terhadap persoalan yang terjadi di sekitarnya.

Maudy pun menegaskan kembali bahwa menjaga diri bukan berarti menutup mata terhadap keadaan. Baginya, seseorang tetap dapat mengambil jeda ketika merasa kewalahan, tetapi pada saat yang sama tetap memiliki empati dan kepedulian terhadap realitas yang sedang dihadapi orang lain.

Komedian senior Nunung kembali membagikan cerita mengenai perjalanan kesehatannya. Di balik aktivitasnya yang masih terl...
14/09/2026

Komedian senior Nunung kembali membagikan cerita mengenai perjalanan kesehatannya. Di balik aktivitasnya yang masih terlihat di layar kaca, ternyata perempuan yang dikenal lewat grup lawak Srimulat itu pernah melewati masa yang cukup berat.

Nunung diketahui memiliki sejumlah masalah kesehatan dan harus menjalani perawatan secara rutin. Dalam sebuah kesempatan, ia mengungkap bahwa dirinya pernah mengalami kondisi yang membuat aktivitas sehari-hari menjadi sangat terbatas.

Bahkan, Nunung mengaku pernah berada dalam keadaan tidak mampu berjalan seperti biasanya. Kondisi tersebut berlangsung cukup lama hingga membuatnya harus bergerak dengan cara merangkak untuk melakukan aktivitas.

Cerita tersebut kembali menjadi perhatian karena sebelumnya kondisi Nunung sempat tidak banyak diketahui publik. Ia memilih untuk tidak terlalu membuka persoalan kesehatannya kepada masyarakat dan tetap berusaha menjalani aktivitas seperti biasa.

Dalam pengakuannya, masa tersebut menjadi salah satu periode yang tidak mudah baginya. Rasa sakit yang dirasakan membuat Nunung harus menghadapi keterbatasan dalam bergerak dan menjalani rutinitas.

Sejumlah tayangan yang membahas kisah Nunung menyebut kondisi tersebut berkaitan dengan masalah diabetes yang dialaminya. Dalam keterangannya, Nunung bahkan disebut sempat tidak bisa berjalan selama sekitar lima bulan akibat kondisi tersebut.

Bagi Nunung, pengalaman tersebut tentu menjadi pengingat bahwa kesehatan merupakan sesuatu yang tidak bisa dianggap remeh. Ia pun berusaha tetap menjalani pengobatan dan terapi medis untuk menjaga kondisinya.

Nunung sendiri sebelumnya juga pernah terbuka mengenai perjuangannya menghadapi kanker payudara. Ia sempat membutuhkan waktu untuk menerima kondisi tersebut sebelum akhirnya berani menceritakannya kepada publik.

Meski menghadapi berbagai persoalan kesehatan, Nunung berusaha tetap menjalani kehidupannya dengan kuat. Ia juga masih aktif bekerja dan berusaha menjalani berbagai aktivitas sesuai dengan kondisi tubuhnya.

Kisah Nunung menjadi gambaran bahwa di balik sosoknya yang dikenal selalu menghibur masyarakat, ada perjuangan pribadi yang tidak selalu terlihat. Ia harus melewati berbagai masa sulit sekaligus tetap berusaha bangkit dan menjaga semangat.

Pengakuan mengenai kondisi tersebut pun membuat banyak orang kembali memberikan perhatian kepada Nunung. Perjuangannya menghadapi masalah kesehatan menjadi pengingat bahwa seseorang yang terlihat baik-baik saja di depan publik belum tentu tidak memiliki perjuangan yang berat di balik layar.

Influencer asal Malaysia, Aisar Khaled, kini menghadapi laporan hukum di Indonesia. Sebuah agensi melaporkannya ke Polda...
14/09/2026

Influencer asal Malaysia, Aisar Khaled, kini menghadapi laporan hukum di Indonesia. Sebuah agensi melaporkannya ke Polda Metro Jaya atas dugaan penipuan hingga tindak pidana pencucian uang (TPPU), dengan persoalan kewajiban yang disebut masih mencapai Rp5,7 miliar.

Kuasa hukum pelapor, Machi Achmad, mengatakan laporan tersebut dibuat setelah upaya penyelesaian secara baik-baik tidak membuahkan hasil. Pihak agensi mengaku telah melayangkan somasi sebanyak tiga kali, tetapi tidak memperoleh respons yang diharapkan.

