10/06/2026
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi merespons BEM Seluruh Indonesia (SI) yang mengultimatum pemerintah agar memperbaiki kondisi ekonomi Indonesia dalam waktu 18 hari.
Prasetyo menyampaikan, Istana menerima aspirasi dari mahasiswa tersebut.
"Ya tentunya kami menerima aspirasi tersebut ya, sebagai sebuah masukan tentunya kepada pemerintah," ujar Prasetyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026).
Prasetyo mengatakan, dalam beberapa hari terakhir, publik melihat pemerintah betul-betul bekerja sama dan bekerja keras untuk mengatasi masalah-masalah perekonomian.
Hanya saja, Prasetyo mengakui bahwa mengatasi masalah ekonomi tidak mudah, mengingat dipengaruhi oleh banyak faktor.
"Tapi sekali lagi, kita yakin bahwa langkah-langkah yang kita ambil, dengan koordinasi yang erat, dengan koordinasi yang intens, dengan kebijakan yang saling memperkuat satu sama lain, juga yang hari ini memberi kepastian juga kepada para pelaku usaha, kami yakin kita akan dapat mengatasi permasalahan ini," jelasnya.
Sementara itu, terkait ultimatum 18 hari yang diberikan mahasiswa, Prasetyo menegaskan tidak semua hal bisa dikerjakan sesuai tenggat waktu.
"Ya, kan mohon maaf ya, tidak semua atau tidak segala sesuatu itu bisa dicapai dengan sebuah tenggat waktu yang sudah ditetapkan. Kan begitu. Tidak, tidak semuanya bisa seperti itu," tegas Prasetyo.