03/03/2026
IRAN TETAPLAH IRAN: Gak Ada Matinya!
Gue nulis ini bukan mau debat soal mazhab ya. Gue hormat banget sama lo yang nganggep Iran itu "menyimpang", tapi gue juga respek sama yang liat Iran sebagai satu-satunya negara yang punya nyali lawan zionisme secara frontal. Bayangin, sejak 1979, cuma mereka yang berani kirim rudal langsung ke jantung Tel Aviv. Negara tetangga lain? Kebanyakan cuma main aman.
Tapi lupain dulu soal agama. Mari kita bahas soal "Harga Diri" sebuah bangsa. Kita yang kadang masih krisis percaya diri sebagai bangsa, kudu belajar dari Iran gimana caranya jaga marwah di tengah kepungan dunia.
1. Darah Parsi: DNA Penguasa
Dari zaman Cyrus the Great sampe Kekaisaran Persia, mereka itu udah jadi pemain utama dunia. Bahkan Sahabat Salman al-Farisi aja sempet syok pas tahu pasukan Sassania yang dia banggain bisa tumbang di tangan Khalifah Umar. Dua raksasa masa itu, Romawi dan Persia, bertekuk lutut di depan pasukan muslim yang tadinya cuma dianggap "orang gurun". Tapi poinnya: Persia selalu punya cara buat bangkit lagi dengan identitasnya sendiri.
2. Tahan Banting 46 Tahun!
Lo bayangin deh, sejak Dinasti Pahlevi runtuh, Iran itu digempur abis-abisan.
Embargo ekonomi? Check.✅
Pemimpin dibunuh? Check.✅
Nilai mata uang ancur? Check.✅
Dihasut dari dalem? Check.✅
Tapi apa mereka tumbang? Kagak. Mereka bertahan di jalur sutra, jagain Selat Hormuz, dan tetep tegak biarpun hidup terbatas. Itu namanya mentalitas baja!
3. Trump vs Mental Ideologi
Sekarang Donald Trump bareng "sepupu neraka"-nya, Netanyahu, coba peruntungan lagi. Bahkan setelah mereka berhasil ngebunuh Ayatollah Ali Khamenei (28 Februari 2026), apa rakyatnya nyerah? Kagak bakal.
Trump koar-koar dari jauh nyuruh rakyat Iran revolusi demi "kebebasan". Lah, kocak! Mana mau mereka dengerin orang yang ngerudal sekolah anak-anak mereka? Mau sehancur apa pun kotanya, mereka tetep pegang ideologi mereka. Harga diri sebagai bangsa merdeka itu harga mati buat mereka.
4. Santai di Bawah Dentuman Bom
Liat aja laporan dari Teheran pas Ramadan kemarin. Di bawah suara jet F-16 dan ledakan bom, kehidupan tetep jalan. Shalat subuh, buka puasa, tarawih... nggak ada tuh darurat militer yang bikin orang sembunyi ketakutan. Mereka seolah bilang ke musuhnya: "Lo bunuh satu Ali (pemimpin), bakal lahir Ali-Ali lainnya!"
Garis Besarnya:
Ini bukan soal Syiah atau Sunni lagi. Ini soal 90 juta orang yang punya satu komitmen: Lebih baik dikubur di tanah air sendiri daripada jadi pecundang di negeri orang. Iran teteplah Iran. Bangsa Parsi yang nggak bakal jual harga diri demi validasi Amerika atau Israel.