02/01/2026
Ternyata sekarang kelompok radikal makin "kreatif" karena mulai masuk ke dunia game, salah satunya Roblox. BNPT mencatat selama tahun 2025 kemarin ada sekitar 112 anak yang terpapar paham radikal lewat game online dan medsos. Makanya, sekarang BNPT lagi memperketat pengawasan karena game yang harusnya jadi tempat seru-seruan malah disalahgunakan buat nyebarin ideologi yang nggak bener ke anak-anak.
Cara mereka masuk itu halus banget, istilahnya digital grooming. Awalnya cuma ajak ngobrol atau kasih like di game, tapi ujung-ujungnya anak digiring masuk ke grup privat kayak WhatsApp atau Telegram buat didoktrin. Untungnya, sekarang sudah ada aturan baru (PP Tunas) yang mewajibkan platform game punya sistem keamanan ketat. Bahkan, Roblox sendiri lagi nyiapin teknologi pemindai wajah buat mastiin kalau yang main itu anak-anak, mereka bakal dapet perlindungan ekstra secara otomatis.
Tapi ujung-ujungnya, benteng paling kuat tetap ada di rumah. BNPT ngingetin banget supaya orang tua, terutama Ibu, lebih peduli dan rajin mantau aktivitas digital anaknya. Jangan sampai anak dibiarin main gadget sendirian tanpa tahu mereka lagi ngobrol sama siapa. Intinya, kita pengen anak-anak tetap bisa main game dengan aman tanpa risiko "dicuci otaknya" oleh pihak-pihak yang nggak bertanggung jawab.