Deratresna rifai

Deratresna rifai SEPUTAR PERTANIAN

** Tips Budidaya Cabai rawit di pekarangan rumah **Karena citarasanya yang khas, cabai rawit sering dicari dan digunakan...
15/07/2025

** Tips Budidaya Cabai rawit di pekarangan rumah **

Karena citarasanya yang khas, cabai rawit sering dicari dan digunakan untuk bahan memasak maupun disantap langsung dengan makanan lain. Tapi, harga cabai rawit yang sering melonjak tajam menyulitkan konsumen setianya, khususnya ibu rumah tangga. Untuk mengatasi hal tersebut, menanam cabai rawit di pekarangan rumah dapat dijadikan salah satu alternatif. Mari kita simak bersama pembahasan mengenai cara menanam cabai rawit di pekarangan.

Penyemaian
Cabai rawit dapat dibudidayakan di dataran rendah maupun dataran tinggi dengan ketinggian 0 - 1000 m dpl. Tanaman cabai rawit dapat tumbuh baik pada tanah yang berstruktur remah atau gembur, subur, mengandung banyak bahan organik, dan mengandung pH 6 - 7. Tahap pertama yang dilakukan adalah penyemaian. Alat yang dibutuhkan untuk tahapan ini meliputi:
(1) Wadah penyemaian (pot, polybag, atau nampan)
(2) Media penyemaian terdiri dari campuran tanah (top soil) dan pupuk kandang dengan komposisi 1:1

Tahapan penyemaian meliputi:
(1) Rendam benih dalam air hangat selama 1 (satu) jam
(2) Sebar benih secara rata pada wadah semai dan tutupi tipis dengan tanah halus.
(3) Siram benih secara teratur dan tangani hama penyakit sesuai dengan kondisi lapangan
(4) Setelah berumur 3 - 4 minggu (memiliki 4 - 6 helai daun dan tinggi 5 - 10 cm), pindahkan bibit dari wadah semai ke wadah tanam

Penanaman Bibit
Penanaman bibit cabe rawit membutuhkan alat berupa:
(1) Wadah tanam yang digunakan untuk model budidaya cabai rawit pada lahan pekarangan sempit adalah pot atau polibag berukuran 30 cm x 30 cm atau 40 cm x 40 cm.
(2) Pot yang sudah dilubangi (4 - 5 lubang) di bagian bawah agar air tidak tergenang.
(3) Media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos, dengan perbandingan 1:1, 1:2, atau 1:3, tergantung tingkat kesuburan dan tekstur tanah

Tahapan penanaman bibit cabe rawit:
(1) Masukkan media tanam ke dalam pot atau polybag hingga 2 - 3 cm dari bibir wadah (2) Siram media tanam dalam pot hingga mencapai kapasitas lapang (3) Buat lubang tanam (sesuai dengan ukuran wadah semai) di wadah tanam yang telah tersedia. Ingat, setiap pot atau polybag ditanam satu bibit saja

Pemeliharaan tanaman cabai rawit
dalam pot meliputi,
(1) Pemupukan dilakukan pada waktu:
30 Hari Setelah Tanam dengan pupuk TSP sebanyak 10 gram/tanaman dan pupuk KCl sebanyak 7 gram/tanaman
45 Hari Setelah Tanam dengan pupuk Urea sebanyak 7 gram/tanaman
65 Hari Setelah Tanam dengan pupuk NPK (15:15:15) sebanyak 10 gram/tanaman.
(2) Penyiraman, dilakukan sesuai dengan kondisi lapangan dengan volume penyiraman mencapai kapasitas lapang (air menetes dari polibag/pot)
(3) Pemasangan ajir untuk menopang tanaman agar tidak roboh terutama pada waktu tanaman berbuah lebat. Ajir dibuat dari bilah bambu atau kayu berukuran panjang 125 cm dengan diameter 1 - 2 cm. Pemasangan ajir bisa dilakukan pada saat umur tanaman 1 bulan setelah pindah tanam.
(4) Perempelan (pembuangan) tunas samping yang berada di bawah cabang primer. Perempelan tunas samping dilakukan pada saat tanaman berumur 7 - 20 hari dan dilakukan hingga 2 - 3 kali.
(5) Jika ada tanaman terserang hama dan penyakit, segera ditanggulangi secara mekanis (dicabut dan dibakar) atau disemprot dengan fungisida dan insektisida nabati

Panen
Cabai rawit dapat dipanen pertama kali pada umur 70 - 75 hari setelah tanam. Panen dapat dilakukan setiap 3 - 7 hari sekali. Buah cabai rawit dapat dipanen matang hijau atau setelah merah matang penuh.

