04/06/2026
Di china sana udah diterapkan sertifikasi konten ini. Sertifikasi dapat meningkatkan kredibilitas kreator di mata brand atau industri, serta mendorong pembuatan konten yang lebih beretika.
Wacana mengenai kewajiban sertifikasi konten atau sertifikasi pemengaruh (influencer) masih dikaji oleh pemerintah, khususnya Kementerian Komunikasi dan Digital, dan saat ini belum diwajibkan secara mutlak bagi seluruh kreator. Wacana ini muncul sebagai langkah untuk melindungi publik dari hoaks dan konten menyesatkan, namun menuai perdebatan agar tidak membatasi kreativitas.
Kalau banyak bermunculan konten tak beretika sih rasanya setuju ya diterapkan juga di Indonesia, menurut kalian gimana?