Laporan itu menggunakan Pasal 492, Pasal 486, dan Pasal 607 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Sementara itu, kuasa hukum lainnya, Michael Sugijanto, menjelaskan perkara bermula dari kerja sama investasi antara Aisar dan agensi tersebut. Nilai kesepakatannya disebut mencapai puluhan miliar rupiah, sementara sekitar Rp5,7 miliar diklaim masih menjadi kewajiban Aisar.

Penyelesaian sebelumnya sempat diupayakan melalui pekerjaan langsung. Aisar bahkan disebut hadir dalam sebuah acara pada Juli 2026 dengan skema pembayaran yang diperhitungkan terhadap kewajibannya. Namun setelah itu, komunikasi kembali terputus.

Pihak agensi mengaku kecewa karena hubungan mereka telah berlangsung cukup lama dan bahkan pernah membantu Aisar ketika menghadapi persoalan dengan pihak lain.

Awalnya, persoalan ini disebut hendak dibawa melalui jalur perdata. Namun, setelah somasi tidak mendapat tanggapan, pihak agensi akhirnya memilih membuat laporan pidana.

Hingga laporan tersebut dibuat, tudingan tersebut masih merupakan laporan dari pihak pelapor dan proses hukum akan menentukan fakta serta tanggung jawab masing-masing pihak. (DR)

Marshanda kembali menjadi perhatian setelah membicarakan kehidupan pribadinya, khususnya mengenai kemungkinan untuk kemb...
14/09/2026

Marshanda kembali menjadi perhatian setelah membicarakan kehidupan pribadinya, khususnya mengenai kemungkinan untuk kembali membangun rumah tangga. Setelah sekitar 11 tahun menjalani kehidupan sebagai seorang ibu sekaligus perempuan yang mandiri, Marshanda mengaku tidak menutup kemungkinan untuk menikah lagi.

Keinginan tersebut tentu menjadi hal yang menarik perhatian publik. Pasalnya, sejak perceraiannya dengan Ben Kasyafani pada 2014, Marshanda memang lebih banyak menjalani kehidupannya dengan fokus pada keluarga, anak, pekerjaan, serta berbagai aktivitas yang dijalaninya.

Namun, Marshanda tampaknya tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan besar mengenai pernikahan. Baginya, menikah bukan sekadar soal menemukan seseorang yang disukai, tetapi juga tentang kesiapan dan kecocokan dalam menjalani kehidupan bersama.

Marshanda mengungkapkan bahwa dirinya memiliki pertimbangan tertentu sebelum memutuskan untuk kembali menikah. Ada hal yang menurutnya harus dimiliki oleh calon pasangan agar hubungan tersebut nantinya dapat berjalan dengan baik.

Salah satu hal penting bagi Marshanda adalah keberadaan pasangan yang mampu memahami dirinya secara utuh. Ia tidak ingin hubungan hanya dibangun berdasarkan perasaan sesaat, tetapi juga membutuhkan komunikasi, rasa aman, dan kesiapan untuk saling menerima.

Sikap tersebut sebenarnya bukan sesuatu yang baru bagi Marshanda. Dalam pembicaraan mengenai kehidupan asmaranya beberapa tahun terakhir, ia juga pernah menyampaikan bahwa pernikahan bukan sebuah kewajiban yang harus segera dilakukan. Ia ingin memastikan bahwa keputusan tersebut memang datang dari keinginan dan kesiapan dirinya sendiri.

Kini, setelah menjalani masa panjang sebagai seorang ibu tunggal, Marshanda terlihat semakin terbuka mengenai kemungkinan memiliki pasangan kembali. Meski demikian, ia tetap menempatkan kebahagiaan dan kenyamanan sebagai pertimbangan utama.

Pernikahan bagi Marshanda bukan sekadar status. Ia tampaknya ingin hubungan yang benar-benar memberikan ruang bagi kedua pihak untuk berkembang sekaligus saling mendukung dalam menjalani kehidupan.

Karena itu, meski sudah mengaku terbuka untuk menikah lagi, bukan berarti Marshanda sedang terburu-buru mencari pasangan. Ia justru ingin menunggu seseorang yang benar-benar sesuai dengan nilai dan prinsip yang diyakininya.

