09/07/2026
NEC DAN GO AHEAD SOROT ATURAN GAJI TINGGI PEMAIN NON-EU! 🇳🇱🇮🇩
Direktur NEC Nijmegen, Carlos Aalbers, bersama Direktur Go Ahead Eagles, Jan Willem van Dop, menyampaikan keberatan terhadap regulasi gaji minimum untuk pemain non-Uni Eropa (Non-EU) di Eredivisie. Seluruh 34 klub profesional disebut sepakat bahwa aturan tersebut perlu dievaluasi, meski belum ada kepastian kapan perubahan akan diterapkan. NEC dan Go Ahead termasuk klub yang berharap revisi bisa segera dilakukan. 🔥🔄
Berdasarkan regulasi yang berlaku, pemain Non-EU di Eredivisie wajib menerima gaji minimal sebesar 1,5 kali rata-rata gaji pemain. Sementara itu, untuk pemain berusia 18 hingga 20 tahun, batas minimumnya ditetapkan sebesar 75 persen dari rata-rata gaji. Aturan ini dibuat agar klub hanya merekrut pemain Non-EU yang benar-benar memiliki kualitas, sekaligus menjaga perkembangan talenta muda Belanda. 💰📈
Pada musim lalu, syarat gaji tersebut mencapai lebih dari 600 ribu euro per tahun. Nominal itu dinilai terlalu berat bagi sebagian besar klub di luar tiga raksasa Eredivisie, yakni Ajax, Feyenoord, dan PSV. 👋🏻😳
🗣️ “Saya mulai agak muak dengan ini (aturan gaji non-EU). Rapat umum mungkin bukan platform yang tepat untuk membahas hal ini, tetapi semua pihak hadir. Pemerintah telah mengindikasikan bahwa mereka bersedia bekerja sama jika kita dapat membuat mitra sosial mencapai kesepakatan.” Kata Jan Willem van Dop (CEO Go Ahead Eagles)
🗣️ “Karena saya tidak memahaminya. Ada rasa urgensi yang nyata untuk mengubah ini. Pasar sepak bola telah berubah menjadi pasar global dengan kepemilikan multi-klub yang berinvestasi di sepak bola untuk mendapatkan keuntungan dari pasar transfer yang meningkat. Apa manfaatnya jika klub dapat merekrut pemain Eropa biasa, tetapi tidak dapat merekrut pemain Afrika atau Jepang yang sangat berbakat? Pasar dan negara-negara sekitarnya mengantisipasi hal ini, dengan negara-negara Skandinavia khususnya saat ini sangat diuntungkan darinya.”Kata Carlos Aalbers (Direktur NEC Nijmegen)
Sumber: Voetbal International