Source : neurafarm



** Alang-Alang: antara gulma pengganggu dan penjaga ekosistem **Alang-alang, yang memiliki nama ilmiah Imperata cylindri...
14/07/2025

** Alang-Alang: antara gulma pengganggu dan penjaga ekosistem **

Alang-alang, yang memiliki nama ilmiah Imperata cylindrica, adalah tanaman liar yang dapat ditemukan di berbagai belahan dunia. Meskipun sering dianggap sebagai gulma atau tanaman invasif, alang-alang memiliki peran yang penting dalam ekosistem dan manusia. Artikel ini akan membahas lebih dalam tentang alang-alang, termasuk sejarah, manfaat, dan dampaknya terhadap lingkungan.

1. Sejarah dan Penyebaran Alang-Alang

Alang-alang adalah tanaman rumput berumur panjang yang telah ada selama ribuan tahun. Sejarah dan penyebarannya mencakup:

Habitat Global: Alang-alang dapat ditemukan di berbagai belahan dunia, terutama di daerah beriklim tropis dan subtropis. Tanaman ini sering tumbuh di lahan terbuka, hutan yang terganggu, dan tepi jalan.
Penggunaan Tradisional: Di beberapa wilayah, alang-alang telah digunakan oleh masyarakat lokal dalam berbagai cara, termasuk sebagai bahan bangunan, bahan anyaman, dan sebagai bahan baku pembuatan alat-alat tradisional.

2. Manfaat Alang-Alang

Meskipun seringkali dianggap sebagai gulma atau gangguan, alang-alang memiliki manfaat yang cukup menonjol:

* Pengendali Erosi: Sistem akar alang-alang yang dalam dan padat membantu mengikat tanah, menjadikannya pilihan yang baik sebagai penahan erosi di daerah yang terganggu.
* Habitat dan Keberlanjutan: Alang-alang menyediakan habitat bagi berbagai jenis serangga, burung, dan kehidupan liar lainnya. Selain itu, tanaman ini bisa memberikan sumber pakan bagi hewan ternak, terutama pada musim kemarau.
* Manfaat Kesehatan Tradisional: Beberapa masyarakat lokal menggunakan alang-alang untuk tujuan pengobatan tradisional, seperti mengatasi demam, diare, atau merawat luka.

3. Dampak Lingkungan dan Pengelolaan Alang-Alang

Namun, alang-alang juga dapat memiliki dampak negatif pada lingkungan:

* Penyebaran Invasif: Alang-alang dapat tumbuh dengan cepat dan menutupi area yang luas, menggantikan tanaman asli dan merusak keanekaragaman hayati.
* Ancaman Kebakaran: Alang-alang yang kering sangat mudah terbakar dan dapat memicu kebakaran hutan yang merusak.
* Kontrol dan Pengelolaan: Pengendalian alang-alang yang efektif seringkali memerlukan upaya yang berkelanjutan, termasuk pemotongan, pembersihan, atau bahkan penggunaan herbisida.

Kesimpulan

Alang-alang adalah tanaman yang kontroversial dengan manfaat dan dampaknya sendiri dalam ekosistem dan bagi manusia. Meskipun sering dianggap sebagai gangguan atau gulma, kita juga harus mengakui perannya dalam menjaga tanah dan lingkungan. Penting bagi kita untuk memahami alang-alang secara holistik dan mencari cara yang berkelanjutan untuk mengelola dan memanfaatkannya, sehingga dapat menjaga keseimbangan antara manfaat dan dampaknya terhadap lingkungan.

Source :fst.uma.ac.id

06/07/2025

Mana garede, mana paranjang

04/07/2025

08/08/2023

Address

Puncak Heas
Sukabumi
43178

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00
Sunday 09:00 - 17:00

Telephone

+6285784656618

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Deratresna rifai posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Deratresna rifai:

Share