Pernyataan tersebut pun membuat kehidupan asmara Marshanda kembali menjadi sorotan. Banyak yang kemudian penasaran mengenai sosok seperti apa yang nantinya mampu membuat perempuan kelahiran Jakarta tersebut yakin untuk kembali membangun rumah tangga.

Bagi Marshanda, keputusan menikah kembali pada akhirnya merupakan sesuatu yang sangat personal. Setelah melewati berbagai pengalaman dalam kehidupan sebelumnya, ia tentu memiliki pertimbangan yang lebih matang sebelum membuka lembaran baru.

Kini publik hanya bisa menunggu apakah suatu saat Marshanda benar-benar akan kembali mengucapkan janji pernikahan. Yang jelas, ia sudah memberikan sinyal bahwa pintu menuju kehidupan rumah tangga baru tidak sepenuhnya tertutup.

Kabar Kangen Band dinyatakan bubar membuat publik heboh. Di tengah ketidakjelasan nasib band asal Lampung tersebut, Virg...
14/09/2026

Kabar Kangen Band dinyatakan bubar membuat publik heboh. Di tengah ketidakjelasan nasib band asal Lampung tersebut, Virgoun justru muncul dengan tawaran tak terduga untuk sang vokalis, Andika Mahesa.

Melalui kolom komentar, Virgoun menyarankan Andika untuk melanjutkan perjalanan musiknya sebagai penyanyi solo. Tak hanya memberikan dukungan, ia bahkan menawarkan diri membuatkan lagu khusus untuk Andika.

“Udh solo aje..ntar gw bikinin lagu,” tulis Virgoun.

Komentar tersebut muncul setelah pendiri Kangen Band, Dodhy, mengumumkan pembubaran grup melalui akun Instagram pribadinya. Dalam pernyataannya, Dodhy menyebut adanya “kezoliman” yang telah lama ia rasakan. Namun, ia tidak membeberkan secara rinci persoalan yang dimaksud.

Dodhy juga meminta mantan personel maupun pihak event organizer tidak membawakan lagu-lagu ciptaannya dalam penampilan Kangen Band.

Di sisi lain, Andika mengaku justru terkejut dengan keputusan tersebut. Ia mengatakan tidak mengetahui persoalan yang membuat Dodhy menyatakan Kangen Band bubar. Andika memilih tidak mengambil kesimp**an terburu-buru dan berencana bertemu seluruh personel serta manajemen untuk membicarakan masalah tersebut.

Apalagi, hubungan antaranggota disebut masih baik. Mereka bahkan baru saja tampil bersama di Hong Kong beberapa hari sebelum pengumuman mengejutkan itu.

Kini, publik pun dibuat penasaran: apakah Andika benar-benar akan mengikuti saran Virgoun dan memulai karier solo? (DR)

Nama Aisar Khaled menjadi perhatian setelah dirinya dikabarkan dilaporkan ke pihak kepolisian terkait perkara yang diseb...
14/09/2026

Nama Aisar Khaled menjadi perhatian setelah dirinya dikabarkan dilaporkan ke pihak kepolisian terkait perkara yang disebut memiliki nilai mencapai Rp57 miliar.

Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan penipuan, penggelapan, hingga tindak pidana pencucian uang (TPPU). Namun, seluruh dugaan tersebut masih berada dalam proses penanganan sehingga belum dapat dianggap sebagai kesimp**an bahwa Aisar telah terbukti melakukan pelanggaran hukum.

Persoalan ini mencuat setelah pihak pelapor membawa kasus tersebut ke jalur hukum. Nilai yang disebut mencapai puluhan miliar rupiah membuat laporan tersebut kemudian menjadi perhatian dan memunculkan berbagai pertanyaan mengenai awal mula persoalan.

Dalam perkara seperti ini, penyidik perlu melihat secara menyeluruh hubungan antara pihak-pihak yang terlibat, termasuk bagaimana transaksi dilakukan, kesepakatan yang dibuat, serta aliran dana yang menjadi bagian dari laporan.

Dugaan penipuan dan penggelapan tentu masih perlu dibuktikan melalui proses pemeriksaan. Begitu p**a dengan dugaan TPPU yang membutuhkan penelusuran terhadap pergerakan dana dan aset yang berkaitan dengan perkara.

Besarnya nilai yang disebut dalam laporan membuat proses penyelidikan menjadi penting. Polisi perlu memastikan apakah terdapat bukti yang cukup untuk mendukung setiap dugaan yang disampaikan oleh pelapor.

Di sisi lain, pihak yang namanya disebut dalam laporan memiliki hak untuk memberikan klarifikasi dan menyampaikan versinya sendiri. Penyebutan nama dalam sebuah laporan kepolisian tidak otomatis berarti seseorang telah dinyatakan bersalah.

Masyarakat pun sebaiknya tidak terburu-buru memberikan vonis. Proses hukum membutuhkan pemeriksaan terhadap berbagai pihak serta pencocokan keterangan dengan bukti yang tersedia.

Jika laporan tersebut terus berlanjut, penyidik kemungkinan akan mendalami sejumlah dokumen maupun transaksi yang dianggap berkaitan dengan perkara. Dari hasil pendalaman tersebut nantinya akan terlihat bagaimana perkembangan kasus dan apakah terdapat unsur pidana yang dapat dibuktikan.

Kasus dengan nilai hingga Rp57 miliar tentu bukan perkara kecil. Karena itu, publik juga menunggu penjelasan yang lebih lengkap mengenai siapa pihak yang melaporkan, bagaimana awal persoalan tersebut terjadi, serta apa dasar dugaan kerugian yang dilaporkan.

Untuk saat ini, informasi mengenai dugaan penipuan, penggelapan dan TPPU tersebut masih harus dipandang sebagai bagian dari laporan dan proses pemeriksaan, bukan sebagai keputusan hukum terhadap Aisar Khaled.

Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada hasil penyelidikan aparat. Apabila ditemukan bukti yang cukup, proses hukum dapat berlanjut sesuai ketentuan yang berlaku. Sebaliknya, apabila unsur yang dilaporkan tidak terpenuhi, penyidik juga akan menentukan langkah berdasarkan hasil pemeriksaan.

Dengan demikian, publik masih perlu menunggu proses hukum berjalan sebelum menarik kesimp**an mengenai perkara yang disebut bernilai Rp57 miliar tersebut.

Arya Saloka kembali mencuri perhatian bukan karena penampilannya di layar kaca, melainkan lewat sikap rendah hati saat m...
14/09/2026

Arya Saloka kembali mencuri perhatian bukan karena penampilannya di layar kaca, melainkan lewat sikap rendah hati saat menanggapi ungkapan seorang penggemar. Aktor 35 tahun itu justru meminta penggemarnya untuk tidak menjadikan dirinya sebagai sosok yang terlalu dikagumi.

Hal tersebut bermula ketika seorang penggemar mengungkapkan kekhawatiran jika Arya suatu hari memutuskan rehat atau hiatus dari dunia televisi. Ia mengaku sudah terbiasa melihat mantan suami Putri Anne tersebut menghiasi layar kaca sehingga membayangkan kehadirannya menghilang membuatnya merasa sedih.

Komentar itu kemudian mendapat respons langsung dari Arya. Alih-alih membahas dirinya, ia mengarahkan perhatian penggemar kepada sosok yang menurutnya jauh lebih layak untuk dikagumi.

“Full mengaguminya sama rasul, nabi-nabi dan para sahabat saja kak,” tulis Arya.

Ia juga menyarankan penggemarnya untuk membaca sirah nabawiyah, yakni kisah perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW. Menurut Arya, membaca sejarah Nabi dapat memberikan semangat baru.

Pesan tersebut semakin menyentuh ketika Arya menutup komentarnya dengan pernyataan yang menunjukkan kerendahan hati. Ia mengatakan dirinya bukanlah sosok yang pantas dikagumi secara berlebihan.

“Lebih baik dan bagus ketimbang saya yg bukan apa apa kak,” tandasnya.

Sikap Arya ini pun memperlihatkan bagaimana ia memilih mengembalikan kekaguman penggemar kepada nilai dan teladan yang dianggapnya lebih utama. (DR)

Address

South Jakarta

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00

Telephone

+622745016044

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Matamatadotcom posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Matamatadotcom:

Shortcuts

Share